Bosku Ternyata Ayah Kandungku

Bosku Ternyata Ayah Kandungku
Chapter 26


__ADS_3

...Pagi-pagi sekali, Ayu sudah bangun dan langsung bersiap. Turun ke bawah, membeli sarapan miliknya dan juga Siska....


...Karena hari ini Ayu bekerja di luar kantor dan harus mengunjungi beberapa tempat, dia khusus mengenakan celana kerja formal, dan kemeja biru gelap dengan sepatu flat, untuk memudahkannya beraktivitas kesana kemari....


...Siska juga tidak banyak bertanya mengapa temannya itu mengubah gaya berpakaiannya hari ini. ...


...Selesai menghabiskan sarapan, mereka pergi berangkat kerja ke perusahaan....


...Sesampainya di lobi, Siska melambai kepada Ayu yang hendak memasuki lift....


...Di dalam lift, Ayu menghembuskan nafas lalu berjalan keluar menuju departmentnya....


...Sesaat setelah Ayu duduk dan membuka map kerja, telepon atas meja kerjanya berdering. Mengagetkan Ayu yang tidak menduganya sama sekali. Dengan cepat dia menenangkan diri, mengangkat gagang telepon....


...'Halo! Dengan Ayu dari departemen pemasaran disini. Dengan siapa saya bicara?'...


...Ayu mendengarkan dengan penuh perhatian, ketika tangannya tiba-tiba mengencangkan gagang telepon....


...'Siapa!?' ulangnya lagi....


...[Saya Aksa. Sekarang, saya sedang menunggu kamu di bawah. Sudah tahu kan apa yang akan kita lakukan hari ini. Saya tunggu kamu di parkiran sekarang.]...


...Belum sempat Ayu membuka mulut untuk menjawabnya, telepon sudah dimatikan....


...Tanpa banyak waktu untuk mempersiapkan diri, Ayu mulai berkemas dan turun ke bawah. Berjalan menuju parkiran....


...Dia tidak tahu mobil mana milik Pak Aksa dari sekian banyaknya mobil yang ada di parkiran....


...Dengan raut muka penuh kebingungan, Ayu melirik kesana kemari, berharap menemukan sosok sang direktur. ...


...Setelah beberapa saat tidak menemukan petunjuk, Ayu tidak ingin terus membuang waktu, dia bersiap menelpon nomor Pak Aksa, ketika tiba-tiba klakson mobil di dekatnya berbunyi, mengagetkan Ayu....


...Ayu segera menoleh untuk mencari tahu mobil mana yang tadi mengklakson. ...


...Dia kemudian mendapati sebuah mobil audi dengan kaca gelap mengedipkan lampu depan mobil ke arah dirinya, seolah memberi isyarat....


...Dengan ragu Ayu berjalan mendekati mobil itu, sambil sesekali melirik sekeliling, takut salah mengenali orang....


...Semakin Ayu mendekat, semakin dia merasa mobil itu kelihatannya familier. Seperti pernah melihatnya di suatu tempat....


...Sebelum Ayu sempat berpikir lebih jauh, kaca mobil samping yang berwarna gelap itu perlahan diturunkan, menampakkan tampang tak acuh si pengendara, yang ternyata adalah Pak Aksa....


...Ayu secara refleks berhenti. Tidak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya....


...Langsung masuk mobil, atau… ...


..."Masuk!" seru Aksa dari dalam mobil. Keningnya berkerut melihat Ayu yang tiba-tiba saja berhenti....


..."A..ah, oh! Iya, Pak." Ayu berhenti menjadi ragu, langsung duduk di kursi samping mobil milik Pak Aksa....


...Aksa kemudian menjalankan mobilnya setelah melihat Ayu selesai mengenakan sabuk pengaman....

__ADS_1


...Setelah lima belas menit berkendara, mobil berhenti di pinggiran barat kota S, tempat salah satu pabrik pembuatan furniture milik Wijaya Group....


...Saat Ayu dan Aksa turun dari mobil, mereka disambut oleh penanggung jawab pabrik, Pak Budi....


...Pak Budi telah diberitahukan kalau yang akan datang kali ini adalah Pak Aksa sendiri, jadi dia sudah menunggu dari awal di depan pabrik....


