
..."Apa yang baru saja kau katakan! Ditempatkan di bagian pemasaran?!"...
...Seperti biasa, begitu Siska mendengar sesuatu yang mengejutkan, situasinya bisa berubah menjadi gaduh....
...Baru saja mereka selesai wawancara. Karena rasa lelah dan cuaca yang sedang panas. Siska mengusulkan untuk istirahat di cafe dekat sini sekalian minum. Lalu, Siska bertanya, kalau Ayu ditempatkan di bagian mana. Dan begitu Ayu mengatakan kalau dia ditempatkan di bagian staf pemasaran, Siska langsung menjadi heboh....
..."Iya, mereka menempatkanku di posisi staff marketing," ulang Ayu kembali....
..."Tapi.. Bagaimana mungkin?" Siska berubah menjadi bingung. ...
..."Sebagai pegawai magang, bukankah harusnya ditempatkan di bagian administrasi atau sebagai asisten kantor. Tapi kenapa kau di bagian pemasaran. Selain terdapat rahasia perusahaan bukannya posisi itu hanya untuk karyawan tetap."...
..."Itulah yang membuatku bingung," jawab Ayu....
...Dia merasa tidak memiliki kelebihan apapun untuk diberikan posisi penting, selain nilai-nilainya yang sedikit lebih tinggi. Bahkan dia hanya seorang karyawan magang....
...Siska ikut merenung, kemudian dengan tiba-tiba dia berkata, "Bukankah itu bagus!"...
..."Kau dapat posisi yang penting. Dengan begitu gaji yang akan kau dapat juga akan lebih banyak." ...
...Ayu berpikir, apa yang dikatakan Siska memang ada benarnya. Untuk apa dia berpikir terlalu banyak dan menjadi bimbang. Apa yang paling penting adalah dia dibayar dan dia akan bekerja dengan rajin di perusahaan itu....
...Ayu kembali tenang. Kemudian dia ingat masih belum tahu temannya itu di tempatkan di posisi yang mana....
..."Lalu, bagaimana denganmu,Sis. Apakah kau juga ditempatkan di posisi yang penting?" Ayu bertanya balik....
...Siska langsung membuat senyum masam begitu mendengar perkataan Ayu. ...
..."Tidak semua orang seberuntung dirimu, Yu." ...
...Siska kemudian melanjutkan, "Mereka menempatkanku di bagian resepsionis. Aku senang, karena posisi itulah yang awalnya aku inginkan."...
..."Baguslah, menjadi resepsionis sangat cocok untukmu." ...
...Ayu ikut senang temannya itu mendapatkan pekerjaan yang ia sukai. Tidak seperti dirinya. Tidak tahu apa yang harus ia lakukan karena posisi yang sangat tidak terduga ini. Dan, mulai senin depan mereka sudah harus masuk kerja. Ayu merasa sangat bersemangat dan juga sedikit gugup....
...Selesai menghabiskan minumannya, Siska bertanya kepada Ayu, "Setelah ini apa rencanamu. Apakah kau akan kembali bekerja di minimarket."...
..."Tidak, Sis." Ayu berkata sambil menyeruput minumannya. ...
..."Aku sudah memberitahu pemiliknya kalau aku hanya akan bekerja di akhir pekan. Dan pemiliknya juga sudah setuju."...
...Siska mengangguk setelah mendengarkan. Dia melihat Ayu melirik jam tangan, terlihat seperti akan pergi....
__ADS_1
...Sebelum Siska sempat bertanya, Ayu berkata kepadanya terlebih dulu, "Jika kau tidak ada rencana lain, temani aku ke rumah sakit untuk menjenguk ibuku."...
...Sudah beberapa hari dia tidak menjenguk ibunya karena harus menyelesaikan masalah pekerjaan. Sekarang, dia sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Ayu bermaksud pergi ke rumah sakit dan memberitahu ibunya kabar yang baik ini....
...Siska terkejut begitu Ayu membahas masalah itu, dia hampir lupa untuk mengunjungi tante Sari, untung saja Ayu mengingatkannya. Kebetulan juga hari ini dia tidak ada rencana apapun. Siska mengangguk dengan cepat....
..."Ayo! Aku juga ingin mengunjungi tante Sari."...
...Ayu dan Siska lantas keluar dari cafe dan berjalan menuju halte bus. Mereka berdua lalu menaiki bus menuju rumah sakit....
...Sesampainya di rumah sakit, mereka memasuki ruangan tempat ibu Ayu dirawat. Tepat saat melihat ibunya dibantu seorang suster untuk duduk di atas kursi roda....
...Ayu segera menghampiri ibunya lalu bertanya, "Apa yang sedang ibu lakukan, mau ke mana?"...
