Bosku Ternyata Ayah Kandungku

Bosku Ternyata Ayah Kandungku
Chapter 2


__ADS_3

...Setelah membungkus belanjaan pelanggan terakhir di counter, Ayu duduk dengan kelelahan di kursi yang disediakan khusus untuk karyawan....


...Ayu sekarang bekerja di minimarket sebagai kasir. Meskipun gajinya terbilang cukup kecil, karena dia hanya pekerja part time, Ayu tetap bersyukur karena memiliki pekerjaan dan bisa mendapat upah....


...Pelan-pelan, dia bisa mengumpulkan uang untuk biaya berobat ibunya. Ayu sangat berharap, ibunya bisa bertahan sampai saat itu tiba....


...Melihat tidak ada pelanggan lain, Ayu  mengambil ponsel untuk membuat panggilan pada ibunya....


..."Halo!" Suara halus nan lembut seorang wanita terdengar dari seberang sana....


...Ayu menampakkan senyum setelah mendengar suara ibunya. "Halo, Bu! Ini Ayu."...


..."Iya, Nak! Ada apa?"...


..."Ibu bagaimana kabarnya? Apa sudah makan? Bagaimana pemeriksaannya hari ini, apa kata dokter?" Ayu bertanya tanpa henti....


...Ada tawa lembut di seberang sana. ...


..."Mana yang harus ibu jawab dulu, pertanyaanmu banyak sekali."...


...Ayu juga tiba-tiba menyadari kalau dia sudah banyak tanya....


..."Maafkan Ayu, Bu! Ayu hanya sedikit khawatir karena tidak ada seorang pun yang menjaga ibu di rumah sakit sekarang."...


..."Masih ada perawat yang menjaga ibu disini. Jadi kamu tidak perlu khawatir."...


..."Tapi Ayu masih tetap khawatir karena tidak melihat sendiri bagaimana keadaan ibu."...


...Sisi lain nampak tak berdaya....


..."Baiklah. Untuk membuat putri ibu yang cantik tenang, Ibu akan mengatakan segalanya tentang bagaimana keadaan ibu sekarang." Hapsari berkata dengan perlahan dan jelas. "Ibu sudah makan, dokter juga sudah memeriksa ibu. Kata dokter, tidak ada yang salah, jadi kamu tidak perlu khawatir. Bagaimana? Kamu puas mendengarnya."...


..."Ya! Ayu senang mendengar ibu sekarang baik-baik saja." Ayu tersenyum bahagia dengan mata yang terlihat berkaca-kaca....


...Ayu tahu dari suara ibunya kalau dia tidak berbohong. Ibunya sungguh baik-baik saja....


...Saat mendengar kabar ibunya pingsan tiga hari lalu dan dilarikan ke rumah sakit, betapa cemasnya Ayu saat itu. ...

__ADS_1


...Dia merasa seperti telah kehilangan seluruh dunia. ...


...Sesampainya di rumah sakit, Ayu hanya bisa melihat keadaan ibunya dari balik pintu kaca....


...Bagaimana ibunya mengenakan masker oksigen dan diperiksa oleh para dokter. ...


...Setiap menit dan setiap detik seperti siksaan baginya. Karena Ayu tidak bisa membantu apapun untuk meringankan rasa sakit yang ibunya derita....


...Ayu membenci dirinya sendiri karena tidak berguna. Kenapa dia harus mengizinkan ibunya pergi bekerja dan kenapa dia tidak memperhatikan kondisi ibunya pada saat itu....


...Sekarang ibunya jatuh sakit pasti karena kelelahan. ...


...Ayu juga mulai membenci ayah kandungnya. Dia yang sudah meninggal tapi selalu dianggap hidup oleh ibunya. Setiap hari selama dua puluh tahun ibunya hidup penuh dengan rasa sakit karena kehilangan ayahnya. Tidak pernah sekalipun ibunya berhenti memikirkan pria itu, selalu menanti kepulangannya siang dan malam. Padahal pria itu tidak akan pernah lagi kembali pada ibunya. Karena dia sudah meninggal, dan ibunya tidak pernah mau menerima kenyataan itu....


...Ayu hanya menginginkan ibunya agar hidup bahagia dan selalu sehat tanpa memikirkan hal apapun....


...Ketika dokter keluar dan mengabari kalau ibunya sudah melewati masa kritis. Betapa lega dan bersyukurnya Ayu saat itu....


...Dia bahkan berjanji pada diri sendiri untuk selalu menjaga ibunya dan tidak akan pernah membiarkan apapun lagi terjadi pada ibunya. Ayu akan melakukan apapun untuk membuat ibunya sembuh dan kembali sehat. Sekalipun dia harus menyeberang lautan api. ...


..."Halo, Nak! Kamu sedang sibuk? Apa ibu mengganggumu?" Sari bertanya karena tidak mendengar suara dari putrinya lagi....


