
...Begitu mereka sampai di kamar asrama, Ayu menutup pintu....
...Siska segera berlari ke tengah ruangan dan berteriak sekencang-kencangnya. ...
..."Wow! Yu, kau tadi sangat keren sekali! Ratna sampai tidak bisa bicara," kata Siska dengan gembira. ...
..."Harusnya dari dulu kau seperti itu, agar Ratna tidak terus mencari masalah denganmu."...
...Mendengar suara bersemangatnya Siska, Ayu hanya diam saja. Meletakan tasnya di atas meja. Bersiap membawa baju ganti....
..."Kau atau aku yang mandi lebih dulu, Sis?" Ayu bertanya dengan ekspresi yang tenang. Membuat semangat Siska langsung surut....
...Siska berjalan menghampiri Ayu dan bertanya, "Kau tidak senang, Yu, dengan apa yang ku katakan tadi. Atau kau menyesal sudah berkata seperti tadi kepada Ratna?"...
...Ayu menggeleng. "Aku tidak menyesal. Memang itu yang ingin aku katakan kepada Ratna."...
..."Lalu mengapa ekspresimu terlihat seperti itu. Kau kelihatan tidak bahagia."...
...Ayu memandang Siska, lalu menghela nafas. "Siapa yang bisa bahagia jika dituduh menggoda kekasih orang dan menjadi penyebab putusnya orang lain."...
..."Kita berdua tahu, apa yang dikatakan Ratna itu tidak benar," kata Siska....
..."Tapi beberapa orang mungkin tidak berpikir begitu." Ayu menunduk....
...Dia sungguh lelah berurusan dengan Ratna. Selalu mencari-cari kesalahannya. Bertemu kekasih Ratna itupun hanya dua kali, dan ada Ratna juga disitu. Jadi oleh sebab apa tuduhan itu diarahkan padanya....
..."Sudahlah, Yu. Tidak perlu memikirkan omongan Ratna lagi. Wanita itu memang sukanya memfitnah orang dan wataknya sangatlah buruk. Tidak salah kalau kekasihnya itu meminta putus," jelas Siska....
...Dia lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur, melambai kepada Ayu. "Jika kau ingin mandi, mandi lebih dulu. Mungkin kau akan merasa jauh lebih baik."...
...Ayu hanya mengangguk, lalu memasuki kamar mandi....
...Dia membasuh wajah terlebih dahulu di wastafel. Saat melihat pantulan wajahnya di cermin, Ayu kembali berpikir, apa dia sudah keterlaluan berkata seperti tadi kepada Ratna...
...Ayu kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya kuat-kuat membuang pikiran itu. ...
...'Dia tidak salah. Ratna yang keterlaluan sudah menuduhnya'...
...Ayu menguatkan hati untuk tidak kasian lagi kepada Ratna. Atau wanita itu tidak akan berhenti untuk mencari masalah dengannya....
...Ayu mulai membuka semua pakaiannya dan meletakkannya di keranjang cucian. Melangkah di bawah pancuran. ...
...Aliran air jatuh mengenai kepalanya hingga anggota badan, membuat pikirannya menjadi jernih dan rasa lelahnya tersapu. ...
...Lima belas menit kemudian, Ayu keluar dari kamar mandi, sudah mengenakan baju ganti dan handuk yang melilit kepalanya....
...Ayu melihat Siska berbaring telentang dengan kaki diatas kepala tempat tidur, terlihat fokus dengan hp nya....
...Ayu berjalan menuju tempat tidur Siska, memanggil, "Sis, giliranmu mandi. Aku sudah selesai," kata Ayu, berdiri di samping tempat tidur Siska....
...Siska memiringkan kepalanya lengah. "Hah? Ohh.. Ok!" sahutnya. Beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi....
...Ayu mengeringkan rambutnya dengan handuk. Lalu mengambil ponsel dan mendownload beberapa ebook tentang bagian marketing perusahaan. Dia perlu mempelajari seperti apa pekerjaannya nanti....
...Ayu sudah membaca beberapa halaman, Siska keluar dari kamar mandi dengan helaan nafas yang nyaman....
...Melihat Ayu yang begitu serius, Siska tidak bisa tidak bertanya, "Apa yang sedang kau lakukan, Yu?"...
...Ayu memperlihatkan layar ponselnya, berkata, "Membaca ebook mengenai apa yang akan aku kerjakan di tempat kerja."...
