Bosku Ternyata Ayah Kandungku

Bosku Ternyata Ayah Kandungku
Chapter 9


__ADS_3

...Tepat di seberang jalan dari tempat Roni memarkir mobilnya. Dua orang, sepasang pria dan wanita terlihat mendorong motor yang mogok menuju arah asrama kampus. ...


...Keduanya adalah Siska dan Reza yang baru pulang dari berkencan. Saat mereka selesai dari menonton di bioskop, motor Reza tiba-tiba tidak mau menyala. Mereka berdua terpaksa harus mendorongnya menemukan bengkel. Walaupun Reza menyuruh Siska untuk pulang terlebih dulu menggunakan taksi, tetapi Siska menolaknya, karena tidak ingin meninggalkan Reza sendirian mendorong motor....


...Menurut Siska, pasangan itu harus saling mendukung disaat suka maupun duka....


...Setelah berjalan beberapa kilometer tanpa melihat satu pun bengkel yang buka, baru Siska mengerti apa arti sebenarnya dari duka itu. ...


...Dia sudah berjalan cukup jauh, juga harus mendorong motor. Siska sangat kelelahan dan kakinya sudah mulai sakit. ...


...Meskipun Siska merasa seperti sedang sekarat, dia tidak bermaksud untuk mengeluh ataupun menyalahkan Reza. Karena dari awal, inilah pilihannya. ...


...Siska merasa kalau malam ini mereka sedang sial. Untungnya, ada kios minuman saat mereka lewat. Siska yang sudah sangat kehausan menghabiskan dua botol air minum, begitu pula dengan Reza yang wajahnya dipenuhi keringat....


...Karena berlama-lama di depan kios minuman, mereka pun pulang kemaleman. Reza memutuskan mengantarkan Siska terlebih dahulu ke depan asrama kampusnya. Lalu, membawa motornya sendiri ke bengkel temannya yang jaraknya cukup dekat dari situ....


...Ketika Siska dan Reza mencapai pertigaan dan akan berbelok ke arah kampus. Mereka berdua mendengar suara teredam dan gerutuan lemah dari arah yang ditumbuhi pepohonan....


...Siska merasa bulu kuduknya langsung berdiri. Dia berjalan mendekati Reza dan menarik lengan kemejanya....


..."Za! Kamu dengar tidak suara tadi? Sepertinya ada sesuatu di balik pohon itu."...


...Siska menunjuk ke asal suara yang tadi dia dengar. Suaranya terdengar gugup....


...Reza menoleh dengan santai, tidak banyak berpikir....


..."Aku dengar. Mungkin hanya suara ranting yang bergoyang," ungkap Reza....


..."Tidak mungkin!" kata Siska dengan pasti....


...Reza menghela nafas. Pria itu meletakan standar motornya, lalu berpaling untuk memandang kekasihnya yang kini terlihat gugup namun masih penasaran melihat ke arah pohon itu....


...Dia mencubit pipi Siska yang sedikit berdaging, lalu berkata, "Jika kau penasaran, kita bisa memeriksa kesana. Aku akan menemanimu."...


..."Tidak! Aku takut!"...


...Siska cepat berpegang pada lengan Reza dengan erat. Meskipun dia cukup penasaran apa yang ada di balik pohon itu, Siska tidak ingin melihatnya lebih jauh....


..."Ayo kita cepat pergi dari sini! Aku tidak ingin melihat apapun!"...


...Siska menarik lengan Reza agar mereka cepat pergi. ...

__ADS_1


..."Ya sudah," kata Reza, kembali membawa motornya, berjalan bersama Siska....


...Siska dan Reza tidak memperhatikan, di balik pohon itu, sepasang mata yang berubah putus asa ketika melihat mereka berdua berjalan pergi....


...Ayu awalnya diseret oleh orang yang menahannya dari belakang, membuatnya tidak dapat melihat dengan jelas siapa orang itu. Mulai dari arah kampusnya menuju jalan luar. Orang itu sepertinya ingin membawanya ke suatu tempat. Meskipun Ayu meronta di sepanjang jalan. Namun, tetap tidak membuat pegangan orang itu lepas atau bahkan longgar. ...


...Saat Ayu hampir mulai menyerah, kedatangan sahabatnya Siska dan juga Reza dari arah berlawanan menyalakan kembali harapan Ayu. Sayang, belum sempat mereka melihatnya, orang itu membawa Ayu bersembunyi di balik pohon yang baru saja Siska dan Reza lewati....


...Ayu mencoba membuat kebisingan semampunya, untuk menarik perhatian keduanya agar mau memeriksa ke sini. Tetapi Siska malah pergi bersama Reza yang awalnya ingin mengecek ke sini....


...Ayu merasa harapannya kembali pupus. ...


...Dia tidak tahu, hal buruk apa yang akan dia alami jika membiarkan orang ini berhasil membawanya pergi dari sini....


