
...Ayu awalnya senang saat lemparannya tadi berhasil menarik perhatian Siska dan Reza. Namun, karena tindakannya tadi juga membuat marah pria yang masih menyanderanya dari belakang....
...Pria itu tidak bermaksud lagi untuk bersembunyi. Begitu Reza memeriksa ke tempat ini, orang itu membalik tubuh Ayu dan menempatkannya di pundaknya, lalu membawanya lari sebelum Ayu sempat bereaksi....
...Meski kejadiannya begitu tiba-tiba, Ayu masih sempat melihat wajah si pelaku....
...Pria itu ternyata salah satu dari tiga orang yang tadinya mengikuti Ayu, dengan alasan menanyakan arah jalan....
...Ayu sudah menduganya dari awal kalau maksud mereka tidaklah baik....
...Salah satunya kini membawanya lari, entah dimana dua lainnya. Apakah bersembunyi di dekat sini....
...Ayu semakin pusing saat dibawa berlari dalam posisi yang tidak begitu nyaman sampai sekarang. Seluruh darahnya seperti mengalir ke kepala. Meronta juga tidak berdaya....
...Ayu sedikit khawatir pada Reza yang masih menyusul di belakang....
...Bagaimana jika dua lainnya benar-benar bersembunyi di dekat sini. Reza tidak mungkin bisa menghadapi mereka bertiga sekaligus, belum lagi Ayu sekarang berada di tangan mereka....
...Beruntung Siska tidak ikut menyusul, atau kalau tidak, Siska juga akan berada dalam masalah karenanya....
..."KAU PENJAHAT! TURUNKAN TEMANKU!!!"...
...Ayu merasa dia sedang berhalusinasi karena mendengar teriakan Siska. ...
...Begitu kelopak matanya terangkat, Ayu benar-benar melihat Siska yang berlari tepat di belakang Reza....
...Dia terperangah, dari senang bercampur khawatir. Siska benar-benar berlari menyusulnya ke sini. Dia bahkan tidak peduli dengan bahayanya....
...Ayu begitu terharu hingga matanya berkaca-kaca. ...
...Jika Siska saja berani, mengapa Ayu harus menjadi lemah, membiarkan pria ini membawanya pergi. ...
...Dengan sisa kekuatan yang ia punya, Ayu menggoyang-goyang seluruh badannya serta memukuli punggung pria itu dengan tangannya. ...
...Salah satu kaki Ayu berhasil mengenai perut pria itu, membuatnya mendengus kesakitan dan berlari terhuyung hampir menjatuhkan Ayu yang berada di bahunya. Beruntung Reza dan Siska datang tepat waktu sebelum Ayu sempat dijatuhkan....
...Reza segera menarik pria itu ke samping setelah Ayu diturunkan dan memberinya beberapa pukulan. Sementara Siska membantu Ayu berdiri....
..."Kau tidak apa-apa kan, Yu?" tanya Siska dengan wajah penuh kekhawatiran....
...Ayu menggelengkan kepala sementara tidak dapat bicara. Dia perlu mengatur nafasnya setelah kejadian tadi....
...Siska tidak terus bertanya, hanya mengusap punggung sahabatnya dengan tenang....
..."Tidak apa-apa, sekarang kau aman. Tidak ada yang akan membawamu kemanapun," ucap Siska menghibur, sementara matanya memperhatikan pria yang kini tengah dipukuli Reza....
..."Katakan! Kenapa kau membawanya?! Apa yang ingin kau lakukan?!" bentak Reza, sementara terus menghajar pria itu....
..."Kau… pasti akan menyesal, sudah ikut campur! Akh..!"...
...Reza kembali memukul pria itu, kali ini tepat di perutnya....
..."Aku tidak peduli dengan ancamanmu. Sekarang cepat katakan! Apa alasanmu membawanya pergi?" Reza bertanya lagi....