...Siska terlihat menggeleng-geleng. "Kau selalu saja seperti ini. Mempelajari segala sesuatunya sebelum memulai, karena takut terjadi kesalahan."...
...Ayu tersenyum kecil mendengar komentarnya Siska. Dia memang tidak ingin membuat kesalahan, apalagi kalau sudah diberi tanggung jawab yang begitu besar. Ayu ingin pekerjaan yang dia lakukan menjadi sempurna, tanpa ada sedikitpun kesalahan....
__ADS_1
...Ayu kemudian bertanya balik. "Lalu, Kau, apakah tidak ingin mempelajari apa-apa saja pekerjaanmu nanti?"...
...Siska langsung menggelengkan kepala. "Tidak. Aku akan mempelajarinya ketika sudah mulai bekerja. Staff senior disana juga pasti akan mengajariku," kata Siska dengan seringai....
...Siska tidak ingin memenuhi otaknya dengan segala macam teori saat bekerja sebagai magang nanti. Mungkin hanya Ayu yang akan tahan dengan itu....
...Siska berkata, "Sudah, ya. Aku tidur duluan." Dia lelah beraktifitas seharian ini. ...
...Ayu hanya mengangguk dan kembali membaca ebooknya....
...Keesokan harinya, minggu pagi....
...Siska masih tidur saat Ayu sudah bersiap-siap. ...
...Hari ini, dia perlu mengirim surat magangnya dan juga siska ke kantor administrasi. Setelah itu, mengerjakan beberapa tugas yang belum sempat dia kerjakan di perpustakaan....
..."Sis, Aku pergi dulu." Ayu berkata. Entah didengar atau tidak oleh Siska....
...***...
...Setelah menjawab soal yang terakhir, Ayu menghela nafas panjang. Akhirnya, semua tugasnya di semester ini selesai. Besok, dia bisa dengan tenang bekerja sebagai magang di perusahaan....
...Ayu melihat jam di ponselnya, sudah waktunya untuk bekerja di minimarket. Dia segera mengemas buku-bukunya dan memasukkannya kedalam tas. Pergi menuju minimarket....
...Ayu sekarang berdiri di meja kasir dengan seragam birunya yang bergaris merah. Menghitung jumlah belanjaan dari pelanggan dan membungkusnya. Terus seperti itu sampai giliran pelanggan yang terakhir....
..."Hai! Bertemu lagi."...
...Ayu memejamkan mata berat setelah melihat wajah siapa yang awalnya tertutup setengah topi hitam....
...Roni!...
...Mau apa dia ada disini......
...Ayu menarik nafas panjang. Pura-pura tidak tahu....
..."Tolong, belanjaannya." Ayu berkata dengan sangat sopan....
...Tapi Roni, masih dengan seringai licik di wajahnya, menjauhkan keranjang belanjaan. ...
..."Jangan berpura-pura tidak mengenalku," kata Roni. "Ada yang ingin aku katakan padamu."...
...Ayu menggigit bibirnya, nampak menahan diri. Berkata setenang mungkin, "Tidak ada yang perlu dibicarakan, kita bahkan tidak akrab."...
..."Tidak masalah. Sebentar lagi kita akan menjadi akrab," kata Roni dengan raut percaya diri. Dia menyerahkan keranjang belanjaannya sambil sesekali memperhatikan Ayu....
...'Wanita yang sangat cantik, sayang sekali bukan tipenya'...
...Ayu hanya diam sembari menghitung belanjaannya Roni. Ada snack, beberapa kaleng bir dan juga rokok. ...
...Setelah membungkus semuanya, Ayu menyerahkan belanjaan kepada Roni setelah melihatnya menggesek kartu dengan tampang yang sok....
..."Sudah selesai. Bisa kita bicara sekarang?" kata Roni. ...
...Dia pikir Ayu akan mengangguk karena tidak ada pelanggan lain lagi di belakangnya. Dan wanita itu kelihatannya juga tidak sedang sibuk. ...
...Tapi, Ayu kembali menolaknya dengan alasan tidak boleh bercakap-cakap saat masih jam kerja. Membuat Roni yang semula tidak memiliki banyak kesabaran langsung berubah menjadi kesal....
...Melihat ada pelanggan baru yang datang sedang memilih belanjaan, Roni memperingatkannya untuk terakhir kali, "Kau benar-benar tidak ingin tahu apa yang akan aku katakan padamu?"...
