
..."Yuu! Ayu!!!"...
...Ayu tersadar dari lamunannya begitu mendengar panggilan dari Siska....
...Karena hari ini weekend, Siska mengajak Ayu berbelanja di mall pagi-pagi sekali....
...Sebagian besar tas belanja yang mereka bawa sekarang berisi belanjaannya Siska. ...
...Mulai dari baju santai hingga setelan untuk pergi bekerja, lengkap dengan accessoriesnya. Sementara Ayu hanya membeli kebutuhannya untuk sehari-hari....
...Siska memang tidak pernah mengkhawatirkan masalah uang berkat orang tuanya yang berpenghasilan cukup. Dia dapat berbelanja sesuka hati, asalkan tidak terlalu berlebihan....
...Berbeda dengan Ayu yang harus menghemat pengeluarannya demi pengobatan sang ibu....
...Kendati demikian, Ayu tak pernah merasakan iri ataupun merasa sangat tidak adil. ...
...Jalan hidup serta nasib seseorang berbeda-beda. Dia hanya perlu menjalani kehidupannya sebagaimana mestinya....
...Setelah keduanya berkeliling mall, mereka memutuskan untuk makan di sebuah restoran yang ada di lantai atas gedung mall....
...Sambil menunggu makanan datang, entah kenapa Ayu memikirkan Pak Aksa lagi. ...
...Karena hari ini liburan kantor, Ayu jadi tak bisa bertemu dengan Pak Aksa....
...Beliau sekarang mungkin sedang berlibur bersama keluarga ataupun dengan teman-temannya....
...Atau … ...
...Pak Aksa sekarang sendirian di rumah. Terus mengerjakan proyek sendiri tanpa ada waktu bahkan untuk sekedar makan!...
...Ayu sampai menggigit bibirnya lantaran gelisah, takut Pak Aksa tidak peduli dengan tubuhnya sendiri. Meski Ayu mengerti, itu bukan jadi urusannya....
...Memikirkan keadaan Pak Aksa, Ayu sampai-sampai tidak mendengar panggilannya Siska....
...Begitu ia sadar, Ayu langsung meminta maaf....
..."Maaf, Sis. Tadi aku tidak dengar. Apa yang barusan ingin kau katakan?"...
...Siska mengerutkan mulut sambil mengulang perkataan sebelumnya. "Kataku.. Apa masih ada yang ingin kau beli? Karena aku sudah membeli semua yang aku butuhkan."...
...Ayu terdiam sebentar, memikirkannya. Lalu, ia menggelengkan kepala. "Tidak ada. Aku juga sudah semua."...
...Siska tampak mengangguk. Lantas memperhatikan Ayu dengan serius sekalian bertanya....
__ADS_1
..."Kamu akhir-akhir ini kenapa sih, Yu? Selalu termangu seperti orang yang banyak pikiran. Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan, apa ini tentang keadaannya tante Sari?"...
..."Bukan, Sis. Bukan tentang ibuku. Aku hanya khawatir dengan... masalah pekerjaan," jawab Ayu dengan kepala menunduk....
...Siska dan Ayu sudah cukup lama bersahabat. Siska dapat dikatakan orang yang paling mengenal Ayu selain dari ibunya, tante Sari. Melihat bagaimana reaksi Ayu barusan, Siska yakin Ayu tidak mengatakan yang sebenarnya....
...Harus bagaimana.....
...Tidak mungkin Siska memaksa Ayu untuk berkata yang sejujurnya....
...Siska juga tidak bisa berpura-pura tidak ada yang terjadi, saat dia sendiri merasakan ada yang salah pada sahabatnya itu....
..."Apapun masalahmu, Yu. Jangan selalu disimpan dalam hati. Bicarakan jika menurutmu itu perlu dan selesaikan begitu kau sudah merasa yakin. Jika terus dipendam dan dibiarkan begitu saja, kau sendiri yang akan terluka nantinya," ucap Siska penuh dengan keseriusan. Berharap temannya itu mau terbuka....
...Ayu menghela nafas. Tahu itu akan terjadi....
...Siska sungguh mengenalnya dengan sangat baik. ...
..."Sebenarnya, aku sendiri juga tidak tahu apa yang salah dengan diriku. Aku tidak bisa mengendalikan pikiranku. Selalu khawatir tanpa alasan dan memikirkan hal yang tidak seharusnya ada di pikiranku. Semua ini sungguh membuatku bingung, Sis. Dan aku merasa ini sangat lah asing."...
...Melihat Ayu yang biasanya tegar menjadi gelisah, Siska akhirnya mengerti masalahnya mungkin serius. Siska sembilan puluh persen yakin kalau perkataannya tadi merujuk ke seseorang. Sedang sepuluh persen sisanya adalah faktor yang tidak pasti....
