Bosku Ternyata Ayah Kandungku

Bosku Ternyata Ayah Kandungku
Chapter 23


__ADS_3

..."Meja kerjamu ada di sebelah sini."...


...Pak Chandra menunjuk posisi dekat koridor yang menuju ruangan kantor....


...Ayu merasa heran dengan letak meja kerjanya. ...


...Tempatnya terlihat berjauhan dari meja kerja para karyawan lain yang hanya terpisah melalui partisi....


...Dan, kantor yang paling ujung itu.....


..."Itu kantor direktur pemasaran kita," sebut Pak Chandra, begitu tahu Ayu memperhatikan ruangan itu. "Dan, yang ada di dekatnya adalah ruangan saya," lanjutnya lagi....


...Ayu mengangguk, tampak mengerti....


...Padahal sebenarnya dia bingung, mengapa Pak Chandra menempatkan meja kerjanya berdekatan dengan kantor atasan, ketimbang bersama karyawan lain....


...Apapun alasannya, Ayu cuma bisa menerima, karena dia sendiri hanya seorang pegawai magang....


..."Hari ini, kau tidak perlu mengerjakan tugas apapun, cukup biasakan diri saja dulu," kata Pak Chandra memberitahu Ayu, yang dibalas anggukan oleh Ayu....


...Pak Chandra pun berkata sebelum pergi, "Kalau butuh sesuatu atau ada yang tidak dimengerti, kamu bisa memberitahu saya."...


..."Baik, Pak. Akan saya lakukan," jawab Ayu sopan....


...Pak Chandra lalu pergi, masuk ke ruangannya....


...Ayu menghembuskan nafas begitu melihat kepergian Pak Chandra. Dia duduk di kursi yang sekarang menjadi tempat kerjanya. Membolak-balik dokumen dan mempelajarinya satu persatu....


...Tidak tahu sudah berapa lama, Ayu mengalihkan pandangannya dari dokumen, melihat beberapa karyawan keluar dari bilik, dan berjalan masuk menuju sebuah ruangan....


...Saat Ayu bermaksud pergi untuk bertanya, Pak Chandra keluar dari ruangan kantornya dan berjalan menghampiri Ayu....


...Pak Chandra lalu berkata, "Direktur meminta semua orang untuk datang ke ruang rapat, termasuk kamu. Juga jangan lupa bawa serta juga catatan."...


...Selesai mengatakannya, Pak Chandra memasuki ruangan yang tadi juga dimasuki oleh para karyawan....


...Ayu lantas mengambil buku catatan dan juga pulpen. Pergi ke ruang rapat sesuai dengan instruksi dari Pak Chandra....


...Dengan penuh rasa gugup, Ayu membuka pintu. Berjalan dengan rendah hati menuju kursi paling ujung bersama para staf yang lain....

__ADS_1


...Sambil menunggu kedatangan direktur yang wajahnya sendiri belum pernah dia lihat, Ayu memperhatikan kalau ada total sepuluh karyawan termasuk dirinya yang ada di ruangan ini. Rata-rata berumur sekitar tiga puluh hingga empat puluh tahunan....


...Tak lama berselang, terdengar bunyi membuka pintu. Ayu menoleh secara refleks. Tepat saat melihat pria berperawakan tinggi, mengenakan jas formal berwarna hitam berjalan masuk menuju kursi utama milik direktur....


...Tepat saat Ayu menebak siapa pria itu, Pak Chandra serta para karyawan lain sudah mulai berdiri dan membungkuk hormat kepada pria yang baru saja datang....


..."Selamat pagi, Pak Direktur Aksa," sapa semua orang, termasuk juga Ayu yang kelihatan masih kikuk, namun tetap berdiri mengikuti....


...Aksa menyapu pandangan serius ke semua orang, berhenti selama beberapa detik di tempat Ayu berada....


...'Berkarisma'...


...Kata itu yang pertama terlintas dipikiran Ayu begitu melihat penampilan pria muda yang baru saja dipanggil sebagai direktur. ...


...Dengan alis gelap dan matanya yang dalam. Kedua pandangan mereka pun saling bertemu. ...


...Ayu menunduk lebih dulu dengan perasaan yang sangat gugup. Jantungnya berdegup kencang tanpa alasan....


...Memperhatikan penghindaran Ayu, Aksa berkedip samar. Lalu, seolah tidak terjadi apapun, mulai memperkenalkan diri....


..."Mungkin, ada sebagian dari kalian disini yang masih belum tahu siapa saya. Selain karena saya baru menjabat, ada juga di antara kalian yang dipindah tugaskan dan beberapa diantaranya adalah karyawan baru." ...


...Aksa menyebut kata karyawan baru sementara melihat ke arah Ayu yang masih tampak menunduk....


...'pa..pa..pa'...


...Terdengar bunyi tepuk tangan dari semua staf yang hadir. Menyambut kedatangan direktur baru....


..."Selanjutnya, perkenalkan diri kalian satu persatu, agar semua orang dapat saling mengenal." Aksa berkata ke semua orang....


