
...Saat tiba jam makan siang, sebagian karyawan sudah ada yang pergi ke kafetaria....
...Ayu membereskan barang-barangnya, sebelum bergegas ke kafetaria, lantaran Siska baru saja mengirimkan sms kalau dia sedang menunggunya di kafetaria untuk makan siang bersama....
...Saat Ayu sampai di sana, sudah banyak karyawan yang sedang makan siang. ...
...Dia mencari-cari keberadaan Siska, lalu melihatnya duduk di dekat dinding kaca. Ayu segera menghampiri sahabatnya itu....
..."Sis," panggil Ayu....
...Siska berpaling dari pemandangan luar jendela kaca, tersenyum menyambut kedatangan dari temannya. ...
..."Yu. Bagaimana pekerjaanmu hari ini, apakah berjalan dengan lancar?"...
...Ayu mengangguk sekaligus menjawab, "Cukup bagus." ...
...Dia kemudian bertanya balik, "Bagaimana denganmu?"...
..."Um, baik, pekerjaannya cukup menyenangkan," ucap Siska samar....
...Ayu mengangguk dengan tenang. Bersiap untuk pergi mengambil makanan. "Kau tunggu disini, biar aku yang ambil makanan kita."...
..."Tunggu, kenapa tidak kita berdua…-"...
..."Aku saja." Ayu berkata, "Kau tunggu disini, jaga saja mejanya." ...
...Ayu lalu pergi mengambil makanan untuk mereka berdua....
...Ayu kemudian kembali dengan dua nampan berisi makanan....
...Ketika keduanya sedang makan, Siska menceritakan apa saja yang ia kerjakan hari ini....
..."Kau tahu berapa kali aku tersenyum hari ini, sama dengan senyum yang ku lakukan selama seminggu lebih. Aku harus tersenyum saat para atasan lewat, aku juga harus tersenyum bahkan saat wajahku berubah menjadi kaku. Dan, banyaknya telepon yang masuk hampir membuat kepalaku serasa mau meledak."...
..."Tadi kau mengatakan pekerjaannya cukup menyenangkan." Ayu masih ingat apa yang baru saja Siska katakan....
..."Memang menyenangkan. Aku hanya mengeluarkan unek-unek ku karena mungkin aku masih belum terbiasa di hari pertamaku bekerja," kata Siska beralasan. "Nanti juga aku akan terbiasa."...
..."Ya sudah, cukup mengeluhnya. Habiskan makananmu. Sebentar lagi kita harus kembali bekerja." Ayu mendesak....
..."Sabar. Lagipula, masih ada setengah jam lagi," kata Siska dengan santainya....
...Ayu hanya bisa menggeleng kepala. Dengan Siska yang terus bicara sambil makan, waktu mereka yang tersisa setengah jam akan segera cepat berlalu....
__ADS_1
..."Ngomong-ngomong, tadi saat aku di meja depan, tidak sengaja aku mendengar para karyawan membicarakan mengenai direktur muda yang baru saja diangkat. Um, siapa namanya… Ah! Ya, benar. Pak Aksa," katanya Siska. Membuat Ayu menghentikan menyendok makanan ke mulut, begitu mendengar nama seseorang yang dia kenal....
...Sadar dengan apa yang sudah ia lakukan, Ayu melanjutkan makannya seolah tidak terjadi apapun....
...Siska lalu melanjutkan, "Katanya, Pak Aksa ini dipromosikan langsung oleh pimpinan perusahaan, meski banyak pertentangan dari para atasan yang lain. Pimpinan sepertinya juga sudah menganggap Pak Aksa sebagai anaknya sendiri. Bahkan sempat ada rumor, kalau pimpinan berusaha menjodohkan Pak Aksa dengan putrinya satu-satunya."...
...*uhuk…uhuk…uhukk*...
..."Yu!"...
...Siska cepat memberi temannya yang tersedak itu air minum....
...Ayu melambaikan tangannya menandakan dia baik-baik saja. ...
...Hanya…...
...Dia agak sedikit terkejut. ...
...Setelah meminum air yang diberikan oleh Siska, Ayu merasa lebih baik....
..."Sebenarnya kau kenapa sih, Yu," tanya Siska, merasa khawatir....
..."Tidak ada apa-apa. Hanya saja, aku tadi ingin cepat-cepat selesai makan. Karena itu jadinya tersedak," jawab Ayu, terlihat merasa bersalah....
..."Iya, maaf," bisik Ayu....
...Siska tidak bisa berkata apa-apa lagi kecuali menghembuskan nafas. Kembali melanjutkan makannya....
...Sementara itu, Ayu terus menyodok-nyodok makanannya, tanpa ada niat mengirimkannya ke mulut. Melirik Siska beberapa kali, dia berdehem seolah tidak sengaja bertanya. ...
..."Lalu?"...
...Siska mendongak dari piring makannya, memandang Ayu dengan tidak jelas....
..."Apa?" Siska balik bertanya, tidak mengerti apa yang temannya itu coba tanyakan....
...Ayu terlihat tidak nyaman menyentuh tengkuknya. "Lalu bagaimana? Apa Pak Aksa menyetujui perjodohan itu atau mereka sekarang sudah bertunangan."...