...Ayu merasa harus melakukan sesuatu sebelum hal itu benar-benar terjadi. ...


...Ayu mengedarkan pandangannya ke sekeliling, mencari sesuatu yang dapat membantu. Sampai pandangannya menangkap sesuatu tepat di bawah kakinya. Ayu kemudian menengadah untuk melihat seberapa jauh Siska dan Reza sudah pergi. ...


...Melihat mereka yang belum terlalu jauh dari tempatnya disembunyikan, Ayu bermaksud melakukan sesuatu. Berharap caranya ini akan berhasil....


...Ayu mengerahkan sisa energinya yang tersisa untuk menendang batu yang berada tepat di bawah kakinya menuju arah kepergian Ayu dan Reza....


...Dan batu itu tepat mengenai tumit Siska yang sedang berjalan....


...Siska tersentak kaget, lalu berteriak nyaring, mengagetkan Reza yang berjalan di depannya....


...Siska sangat takut ketika berpikir ini adalah ulah hantu....


...Reza lekas menurunkan standar motornya, berpaling untuk melihat bagaimana keadaan Siska....


..."Mana? Coba aku lihat. Apakah sakit?" Reza berkata dengan raut muka khawatir, lalu berjongkok melihatnya....


..."Disini, lihatlah."...


...Siska mengangkat tumitnya yang terkena lemparan dan memperlihatkannya kepada Reza. Merasa tidak terlalu merasa sakit, hanya terkejut....


...Sekalipun pencahayaan sedikit kurang karena lampu jalanan yang redup, Reza masih dapat melihat kalau kaki kekasihnya tidaklah terluka dan hanya sedikit merah. Kemudian, dia melihat batu kerikil yang jatuh tidak jauh dari kaki Siska, berpikir mungkin inilah penyebabnya....


...Pandangannya mengarah ke sebatang pohon yang lebarnya hampir seukuran tiga pinggang orang dewasa. Reza menjadi curiga, kalau memang ada sesuatu yang salah di balik pohon itu....


...Dia lalu berdiri, dan berkata kepada Siska....

__ADS_1


..."Kau tunggu disini, ada yang harus aku pastikan."...


...Reza berjalan cepat tanpa menunggu respons Siska....


..."Za! Kamu, hati-hati!" seru Siska, melihat kekasihnya yang semakin mendekat ke pohon itu....


...Begitu Reza mencapai pohon dan ingin melihat apa yang ada di baliknya, sekelebat bayangan melesat pergi....


...Meskipun sudah mempersiapkan diri, Reza masih terkejut ketika benar-benar melihat ada orang yang bersembunyi di balik pohon itu. Namun orang itu sekarang bermaksud kabur bahkan dengan membawa seorang gadis di pundaknya....


...Tanpa harus berpikir lagi, Reza dengan cepat mengambil tindakan, apalagi saat melihat wanita yang dibawa pergi itu ternyata Ayu, sahabat dari kekasihnya....


...Reza sendiri sudah mengenal Ayu dan sering bertegur sapa saat dia bersama Siska. Karena itu, tidak mungkin Reza membiarkannya pergi begitu saja ketika melihat Ayu dibawa pergi....


..."Hei! Kau bajingan! Berhenti!" teriak Reza sambil berusaha untuk mengejar....


..."Kenapa, Za?! Apa yang terjadi?!" tanya Siska berseru cemas....


...Siska tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dia hanya melihat secara singkat orang yang berlari keluar dari balik pohon itu dengan membawa seseorang, lalu Reza berlari untuk mengejarnya....


..."Sayang! Kamu tunggu saja di sana! Orang itu berlari kabur membawa Ayu. Aku berusaha untuk mengejarnya!"...


...Reza menyempatkan untuk memberitahukan Siska sambil terus berlari untuk mengejar penjahat itu....


..."Apa?! Ayuuu!" Siska membelalak kaget. ...


...Siska tidak menyangka orang yang dibawa pergi tadi adalah temannya, Ayu....


...Jadi yang tadi disembunyikan di balik pohon itu adalah temannya Ayu, dan sekarang dibawa pergi....


...Siska mondar-mandir di dekat motor Reza, merasa cemas. Dia tidak bisa berdiam diri saja disini, sementara temannya dibawa pergi dan Reza mengejar penjahat itu sendiri....


...Setelah sekian detik berpikir, Siska memutuskan untuk menyusul. Meninggalkan motor Reza yang terparkir di tengah jalan....


...Siska berlari penuh semangat juang meskipun kakinya mulai mati rasa....


...Usahanya membuahkan hasil. Siska berhasil melihat punggung Reza dan orang yang sedang dikejarnya. Juga melihat Ayu yang ditempatkan di bahu orang itu yang membawanya lari....


...Wajahnya berubah ganas saat melihat betapa buruknya kondisi temannya sekarang....


..."Kau penjahat! Turunkan temanku!"...

__ADS_1


...Beraninya orang ini menculik temannya!!!...


__ADS_2