
...Aksa jelas terkejut dengan kehadiran Ayu yang tiba-tiba. ...
..."Apa yang kau lakukan disini?" tanya Aksa heran....
..."Saya tadi baru selesai berbelanja, Pak. Di dekat sini. Bapak juga sedang apa?" ...
...Ayu bertanya sekalian melepas pegangan tangannya pada lengan Pak Aksa yang kelihatan sudah berdiri dengan stabil....
...Aksa melirik secara singkat tempat mereka barusan bersentuhan, lalu memulihkan pandangannya seolah tidak terjadi apapun....
...Aksa menunjuk ke ban mobilnya, berkata secara singkat, "Bannya bocor," jawabnya. "Saya ingin mengganti ban."...
...Baru saat itulah, Ayu memperhatikan ban mobil Pak Aksa yang ternyata memang bocor....
...Pantas saja Pak Aksa tadi membawa dongkrak....
..."Biar saya yang bantu, Pak," kata Ayu dengan segera....
...Pak Aksa mungkin akan kesulitan mengganti ban mobilnya dengan keadaan kakinya yang sekarang....
..."Tidak perlu. Saya dapat menggantinya sendiri," ucap Aksa menolak....
..."Jangan, Pak!"...
...Ayu menahan Pak Aksa yang ingin kembali berjongkok di dekat ban mobil. Bersikeras berkata, "Biar saya saja yang melakukannya. Percayalah pada saya, Pak! Saya pernah bekerja paruh waktu sebagai asisten montir. Saya bisa melakukannya!"...
...Dengan mengatakan itu, Ayu segera memulai aksinya. Tanpa ada waktu bagi Aksa untuk membantah....
...Saat Aksa ingin membantu, Ayu sudah melakukan segala sesuatunya dalam waktu singkat. Tidak ada ruang bagi Aksa untuk bertindak....
... "Tunggu lima menit. Akan selesai dalam lima menit," ucap Ayu menengadah, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya....
...Dan, benar saja. Begitu lewat lima menit, semuanya sudah selesai dia kerjakan....
...Aksa yang biasanya tanpa ekspresi bahkan sampai takjub....
...Ayu menepuk tangannya lalu berdiri. Tersenyum kepada Aksa....
..."Bagaimana? Benarkan kata saya. Selesai dalam tepat waktu."...
...Aksa mengangguk. Membuat senyuman Ayu menjadi semakin cerah....
...Tidak tahu kapan, Aksa memiliki minuman dan tisu basah di tangannya. Berkata sembari memberikan kepada Ayu, "Ini.. Seka tanganmu lalu segera minum air. Kau pasti sudah sangat lelah."...
..."Terima kasih." ...
...Ayu tidak segan. Dia memang cukup haus, karena cuacanya agak sedikit panas....
...Aksa kemudian bertanya, melihat Ayu yang selesai meneguk minumannya. ...
..."Setelah ini kamu akan kemana?"...
..."Tentu saja pulang!" jawab Ayu bahkan tanpa berpikir....
..."Bukankah kamu tadi bilang baru selesai belanja. Sekarang mana belanjaanmu? Saya tidak melihatnya." Aksa bertanya dengan pandangan yang samar....
...Ayu langsung berubah menjadi gugup. Terbata saat bicara. "I–itu, belanjaanya.. sudah dibawa teman saya yang satu asrama."...
...Lidah Ayu menjadi kelu setelah menjawabnya. Dia takut Pak Aksa akan kembali bertanya mengapa belanjaannya ada bersama temannya....
...Memang benar kata orang. Sekali kita berdalih, akan seterusnya seperti itu untuk menutupi kebohongan lainnya....
..."Oh."...
...Aksa hanya merespons dengan lirih. Membuat Ayu tiba-tiba tidak bereaksi....
..."Apa yang kau lakukan, hanya diam. Cepat naik mobil!" panggil Aksa yang ada di dekat pintu mobil....
..."Huh?!" ...
__ADS_1
...Ayu tidak mengerti maksud dari Pak Aksa....
...Melihat Ayu seperti itu, Aksa sampai harus menghela nafas....
..."Naiklah! Saya akan mengantarmu pulang." ...
..."A–apa! Tidak perlu, Pak. Tidak usah. Saya bisa pulang sendiri." Ayu buru-buru menolak....