..."Ini..-" Pak Budi mengarahkan pandangannya kepada Ayu yang datang bersama Pak Aksa....


..."Dia Ayu, karyawan baru di departemen pemasaran. Saya mengajaknya kemari agar dia bisa lebih mengenal bagaimana cara kerja di pabrik kita," jawab Aksa pada Pak Budi....


...Ayu mengangguk, memberi salam....


...Pak Budi membalas salam Ayu, lalu membawa mereka berdua masuk ke dalam pabrik yang luasnya hampir mendekati puluhan hektar. ...


...Di dalamnya, terdapat banyak pekerja yang tengah sibuk memproduksi barang-barang mebel bersamaan dengan suara-suara mesin yang tak henti-hentinya....


...Ayu melihat ke sekeliling, sambil terus berjalan mengikuti Pak Aksa dan Pak Budi yang tengah bercakap-cakap dan berjalan ke setiap tempat yang ada di pabrik....


...Ayu memfokuskan perhatiannya pada proses produksi serta cara kerja pekerja pabrik dalam pengolahan produk mebel. Dia sampai tidak memperhatikan langkahnya yang salah saat akan menaiki anak tangga....


..."Ahh!" ...


...Ayu berseru saat pegangan tangannya terlepas dari railing dan tubuhnya hampir jatuh ke arah belakang. ...


...Ayu menutup mata, takut dengan rasa sakit yang akan segera ia alami. Tepat saat itu, seseorang tiba-tiba meraihnya tangannya lalu menariknya ke arah depan begitu kerasnya hingga ia mendarat tepat di pelukan seseorang....


...Ayu yang semula menutup mata lantaran ketakutan seketika membuka mata, begitu hidungnya mencium aroma mint yang menenangkan yang ada di sekelilingnya....


...Tepat begitu Ayu mendongak, jantungnya yang tadi ketakutan kembali berpacu saat tahu ia sekarang sedang berada di pelukannya Pak Aksa....


...Ayu menunduk meminta maaf. ...


..."Maaf, atas kecerobohan saya tadi, Pak." ...


...Jika bukan karena Pak Aksa tadi menolongnya, mungkin dia sudah akan terluka atau mengalami gegar otak....


..."Saya juga ingin mengucapkan terima kasih karena tadi sudah menolong saya," kata Ayu dengan tulus....


..."Tidak perlu untuk itu," jawab Aksa. "Lain kali kamu hati-hati. Tadi sungguh sangat berbahaya."...


..."Baik, Pak. Lain kali, saya akan hati-hati."...


...Aksa mengangguk mendengar jaminannya. Dia lalu berbalik, kembali melanjutkan menaiki anak tangga dengan lebih perlahan dari biasanya....


...Ayu sama sekali tidak sadar, lantaran terus memperhatikan langkahnya sendiri, takut mengulang kesalahan yang sama, dan berakhir mempermalukan diri sendiri seperti tadi....


...Begitu sampai di lantai atas, pemandangan lantai bawah dapat terlihat jelas dari atas sini....


...Ayu dapat lebih mudah mengamati para pekerja, begitu pula dengan Pak Aksa. ...


...Dia melanjutkan pembicaraannya bersama Pak Budi terkait mengenai pengerjaan proyek baru yang sekarang ini timnya sedang kerjakan....

__ADS_1


...Setelah menjelaskan berbagai hal kepada Pak Budi, Aksa beserta Ayu yang tengah sibuk mencatat, pamit untuk pergi ke pabrik selanjutnya....


...Setibanya jam makan siang, Aksa yang tengah berkendara mengajak Ayu untuk makan siang di sebuah restoran, sebelum melanjutkan kunjungannya ke pabrik terakhir yang jaraknya cukup jauh dari sini, hampir melewati luar kota....


...Memasuki kawasan hutan jati, tempat pabrik terakhir yang akan mereka kunjungi memang berlokasi di tengah hutan. Dengan melalui jalan satu arah yang kedua sisinya ditumbuhi pepohonan, audi berwarna hitam itu pun berhenti di sebuah lahan luas di depan pabrik berukuran sedang....


...Berbeda dari pabrik-pabrik sebelumnya, pabrik kali ini khusus dalam pengolahan kayu. Dibangun dekat hutan agar memudahkan para pekerjanya dalam proses pengangkutan....