...Hapsari menoleh begitu mendengar suara putrinya. ...
..."Nak, kau datang." ...
...Lalu dia juga melihat Siska yang berdiri di belakang Ayu, Hapsari menyapa Siska dengan senyum lembut. ...
..."Ada Siska juga. Kamu apa kabar?"...
..."Baik, Tante." Siska tersenyum menjawab. ...
..."Seperti yang kau lihat. Tante sudah agak baikan sekarang," jawab Hapsari....
..."Ibu belum jawab pertanyaan Ayu tadi, ibu mau kemana jadi harus pakai kursi roda?" tanya Ayu kembali. Terlihat sedikit cemas....
...Hapsari memperhatikan putrinya. Dengan lirih menjelaskan, "Ibu agak sedikit bosan dikamar terus, jadi ibu meminta perawat ini membawa ibu keluar untuk menghirup udara segar."...
...Mendengar itu, Ayu langsung membantu ibunya mendorong kursi roda menggantikan perawat. ...
..."Biar saya saja, Sus."...
...Perawat itu mengangguk, kemudian pamit dan meninggalkan ruangan....
...Ayu berkata kepada ibunya dengan perasaan bersalah. ...
..."Maafkan Ayu ya, Bu. Seharusnya Ayu lebih sering menemani ibu di sini, biar ibu tidak merasa bosan."...
...Hapsari hanya bisa tersenyum, menepuk-nepuk tangan putrinya di pegangan kursi roda, menghibur....
..."Tidak masalah. Ibu mengerti kau pasti sudah sangat sibuk."...
__ADS_1
...Putrinya, selain kuliah, sekarang juga harus bekerja keras mencari uang untuk biaya pengobatannya. Putrinya pasti sangat lelah. Dia tidak sampai hati jika harus memintanya sering-sering berkunjung....
...Ayu lega ibunya bisa mengerti, tapi tetap saja, mulai sekarang, dia pasti akan menyisihkan waktu untuk menemani ibunya di rumah sakit....
...Ayu kemudian mendorong kursi roda ibunya dengan perlahan. ...
..."Ayo, Bu. Ayu akan bawa ibu ke taman."...
... Tidak lupa Ayu bertanya kepada Siska, "Apa kau juga mau ikut ke luar bersama?"...
..."Tentu saja." Siska mengangguk dengan pasti. ...
..."Apa yang bisa dilakukan di ruangan ini sendirian. Lebih baik pergi bersamamu menemani tante Sari."...
...Siska kemudian tersenyum cerah kepada ibunya Ayu. "Sini tante, biar Siska bantu dorong juga."...
...Mereka pun pergi bersama-sama menuju taman rumah sakit....
...Menjelang sore, panas yang terik berubah menjadi hangat. Sesekali, angin sepoi-sepoi berdesir lembut, membuat ranting pohon bergoyang dan daun kering mulai berjatuhan....
...Ayu dan Siska duduk di kursi panjang di taman. Sedangkan Hapsari, ibu Ayu duduk di hadapan mereka, di kursi roda. Mereka tengah bernaung di bawah pohon yang sejuk. Menikmati pemandangan taman yang asri....
...Melihat senyum santai ibunya, Ayu juga ikut tersenyum. ...
...Ayu berkata kepada Hapsari sementara membetulkan selimut yang menutup kaki ibunya. ...
..."Ibu lelah? Kalau lelah kita bisa kembali masuk ke dalam."...
..."Tidak, Nak." Hapsari menggelengkan kepala. "Jangankan lelah, ibu hanya merasa tenang dan damai berada di antara alam seperti ini. Sudah lama sekali ibu tidak merasakannya."...
...Siska langsung terlihat setuju mengangguk. ...
..."Benar, Tante! Siska juga merasakan ketenangan, tidak ada beban pikiran. Senang rasanya bisa sesantai ini sebelum memulai pekerjaan kami senin depan."...
..."Oh, jadi, kalian bekerja di tempat yang sama. Siska juga kerja part time di tempat Ayu?" Hapsari bertanya....
..."Opss!" ...
...Siska menutup mulutnya refleks, mengintip ke arah Ayu dan berkata dengan canggung, "Itu… tante, kami berdua baru saja mendapat pekerjaan baru di tempat yang sama. Yu! Kau saja yang ceritakan." ...
...Siska menyenggol Ayu....
...Ayu hanya bisa pasrah memberitahukan ibunya sekarang, karena tidak menyangka Siska akan mengucapkannya terlebih dulu di hadapan ibunya. Meskipun masih belum siap betul. Tapi, ya sudahlah. Memang itu salah satu tujuannya datang kemari....
__ADS_1
...Di hadapan tatapan bingung ibunya, Ayu mulai menjelaskannya dengan perlahan....