...Aksa berkata sambil mengernyitkan wajahnya....
..."Untuk terakhir kalinya, saya katakan cepat naik mobil! Atau saya akan membayar kamu biaya penggantian ban dan juga memberi kamu uang untuk naik angkutan umum, jika kamu tidak ingin naik mobil saya."...
..."Jangan!" Ayu buru-buru menggelengkan kepalanya. Akhirnya berkompromi....
..."Baiklah, Pak. Kalau bapak mau mengantar saya pulang. Semoga saja tidak merepotkan." ...
..."Tidak. Ini hanya bentuk rasa terima kasih, karena kamu tadi sudah menolong saya." ...
...Setelah itu, Ayu duduk di kursi penumpang....
...Saat dia ingin menarik sabuk pengaman, tiba-tiba saja macet....
..."Eh.." bisik Ayu....
...'Terakhir kali tidak seperti ini' batinnya....
..."Kenapa?" tanya Aksa yang sudah siap menyalakan mobil. ...
...Ayu berwajah kusut, terus menarik-narik sabuk pengaman yang tidak berfungsi. Ia ingin menjawab Pak Aksa. Namun sebuah bayangan tiba-tiba saja menutupinya. Membuat Ayu terkesiap begitu melihat wajah Pak Aksa yang begitu dekat dengannya. Menjadikan Nafas mereka hampir tercampur....
...Aksa yang pada awalnya ingin memperbaiki sabuk pengaman untuk Ayu juga akhirnya menyadari kalau postur mereka sekarang begitu dekat. Hampir seperti pasangan yang berpelukan....
...Aksa bergegas mundur. Kembali ke tempatnya semula, selesai membenarkan sabuk pengamannya Ayu....
...Dengan wajah kaku, Aksa mulai mengemudikan mobilnya. Sementara Ayu menoleh ke samping mobil yang jendelanya terbuka. Memegang erat sabuk pengaman, tanpa berani memandang Pak Aksa....
...Semua yang barusan terjadi, rupanya telah disaksikan oleh seorang pria yang sedari tadi sudah duduk dalam cafe dekat mobil Aksa yang terparkir....
...Dan, wanita itu.....
...Bukankah Ayu!...
...Roni tidak menduga kalau mereka ternyata ada hubungan....
...Ini menjadi semakin menarik....
...Roni awalnya menyuruh orang untuk ngempesin ban mobilnya Aksa dan dia akan menunggu di cafe ini supaya bisa lebih mudah melihat lelucon Aksa. Namun yang ia dapatkan ternyata lebih dari sekedar lelucon....
...Dia yakin, ini adalah bom waktu....
...Begitu ditempatkan di tempat yang tepat, pasti akan menghasilkan ledakan yang sempurna....
...Memikirkan hasilnya, Roni menyeringai dengan licik....
...Dia berencana membuat panggungnya lebih dulu, sebelum wanita itu kembali. Agar acaranya bisa menjadi lebih menarik....
...Selesai memutuskan, Roni keluar dari cafe dan Pergi dengan mengendarai mobil sport miliknya....
...Suasana di mobil Aksa masih nampak canggung. Ayu terus diam di sepanjang perjalanan, begitupun pula Aksa yang hanya fokus dengan menyetir....
...Begitu sampai di depan gerbang asrama kampus universitas, Aksa lalu menghentikan mobilnya....
...Mungkin ini adalah akhir dari keheningan di dalam mobil. Ayu membuka mulutnya dan berterima kasih karena sudah mengantarnya pulang....
..."Ngomong-ngomong, Pak. Dari mana anda tahu alamat saya?" tanya Ayu penasaran....
...Dia ingat tidak memberitahu Pak Aksa alamat asramanya selagi mereka ada di mobil tadi. Jadi dari mana Pak Aksa tahu....
..."Saya melihatnya di file karyawan, kalau kamu tinggal di sini," ucap Aksa....
__ADS_1
..."Oh!"...
...Ayu mengangguk, kemudian turun dari mobil....
...Dia baru mulai naik ke atas begitu mobil Pak Aksa melesat pergi....
...Saat Ayu membuka pintu kamar asrama, Siska sudah terlihat duduk di salah satu bangku yang ada di ruangan itu, bersama tas belanjaan yang tersusun di dekat kakinya....