...Para staf pun berdiri satu persatu, lalu memperkenalkan diri, hingga tiba giliran Ayu....


..."Saya Ayudya Pratiwi, umur 20 tahun. Baru mulai magang hari ini. Salam kenal semuanya." Ayu berkata dengan suaranya yang halus, yang disambut baik oleh semua orang....


...Sepanjang seluruh proses, Aksa terus memperhatikan Ayu, tanpa disadari oleh semua staf, termasuk juga Ayu sendiri....


...Selesai sesi perkenalan, Aksa mengatakan tujuan dari diadakannya rapat....


..."Saya mengumpulkan kalian disini tujuannya adalah membahas tentang proyek baru yang sekarang ini akan segera kita handle," kata Aksa dengan penuh keseriusan. Dia lalu melanjutkan, "Proyek ini bukan hanya penting bagi saya, tapi juga untuk kalian semua. Dari sini akan dinilai bagaimana kemampuan kalian dalam bekerja. Jadi, saya harap kalian dapat melakukan pekerjaan kali ini dengan sebaik-baiknya."...

__ADS_1


..."Sekian dari saya, jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan kalian bertanya," kata Aksa, memandang karyawannya satu persatu....


...Salah seorang karyawan pun mulai bertanya, "Pak, apakah proyek yang anda maksudkan adalah proyek yang berasal dari PT. Raharja Corp. Tentang pembangunan hotel internasional?"...


...Aksa melirik karyawan tersebut, lalu mengangguk membenarkan....


..."Proyek yang sedang kita bicarakan sekarang memang penawaran dari PT. Raharja Corp. Mengenai penyaluran perabot serta kelengkapan hotel yang sekarang sedang mereka bangun."...


...Para karyawan terlihat bersemangat begitu mendengar perkataan Pak Aksa. Begitu pula dengan Pak Chandra. Meskipun dia sudah tahu pentingnya proyek ini, tapi begitu mendengarnya sendiri dari mulut Pak Aksa, membuatnya lebih yakin kalau proyek ini memang proyek yang besar....


...Perusahaan bergengsi sekelas Raharja Corp. Membangun hotel berparaf internasional, dan menunjuk perusahaan mereka untuk menyuplai barang-barang furniture di hotel yang baru dibangun itu. Dapat dipastikan, begitu mereka menyelesaikan proyek tersebut dengan sangat sempurna, para petinggi pasti akan puas dan memberi para staf yang terlibat dalam proyek ini promosi serta kenaikan gaji. ...


...Bagaimana mereka bisa tidak bersemangat. Semua staf yang ada di ruang rapat tidak sabar untuk segera mendengar rencana kerja dari direktur Aksa....


...Melihat wajah bahagia dari semua staf, Ayu pun ikut tersenyum. Meskipun dia masih belum sepenuhnya mengerti mengenai proyek yang tadi dikatakan oleh direktur, tapi Ayu tahu jika proyek kali ini berhasil, banyak pihak yang akan diuntungkan termasuk juga dirinya. Maka dari itu, dia akan berusaha sebisa mungkin untuk membantu para karyawan yang ada disini....


...Aksa kembali melanjutkan rapat. Memberitahukan para karyawan rancangan kerja yang akan segera mulai mereka kerjakan....


...Satu jam berlalu begitu semua orang keluar dari ruang rapat....


...Ayu membawa serta buku catatan berjalan melewati pintu ke meja kerjanya. Lamun, bukunya tiba-tiba terjatuh, saat Ayu merunduk dan ingin mengambilnya kembali, tangan seseorang lebih dulu mengambilnya. ...


...Ayu mendongak tiba-tiba, melihat orang yang mengambil buku catatannya ternyata adalah Pak Aksa. ...


...Dia langsung berdiri mematung, kala Pak Aksa membuka buku catatan miliknya bukannya langsung mengembalikan. ...


...Pak Aksa membolak-balik catatan Ayu yang berisikan materi rapat dan juga catatan hal penting lainnya....


...Setelah cukup membaca, Aksa mengembalikan catatan itu kepada Ayu yang ekspresinya kelihatan kosong sampai saat ini....


..."Catatanmu terlihat cukup sempurna. Semoga pekerjaanmu nanti juga sama baiknya," kata Aksa datar, tanpa pasang surut dalam emosi. ...


...Ayu kembali sadar, segera mengambil buku catatannya yang dikembalikan oleh Pak Aksa, dan menjawab dengan terbata, "B..aik, Pak Direktur."...


..."Aksa," ucapnya. Membuat Ayu berkedip kebingungan....


...Aksa kembali berkata, "Kamu bisa menyebut saya Pak Aksa."...


..."A..ah. oh." ...

__ADS_1


...Ayu langsung kikuk. Namun, tetap mengangguk, seolah setuju....


...Aksa lalu pergi menuju kantornya. Sedangkan Ayu juga kembali ke mejanya dengan menggenggam buku catatan miliknya....


__ADS_2