Bosku Ternyata Ayah Kandungku

Bosku Ternyata Ayah Kandungku
Chapter 34


__ADS_3

...Mobil berhenti di depan gedung perusahaan. Ayu langsung turun dari mobil dan berjalan memasuki lobi....


...Sambil lewat, Ayu melirik ke meja resepsionis. ...


...Tidak ada Siska....


...'Apa Siska sudah pulang' pikir Ayu. ...


...Masih ada satu jam lagi dari waktu pulang kantor. Kemana perginya Siska?...


...Ketika Ayu akan menaiki lift, terdengar bunyi 'ting', pintu lift pun terbuka. Siska keluar dari dalam, terkejut melihat Ayu, begitupun juga sebaliknya. ...


..."Kau dari mana saja?!" ucap mereka secara bersamaan....


...Jika bukan karena situasinya, Siska mungkin akan langsung tertawa. Tapi sekarang bukan saatnya. Ada yang masih perlu ia katakan kepada Ayu....


...Siska langsung menarik Ayu ke samping agar tidak menghalangi orang yang ingin menaiki lift. Setelah itu, Siska baru bertanya, "Kau dari mana saja? Aku mencarimu kemana-mana. Kenapa teleponku tidak dijawab?"...


...Ayu kelihatan bingung. Ia tak mendengar bunyi nada dering. ...


...Ayu mengambil ponselnya dari dalam tas dan melihat banyak panggilan masuk, barulah ia sadar kalau ponselnya tadi ia silent, karena tidak ingin mengganggu jalannya rapat....


...Ayu nampak bersalah melihat begitu banyaknya panggilan tak terjawab dari Siska....


..."Maaf ya, Sis. Tadi aku sedang mengikuti rapat. Jadi hp aku silent, agar tidak berisik," jelas Ayu. Lalu ia bertanya, "Ada masalah apa kau meneleponku?"...


..."Begini… tadi pihak rumah sakit baru saja menghubungiku, mengatakan kalau besok adalah jadwal pemeriksaannya tante Sari. Mereka berusaha menghubungimu, tapi tidak bisa. Untung saja, aku meninggalkan nomor ponselku terakhir kali kita berkunjung. Jadi, mereka masih bisa menghubungiku," jelas Siska....


..."Besok?" ...


...Ayu sedikit mengernyit. Dia tidak yakin bisa izin cuti besok. Apalagi department mereka sekarang sibuk menangani proyek hotel. Disisi lain ada ibunya. Dia tidak mungkin tidak hadir mendampingi ibunya menjalani pemeriksaan....


...Melihat temannya terdiam dengan tampang yang kusut. Siska sepertinya mengerti apa sedang dikhawatirkan Ayu....


..."Jika kau tidak bisa pergi, aku saja yang..."...


..."Tidak perlu, Sis." Ayu menggelengkan kepala, menolak tawaran dari sahabatnya....


..."Tidak mungkin kau yang absen karena masalah ibuku. Kau sudah banyak membantu, Sis. Aku akan mencoba untuk meminta izin kepada Pak Aksa. Mudah-mudahan beliau setuju."...


...Siska mengangguk. Berharap semuanya dapat berjalan dengan lancar....


...Ayu lalu berpamitan, menaiki lift menuju ke departemennya....


...Saat memproses beberapa dokumen, Ayu sering melirik ruangannya Pak Aksa yang terus didatangi oleh para karyawan yang meminta saran mengenai perkembangan proyek. Sampai-sampai, Ayu tidak memiliki kesempatan memasuki ruangan itu, apalagi meminta cuti. Hingga tiba saatnya pulang kantor. Ayu kembali dengan wajah yang lesu....

__ADS_1


...Kembali ke asrama, Siska langsung bertanya kepada Ayu, "Bagaimana, diizinkan? Apa katanya Pak Aksa?"...


...Ayu hanya menggelengkan kepala dan tidak menjawab. Tidak tahu harus berkata apa....


..."Apa! Dia tidak memberimu izin!" seru Siska, yang salah mengartikan reaksi temannya....


...Ayu cepat menjawab, takut Siska akan salah paham....


..."Bukan seperti itu, Sis. Aku hanya belum sempat membicarakannya dengan Pak Aksa. Dia kelihatan sangat sibuk sekali. Tidak mungkin aku mengganggunya."...


..."Ya ampun! Lalu bagaimana denganmu besok?" ujarnya Siska, nampak tak berdaya....


...Ayu terdiam sebentar sebelum menjawabnya. "Em.. Aku akan coba menghubungi Pak Aksa malam ini. Jadi kau tenang saja."...


...Siska mengangguk dan menepuk pundaknya Ayu, memberinya semangat....


...Ayu lalu pergi ke kamar mandi. ...


...Selesai menyegarkan diri, Ayu kembali mengerjakan pekerjaan yang tadi belum sempat ia selesaikan di kantor....