...Pria itu tetap tidak menjawab, dia malah tersenyum mengejek kepada Reza, membuat Reza darah tinggi....
__ADS_1
..."Kau!" ...
...Reza berniat memukul wajah samping pria itu. Akan tetapi, rasa bahaya tiba-tiba datang dari arah belakangnya, bersamaan dengan itu, Reza mendengar teriakan peringatan datang dari Siska....
..."Reza! Awas!"...
...*Woosshh*...
...Reza segera melepaskan cengkeramannya pada kerah pria itu dan mengelak ke samping, tepat saat tongkat kayu akan dilayangkan ke punggungnya....
...Ayu dan Siska cepat menghampiri Reza yang terhuyung menghindar....
..."Kamu tak apa, Za?" tanya Siska cemas....
...Ayu juga khawatir karena Reza hampir saja terkena pukulan. Tebakannya tadi juga benar, dua orang lainnya memang bersembunyi di dekat sini, dan sekarang mereka akhirnya muncul....
..."Tidak apa-apa, aku baik-baik saja." ...
...Nyaris saja! pekik Reza dalam hati. Nyawanya hampir melayang....
...Tidak jauh dari tempatnya berdiri, Reza melihat dua orang pria yang baru datang. Salah satunya adalah pria yang hampir memukulnya dengan tongkat kayu....
...Melihat keduanya bersebelahan dengan pria yang tadi dia pukuli, Reza menebak, mungkin mereka dari kelompok yang sama....
...Awalnya Reza sudah mengira kalau orang ini tidak sendiri, karena itu Reza meminta Siska untuk tetap tinggal. ...
...Karena kedatangan kedua orang ini, segala sesuatunya akan sedikit lebih merepotkan, pikir Reza....
..."Siska, Ayu. Kalian berdua pergilah menjauh, jangan sampai terlibat."...
..."Tapi…"...
...Siska tidak mau meninggalkan Reza sendiri menghadapi ketiga orang itu....
..."Siska! Mengertilah! Bawa temanmu pergi," pinta Reza sedikit lebih tegas....
...Siska tahu Reza sudah mengambil keputusan, keberadaannya dan Ayu disini hanya akan menambah beban. Jadi dia hanya bisa pergi menjauh bersama Ayu....
..."Baiklah. Kau harus hati-hati." Siska mengingatkannya sebelum pergi....
...Reza berpaling, bersiap menghadapi ketiganya....
..."Dengan membiarkan kedua wanita itu pergi, apa kau pikir mereka akan baik-baik saja."...
...Pria yang memegangi tongkat kayu tampak meremehkan, dia memberi tanda kepada dua temannya untuk menyusul dua wanita yang tadi pergi....
..."Jangan ganggu mereka!"...
...Reza menghalangi jalan keduanya, tidak membiarkan mereka menyusul Ayu dan Siska....
...Pria yang membawa tongkat tampak mengernyit melihat tindakan Reza yang menghalangi kedua temannya....
..."Jangan sok pahlawan! Kau sendiri tidak mungkin bisa mengalahkan kami bertiga. Jadi menyingkirlah sekarang, sebelum kesabaranku habis."...
...Reza tetap bergeming. ...
__ADS_1
..."Aku tidak akan pergi kemanapun sebelum kalian mengatakan apa maksud kalian dengan membawa Ayu pergi? Apa kalian disuruh seseorang?"...
...Reza awalnya berpikir kalau ketiganya hanya berandalan yang mengganggu para wanita. Tapi melihat mereka begitu bertekad membawa Ayu pergi, bahkan setelah ketahuan olehnya. Reza menjadi curiga mereka ada tujuan lain, atau diinstruksikan oleh seseorang....
..."Kau tidak perlu tahu apa tujuan kami ataukah kami disuruh oleh seseorang. Yang perlu kau ingat adalah untuk tidak lagi ikut campur dengan urusan orang lain, atau nanti kau tidak akan berakhir dengan baik."...