...Siska langsung berdiri begitu melihat Ayu datang. Bertanya sambil menyilangkan kedua tangannya. "Katakan! Mengapa tadi kau keluar begitu saja dari taksi?"...
...Sebelum Ayu dapat membuka mulut untuk menjawab, Siska kembali memperingatkan....
..."Jangan membuat alasan yang sama seperti terakhir kali, karena aku sama sekali tidak percaya. Katakan saja yang sejujurnya!"...
...Siska yakin, kalau Ayu turun dari taksi bukan karena kelupaan membeli sesuatu. Pasti karena ada alasan lain. ...
...Dia tidak bisa membiarkan Ayu terus berbohong seperti sekarang ini. Apapun yang terjadi, dia harus tahu kebenarannya....
..."Sebenarnya…"...
...Menanggapi sikap seriusnya Siska, Ayu memilih untuk berkata yang sejujurnya. Jika dia terus bersembunyi, Siska mungkin akan merasa kecewa. Ayu tidak ingin persahabatan mereka jadi renggang. ...
...Ayu mengambil nafas dalam-dalam lalu menjawabnya. "Saat kita di taksi tadi, aku tidak sengaja melihat mobil milik Pak Aksa ada di sisi jalan. Jadi aku keluar dari taksi untuk menghampirinya..-"...
..."T..tunggu!" Siska langsung menyela. ...
..."Untuk apa kau menghampirinya! Maksudku.. kau tidak perlu harus sampai keluar dari taksi begitu saja, hanya sekedar untuk mendatangi Pak Aksa dihari libur."...
...Siska benar-benar tidak mengerti apa yang membuat Ayu begitu ingin bertemu dengan Pak Aksa....
...Apa tidak cukup mereka bertemu di kantor....
...Tiba-tiba Siska memikirkan sebuah kemungkinan yang hampir mustahil....
...Dia memandang Ayu dengan tak percaya. ...
..."K–kamu.. kamu tidak mungkin memiliki perasaan ke Pak Aksa kan, Yu?!" serunya....
...Ayu refleks ingin membantah. Tapi memikirkan perasaannya yang ia rasakan baru-baru, Ayu menjadi tidak yakin. ...
...Karena itu, dia hanya bisa terdiam dengan kelopak mata yang terkulai....
...Melihat Ayu seperti ini, bagaimana mungkin Siska tidak mengerti. Dia langsung terduduk di kursi dengan muka yang penuh dengan shock....
..."Jadi benar kau memiliki perasaan untuk Pak Aksa." ...
..."Aku juga tidak begitu yakin, Sis," jawab Ayu....
...Siska hampir ingin pingsan mendengar jawaban Ayu....
..."Tidak yakin bagaimana? Kau tidak mengenali perasaanmu sendiri!"...
...Dia sampai tidak habis pikir. Apa temannya itu mencoba untuk mempermainkannya. Jelas-jelas Ayu sekarang sedang jatuh cinta. Tapi masih tidak mau mengakui....
...Kalau dipikir-pikir. Mengapa objeknya harus dengan Pak Aksa. Jika karyawan yang lainnya tahu, Ayu pasti akan dikritik habis-habisan....
..."Lalu, apa yang ada dipikiranmu sekarang. Kau ingin mengaku pada Pak Aksa?" Siska bertanya....
... "Apa aku sudah tidak waras. Pak Aksa akan langsung memecatku!" jawab Ayu ketakutan....
..."Jadi kau belum memberitahu Pak Aksa mengenai perasaanmu?"...
...Ayu menggelengkan kepala sembari berkata, "Untuk apa aku mengatakannya. Begini saja sudah bagus. Lagipula, aku tidak mau berharap banyak. Kau sendiri tahu siapa Pak Aksa dan siapa aku."...
...Siska langsung tidak senang mendengar Ayu berkata seperti itu. ...
..."Memangnya ada apa denganmu! Kau wanita yang cantik, sopan dan juga baik hati. Pak Aksa akan sangat beruntung jika dia bisa bersama denganmu."...
...Ayu hanya tersenyum mendengar bualannya Siska....
__ADS_1
...Ayu pikir dalam kehidupannya yang begitu rumit ini, akan sangat sulit untuknya bisa bersama dengan Pak Aksa....