
...Reza memegangi dadanya kesakitan, batuk-batuk akibat dari tendangan tadi, berusaha menyangga tubuhnya agar bisa bangun....
...Siska datang disaat itu, membantu Reza untuk duduk. Dia merasa bersalah karena sudah meninggalkan Reza sendirian untuk menghadapi ketiga orang jahat itu. ...
...Lihatlah wajah Reza sekarang yang babak belur dan kesakitan, Siska tidak tahan dan merasa sangat sedih....
...Dia tidak tahu siapa ketiga orang itu dan apa mau mereka. Kenapa melakukan ini pada kekasih dan juga sahabatnya....
...Ayu datang menghampiri Siska dan dua orang pria yang datang bersama mereka pergi untuk mengejar ketiga pria yang baru saja kabur....
...Ketika melihat bagaimana keadaan Reza, Ayu merasa sangat bersalah, karena dari awal semua ini terjadi karena dia. Tujuan orang-orang itu adalah dia, meskipun Ayu sendiri tidak tahu mengapa....
...Saat itu Ayu dan Siska berlari untuk mencari bantuan, karena mereka tahu Reza tidak mungkin bisa menghadapi ketiga orang itu sendirian. ...
...Untungnya, mereka bertemu penjaga keamanan yang mengobrol dengan pengurus taman di dekat pintu gerbang kampus....
...Keduanya cepat mengikuti Ayu dan Siska setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi....
..."Sis, aku minta maaf. Semua ini gara-gara aku, karena mau membantuku, Reza sampai... "...
...Siska memotongnya sebelum Ayu terus menyalahkan dirinya sendiri....
..."Yu! Semuanya bukan salahmu. Ini salah orang-orang itu, mereka berniat menculikmu. Mana mungkin aku dan Reza diam begitu saja setelah melihatnya."...
...Ayu masih ingin terus bicara, namun melihat Siska yang akan membantu Reza untuk bangun, dia cepat membantunya mendukung....
...Setelah menemukan tempat duduk untuk Reza, Siska bertanya dengan prihatin....
..."Bagaimana perasaanmu sekarang, Za? Apakah ada ketidaknyamanan?"...
...Mendengar pertanyaan Siska, Reza menggelengkan kepalanya dengan susah payah....
...Reza sebenarnya merasakan sakit dimana-mana, tetapi tidak ingin Siska tahu karena itu hanya akan membuatnya khawatir....
..."Tidak ada. Sekarang aku sudah merasa lebih baik," jawab Reza lirih....
...Wajah Siska masih terlihat khawatir. Dia ingin menyentuh memar di wajah Reza, namun tidak berani, takut Reza bertambah sakit....
...Ayu menyerahkan sebotol air kepada Reza untuk diminum. ...
...Setelah berterima kasih, Reza meminumnya, merasa sedikit lebih baik....
...Dua pria yang tadinya membantu mereka untuk mengejar tiga penjahat itu datang disaat ini. ...
...Wajah keduanya datang dengan wajah muram. Ayu dan Siska memiliki firasat buruk....
...Mereka mendengar penjaga keamanan itu berkata, "Maaf ya, Mbak-mbaknya! Mas! Kami sudah berusaha untuk mengejar ketiga orang itu. Namun, mereka berhasil kabur bersama mobil yang tiba-tiba datang dari ujung jalan. Padahal kami hampir saja menangkap ketiganya, kalau bukan karena mobil yang tiba-tiba datang itu."...
__ADS_1
...Meskipun mereka sudah mengantisipasi kemungkinan terburuknya, ketika benar-benar mendengarnya apa yang penjaga itu katakan, tetap membuat Ayu dan siska kecewa apalagi Reza yang terlihat sangat tidak mau....
...Orang-orang itu sudah memukulinya hingga seperti ini, namun mereka belum berhasil untuk ditangkap. Tidak ada yang tahu apa sebenarnya orang-orang itu inginkan, apakah mereka akan melakukan hal sama lagi dikemudian hari. Reza berpikir dengan gelisah....
..."Kalian sebaiknya segera kembali, jangan pulang larut malam. Panggil saja aku jika terjadi hal yang serupa." ...
...Penjaga keamanan lalu pamit pergi bersama pengurus taman yang mengikuti dari belakang....
...Setelah tinggal mereka bertiga. Ayu menundukan kepalanya lalu berterima kasih....
..."Terima kasih, Sis, Za. Kalau bukan karena kalian, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Dan aku juga minta maaf, karena sudah melibatkan kalian berdua."...
...Siska terlihat tidak senang ketika Ayu mengatakan maaf lagi....
..."Sudah aku katakan, tidak perlu meminta maaf. Bukankah kita ini sahabat. Reza juga tidak masalah membantumu, ya, kan Za?"...
...Reza mengangguk, berkata, "Walaupun itu orang lain, aku juga akan tetap membantu, apalagi kamu adalah sahabatnya Siska. Lagipula, orang-orang itu tidak bisa dibiarkan begitu saja, tidak tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan." ...
...Siska tiba-tiba bertanya kepada Ayu....
..."Apa kau tahu siapa orang-orang itu? Dan apa alasan mereka ingin membawamu?"...
