
...Ayu awalnya tidak mengenali siapa pria yang menyapanya itu, setelah melihat Ratna yang duduk di sebelahnya, Ayu baru menyadari kalau pria itu ternyata teman pria Ratna yang tadi dilihatnya di asrama kampus. ...
...Meskipun Ayu dibuat bingung dengan sikap ramah pria itu terhadapnya, Ayu tetap menanggapinya dengan senyum sopan, lalu bertanya, "Mau isi berapa?"...
..."Full!" kata Roni, tanpa mengalihkan pandangannya dari Ayu....
...Ayu mengangguk, pergi ke samping mobil untuk melakukan pengisian....
...Melihat bagaimana Roni begitu memperhatikan Ayu. Ratna hampir saja kehilangan kesabaran. ...
...Pada awalnya Ratna tidak menyangka, bahwa Ayu akan benar-benar bekerja di pom bensin. Dia kemudian berpikir, pasti ada alasan kenapa Ayu mau bekerja disini. Setelah melihat berbagai jenis mobil yang mengantri termasuk mobil kekasihnya, Ratna langsung mengerti kalau Ayu pasti mengincar para pria pemilik mobil mewah ini....
...'Huh! Dasar wanita bermuka dua!'...
...Sepertinya, dia memang harus memberi wanita ini sedikit pelajaran, agar dia tidak terus tebar pesona disana-sini! Bahkan berani membuat kekasihnya sendiri berpaling!...
...Roni tentu tidak tahu apa isi pikiran dari wanita di sebelahnya, karena sibuk memperhatikan Ayu dari balik kaca spion mobil....
...Begitu Ayu selesai dari mengisi mobil dan mendekat ke kaca jendela mobilnya, Roni sudah bersiap mengulurkan tangan berisikan uang....
..."Ini bayarannya, kau bisa mengambil kembaliannya," kata Roni dengan tampang murah hati....
...'Perkataan yang akrab' pikir Ayu terdiam....
...Ayu ingat pria yang memberikannya uang kembalian di hari pertamanya bekerja. ...
...Ayu tidak tahu seperti apa wajah pria itu, tapi dia sangat yakin pasti berbeda dari tampang arogan pria di depannya sekarang. Sayang sekali pria itu sudah pergi tanpa dia sempat mengatakan apapun....
...Saat itu dia tidak punya waktu untuk menolak, namun Ayu sekarang berkata di depan Roni tanpa harus berpikir dua kali....
..."Tidak perlu, terima kasih! Kau bisa ambil kembalianmu." ...
...Ayu menyerahkan uang kembalian yang baru saja ia ambil dari tas pinggangnya....
...Ayu tidak pernah ingin menerima uang pemberian dari siapapun termasuk pria di depannya. Bukan hanya karena dia adalah kenalannya Ratna, pandangan mata pria itu juga membuatnya risih....
...Dia tidak begitu mengerti maksud pria itu bersikap baik padanya. Apakah dia tidak memperhatikan bagaimana cemberutnya wajah Ratna sekarang, ketika pria itu mencoba mengobrol dengannya....
..."Baiklah, kalau kamu tidak mau menerimanya." ...
...Roni mengambil uangnya dari tangan Ayu, mencoba bersikap santai meskipun baru saja ditolak. Dia kembali menawarkan, "Apa kau mau makan malam bersama kami? Bersama Ratna juga."...
__ADS_1
...Roni menoleh kepada Ratna dan menggenggam tangannya yang terkepal di kursi mobil....
..."Kau tentu tidak keberatan, kan? Sayang!" Roni tersenyum lembut....
...Ratna yang ingin segera menolak, terpaksa harus menutup mulutnya ketika menabrak pandangan Roni....
...Meskipun Roni sekarang tersenyum, entah kenapa, Ratna melihat adanya peringatan yang ada di mata Roni....
...Satu tengah tahun berhubungan dengan Roni membuatnya cukup tahu seperti apa watak sebenarnya pria tersebut....
...Selain suka bersenang-senang, Roni juga sangat suka mempermainkan hati orang lain. Walaupun biasanya Roni sangat lembut dan perhatian, Ratna sendiri tahu seberapa licik dan kejamnya pria itu....
...Jadi, betapapun tidak maunya Ratna, dia hanya bisa berkompromi, mengangguk setuju. "Tidak masalah. Ayu juga bisa ikut dengan kita." ...
...Ratna menatap Ayu samar. Dia berharap wanita ini tahu diri untuk tidak terlibat dengan kekasihnya....
...Tentu saja Ayu tidak akan begitu saja setuju. Dia tidak akrab dengan pria di depannya ini. Selain itu, Ratna begitu sangat membencinya. Tidak bisakah pria ini melihat, justru mengundangnya untuk makan malam bersama....
