Bosku Ternyata Ayah Kandungku

Bosku Ternyata Ayah Kandungku
Chapter 15


__ADS_3

...Tiga hari sudah berlalu semenjak keduanya mengirimkan resume mereka. Belum ada panggilan satupun dari pihak perusahaan, membuat keduanya cemas setiap harinya....


...Ayu sendiri sudah berhenti bekerja di pom bensin. Memilih membagikan brosur sebagai pekerjaan sampingan di waktu luangnya....


...Ayu sesekali mengecek ponselnya, apakah ada panggilan yang terlewat. Dia berharap akan ada balasan dari sisi lain. Ayu sungguh ingin mendapatkan pekerjaan di PT. Furnijaya Group....


...Selesai dengan pekerjaannya membagikan brosur, Ayu kembali ke kampusnya dan datang ke perpustakaan, mengerjakan tugas kuliah yang belum sempat dia selesaikan....


...Suasana hening di ruang itu, membuat Ayu bisa dengan tenang mengerjakan tugasnya....


...Setelah seperempat jam, Ayu menyelesaikan semua tugas-tugasnya dan bermaksud untuk pergi. Namun, saat Ayu membereskan semua buku-bukunya, teriakan familier memecah suasana hening yang ada di perpustakaan....


..."Yu! Ayu! Kau dimana?! Aku baru dapat pemberitahuan, apa kau juga sudah mendapatkannya?"teriak Siska dari depan pintu masuk perpustakaan....


...Melihat Ayu duduk di dekat jendela paling ujung. Siska berniat datang menghampiri. Akan tetapi, dia berhenti begitu sadar semua pasang mata di ruangan itu kini memandangnya, termasuk staf perpus yang wajahnya kini terlihat menyeramkan....


..."Mahasiswa jurusan mana kamu? Berteriak-teriak di perpustakaan! Tidak lihat semua orang sedang fokus membaca! Mereka jadi merasa terganggu gara-gara kamu!" tegur staf perpustakaan. ...


...Siska menunduk dengan malu, sadar kalau dia sudah melakukan kesalahan. Meminta maaf dengan sungguh-sungguh....


..."Saya Siska, Pak. Jurusan Administrasi Bisnis. Maafkan saya karena sudah membuat keributan, semuanya, Pak. Maaf sekali lagi."...


...Melihat Siska yang dengan tulus meminta maaf, staf perpustakaan berhenti untuk mempermasalahkannya lagi. Melambai kepada Siska....


..."Sudahlah. Lain kali jangan di ulangi lagi." ...


...Siska cepat mengangguk. ...


...Ayu tiba-tiba datang menghampiri Siska dan membawanya pergi setelah mengangguk sopan kepada semuanya....


...Setibanya mereka di taman dekat kampus, Ayu ingin bertanya kepada Siska apa yang barusan ingin ia katakan padanya....


...Saat Siska berteriak di perpustakaan tadi, semua orang dapat mendengarnya tidak terkecuali Ayu. ...


...Mereka mungkin tidak mengerti apa yang sebenarnya dimaksud Siska, tetapi Ayu tahu Siska pasti ingin memberitahunya tentang masalah perusahaan itu....


...Maka dari itu, Ayu membawa Siska keluar dari perpustakaan untuk membicarakan masalah itu secara pribadi....


..."Apa yang barusan ingin kau katakan, apakah sudah ada berita dari perusahaan itu?" tanya Ayu langsung....


..."Aku baru di telepon oleh pihak perusahaan, mereka memintaku untuk datang besok untuk proses wawancara kerja." Siska melonjak gembira. Bertanya balik kepada Ayu, "Mereka pasti juga sudah mengabarimu kan? Tidak mungkin mereka hanya mengabariku sedangkan kau belum."...


...Ayu hanya menggeleng kosong...


...Tidak ada yang menghubunginya. Atau.. Jangan-jangan dia tidak diterima....

__ADS_1


..."Tidak mungkin!" seru Siska begitu melihat Ayu menggelengkan kepalanya. ...


..."Coba lihat ponselmu, mungkin ada panggilan yang terlewat."...


...Ayu mengambil ponselnya dari dalam tas, terkejut begitu melihat ponselnya mati kehabisan baterai. Pantas saja tidak ada panggilan masuk. Dia sendiri tidak sadar kalau baterai ponselnya sudah habis....


...Melihat layar ponsel Ayu yang hitam, Siska langsung mengerti. Temannya itu mungkin kehabisan baterai....


..."Ayo kita kembali ke asrama untuk mengisi baterai ponselmu," kata Siska menyarankan....


...Ayu mengangguk. Mereka berdua lalu kembali ke asrama....


...Begitu Ayu menyalakan handphone nya, beberapa pesan langsung masuk. Ada yang dari ibunya dan satu pesan dari nomor baru....


...Ayu langsung berkeringat dan juga gugup, membuka isi pesan itu....


...[Karena nomor anda tidak dapat dihubungi. Maka, akan kami sampaikan lewat pesan bahwa saudari Ayudya Pratiwi diterima sebagai karyawan magang di PT. Furnijaya. Diharapkan agar saudari Ayudya berhadir pada besok pagi pukul 08.00, untuk mengikuti sesi wawancara kerja di gedung kantor PT. Furnijaya dengan membawa kelengkapan berkas-berkas....


...TTD....


...Manajer HRD]...


...Ayu selesai membaca semua isi pesannya, matanya mulai berkaca-kaca dengan sukacita. Bukan hanya dia yang diterima, tapi juga Siska, sahabatnya....


