Bosku Ternyata Ayah Kandungku

Bosku Ternyata Ayah Kandungku
Chapter 20


__ADS_3

...Langit sudah gelap begitu Ayu dan Siska sampai di gerbang pintu asrama....


...Ketika mereka akan menuju tangga, Siska seperti mendengar suara tangisan seorang wanita. Seketika, bulu kuduknya langsung berdiri. Dia paling takut dengan hantu. Suara apa itu barusan!...


...Siska berbalik ke belakang mendekati Ayu yang semula berjalan di belakangnya beberapa langkah. Bertanya dengan sedikit gugup, "Yu, kau dengar tidak suara tadi?"...


..."Hah, apa yang barusan kau katakan?" Ayu tidak terlalu mendengar apa yang Siska katakan tadi karena perhatiannya tertuju pada ponsel....


..."Kau dengar tidak? Tadi, sepertinya aku mendengar suara wanita menangis," ulang Siska, melirik kesana-kemari dengan takut....


...Mendengar perkataan Siska, Ayu menghentikan langkahnya. Memusatkan perhatian untuk mendengarkan. Setelah beberapa saat, Ayu tidak mendengar suara tangisan yang dikatakan Siska. Berniat memberitahu temannya itu kalau dia mungkin salah dengar. Tepat saat Ayu ingin membuka mulutnya, suara tangisan samar terdengar memasuki telinganya. Persis seperti yang dikatakan Siska. Memang ada suara wanita menangis disekitar sini....


...'Hhuu..hhuu...hhmm..hikks'...


..."Kau dengar kan, Yu! Itu pasti suara hantu!" Siska berkata dengan ngeri, bersembunyi di balik temannya....


..."Aku dengar," kata Ayu. Tapi dia tidak berpikir itu adalah suara hantu. Mungkin salah seorang penghuni asrama tengah menangis....


..."Ayo kita naik, ku pikir suara itu berasal dari belokan tangga menuju asrama." Ayu berkata kepada Siska yang masih terlihat berdiri dengan gemetar di belakangnya. Ayu cukup tak berdaya dengan ketakutan temannya itu terhadap hantu....


..."Tidak! Bagaimana jika itu benar-benar hantu." Siska tetap kekeh menolak untuk melangkah maju, bahkan memegangi lengan Ayu agar dia juga tidak melangkah maju....


..."Sis! Tidak ada hantu di dunia ini. Itu hanya ketakutanmu saja. Lagipula, kita juga tidak bisa terus-menerus berdiri disini, kita perlu melewati anak tangga untuk bisa sampai ke kamar asrama," kata Ayu menegaskan....


...Siska semula terdiam. Setelah cukup lama berpikir, dia mengangguk memberanikan diri....


...Benar apa yang dikatakannya Ayu. Mereka tidak bisa hanya berdiri diam saja disini. Ada atau tidaknya hantu, mereka tetap harus tetap melewati anak tangga itu....


..."Tidak apa-apa. Ada aku bersamamu." Ayu mencoba menghibur Siska yang masih terlihat gugup....


...Mereka berdua pun berjalan perlahan dan menaiki anak tangga satu persatu. Semakin mereka naik, semakin jelas pula suara tangisan yang mereka dengar. Siska semakin mempererat cengkaman tangannya di lengan Ayu. Takut jika akan ada hantu yang tiba-tiba keluar dari balik tangga itu....

__ADS_1


...Saat mereka dekat dengan belokan tangga dan dapat melihat apa yang ada di baliknya, Siska sontak menutup mata karena takut melihat penampakan. Bersamaan dengan tangis seseorang, suara terkejut Ayu memasuki telinga Siska. ...


..."Ratna!"...


..."Huh? Ratna?" Mendengar itu, Siska cepat membuka matanya. Ternyata memang benar itu Ratna....


...Wanita itu tengah duduk di salah satu anak tangga dengan gaya rambut yang berantakan. Makeup tebal yang biasa tampak di wajahnya terlihat sudah luntur, mungkin tersapu oleh air mata bersama eyeliner hitam pekat yang sekarang terlihat mengalir sampai ke pipi....


...Siska pikir, Ratna sekarang terlihat lebih menyeramkan ketimbang sebelumnya. Jika dia tidak mengenali kalau itu adalah Ratna, Siska sudah akan berteriak karena menganggapnya sebagai hantu....


...Ayu menghampiri Ratna, lalu bertanya dengan ekspresi khawatir. "Ratna, ada apa? Kenapa kau menangis sendirian disini?"...


..."Benar! Membuat orang takut saja. Atau kau memang sengaja ingin menakut-nakuti kami?!" Siska menyipit dengan curiga...


..."Jangan bicara seperti itu. Sekarang bukan saatnya untuk memulai pertengkaran. Kau tidak melihatnya, Ratna sekarang sepertinya sedang sedih," ucap Ayu menegur Siska....


...Apa Siska tidak melihat bagaimana keadaannya Ratna sekarang. Mereka bahkan mendengarnya menangis tadi. ...


...Siska mendengus. Kemudian, berhenti bicara. Dia tidak akan mengatakan hal itu jika bukan karena Ratna pernah memiliki catatan buruk dalam berperilaku sebelumnya....


...Ayu kemudian berjongkok agar bisa sejajar dengan Ratna yang tengah duduk di anak tangga. Mengulangi pertanyaannya, "Ratna, kau bisa menceritakannya pada kami, apa yang sebenarnya terjadi kepadamu sampai menangis seperti tadi."...