...Tepat pukul sepuluh malam, Ayu meregangkan punggung yang kaku setelah menyelesaikan pekerjaan. Langsung mengirimkan format dokumen ke email Pak Aksa....


...Ayu kemudian mengambil ponsel miliknya, mengirimkan sms ke Pak Aksa. Berharap beliau belum tidur....


...Ayu menunggu balasan dari Pak Aksa dengan gelisah. Beberapa menit berlalu, hingga Ayu hampir akan menyerah, sms balasan dari Pak Aksa pun masuk....


...[Emailnya sudah saya terima, akan segera saya periksa. Terima kasih atas kerja kerasmu. Sudah malam, sebaiknya kau tidur. Selamat malam.]...


...Melihat balasannya Pak Aksa, Ayu tersenyum malu-malu. Lalu, ia teringat sesuatu. Segera, Ayu kembali mengetik sms....


...[Mohon maaf, Pak. Bisa saya minta izin cuti besok?]...


...Tidak menunggu balasan dari pihak lain, Ayu langsung mendapat telepon dari Pak Aksa, hingga Ayu pun melonjak kaget....


...Takut membangunkan Siska yang sudah tidur, Ayu kembali duduk dengan perlahan. Menarik nafas dalam-dalam, berusaha tetap tenang....


...Dia tidak mengerti apa alasan Pak Aksa langsung menelponnya. ...


...Apa dia tidak diizinkan cuti....


...Apapun itu, lebih baik jawab dulu....


...'Halo! Pak' jawab Ayu senormal mungkin. ...


...'Kenapa izin cuti! Kamu sakit?' Aksa bertanya tanpa banyak basa-basi....

__ADS_1


...Ayu tertegun beberapa saat setelah mendengar pertanyaan Pak Aksa. Lalu, ia menjawabnya dengan cepat. "Tidak, Pak. Bukan saya yang sakit, tapi ibu saya. Beliau saat ini sedang dirawat di rumah sakit dan besok adalah jadwal pemeriksaannya. Saya harus datang dan juga menemani ibu saya sebagai anggota keluarga satu-satunya. Saya harap bapak mengizinkan, cukup setengah hari saja. Saya janji akan segera kembali ke perusahaan begitu pemeriksaannya selesai."...


...Usai menjelaskan alasannya, terjadi keheningan disisi lain. Membuat Ayu berpikir kalau Pak Aksa tidak akan setuju. ...


...Sebelum pikiran Ayu mengembara lebih jauh, suara penuh perhatian Pak Aksa membuyarkan pikiran buruknya....


..."Saya mengizinkan cuti mu besok. Kembali lah bekerja besok lusa. Istirahatlah yang cukup dan lebih banyak temani ibumu. Semoga beliau dapat kembali sehat," ucap Aksa dari seberang telepon....


...Disisi lain, Ayu tersenyum sangat manis. Sayang sekali Aksa tidak dapat melihatnya....


..."Baiklah, Pak. Terima kasih atas pengertiannya. Maaf sudah mengganggu, akan saya tutup dulu. Selamat malam, Pak Aksa."...


..."Selamat malam," jawab Aksa secara samar, cukup didengar oleh Ayu. ...


...Hingga saat menutup telepon, senyum Ayu tidak pernah turun....


...Izin dari Pak Aksa membuatnya tidak lagi khawatir. ...


...Cukup mempersiapkan diri untuk besok, pergi mengunjungi ibunya di rumah sakit.  ...


...Pagi-pagi, keesokan harinya....


...Ayu yang sudah bersiap, turun ke bawah bersama Siska yang akan berangkat ke kantor....


...Sebelum menaiki taksi, Siska melambai kepada Ayu sembari berkata,"Titip salam untuk tante sari, Yu! Katakan padanya semoga cepat sembuh."...


..."Baiklah," jawab Ayu. Balas melambai sampai taksi yang dinaiki Siska tidak lagi terlihat. Ia lalu berjalan menuju halte bus....


...Sampai di pemberhentian bus di depan rumah sakit, Ayu sekalian membeli sarapan dan juga makanan sehat untuk ibunya. Kemudian memasuki rumah sakit....


...Sesampainya di bangsal, Ayu langsung menggeser pintu....


..."Bu!"...


...Melihat bangsal yang ternyata kosong, Ayu langsung terlihat cemas. Memanggil ibunya....


..."Bu! Ibu dimana? Ayu datang..."...


...Ayu pikir ibunya sudah pergi ke ruang pemeriksaan seorang diri, tanpa ada siapapun menemani. ...


...Ayu bermaksud keluar dan bertanya kepada dokter. Namun, suara yang dikenalnya berhasil menghentikan langkah Ayu....


..."Nak! Kapan kamu datang!"...


...Ayu menoleh kembali ke bangsal begitu mendengar suara ibunya....

__ADS_1


__ADS_2