Bosku Ternyata Ayah Kandungku

Bosku Ternyata Ayah Kandungku
Chapter 33


__ADS_3

...Hari ini tepat satu minggu Ayu dan Siska bekerja di perusahaan PT. Furni Jaya Group....


...Ayu mengalungkan id cardnya sebelum memasuki lobi bersama dengan Siska....


...Tiba di departemen pemasaran, Ayu menuju ke meja kerjanya. Bekerja seperti biasa....


...Saat ini, ia sudah sadar akan perasaannya untuk Pak Aksa. Karena itulah, Ayu menjadi sangat gugup sewaktu Pak Aksa lewat di depan meja kerjanya. Jantungnya berdetak kencang sampai-sampai Ayu takut jika suara detakannya akan sampai ke telinga Pak Aksa, meskipun ia sendiri tahu itu tidak mungkin....


...Belum sempat Ayu bernafas lega, Pak Aksa yang semula sudah pergi kembali berbalik dan berjalan menuju ke arahnya....


...Ayu cepat berdiri. Tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Pak Aksa sudah berdiri di depannya. Berkata dengan ekspresi yang serius, "Datanglah ke ruangan saya dalam waktu lima menit," ujarnya. Lalu pergi begitu saja. Membuat Ayu menjadi lengah....


...Untuk apa Pak Aksa memintanya datang ke ruangannya?...


...Ayu segera menyelesaikan pekerjaannya, sebelum bangkit, pergi ke ruangan Pak Aksa....


...Ayu bernafas dalam-dalam, sebelum mengetuk pintu kantor....


..."Masuk!" sahut Aksa dari dalam. ...


...Ayu masuk dengan hati yang was-was....


...Tak menyangka, ada orang lain di dalam....


...Bukan hanya ada Pak Chandra, tapi juga dua orang staf....


...Pak Aksa sepertinya juga memanggil mereka kemari....


...Mengetahui hal itu, Ayu jadi bernafas lega. Setidaknya dia dan Pak Aksa tidak harus berduaan saja di dalam ruangan. Dia tidak begitu yakin dapat mengontrol perasaannya....


...Melihat semuanya sudah hadir, Aksa berkata secara langsung. "Maksud saya memanggil kalian kemari adalah untuk menyampaikan kalau siang hari ini, kita akan ada meeting dengan klien mengenai proyek hotel."...


...Mendengar hal itu, Pak Chandra menanggapinya lebih dulu. "Tapi, Pak! Bagaimana dengan keadaan kaki anda?"...


...Ayu pun juga merasa khawatir. Bagaimana jika cedera kaki Pak Aksa memburuk karena terlalu banyak bergerak....


...Merasakan keprihatinan dari semua orang, Aksa menjawab dengan ketidakberdayaan, "Saya baik-baik saja. Saya masih bisa berjalan dengan sangat baik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."...


...Aksa kemudian berpesan kepada Pak Chandra, "Segera persiapkan berkas-berkas mengenai kerjasama kita dengan pihak lain."...


...Pak Chandra mengangguk. Tidak bermaksud berkata hal yang lainnya lagi. Dan Pamit pergi, mempersiapkan berkas-berkas yang diinginkan oleh Pak Aksa....


...Setelah itu, Aksa juga meminta tim desain untuk mengumpulkan rancangan yang mereka buat agar nanti bisa ditujukkan kepada klien....

__ADS_1


...Ayu yang sudah gugup menunggu instruksinya Pak Aksa, mendengarnya berkata, "Kamu… harus selalu tetap berada di samping saya."...


..."Hah!?" ...


...Ayu tertegun. Menatap Pak Aksa yang kini dengan serius memandangnya. Bertanya-tanya, apa maksud dari Pak Aksa....


...Sebelum Ayu sempat berpikir lebih jauh, Pak Aksa terus melanjutkan perkataannya. ...


..."Catat hal-hal penting selama proses negosiasi, selagi kamu ada di samping saya."...


...Ayu hampir tidak dapat menjaga ekspresinya untuk tetap kelihatan normal. "...Baiklah, Pak."...


...Ada perasaan lega juga bercampur dengan kekecewaan. Ternyata, tidak seperti yang dia pikirkan....


...Ayu lantas permisi keluar. Menatap ke bawah, tidak memperhatikan sorot mata Aksa. ...


...Setelah jam makan siang, Aksa berangkat bersama yang lain menuju ke lokasi pertemuan dengan dua buah mobil....


...Sampai di depan hotel mewah yang belum secara resmi dibuka, Aksa juga Ayu beserta yang lainnya langsung turun dari mobil....


...Terdapat patung air mancur yang megah di jalan menuju masuk lobi. Dan sesampainya mereka di lobi hotel, perwakilan dari PT. yang bekerja sama dengan mereka segera datang menyambut....


..."Saya tidak menyangka kalau Pak direktur Aksa sendiri yang akan datang kemari," kata perwakilan tersebut. Mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri, "Nama saya Raka. Raka Raharja. Penanggung jawab dari hotel ini sekaligus menjabat sebagai General Manager dari PT. Raharja Corp."...


...Raka tersenyum menjawab, "Senang bertemu dengan anda. Semoga kerjasama kita kali ini dapat berjalan dengan lancar."...