...Ayu menggeleng. Terlihat tidak tertarik....
..."Baik!" Roni berkata dengan gigi terkatup, nampak geram, "Kau akan menyesalinya!" ...
__ADS_1
...Setelah itu, Roni pergi dengan langkah yang kesal....
...Ayu nampak menggelengkan kepala, tidak peduli apa yang baru saja dikatakan Roni tadi. ...
...Dia akan lebih menyesal jika ketahuan berduaan dengan pria itu. Ratna akan kembali menuduh yang tidak-tidak....
...Belum sempat Ayu menghela nafas lega karena kepergian Roni, pria itu kembali lagi dengan raut muka frustasi....
..."Baiklah, aku masih akan mengatakanya bahkan jika kau tidak ingin mendengar."...
...Roni menarik nafas dalam-dalam, lalu dengan perlahan ia berkata, "Kau harus berhati-hati dengan Ratna. Wanita itu sangatlah membencimu sehingga dia bisa berbuat apa saja."...
...Selesai mengatakannya, Roni berniat pergi karena ada pelanggan yang akan berjalan kesini....
..."Tunggu!" ...
...Ayu memandangnya dengan raut muka penuh kebingungan. "Kenapa kau mengatakan ini padaku?"...
...Roni berhenti. Setelah itu dia menoleh dan tersenyum kepada Ayu. "Mungkin, karena kau sepertinya wanita yang baik."...
...Lalu dia pergi, menghilang dari pandangan Ayu....
...Sampai pulang dari bekerja di minimarket, Ayu masih memikirkan kata-kata dari Roni tadi. ...
...Apa maksud Roni mengatakan hal itu tentang Ratna....
...Mungkinkah, Ratna mencoba untuk melukainya, atau mungkin sudah dia lakukan. ...
...Entah kenapa, dia memikirkan kejadian malam itu, saat dia hampir dibawa pergi oleh beberapa orang. Dan juga perkataan dari Siska, kalau Ratna ada dibalik itu semua....
...Sadar akan pikirannya itu, Ayu dengan cepat menggeleng-gelengkan kepala, menghilangkan prasangka buruk itu dari benaknya. ...
...Dia tidak bisa menuduh Ratna tanpa adanya bukti, apalagi hanya karena perkataan dari orang lain, yang belum tentu ada benarnya....
...Begitu Ayu membuka pintu kamar asramanya, ruangan itu terlihat kosong. Tanpa kehadiran Ratna maupun Siska....
...Ayu merasakan lega dengan ketidakhadirannya Ratna, karena dia masih belum siap untuk bertemu dengannya semenjak kejadian tadi malam....
...Siska juga tidak ada di kamar. Padahal dia ingin memberitahukannya tentang Roni yang tadi membicarakan masalah Ratna. Mereka bisa langsung bertukar pikiran, sehingga Ayu tidak lagi merasakan kebingungan....
...Melirik ponselnya, Ayu memutuskan untuk menelepon Siska....
...Beberapa detik kemudian, telepon tersambung....
...Ayu yang berkata lebih dulu, "Halo! Siska, kau sekarang ada dimana?"...
..."Halo! Yu! Sekarang aku berada di bus, menuju tempat tinggal orang tuaku." ...
...Ayu bertanya dengan heran, "Apa yang kamu lakukan di sana. Bukankah besok kita akan masuk kerja. Apa kau akan menginap?...
..."Tentu saja tidak. Aku hanya mengunjungi orang tuanku sebentar dan memberitahu mereka kalau aku sekarang diterima bekerja di perusahaan besar. Nanti malam juga aku akan pulang. Kau tidur saja lebih dulu, tidak usah menungguku."...
..."Baiklah. Kalau begitu, sampaikan salamku pada orangtuamu," kata Ayu di telepon....
..."Oke, pasti akan aku sampaikan. Kalau begitu aku tutup dulu ya. Bus nya sebentar lagi akan sampai."...
..."Baik. Kau hati-hatilah di jalan. Sampai jumpa lagi."...
..."Sampai jumpa."...
...'Tuutt..'...
...Melihat panggilan yang tertutup, Ayu hanya bisa mendesah. Sepertinya, dia belum bisa menceritakannya sekarang. Mungkin nanti malam, saat Siska sudah kembali ke asrama....
__ADS_1