...Jika benar itu seseorang, lantas siapa?...
...Kalau perempuan, mereka bisa hadapi bersama-sama. Tapi jika laki-laki…...
...'Ayu mungkin dalam masalah besar' pikir Siska....
...Temannya yang lugu yang hanya tahu belajar dan bekerja bisa dipastikan telah jatuh cinta. Jenis cinta yang Ayu sendiri tidak mengerti....
...Memikirkan kemungkinan itu, Siska ingin langsung bertanya. Tapi dia juga tahu kalau masalah ini perlu ditanyakan dengan hati-hati....
..."Hm, Yu.. Siapa yang ada di pikiranmu itu?" Siska bertanya sambil menatap Ayu. Ingin melihat bagaimana reaksinya....
...Ayu sepertinya tidak menyangka Siska akan bertanya hal itu, membuatnya tertegun selama beberapa saat. Dan begitu Ayu sadar, ia langsung berkata kepada Siska, "Aku tidak mengerti apa maksudmu, Sis. Aku sedang tidak membicarakan siapapun. Yang barusan aku katakan bukan tentang seseorang!"...
..."Terus mengenai apa?" tanya Siska balik....
..."Umm.." Ayu tidak dapat menjawabnya....
...Melihat Ayu yang masih bersikeras tidak ingin mengatakannya. Siska merasa sangat tak berdaya. Dia hanya bisa mundur untuk sekarang....
..."Ya sudah! Kalau kau tak ingin mengatakannya, aku bisa apa. Katakan saja saat kau sudah sepenuhnya yakin dan siap untuk mengatakannya." ...
__ADS_1
...Walau sudah berkata begitu, ekspresi Siska masih tetap cemberut....
...Melihat hal itu, Ayu jadi merasa tidak enak. Dia merasa serba salah....
...Pak Aksa bukanlah seseorang yang dapat dia bicarakan dengan santai, biarpun Siska temannya....
...'Maaf, Sis' ucap Ayu dalam hati....
...Tak lama kemudian, makanan pesanan mereka datang beserta jus buah favorit keduanya. Yang membuat suasana hati Siska kembali membaik....
...Mereka lalu mulai makan. Mengobrol sesekali dan tertawa bersama. Tidak ada yang menyebutkan masalah yang tadi....
...Begitu keduanya selesai makan dan membayar tagihan, mereka meninggalkan mall membawa tas belanjaan dan menaiki taksi....
...Tadinya mereka ingin menaiki bus, tapi melihat tas belanjaan yang banyak, keduanya memutuskan untuk naik taksi saja dengan membayar patungan, meskipun Siska bersikeras ingin membayar penuhnya....
...Belum sampai setengah jalan taksi berkendara, Ayu yang melirik keluar jendela tiba-tiba berteriak dengan tergesa-gesa....
..."Berhenti! Stop, Pak! Stop!!"...
...Taksi pun lantas berhenti....
..."Ada apa, Yu? Tiba-tiba saja kau ingin taksinya berhenti," tanya Siska kelihatan bingung....
...Ayu segera menjawab, "Tiba-tiba aku ingat kalau masih ada barang yang lupa aku beli. Aku harus membelinya sekarang. Kau kembali saja lebih dulu."...
...Ayu pun keluar dari taksi sebelum Siska dapat mencegahnya. Melihat temannya itu menyeberang jalan lalu menghilang di antara kendaraan yang lewat....
...Dalam sekejap, Ayu sudah berada di sisi lain jalan. Langkahnya menjadi lebih cepat ketika sorot mata Ayu jatuh pada mobil audi yang sekarang sedang terparkir di tepi jalan....
...Mobil milik Pak Aksa!...
...Ayu melihat sosok Pak Aksa yang keluar dari mobil saat dia di taksi tadi. Karena itu Ayu menghentikan taksi dan bergegas kemari tanpa berpikir dua kali....
...Makin Ayu mendekat, semakin jelas pula sosok dari Pak Aksa yang jelas tercermin di mata bulatnya yang bersinar. ...
...Pak Aksa tampak kesulitan berjalan dengan membawa sesuatu di tangan kirinya. Ayu melihat itu adalah alat dongkrak mobil. ...
...Pak Aksa hampir akan jatuh saat hendak berjongkok menggunakan kruknya. ...
...Ayu bergegas lari untuk menolong dan memegangi lengan Pak Aksa agar tidak jatuh. Membuat jarak diantara mereka semakin dekat. ...
...Ayu bahkan dapat mencium aroma mint yang sama pada Pak Aksa saat mereka ada di pabrik waktu itu....
__ADS_1
..."Kamu!"...