Bosku Ternyata Ayah Kandungku

Bosku Ternyata Ayah Kandungku
Chapter 35


__ADS_3

...Hapsari terkejut dengan kedatangan putrinya....


...Pantas, saat dia tadi berada di kamar mandi seperti mendengar suara putrinya....


...Ayu segera menghampiri ibunya, lalu memeriksa bagaimana keadaannya....


...Melihatnya baik-baik saja, Ayu kemudian bertanya, "Ibu dari mana saja? Ayu cemas sekali saat tahu ruangan ibu kosong dan tidak ada siapapun di tempat tidur."...


...Hapsari menepuk-nepuk punggung tangan putrinya menenangkan. "Ibu barusan dari kamar mandi. Ibu tidak tahu kalau kamu akan datang. Maaf karena sudah membuatmu khawatir."...


...Ayu menggeleng-gelengkan kepalanya. ...


..."Bukan begitu, Bu. Yang salah sebenarnya adalah Ayu. Karena terlalu panik, jadi tidak terpikir untuk memeriksa ke kamar mandi."...


..."Sudah..sudah, sekarang ibu ada disini. Tidak ada yang perlu dicemaskan. Sekarang yang ingin ibu tanyakan adalah kenapa kau sampai bisa ada disini. Kau tidak pergi bekerja, nak?" tanya Hapsari....


...Ayu menuntun ibunya kembali ke ranjang rumah sakit, kemudian menjawab, "Bukankah hari ini ibu ada pemeriksaan. Jadi Ayu minta izin cuti satu hari agar bisa menemani ibu melakukan pemeriksaan."...


..."Kamu.." ...


...Hapsari langsung ingin menegur putrinya. Namun segera ia urungkun....


...Putrinya baru mendapat pekerjaan tapi sudah meminta cuti. Bagaimana jika nanti atasannya tidak puas lalu ingin segera memecat putrinya....


..."Nak, pergilah bekerja. Ibu tidak perlu ditemani. Ibu bisa pergi ke ruang pemeriksaan sendirian," ucap Hapsari berusaha meyakinkan putrinya....


..."Ibu, bagaimana bisa berkata seperti itu!" ...


...Ayu langsung merengut begitu mendengar perkataan ibunya. Tentu saja dia tidak akan setuju....


..."Mana mungkin Ayu membiarkan ibu pergi sendiri. Ibu juga kenapa tidak memberitahu Ayu kalau akan ada pemeriksaan. Jika pihak rumah sakit tidak menghubungi, Ayu tidak tahu kalau hari ini ibu akan ada pemeriksaan."...


...Ayu merasa sangat tak berdaya....


...Ibunya selalu suka menyembunyikan masalahnya sendiri. Tidak pernah mau merepotkan orang lain. Meskipun itu anaknya sendiri....


..."Oh, Ya! Ibu pasti belum sarapan. Kebetulan, Ayu sudah belikan ibu makanan. Kita makan dulu yu, sebelum pergi ke ruang pemeriksaan."...


...Ayu cepat mengganti topik supaya ibunya tidak lagi membahas mengenai pergi ke ruang pemeriksaan seorang diri....

__ADS_1


...Hapsari sangat tak berdaya. Tahu putrinya tidak dapat dibujuk....


...Ibu dan anak itu pun mulai sarapan bersama sebelum melangkah ke ruang pemeriksaan....


..."Bagaimana keadaan ibu saya, Dok?"...


...Ayu langsung bertanya begitu dokter selesai melakukan pemeriksaan....


...Sambil melihat data pasien, dokter lalu berkata, "Ibumu sudah sedikit lebih baik dari terakhir kali saya melakukan pemeriksaan. Jika keadaannya terus membaik, tidak menutup kemungkinan dapat segera dipulangkan."...


..."Benarkah, Dok. Saya akan segera dapat dipulangkan?"...


...Mendengar apa yang barusan dikatakan dokter, Hapsari yang keluar dari ruang pemeriksaan bertanya dengan gembira....


...Jika dia dapat segera dipulangkan, putrinya tidak lagi perlu bersusah payah mencarikannya uang untuk biaya perawatannya. Hapsari tentu saja gembira mendengar kabar tersebut....


...Ayu juga ikut senang. Ibunya menjadi lebih baik dan akan segera kembali sehat....


..."Tapi ingat, jaga selalu pola makan dan jangan terlalu stres ataupun kelelahan. Karena kalau tidak diperhatikan, sewaktu-waktu penyakitnya dapat kambuh kembali atau bisa jadi lebih parah." Dokter dengan serius mengingatkan....


..."Baik, Dok. Akan saya perhatikan."...