..."Maaf! Saya tidak bisa pergi kemanapun saat jam kerja. Belum lagi kita tidak saling kenal." Ayu menolaknya dengan sopan....
..."Tapi kau mengenal Ratna, kan? Dia sendiri setuju agar kau mau makan malam bersama dengan kami," balas Roni dengan sikap kukuh....
...Dia tidak begitu mengerti alasan Roni begitu bersikeras mengundang wanita ini untuk makan malam bersama mereka. Tapi tidak masalah, setelah malam ini, Ayu tidak akan berani lagi muncul di hadapan mereka....
..."Terima kasih! Tapi saya masih harus bekerja." Ayu masih tetap menolak....
..."Kau bisa pergi bersama kami setelah jam kerjamu usai." Roni berkata, tidak bermaksud untuk menyerah....
...Ratna tidak lagi bisa mempertahankan senyumannya. ...
...'Kenapa dia harus menunggu wanita ini untuk bisa makan malam!' ...
...Roni sudah sangat keterlaluan, pikir Ratna....
...Ayu tidak sengaja melihat tampang Ratna yang berubah setelah mendengar ucapan pria ini. Tidak mau terus berlarut-larut, Ayu berkata dengan sangat tegas....
..."Tidak perlu! Lagipula jam pulang saya cukup malam. Dan saya hanya ingin segera pulang dan beristirahat, tidak bermaksud pergi ke manapun sepulang bekerja. Jadi, mohon berhenti untuk terus memaksakan saya!" terang Ayu, berharap pria itu mau mengerti....
...Ditolak dengan sangat keras membuat hati Roni menjadi mudah tersinggung. Dia tidak mungkin memaksa seseorang yang terlihat jelas tidak ingin pergi. ...
...Namun, dia tidak akan menyerah begitu saja. Kali ini dia mungkin gagal untuk bisa lebih dekat dengan wanita ini, tapi di lain waktu, dia pasti mendapatkan apa yang dia mau....
__ADS_1
...'Beep… beep!!!'...
...Bunyi klakson mobil bagaikan kiriman dari tuhan agar Ayu tidak perlu terus menghadapi pria yang keras kepala semacam Roni....
..."Hey! Sudah belum mengisinya?! Lama sekali!"...
..."Benar! Kami sudah lama menunggu dalam antrian!"...
...Beberapa pemilik mobil mengeluarkan kepala mereka dari jendela mobil dan membunyikan klakson, terlihat tidak sabar....
...Roni mengerutkan kening mendengar keluhan orang-orang yang berada di belakang mobilnya. Tidak punya pilihan lain, Roni terpaksa mengakhiri pembicaraannya bersama Ayu....
..."Baiklah! Aku harus pergi. Semoga kita bertemu lagi lain waktu. Aku harap saat itu kau tidak akan menolak ajakanku lagi."...
...Setelah mengucapkan selamat tinggal, Roni memajukan mobilnya....
...Ayu menghela nafas lega melihat pria itu sudah pergi tanpa harus mengirimnya dengan banyak kata. Dia berharap untuk tidak pernah bertemu dengannya lagi, ataupun berurusan dengan Ratna....
...Di sisi lain mobil, Ratna terlihat sibuk memainkan ponselnya. Tersenyum dari waktu ke waktu. Membuat Roni curiga....
..."Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Roni, nada suaranya terdengar lebih keras....
...Ratna yang sedang membuat rencana jahat dibangunkan oleh suaranya Roni. Dia segera memasukan ponselnya ke dalam tas, beralasan....
..."Tidak ada yang penting. Hanya melihat-lihat menu apa yang akan kita makan nanti saat makan malam." Ratna berkata setenang mungkin....
...Roni menyipitkan mata mendengar penjelasan Ratna. Tidak tahu percaya ataukah tidak, namun Roni tidak menanyakannya lebih lanjut. ...
..."Tidak perlu melihat-lihat, kau bisa memesan makanan apapun di restoran itu nanti," kata Roni....
...Meskipun suasana hatinya sekarang sedang tidak baik, Roni tetap memenuhi janjinya untuk makan malam di restoran mewah, walaupun satu orang yang dia harapkan tidak datang....
...Ratna berkata dengan bercanda, "Kau tidak takut aku nanti banyak makan dan bertambah gemuk."...
..."Meskipun kau bertambah gemuk, aku masih akan tetap mencintaimu," kata Roni dengan seringai miring....
...Ratna mendengus....
...Dia tahu mulut pria yang menipu. Namun Ratna tetap merasa senang mendengar Roni mengatakannya hal itu....
...Memikirkan rencananya malam ini, suasana hati Ratna bertambah menjadi semakin baik....
__ADS_1