...Ayu menggelengkan kepalanya dengan wajah bingung....
..."Aku tidak tahu siapa mereka dan kenapa mereka menargetkanku. Mereka awalnya ketahuan mengikutiku dan saat aku tanya, alasannya adalah salah jalan. Setelah aku tunjukan arah jalan, mereka lalu pergi. Aku tidak peduli lagi saat itu. Lalu tiba-tiba saat aku berpaling, aku dibekap dari belakang dan salah satu dari mereka menyeretku ke belakang pohon itu. Mungkin dia ingin menyembunyikanku setelah melihat kalian berdua. Tapi aku benar-benar tidak tahu, siapa orang-orang itu dan apa mau mereka membawaku pergi." Suara Ayu sedikit bergetar saat membicarakan apa yang baru saja ia alami....
..."Sudahlah, Yu. Tidak usah diingat lagi. Semuanya sudah berakhir. Orang-orang jahat itu juga sudah pergi," hibur Siska, dia lalu mengedipkan mata kepada Reza....
..."Za, tunggu sebentar disini ya? Aku ingin mengantarkan Ayu ke asrama, agar dia bisa segera beristirahat, setelah itu akan kembali lagi kesini membawakanmu sesuatu untuk mengobati luka-lukamu."...
...Ayu segera menyela....
..."Tidak usah, Sis. Aku bisa pulang sendiri. Kasian Reza ditinggal sendiri dalam keadaannya seperti ini."...
...Reza berkata, "Tidak perlu begitu merepotkan. Aku akan pergi bersama kalian dan mengantar sampai pintu gerbang asrama."...
...Siska terlihat mengerutkan kening....
..."Tapi, Za! Lukamu…"...
...Reza sudah berdiri sebelum Siska menyelesaikan ucapannya....
..."Wajahku memang terluka, tapi bukannya kakiku. Aku masih bisa mengantar kalian, para gadis-gadis, agar bisa pulang dengan selamat."...
...Siska terdiam. Dia mungkin mengerti kalau Reza mengkhawatirkannya yang kembali bersama Ayu, takut orang-orang jahat itu datang lagi. Maka dari itu dia ingin kembali bersama mereka....
...Menatapnya dari atas ke bawah dengan pandangan khawatir, Siska hanya bisa dengan enggan setuju....
__ADS_1
...Reza menyentuh hidungnya, merasa sedikit bersalah....
...Kakinya memang tidak apa-apa dan bisa berjalan dengan normal, namun dadanya masih merasakan nyeri akibat tendangan itu. Walau begitu, Reza tetap akan mengantarkan gadis-gadis ini kembali dengan aman, jangan sampai bertemu orang-orang itu lagi....
...Tidak sampai lima menit, mereka mencapai pintu gerbang asrama....
...Setelah berterima kasih sekali lagi kepada Reza, Ayu memasuki gedung asrama terlebih dulu....
...Siska berpaling memandang Reza dengan kening berkerut....
..."Kamu benar-benar tidak ingin diambilkan obat, Za? Wajahmu terlihat sangat lebam begitu."...
..."Tidak perlu," kata Reza. Menyentuh mulutnya yang terkena pukulan, mendesis kesakitan. ...
...Tidak perlu berkaca pun, Reza tahu pasti kalau wajahnya terlihat begitu mengerikan sekarang....
..."Aku pergi sekarang. Motorku masih menunggu untuk segera diperbaiki. Dan kau juga melihatnya sendiri, bagaimana wajahku harus segera diobati."...
..."Maka dari itu, tunggu aku mengambil obat ke atas untuk mengobati lukamu."...
...Reza yang mendengar komentar Siska, menghela nafas sambil membelai rambut Siska, dia berkata, "Pulang nanti aku akan mampir ke apotek untuk membeli obat. Kau segeralah istirahat. Hari ini, kau sudah melalui banyak hal, pasti lelah."...
...Siska mengerucutkan mulutnya....
..."Baiklah. Aku akan istirahat. Ingat, untuk mengobati luka di wajahmu."...
...Reza mengangguk, tersenyum lembut. Membuat luka di sudut bibirnya retak dan mengubahnya menjadi senyum bengkok....
..."Pftt…!" ...
...Siska tidak bisa menahan tawa melihatnya. ...
..."Jangan tersenyum begitu lebar. Perhatikan lukamu. Baiklah! Aku kembali dulu. Bye.."...
...Reza juga melambai dan berpaling untuk pergi....
..."Za!"...
...Mendengar panggilan itu, Reza menoleh, Siska tiba-tiba berlari ke pelukannya, dan berkata, "Terima kasih karena sudah mau menolong sahabatku. Kau pahlawanku!"...
...Tidak menunggu Reza bereksi, Siska segera melepaskan pelukannya dan naik ke atas. Meninggalkan Reza yang mematung....
...Setelah beberapa kedipan mata, terdengar gumaman Reza....
..."Pahlawan apa yang berakhir dengan babak belur."...
...Walaupun Reza mengatakan itu, hatinya semanis madu....
__ADS_1
...Melihat tidak ada bayangan kekasihnya lagi, Reza pergi dengan langkah yang ringan....