...Kedua belah pihak memperkenalkan tim mereka masing-masing. Kemudian berkeliling area dalam hotel agar tahu desain perabot seperti apa yang sesuai menurut tata letak serta konsep dari hotel tersebut....


...Setelah berkeliling selama hampir satu jam. Mengunjungi setiap suite kamar hotel, restoran hingga bar, juga ballroom yang begitu megah, mereka datang ke ruang meeting untuk melanjutkan pembicaraan....


..."Seperti yang anda semua sudah lihat, hotel ini hampir akan selesai dibangun. Namun, sekelilingnya masih terlihat kosong. Pihak kami sekarang sangat membutuhkan perabot yang sesuai dengan konsep dari hotel ini. Maka dari itu, kami berharap perusahaan anda dapat menyediakan perlengkapan hotel yang sesuai dengan kebutuhan pihak kami." ...


...Raka selesai berbicara, menunggu tanggapan dari pihak Aksa yang sekarang ini duduk di seberangnya. Begitu pula Ayu yang sedari tadi fokus memperhatikan Pak Aksa yang masih tetap bisa profesional dalam keadaan kaki yang terluka. Kekaguman hampir dapat terlihat di raut wajah Ayu....


..."Saya pertama-tama ingin mengucapkan terima kasih karena sudah mau bekerjasama dengan perusahaan kami selaku penyedia furniture untuk hotel ini. Mengenai apa yang Pak Raka minta, tim desain kami sudah memilih beberapa rancangan yang menurut kami sesuai dengan konsep dari hotel ini. Mohon, silahkan dilihat." ...


...Aksa kemudian membagikan desain rancangan furniture dari tim desain kepada pihak lain....


...Raka menerima rancangan itu, sekalian berdiskusi dengan anggota staf yang lain....


...Meeting pun berjalan hingga pada sore hari....


...Kedua belah pihak keluar dari ruang meeting begitu mereka telah mencapai kesepakatan....

__ADS_1


...Setelah saling bersalaman dan mengucapkan selamat tinggal. Aksa beserta yang lain menaiki mobil, kembali ke perusahaan....


...Di perjalanan, Ayu yang satu mobil dengan dua orang staf bagian desain mendengar keduanya bercakap-cakap mengenai meeting hari ini....


..."Syukurlah, meeting kali ini dapat berjalan dengan lancar. Aku gugup sekali tadi…"...


..."Aku juga," kata yang lain. "Hotel tadi sangat besar sekali. Senang rasanya furniture dari tim desain kita akan dipergunakan oleh hotel sebagus itu."...


...Temannya lalu mengangguk. Kemudian, seolah berpikir sesuatu. "Tapi bagaimana jika pihak mereka tiba-tiba membatalkan kerjasama?"...


...Ayu yang mendengarnya langsung menjadi gugup. Dia tahu pentingnya proyek ini bagi Pak Aksa dan juga department mereka. Jika sampai dibatalkan…...


...Tidak..tidak..tidak!!...


...Ayu cepat menepis pikirannya itu. ...


...Mereka tidak mungkin membatalkan kerjasama begitu saja. Apalagi kontraknya sudah dibuat. Tidak mungkin!...


..."Hush!" bisik salah satu dari keduanya. Kemudian melirik Ayu yang sedang duduk di belakang....


...Ayu dengan cepat menunduk. Pura-pura tidak mendengar apa yang barusan mereka katakan....


...Keduanya kembali melanjutkan pembicaraan....


..."Mereka tidak akan mungkin membatalkan kerjasama."...


..."Benarkah? Kenapa kau bisa begitu yakin?"...


..."Karena.." Dia tiba-tiba berhenti bicara. Melirik ke belakang sekali lagi....


...Ayu pun berpaling ke luar jendela. Seolah tidak peduli....


...Staf itu kembali menjelaskan dengan lirih, "Karena dari yang aku dengar, hotel itu adalah milik PT. Raharja Corp. Dan keluarga Raharja adalah teman bisnis Group Wijaya. Dan kedepannya, mereka juga akan menjadi besan."...


..."What!? Jadi putra konglomerat yang akan menikahi putri satu-satunya pimpinan berasal dari keluarga Raharja?"...


...Staf yang memberi informasi mengangguk membenarkan. "Maka dari itu aku yakin, proyek kita kali ini pasti berjalan lancar. Kecuali kedua perusahaan ingin memutus hubungan kerjasama dan juga pribadi, dan yang kurasa itu sangat tidak mungkin."...


..."Benar juga," jawab teman di sampingnya. "Eh! Aku jadi ingat, penanggung jawab hotel itu. Bukankah nama belakangnya juga Raharja. Apa mungkin dia orangnya, yang memiliki kontrak pernikahan dengan putri pimpinan?"...


..."Entahlah, aku tidak tahu seperti apa rupa tuan muda dari Grup Raharja tersebut, karena mereka belum secara resmi mengumumkan pertunangan. Tapi mungkin juga itu memang dia. Terlihat muda dan juga tampan. Pas sekali dengan yang ciri-ciri yang sering disebutkan oleh orang-orang."...


...Ayu yang menguping sedari tadi langsung mengerutkan dahi. Mengingat wajah dari pria itu, Ayu berpikir kalau Pak Aksa kelihatan jauh lebih tampan....

__ADS_1


...Hatinya menjadi lega, karena yang dijodohkan dengan putri pimpinan mereka bukanlah Pak Aksa....


__ADS_2