...Sehabis dari ruang pemeriksaan, Ayu menamani ibunya berkeliling taman dan menghirup udara segar. Masih dengan kursi roda, sebab tubuh ibunya masih terlalu lemah untuk bisa berjalan sendiri....


...Seperempat jam berada diluar, Ayu kembali mendorong kursi roda ibunya memasuki gedung rumah sakit sekalian ingin menebus obat yang tadi diresepkan oleh dokter....


...Melihat ruang tunggu yang begitu ramai, Ayu menghentikan kursi roda ibunya di tempat yang agak sedikit lebih jauh....


...Sembari mengunci rem kursi roda, Ayu berkata kepada ibunya, "Bu, tunggu disini sebentar, Ayu akan pergi untuk mengambil nomor antrian."...


...Hapsari mengangguk. Tersenyum meyakinkan....


...Melihat putrinya pergi, Hapsari duduk dengan tenang di kursi roda miliknya. Sesekali melirik orang-orang yang lewat....


...Dari sini, Hapsari masih dapat melihat keberadaan putrinya di antara banyak orang. Mungkin itu sebabnya putrinya menyuruhnya untuk menunggu disini, kalau-kalau kursi rodanya nanti bertabrakan dengan orang lain....


...Namun, pandangan matanya tiba-tiba saja melebar, tertuju pada punggung seseorang yang barusan menghalangi wajah yang sangat ia kenal. Wajah yang selalu ia impikan siang dan malam....


...Tanpa sadar, mulutnya sudah meneriakan nama yang selama ini tersimpan jauh di dalam lubuk hatinya....

__ADS_1


..."Mas Aji!!"...


...Suaminya....


...Walau hanya sekilas lantaran tertutup punggung orang lain, tapi dia sangat yakin kalau yang dilihatnya itu memang lah Mas Aji, suaminya....


...Melihat mereka yang bermaksud pergi, Hapsari cepat-cepat menjalankan kursi rodanya. Namun, ternyata tidak bergerak. Melihat keduanya berjalan semakin menjauh, Hapsari terlihat sangat cemas....


...Dia memilih untuk berdiri menggunakan kedua kakinya yang masih kelihatan lemah, pergi mengejar kedua orang itu sambil meneriakan nama MasAji....


...Arga pergi setelah asistennya selesai menebus obat dan tidak mendengar teriakan wanita yang berada jauh di belakangnya....


...Dia sering sakit kepala akhir-akhir ini, Arga pikir itu mungkin karena efek perawatan yang sekarang ini sedang ia jalani guna memulihkan ingatan masa lalunya. ...


...Dia pun mampir ke rumah sakit untuk berkonsultasi pada dokter yang sudah merawatnya dan sekalian minta dibuatkan resep agar sakit kepalanya dapat berkurang....


...Menunggu asistennya mengambil mobil, Arga tiba-tiba mendengar panggilan seseorang. Namun saat dia menoleh, Arga tidak melihat seorangpun....


...Saat ia sedang mencari, asistennya kembali dengan membawa mobil. Arga terpaksa membuang rasa penasarannya itu, memilih untuk memasuki mobil....


...Hapsari yang terhalang oleh orang-orang yang lewat menatap putus asa mobil yang semakin menjauh sampai akhirnya menghilang dari pandangannya. Tak kuat menahan beban tubuhnya lagi, Hapsari langsung terduduk lemas di lantai rumah sakit....


...Orang-orang yang lewat di dekatnya spontan memberi jarak. Penasaran dengan wanita yang tiba-tiba terduduk seolah telah kehilangan jiwanya....


...Ayu berlari dengan cemas menghampiri ibunya. Wajahnya terlihat sangat khawatir....


...Betapa paniknya Ayu saat ia tahu ibunya tidak lagi berada di kursi roda. Beruntung salah seorang perawat memberitahukan Ayu ke arah mana ibunya baru saja pergi. Jadi Ayu masih sempat untuk menyusul ibunya. Namun, melihat keadaan ibunya sekarang, Ayu menyesal mengapa ia datang terlambat....


...Ibunya kelihatan tidak baik-baik saja. ...


...Entah apa yang sudah terjadi. Ayu tidak mengerti, apa alasan ibunya meninggalkan kursi rodanya dan sekarang terduduk lesu di dekat pintu keluar rumah sakit....


..."Bu! Ibu kenapa sampai ada disini?"...


...Melihat ibunya terus menatap keluar, Ayu pun bertanya dengan lirih. "Siapa yang sedang ibu cari?"...


...Seolah terbangun oleh pertanyaan itu, Hapsari cepat mencengkeram tangan putrinya, bergetar saat berbicara....


... "A..ayahmu, tadi ibu melihat ayahmu…"...

__ADS_1


__ADS_2