..."Ah! Soal itu." Siska berkata melirik temannya itu. "Kau sepertinya sangat tertarik sekali dengan masalah ini."...
..."T..tidak, hanya sedikit penasaran," jawab Ayu sedikit terbata....
...Siska mangguk-mangguk, seakan percaya....
__ADS_1
..."Oh, iya! Aku baru ingat, Pak Aksa tampaknya menjadi direktur pemasaran. Yu, kau magang di bagian pemasaran kan? Kalau begitu kau pasti tahu seperti apa Pak Aksa," tanya Siska tiba-tiba, membuat Ayu menjadi lengah....
..."A..aku, aku baru bertemu direktur pagi ini," jawab Ayu sejujurnya....
..."Benarkah?!" Siska berkata dengan terkejut. "Lalu, seperti apa direktur Aksa itu menurutmu?"...
..."Dia baik," jawab Ayu seadanya, membuat Siska hampir memutar mata....
..."Maksudku, bagaimana dengan penampilannya. Apakah dia terlihat tua atau masih muda atau dia kelihatannya galak?" tanya Siska mendesak, karena dia menjadi penasaran seperti apa sosok yang baru-baru ini dibicarakan oleh para staf kantor. Terutama, orang itu sendiri adalah atasan langsung dari temannya....
...Mendengar pertanyaan Siska, Ayu memikirkan kembali penampilan Pak Aksa yang tadi pagi dia lihat. Lalu, dia berkata sesuai dengan apa yang dia pikirkan....
..."Pak Aksa terlihat masih muda, penampilannya juga tampan, tinggi, memiliki kepribadian yang serius dan pandangan matanya itu..-"...
..."Ada apa dengan matanya?" tanya Siska yang nampak tidak sabar....
...Ayu berhenti saat itu juga. Hampir saja dia mengatakan sesuatu yang aneh....
..."Tidak ada. Maksudku, matanya itu terlihat sangat bagus. Warna hitam alami." Ayu beralasan....
...Siska terlihat cemberut. Dia yakin bukan itu yang tadi ingin Ayu katakan....
...Tapi, ya sudahlah. ...
...Siska lalu berkata apa yang belum sempat dia katakan tadi. "Masalah perjodohan itu. Katanya, Pak Aksa tidak menyukai putri dari pimpinan. Dan lagi, putri pimpinan juga sudah memiliki kontrak pernikahan dengan seorang putra konglomerat. Itu sih yang kudengar. Jadi tidak ada kemungkinan mereka bisa berjodoh. Meskipun pimpinan sendiri menghendaki."...
...Ayu mengangguk dengan tenang setelah mendengarnya. Dia sendiri juga tidak mengerti mengapa perasaannya jadi lega begitu mendengar Pak Aksa tidak berjodoh dengan putri dari pimpinan. Sepertinya, dari saat mata mereka saling memandang, segala sesuatunya menjadi sangat tak terkendali....
...Begitu Ayu dan Siska selesai makan, keduanya kembali ke unit mereka masing-masing....
...Baru saja Ayu ingin duduk, sudut matanya mendapati Pak Chandra berjalan menuju ke arah sini. Ayu segera meluruskan postur tubuhnya, kemudian bertanya, "Ada yang bisa saya bantu, Pak?"...
..."Begini.." Pak Chandra menyerahkan sebuah map. Sebelum Ayu sempat membukanya, Pak Chandra berkata lebih dulu, "Isinya mengenai informasi pabrik-pabrik pembuatan furniture dari perusahaan kita. Besok, pergilah bersama Pak Aksa untuk mengecek ketersediaan bahan baku dari setiap pabrik."...
...Map di tangan Ayu hampir saja terlepas begitu mendengar perkataannya Pak Chandra....
...Dia dan Pak Aksa, pergi bersama, besok!...
...Ayu cepat mencari alasan, "Tapi, Pak. Saya hanya pegawai magang dan masih baru disini. Tidak banyak yang saya ketahui, bagaimana jika nanti Pak Aksa butuh bantuan dan saya tidak bisa membantu apapun. Akan lebih baik jika pegawai lain saja."...
..."Justru itu," ucap Pak Chandra. "Semua pegawai sekarang sibuk dengan proyek baru, dan Pak Aksa ingin memeriksa pabrik-pabrik itu sendiri. Berhubung kamu tidak memiliki pekerjaan lain, pergilah bersama Pak Aksa. Sekalian kau juga nanti bisa tahu bagaimana furnitur dari perusahaan kita dibuat dan juga diproduksi."...
...Ayu tidak bisa mengatakan bantahan apapun lagi, karena yang dikatakan Pak Chandra memang masuk akal. Dari semua karyawan disini, hanya dia yang belum memiliki tugas. Sudah sewajarnya dia mengikuti perintah atasan. Meskipun dia akan menjadi gugup saat berhadapan dengan Pak Aksa, apa boleh buat. Tugas tetap harus dilakukan. ...
__ADS_1
...Semoga saja dia tidak melakukan hal bodoh saat berdua bersama dengan Pak Aksa nanti....