Bosku Ternyata Ayah Kandungku

Bosku Ternyata Ayah Kandungku
Chapter 29


__ADS_3

...Selama beberapa hari, para karyawan bekerja dengan sangat baik. Meski ada beberapa kendala lantaran proposal yang diajukan tidak begitu memuaskan. Selebihnya, proyek dapat dianggap berjalan dengan lancar....


...Setelah menyelesaikan pekerjaannya dan tiba waktu makan siang, Ayu terus memperhatikan ruangannya Pak Aksa, karena akhir-akhir ini, Pak Aksa seringkali terlambat makan siang atau tidak akan makan siang sama sekali. ...


...Pak Aksa terus saja bekerja tanpa ada keinginan untuk beristirahat. Dia sangat bersikeras agar proyek ini cepat selesai. Jika terus seperti ini, Pak Aksa akan jatuh sakit dan kakinya juga akan lambat untuk sembuh....


...Ayu begitu khawatirnya hingga tak berselera untuk makan....


...Pesan Siska masuk ke handphonenya mengajak Ayu untuk makan siang seperti biasa. Setelah memikirkannya beberapa saat, Ayu masih memilih untuk pergi makan siang....


...Selama setengah jam Ayu pergi, dia kembali dengan membawa beberapa makanan....


...Menatap makanan di meja kerjanya, Ayu memutuskan untuk pergi dan memberikannya langsung kepada Pak Aksa sebelum karyawan lain kembali dari istirahat makan siang....


...Mengetuk pintu kantor beberapa kali, Ayu memanggil. ...


..."Pak. Permisi, boleh saya masuk?"...


..."Masuk."...


...Suara acuh tak acuh itu terdengar jelas di telinga Ayu. Pemiliknya begitu sibuknya bahkan sekadar mengangkat kepala untuk melihat siapa yang datang....


...Ayu mendekati meja kerja, lalu kembali memanggil....


..."Pak!"...


...Mendengarnya, Aksa baru menengadah. Jelas terkejut dengan kedatangan Ayu yang tiba-tiba ke ruangannya. ...


...Aksa kemudian bertanya, "Ada urusan apa?"...


..."A..anu, ini makan siang untuk bapak." ...


...Ayu menempatkan makanannya, terlihat kikuk dalam menjawab....


..."Saya tidak memesan makanan," ucap Aksa dengan serius....


...Ayu melambai tangan dengan cepat. ...


..."Bu–bukan, maksudnya saya yang membelikan makanan ini untuk bapak."...


..."Kenapa?" tanya Aksa sedikit ragu....


..."Karena bapak sepertinya belum makan apa-apa sejak dari tadi pagi. Bapak juga belum sempat makan siang. Jadi, saya datang kemari bermaksud membawakan bapak makanan." Ayu menjelaskan....


..."Tidak perlu." Aksa kembali dengan sikapnya yang tak acuh. "Saya harus kembali bekerja. Masih banyak hal yang belum sempat saya selesaikan. Tidak ada waktu untuk melakukan hal lain. Bawa saja kembali makanannya."...


...Ayu menjadi cemas melihat Pak Aksa bahkan tidak menyentuh makanan yang tadi dia bawa dan bermaksud untuk kembali sibuk....


...Ayu cepat-cepat berujar, "Pak! Anda tidak akan bisa bekerja dalam kondisi perut yang kosong. Kaki bapak yang terluka juga akan lambat untuk sembuh. Pak, makanlah sedikit saja. Tidak akan butuh waktu lama. Setelah itu, bapak bisa kembali lagi bekerja."...


...Ayu menyarankan dengan sepenuh hati. Meskipun Pak Aksa mungkin tidak mau mendengarkannya....

__ADS_1


...Ayu siap untuk kembali ditolak, tetapi tiba-tiba Pak Aksa mengambil makanannya sembari berkata, "Saya terima dan akan saya makan nanti. Terima kasih."...


..."A..apa!? Benarkah, Pak. Akan bapak makan?" Ayu kembali memastikan. Takut dia tadi salah dengar....


...Aksa mengangguk. "Iya, akan saya makan."...


...Ayu terlihat senang. Pak Aksa akhirnya mau menerima makanan yang dia bawakan. Ayu yakin Pak Aksa tidak mungkin berbohong. Saat dia bilang memakannya, pasti akan dia makan....


..."Kalau begitu, Pak. Saya pamit permisi dulu. Bapak jangan lupa dihabiskan makanannya," kata Ayu, yang dibalas anggukan oleh Aksa....


...Ayu yang berniat pergi tiba-tiba dipanggil kembali oleh Pak Aksa. Membuatnya menoleh dengan bingung....


..."Ada apa, Pak?" tanyanya....


..."Berapa harga total semua makanan yang kamu bawa ini?" ...


...Aksa mengarahkan pandangannya pada makanan yang ada di atas meja....


...Tanpa harus bertanya, Ayu mungkin tahu apa yang sebenarnya dimaksud oleh Pak Aksa. Jadi dia langsung menjawab, "Bapak tidak perlu mengganti biayanya. Saya tulus memberikan makanan itu kepada bapak. Anggap sebagai rasa terima kasih karena tidak menyalahkan saya atas apa yang sudah terjadi pada bapak."...


...Aksa terlihat mengernyit begitu Ayu selesai membicarakan hal itu....


..."Saya katakan sekali lagi, itu bukanlah salahmu. Berhenti membahas hal itu dan katakan saja berapa harganya. Saya tidak akan memakan makananmu secara cuma-cuma. Atau kalau tidak, saya tidak akan memakannya sama sekali." Aksa berkata dengan nada yang tegas....