...Ratna akhirnya mendongak, dengan sorot mata penuh kebencian langsung menghadap Ayu. Membuat Ayu yang begitu dekat dengannya langsung merasakan. Sebelum Ayu sempat bertanya apa maksud dari sorot mata Ratna itu, dia didorong ke belakang oleh Ratna hingga nyaris terguling menuruni tangga jika bukan karena Siska memeganginya dengan cepat....


...Ayu masih syok dengan apa yang baru saja terjadi padanya, sehingga Siska harus menahannya untuk duduk di salah satu anak tangga....


...Setelah cukup menenangkan Ayu, Siska berdiri dan mendorong Ratna balik hingga membuat belakang wanita itu membentur anak tangga. Setelah itu, Siska langsung menghardiknya, "Apa maksudmu, Hah! Kau ingin membuat Ayu celaka!?" Tidak sampai disitu, Siska lanjut memaki....


..."Kau memang wanita yang tidak tahu diri! Ayu sudah baik-baik bertanya kepadamu karena dia khawatir. Tetapi apa yang kau perbuat padanya, Hah! Kau hampir saja mencelakainya! Apa sebenarnya salah temanku kepadamu sehingga kau begitu membencinya bahkan hingga saat ini!" teriak Siska penuh emosi, membuat beberapa siswa perempuan keluar dari kamar asrama untuk menonton....


...Ratna bangun kembali setelah di dorongan oleh Siska. Wajahnya terlihat lebih menakutkan dengan tatapan garang dan sorot mata yang berapi-api. Berkata dengan nada yang tinggi, "Kau pikir kalau temanmu itu benar-benar tidak bersalah? Kau tidak lihat apa yang sekarang terjadi padaku! Karena ulah temanmu itu, Ayu! Roni sampai ingin putus denganku! SEMUA ITU GARA-GARA PELA**R INI, AYU!" teriak Ratna dengan amarah yang membuncah....

__ADS_1


...Siska yang semula dongkol langsung dibuat bingung dengan nama lelaki yang tiba-tiba keluar. "Siapa Roni?"...


..."Pria itu adalah kekasihnya Ratna." Ayu yang berkata setelah cukup menenangkan diri. ...


..."Bagaimana kamu tahu, Yu?" Siska menoleh kepada temannya....


...Ratna lantas mencibir. "Tentu saja dia tahu. Karena temanmu itu sering diam-diam menggoda Roni. Kekasihku!"...


...Suara Ratna terdengar cukup keras, para siswi yang tadi mengintip pertengkaran dari balik dinding tentu saja dapat mendengarnya. Mereka sontak berbisik-bisik. Menggosipkan apa yang baru saja dikatakan oleh Ratna. Apakah benar kalau Ayu, mahasiswi tercantik di asrama mereka merebut kekasih Ratna....


...Ketika bisikan mereka itu terdengar di kupingnya Siska, ingin sekali dia plester mulut Ratna itu dengan selotip, supaya tidak mengatakan hal-hal yang belum tentu benar....


...Siska lalu memperhatikan Ayu. Dia pasti juga sudah dengar gunjingan dari para mahasiswi. Dia ingin menghibur temannya itu, tetapi Ayu memberinya tatapan menenangkan. Jadi, Siska hanya bisa diam. Matanya melotot marah kepada Ratna....


...Ayu lalu berdiri, mempersempit jaraknya dengan Ratna. Berkata dengan nada serius dan jelas, "Aku tidak pernah menggoda siapa pun atau kekasih siapa pun. Dan kau pasti juga tahu benar kalau aku tidak pernah melakukan apa yang kau tuduhkan itu. Alasan kau putus, sama sekali tidak ada hubungannya denganku. Kau hanya mencari pelampiasan kekesalanmu pada orang lain. Yang sebenarnya terjadi adalah, kau sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan hubunganmu sendiri."...


...Mendengar perkataannya Ayu, Ratna merasakan kemarahannya langsung naik ke ubun-ubun....


...Jelas wanita inilah penyebab dia putus. Kalau tidak, mengapa Roni memperingatkannya agar tidak macam-macam lagi dengan Ayu, tepat setelah mengucapkan kata putus....


..."Kau..-" Ratna bermaksud untuk terus mencaci maki Ayu. Namun terputus karena perkataan Ayu yang tiba-tiba....


..."Jangan pernah lagi menuduhku tanpa bukti. Atau, jangan salahkan aku melaporkanmu ke komite disiplin sekolah, dengan alasan fitnah."...


...Tanpa banyak kata lagi, Ayu pergi dan menarik tangan Siska yang mendengus saat melewati samping Ratna. ...


...Ratna tetap diam dan memperhatikan keduanya naik ke atas. Ada perasaan marah bercampur benci di hatinya yang setiap saat akan meletus. Tangannya terkepal erat hingga membuat telapak tangannya menjadi merah. Tetap tidak bisa mengurangi amarah yang ada dihatinya....


...Ingin sekali rasanya tangan ini mendorong Ayu dan Siska menuruni tangga hingga kedua jatuh dan sekarat. Kalau saja penghuni asrama ini tidak menonton....


...Ratna melirik lantai atas untuk terakhir kalinya sebelum pergi menuruni tangga. ...

__ADS_1


...'Lihat saja nanti! Dia akan balas perlakuan mereka padanya hari ini. Rasa sakit dan juga penghinaan yang sekarang ia rasakan. Dia juga akan membuat mereka merasakannya. Ayu, Roni dan juga Siska'...


__ADS_2