...Mendengar panggilan dari ibunya, Ayu menjawab dengan cepat. ...


..."Halo, Bu! Ayu tidak sedang sibuk. Sekarang Ayu menjadi kasir di minimarket. Kebetulan sedang tidak ada pelanggan, jadi Ayu sempatkan menelpon ibu."...


...Sisi lain terdiam beberapa saat, sebelum berkata, "Kamu jangan terlalu lelah, Nak. Jaga kesehatan. Jangan sampai sakit seperti ibumu ini."...


..."Iya, Bu. Ayu akan menjalankan dengan baik nasihat ibu," jawab Ayu....


...Ayu tidak bermaksud memberitahu ibunya kalau setelah ini dia akan bekerja di tempat lain. Ayu tidak ingin membuat ibunya khawatir dan banyak pikiran....


...Setelah beberapa menit mengobrol, Ayu menutup panggilan karena ada pelanggan lain yang datang. ...


...Ayu juga tidak ingin menggangu istirahat ibunya....


...***...

__ADS_1


...Cahaya oranye terlihat bersinar di cakrawala menandakan datangnya senja. ...


...Siang hari pun berganti malam....


...Pom bensin terlihat penuh dengan mobil yang mengantri untuk mengisi bahan bakar....


...Ayu yang mengenakan seragam petugas SPBU dengan cekatan mengisi bahan bakar ke setiap mobil yang tiba bergiliran....


...Ini hari pertama dia bekerja sebagai petugas pom bensin. Gaji disini sedikit lebih besar ketimbang di minimarket. Mungkin karena pekerjaannya sampai larut malam dan sangat melelahkan, karena harus berdiri selama berjam-jam....


...Sudah beberapa waktu Ayu bekerja sambil berdiri. Kakinya sudah mulai masam....


...Sebuah mobil Audi berwarna hitam mengambil giliran mengisi bahan bakar. Ayu dengan sigap melakukan tugasnya sambil sesekali melirik kaca samping mobil yang berwarna gelap, membuatnya tidak bisa melihat pengemudi yang berada di dalam mobil. Namun, Ayu tidak banyak berpikir. Ada beberapa pelanggan yang enggan menurunkan kaca jendela mobilnya....


...Setelah Ayu selesai mengisi, kaca jendela mobil diturunkan sedikit. Kemudian, tangan yang terlihat ramping dengan persendian yang kuat terulur dari dalam mobil, menyerahkan uang....


..."Ambil saja kembaliannya." Suara pria bernada rendah terdengar dari dalam mobil....


...Ayu tertegun mengambil uang, saat dia sadar kembali, mobil tadi sudah berlalu pergi....


...Melihat uang kembalian senilai upahnya sehari, Ayu tidak tahu apakah harus bahagia atau menertawakan diri sendiri. Uang yang ia dapatkan dengan susah payah diberikan secara cuma-cuma oleh orang tak dikenal....


...Mungkin inilah kesenjangan antara orang yang memiliki banyak uang dan orang yang sangat membutuhkan uang seperti dirinya. Siapapun yang berada di mobil tadi, Ayu sangat berterima kasih pada orang itu....


...Saat waktu menunjukan pukul sebelas malam, Ayu bersiap pulang dan berganti shift dengan petugas yang lain....


...Untuk menghemat uang, Ayu memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki. Karena asmara kampusnya tidak terlalu jauh dari sini....


...Setengah jalan Ayu berjalan kaki, dia merasakan kakinya mulai pegal. Jadi Ayu duduk di atas trotoar dan memijat kakinya sebentar. Sambil melihat sekeliling jalan yang sunyi, hanya ada beberapa mobil dan motor yang lewat, karena waktunya memang sudah tengah malam....


...Jika di waktu biasa, Ayu mungkin akan merasa takut karena harus pulang malam sendirian. Tapi sekarang Ayu sangat membutuhkan uang, dia tetap memilih bekerja di sana walau sudah tahu harus pulang jam berapa. Berharap tidak terjadi apapun padanya saat berjalan pulang....


...Setelah kakinya merasa lebih baik, Ayu berdiri dan meneruskan berjalan kaki. Dia tidak melihat ada sebuah mobil yang mengikutinya dari arah belakang. ...


...Jika Ayu melihatnya, dia mungkin akan terkejut karena mobil itu adalah mobil yang sama dengan milik orang yang memberinya kembalian di pom bensin tempat ia bekerja....


...Pria di mobil memiliki wajah yang tampan dan mata yang dalam, terlihat sangat muda. Tatapannya selalu mengikuti ke arah mana Ayu pergi....

__ADS_1


...Setelah melihat Ayu memasuki gerbang kampus, pria itu mengalihkan pandangannya dan melaju pergi....


__ADS_2