...Ayu terpaksa mengambil uang dari Pak Aksa setelah mengatakan harganya. Takut Pak Aksa berubah pikiran dan tidak jadi untuk makan....


...Tapi, kenapa uangnya…...


..."Pak, ini kebanyakan!" seru Ayu, melihat lembaran lima puluhan ribu....


...Ayu seketika memandangnya dengan heran....


...Merasakan pandangan yang begitu intens. Aksa langsung berpaling dan bertanya dengan ragu. "Ada apa?"...


...Ayu kembali sadar begitu mendengar Pak Aksa bertanya. Sebenarnya, dia hanya teringat perkataan yang sama yang dia dengar sewaktu bekerja di pom bensin. ...


...Apa yang dikatakan Pak Aksa barusan sama persis dengan pemilik mobil berwarna hitam yang waktu itu memberinya kembalian. Nada dan suara mereka bahkan terdengar mirip....


...Ayu sendiri juga tidak mengerti, mengapa dia selalu teringat kejadian waktu itu dan terus saja menghubungkannya dengan Pak Aksa. Padahal belum tentu mereka adalah orang yang sama....


...Ayu lantas berhenti memikirkannya. Kembali seperti biasa....


..."Maaf, Pak. Tadi saya hanya memikirkan sesuatu. Jika tidak ada hal lain lagi. Saya mohon permisi dulu." ...


...Ayu langsung keluar tanpa menunggu jawaban dari Pak Aksa. Dia takut dianggap wanita yang aneh....


...Ayu buru-buru kembali ke meja kerjanya sementara karyawan belum ada yang datang. Melanjutkan pekerjaan guna menghilangkan pikirannya yang tidak menentu....


...Tak lama berselang, sepasang kaki dengan sepatu kulit mengkilap melangkah keluar dari dalam lift. Berjalan sepanjang lorong menuju ruangannya Aksa....


...Ayu tidak terlalu memperhatikannya, mengira itu hanya staf yang lewat. Kalau tidak, Ayu pasti akan terkejut saat melihat orang itu yang pernah bertabrakan dengannya di rumah sakit hingga menumpahkan jus. Bukan hanya itu saja, beliau juga adalah pimpinan perusahaan ini yaitu Arga Wijaya....

__ADS_1


...Arga tampak cemas membuka pintu kantornya Aksa. Bertepatan dengan hal itu, Aksa dengan santainya bersiap untuk makan....


...Langkah Arga terhenti, bertanya-tanya, apakah kekhawatirannya tadi terlalu berlebihan....


...Aksa kelihatannya baik-baik saja....


..."Saya dengar kamu mengalami kecelakaan?" ucap Arga serius....


...Aksa sepertinya juga tidak menyangka akan kedatangan Pak Arga disaat seperti ini. Segera ia bangkit berdiri untuk menyambutnya....


...Baru saat itulah Arga memperhatikan gips di kaki sebelahnya Aksa dan jalannya yang menggunakan kruk....


...Keningnya nampak berkerut. ...


..."Bagaimana bisa jadi seperti ini?" tanya Arga....


...Begitu dia kembali dari perjalanan bisnis, Arga mendengar kabar kalau Aksa mengalami kecelakaan. Dia sendiri tidak tahu apa alasan spesifik....


..."Bukan cedera yang serius, Pak. Hanya kecelakaan kecil saat mengunjungi pabrik."...


...Setelah berkata, Aksa lalu mempersilahkan pimpinannya itu untuk duduk....


..."Mengapa begitu ceroboh. Biasanya kau selalu berhati-hati." Arga tidak bisa menahan cemberut setelah ia duduk....


...Sebenarnya dia tidak bermaksud untuk menyalahkan Aksa. Hanya saja Arga sangat khawatir....


...Aksa bukan hanya sekedar pegawai baginya, tapi juga sudah ia anggap sebagai anak. Begitu Aksa menganggap remeh kecelakaan yang terjadi, Arga menjadi sedikit emosi....


..."Ya sudahlah! Lain kali lebih berhati-hati lagi."...


...Arga tidak bermaksud memperpanjang masalah ini lagi hingga Aksa bisa bernafas lega....


..."Sepertinya kamu tadi sedang ingin makan. Apakah kedatangan saya mengganggu?" tanya Arga....


...Aksa lantas menggeleng kepala, menjawab, "Sama sekali tidak, Pak. Saya bisa makan makanan itu nanti. Dan, karena bapak sudah ada disini, sekalian saya ingin melaporkan kemajuan proyek juga hasil kerja para karyawan."...


...Arga kemudian mengangguk sambil sesekali menjawab....


...Selesai Aksa menjelaskan, Arga lalu melirik jam di tangannya. ...


..."Sudah lewat jam makan siang. Untuk detailnya, jelaskan lagi di kantor saya besok." Arga kemudian bangun dari tempat duduknya....


...Aksa bermaksud mengantar juga bersiap untuk berdiri menggunakan kruk, namun segera dilarang oleh Arga....


... "Tidak perlu. Kau habiskan saja makananmu."...


...Arga kemudian berjalan sendiri menuju pintu....


...Aksa hanya bisa membungkuk hormat dari tempat duduknya. ...


...Dalam posisi yang masih menunduk, Aksa mendengar perkataan dari Pak Arga....

__ADS_1


... "Dua minggu lagi Riana akan kembali. Bersiaplah, saya harap kamu bisa lebih bersabar dalam menghadapinya."...


...Aksa mendongak dan yang dilihatnya adalah pintu yang sudah tertutup....


__ADS_2