...Selesai mengatakan itu, pria dengan tongkat kayu maju menghadapi Reza dengan dibantu kedua lainnya....
...Mereka tidak mungkin bisa membawa wanita itu pergi sebelum pengganggu ini ditangani....
...Walaupun Reza sudah mempersiapkan diri, dia masih sedikit gugup ketika menghadapi ketiganya sekaligus. ...
...Sebagai atlet futsal antar kampus, staminanya termasuk yang terbaik, dia tentu tidak akan menyerah begitu mudah....
...Saat pria di depan melayangkan tongkat untuk menyerangnya, Reza cepat menghindar ke samping. Belum sempat Reza bernafas lega, salah seorang dari mereka bergegas menghampiri Reza yang belum siap dan memukul pipi kirinya hingga memar....
..."Hahaha… bagaimana rasanya dipukul! Apakah sakit?!!"...
...Pria yang bicara tadi adalah pelaku yang awalnya membawa Ayu. Pria itu senang melihat Reza yang terkena pukulan, sama seperti yang dia rasakan saat Reza memukulnya....
...Reza menggertakan gigi mendengar ejekan orang itu. Dia kembali menyerang tanpa memperdulikan rasa sakit di pipi kirinya ...
...Kali ini pukulannya mengenai beberapa dari mereka, tapi Reza juga menerima pukulan berturut-turut dari ketiganya, dari rasa sakit hingga mati rasa, Reza tetap berdiri teguh, sampai belakang kepalanya tiba-tiba dipukul, membuatnya jatuh tersungkur....
...Reza mencoba bangun kembali, namun tidak berdaya, kekuatannya sudah hampir habis. Kepalanya pusing dan pandangannya semakin kabur....
...Melihat Reza yang terkapar di rerumputan, ketiganya tertawa sinis. Setelah itu mereka bermaksud mengejar kedua gadis yang tadi melarikan diri....
...Salah satu kaki pria yang akan mengambil langkah tiba-tiba dicengkram kuat oleh sepasang tangan seperti penjepit besi. ...
...Pria itu memandang ke bawah pada Reza yang terkapar namun masih memegangi kakinya....
...Dua lainnya memperhatikan juga, langkah mereka seketika terhenti....
...Sungguh pria yang keras kepala! Pikir ketiganya....
...Pria yang dipegang kakinya mendengus marah, berniat menendang Reza menjauh....
...Cahaya terang tiba-tiba menyinari ketiganya, membuat mereka menyipitkan mata karena silau....
...Dari sela jari-jari mereka yang menghalangi cahaya, ketiganya melihat dua wanita yang tadinya pergi ternyata kembali, sebelum ketiganya sempat senang, mereka melihat ada dua pria yang juga mengikuti dari arah belakang, membawa senter yang cahayanya sekarang diarahkan kepada mereka....
...Salah satu pria berperawakan kokoh mengenakan seragam keamanan, sedang satunya lagi terlihat kurus, tangannya membawa gunting besar....
...Keduanya terlihat tidak begitu mudah untuk dihadapi, pikir ketiga orang yang kini berdiri mematung. ...
...Mereka ingin segera membawa wanita yang bernama Ayu itu pergi, namun terasa mustahil sekarang karena kedatangan dua orang yang tidak tahu dari mana asalnya, kelihatannya membantu kedua wanita ini....
...Dengan sangat menyesal mereka hanya bisa mundur, sebelum orang-orang itu berjalan mendekat....
...Reza yang tidak tahu situasinya masih memegangi kaki salah satunya dengan kuat, membuat pria itu yang awalnya ingin melarikan diri itu geram, seketika menginjak dada Reza dan menendangnya menjauh....
...Reza yang terhempas terpaksa melepaskan genggaman tangannya, membiarkan pria itu melarikan diri. ...
..."Rezaaa!"...
__ADS_1
...Siska bergegas berlari ketika melihat bagaimana keadaan Reza dari jauh....