...Selain tempatnya jauh dari perkotaan dan berada di area terpencil tengah hutan, pabrik yang satu ini didirikan paling awal daripada pabrik-pabrik yang lain, terlihat lebih tua dan lebih sedikit pekerjanya....


...Begitu keduanya memasuki pabrik, tampak kesibukan dari para pekerja sehingga tidak ada yang memperhatikan kedatangan keduanya....


...Aksa terlihat biasa-biasa saja, tidak terlalu memperdulikan hal itu. Bersama dengan Ayu, Aksa memasang masker, juga sarung tangan keamanan, karena pabrik terlihat penuh dengan serbuk-serbuk kayu dan juga ada beberapa benda tajam....


...Saat mereka berdua lewat, barulah para pekerja menyadari kehadiran keduanya. Salah seorang pekerja yang lebih tua bersiap menghentikan pekerjaannya untuk menyambut Aksa. Namun, Aksa segera menghentikannya....


..."Tidak perlu, Pak. Lanjutkan saja pekerjaannya. Saya akan melihat-lihat sendiri bersama orang di samping saya," kata Aksa....


...Pekerja itu mengangguk, kembali meneruskan pekerjaannya....


...Setelah melihat-lihat sekitar, Aksa membawa Ayu masuk ke bagian terdalam pabrik, tempat penyimpanan log kayu....


...Disana, Aksa seperti tidak sengaja bertanya, "Apa kau tahu jenis kayu ini, atau pernahkah kau melihatnya di suatu tempat?" ...


...Tunjuknya pada log kayu yang tersusun hampir menyerupai gunung....


...Ayu terdiam sesaat, tampak mengingat sesuatu. Dia lalu menggelengkan kepala. "Tidak, Pak. Saya tidak tahu kayu jenis apa itu, juga tidak pernah melihat hal yang serupa di mana pun."...


...Setelah mengatakan itu, Ayu pun menunduk. Tampak sedikit bersalah....


...Aksa hanya mengangguk. Tidak terus bertanya. Perhatikan kembali tertuju pada tumpukan log kayu....


...Ayu mengangkat kepalanya, melirik Pak Aksa. ...


...'Apa maksud dari Pak Aksa tadi, menanyakan tentang hal itu. Apakah dia tahu sesuatu?'...


...Ketika Ayu melihat pepohonan di kedua sisi jalan saat mereka lewat, Ayu sudah mulai merasakan tidak nyaman. ...


...Tempat ini kelihatannya sama persis seperti di kampung halamannya dulu. Tempatnya tinggal bersama ibunya sewaktu dia kecil. Ditumbuhi banyak pepohonan jati. Karena memang itu lah mata pencaharian para penduduk desa....


...Karena suatu kejadian yang mengharuskan Ayu untuk pindah bersama ibunya ke kota, dia tidak pernah lagi melihat pemandangan yang serupa seperti yang ada di kampung halamannya....


...Ayu juga tidak ingin mengungkit masa lalu yang pahit itu lagi. Maka dari itu, dia memilih untuk tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Pak Aksa. Entah kenapa, perasaannya menjadi sesak berada di antara tumpukkan kayu yang familiar ini lagi, memilih untuk berbalik keluar. Lamun, tumit sepatunya tidak sengaja menggeser menyangga yang menopang susunan log kayu hingga membuat roboh dan beberapa kayu berguling ke bawah....


...Ayu yang merasakan hal itu seketika berbalik, tepat saat melihat log kayu yang terjatuh berguling ke arah berdirinya Pak Aksa....


..."Pak, awas! Di belakangmu!" teriak Ayu hampir seketika....


...Aksa awalnya sedang menghitung jumlah log kayu yang ada di sisi lain. Mendengar teriakan Ayu, Aksa pun berpaling, kemudian melihat log-log kayu yang awalnya tertumpuk rapi kini jatuh berguling hingga beberapa hampir akan mengenainya....


...Tanpa pikir panjang, Aksa segera menghindar dan berhasil menghindari beberapa. Namun, salah satunya tepat mengenai kakinya, yang membuat wajah kaku Aksa seketika meringis....

__ADS_1


..."Pak Aksa!!!" ...


...Ayu berseru dengan panik....


__ADS_2