...Siska yang berada di samping Ayu juga sangat senang ketika tahu mereka berdua diterima dan dapat bekerja bersama. Dia pikir sudah sangat bagus jika Ayu dapat diterima, tidak menyangka kalau dia juga akan diterima dengan kualifikasinya yang rata-rata itu....


...Mereka lalu berpelukan penuh haru dan sukacita. Sebelum Ratna datang merusak suasana bahagia itu....


..."Ada acara bahagia apa nih, kalian sepertinya sangat senang sekali?" kata Ratna dengan pandangan penyelidik....


..."Bukan urusanmu," jawab Siska ketus....


...Ayu hanya berdiri diam di satu sisi. Tidak ingin memperburuk suasana....


...Ratna tidak memperdulikan Siska, malah mengarahkan pandangannya pada Ayu. "Akhir-akhir ini aku tidak pernah melihatmu pulang terlambat lagi. Kenapa, apa terjadi sesuatu?"...


...Ayu tertegun mendengar perkataan Ratna. ...


...Apa maksud Ratna menanyakan hal itu. Bukannya dia tidak suka melihatnya pulang malam. Sekarang dia berhenti pulang malam, Ratna masih tetap bertanya. Ayu sungguh tidak mengerti jalan pikiran dari wanita ini....


...Siska sudah tidak tahan lagi melihat bagaimana Ratna membuat temannya canggung, menjawabnya atas nama Ayu. ...


..."Kau tidak perlu tahu apa yang terjadi pada Ayu. Bahkan, kau juga mungkin sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi kepadanya hari itu, sehingga membuatnya takut untuk tetap terus pergi bekerja." ...


...Ratna berpura-pura terkejut hingga menutup mulutnya. Memandang Ayu dengan tatapan simpati....

__ADS_1


..."Kau tidak bekerja di pom bensin lagi, Yu. Astaga! Memang apa yang sudah terjadi padamu?" tanyanya penasaran....


...Ratna memang tidak berbohong. Dia benar-benar penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Ayu....


...Orang suruhan yang awalnya dia perintahkan untuk mengganggu Ayu sampai sekarang tidak dapat dihubungi, tidak tahu kenapa....


...Ayu ingin menjawab, tetapi Siska berkata lebih dulu. "Jangan berlagak tidak tahu kamu Ratna! Kau kan yang merencanakan semua itu, jujur saja lah!"...


..."Apaan sih, Sis! Akhir-akhir ini kau sering menuduhku yang tidak-tidak. Aku tekankan sekali lagi ya, aku tidak ada hubungannya dengan apa yang kau tuduhkan. Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada Ayu, makanya aku bertanya," kata Ratna merengut kesal....


...Meskipun memang dia yang merencanakan hal itu, mendengar Siska terus-terusan menuduhnya juga membuat Ratna kesal....


...Ayu berusaha membujuk Siska. "Sudahlah, Sis. Jangan menuduh orang sembarangan. Ratna mungkin benar-benar tidak tahu. Lagipula aku sudah melupakan kejadian hari itu. Jadi mari kita tidak mengungkitnya lagi"...


..."Tidak mungkin! Aku tahu benar bagaimana sifat orang ini. Tidak ada orang lain selain dia yang sangat tidak menyukaimu, sehingga bisa berbuat hal serendah itu!" kata Siska menggebu, menunjuk jarinya kepada Ratna....


..."Memang apa yang sudah aku lakukan?! Coba kau katakan!" Ratna yang juga sudah marah, balik menantang....


...Ayu yang takut akan terjadi pertengkaran lagi, menarik Siska menjauh sambil terus berusaha membujuk....


..."Sudah, Sis! Sudah. Mari kita lupakan semuanya. Jangan selalu bertengkar. Lebih baik kita pikirkan bagaimana mempersiapkan wawancara besok," kata Ayu....


...Perhatian Siska langsung teralihkan begitu mendengar soal wawancara....


...'Ayu benar. Mereka ada wawancara besok dan harus mempersiapkan. Tidak punya waktu untuk terus bertengkar dengan penyihir ini'...


..."Kau benar! Lebih baik kita pergi ke luar dan mendiskusikannya," kata Siska, berniat pergi keluar bersama Ayu. Tidak ingin pembicaraan mereka didengar oleh Ratna yang suka usil....


..."Wawancara?!" seru Ratna nyaring....


...Membuat keduanya menoleh saat mau pergi....


..."Jangan bilang kalau kalian diterima wawancara di perusahaan besar yang membuka rekrutan tempo hari?" tanya Ratna dengan tampang tidak percaya....


...Selain itu, Ratna tidak bisa memikirkan perusahaan lain yang membuat keduanya begitu bahagia. Belum lagi beberapa mahasiswa sering membicarakan hal itu akhir-akhir ini....


...Dia juga sempat mendaftar, siapa yang tidak ingin bekerja diperusahaan yang besar. Belum lagi itu dapat membantu studinya. Namun sayang, tidak ada kabar sampai sekarang....


...Ratna tidak percaya keduanya dipanggil untuk wawancara....


...Siska menoleh, lalu berkata dengan ketus. "Bukan urusanmu!" ...


...Kemudian Siska pergi bersama Ayu, meninggalkan Ratna yang dilanda kemarahan....


...'Sial! Mengapa semuanya menjadi buruk akhir-akhir ini. Orang suruhannya tidak berhasil mengerjai Ayu, dia juga gagal mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar dan juga… Roni semakin menjauh darinya'...

__ADS_1


__ADS_2