
...Ayu sudah menduganya, kalau ia akan bekerja lembur malam ini. Dilihat dari banyaknya mobil yang berdatangan, tidak mungkin Ayu bisa pulang di jam biasanya. ...
...Untung dari semua ini adalah, Ayu bisa mendapatkan upah dua kali lipat....
...Ayu sangat membutuhkan uang sehingga tidak mungkin menolak kesempatan ini. Walaupun tahu, dia akan pulang sangat terlambat....
...Setiap jam berlalu hingga waktunya tengah malam. Deretan mobil yang Ayu pikir tidak akan pernah berkurang akhirnya terlihat ujungnya. Pagar jalan masuk pun sudah bisa ditutup, agar kendaraan tidak kembali bertambah....
...Tepat satu jam lewat dari waktu biasa Ayu pulang, dia melakukan pengisian di kendaraan terakhir yang kebetulan adalah taksi....
...Pak sopir bertanya dengan prihatin karena hanya melihat Ayu satu-satunya petugas wanita yang ada disini. ...
..."Mau pulang naik taksi, Neng? Biar bapak tunggu. Bahaya kalau anak gadis sepertimu pulang larut malam."...
...Ratna termangu mendengar perkataan sopir taksi. Melihatnya dengan baik-baik, sopir taksi ini kelihatannya bermaksud baik. Tapi Ayu berpikir akan sia-sia jika dia harus naik taksi dengan jarak yang begitu dekat dari sini ke kampusnya....
...Ayu hanya bisa dengan sopan menolaknya. ...
..."Tidak perlu Pak. Dari sini ke tempat saya jaraknya sangat dekat. Tidak akan ada sesuatu yang terjadi."...
..."Memang Neng tinggalnya dimana?" tanya sopir taksi itu lagi....
..."Di asrama kampus di ujung jalan sana." Ayu menunjuk arah universitasnya....
..."Oh! Bapak tahu. Kampus besar dan terkenal itu kan. Memang dekat dari sini. Apa Neng ini seorang mahasiswa."...
..."Iya, Pak. Sekarang saya sedang bekerja sambilan." Ayu tersenyum menjawab....
..."Bagus sekali. Kau bukan hanya kuliah tapi juga bekerja," kata pak sopir memuji....
...Ayu menunduk malu mendengar pujian itu. Jika tidak dipaksakan oleh keadaan, Ayu sebenarnya hanya ingin fokus kuliah saja....
..."Tapi, Neng! Kenapa masih bekerja selarut ini. Tidak pantas bagi anak gadis." Pak sopir berkata dengan itikad baik....
...Ayu tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Sudah berkali-kali dia mendengarkan tentang hal itu. Tapi mau bagaimana lagi, dia masih harus tetap mempertahankan pekerjaan ini....
...Sopir taksi sepertinya menyadari kalau dia sudah terlalu banyak ikut campur, jadi dia memutuskan untuk segera pergi....
..."Kalau Neng tidak butuh taksi, ya sudah, tidak apa-apa. Bapak pamit dulu kalau begitu."...
..."Iya, Pak! Silahkan." Ayu terlihat tidak enak hati menolak taksi bapak itu. ...
...Dia benar-benar tidak ingin menyia-nyiakan uang hasil kerja kerasnya hanya untuk naik taksi. Belum lagi jaraknya terbilang cukup dekat....
__ADS_1
...Ayu memperhatikan taksi pergi sampai tidak terlihat lagi, baru dia membereskan barang-barangnya dan bersiap untuk pulang....
...Saat di jalan, semakin Ayu dekat dengan asrama kampus, semakin sedikit pula kendaraan yang lewat. Karena jalan yang ia lewati sekarang hanya akan menuju satu arah, yaitu jalan ke kampusnya....
...Dari sini, Ayu sudah bisa melihat pagar kampusnya yang menjulang tinggi....
...Saat melewati jejeran pohon rindang yang diterangi lampu jalan, Ayu tidak sengaja melihat tiga bayangan jakung dari arah belakangnya. Sontak Ayu berpaling, tepat saat melihat tiga pria berjalan ke arahnya....
...Ketiga orang itu sepertinya tidak menyangka Ayu akan tiba-tiba berbalik. Mereka menghentikan langkah mereka....
...Ayu memperhatikan ketiga orang itu yang memiliki tampilan yang semrawut, mengira tujuan orang-orang ini tidaklah baik....
...Menekan kepanikan yang tumbuh di hatinya, Ayu berusaha bersikap tenang....
..."Apa mau kalian?! Kenapa mengikutiku!"...
...Seperti mendengar sesuatu yang lucu, ketiganya tertawa keras secara bersamaan. Pria yang berdiri di tengah mengambil satu langkah maju, mengamati Ayu dari bawah ke atas, membuat Ayu sangat tidak nyaman....
..."Kami tidak bermaksud mengikutimu, Nona! Kami hanya kebetulan lewat," kata pria itu menjelaskan....
...Ayu tentu saja tidak percaya. Jika mereka hanya ingin lewat, itu berarti tujuan mereka adalah arah kampusnya. Tetapi seingat Ayu, ketiga orang ini bukanlah mahasiswa kampusnya. Jelas orang ini berbohong....
...Ayu semakin meningkatkan kewaspadaan di dalam hatinya. Jika mereka berani macam-macam. Ayu akan segera lari. Karena tidak mungkin dia bisa melawan ketiga orang ini sendirian....
..."Begini, Nona! Kami…-"...
..."Berhenti!" teriak Ayu, ketika melihat mereka mencoba mendekatinya. "Tetap disana! Apa mau kalian?!"...
...Pria yang berjalan di tengah berhenti, juga mengisyaratkan kedua temannya untuk berhenti. Pria itu menjelaskan dengan baik-baik....
..."Nona, jangan terlalu gugup. Kami sebenarnya sedang tersesat, hanya ingin bertanya padamu arah mana untuk ke jalan raya."...
...Meskipun Ayu masih skeptis mendengar perkataan pria itu, dia tetap menunjukan arah jalan....
..."Kalian menuju arah yang salah. Jalan menuju jalan raya adalah arah sebaliknya." Ayu menunjuk ke belakang mereka....
...Ketiga orang itu sepertinya juga terkejut, "Benarkah?! Pantas saja kami tidak mencapai jalan raya bahkan setelah begitu banyak berjalan."...
..."Iya. Ternyata salah jalan," kata salah seorang lainnya....
..."Kalau begitu kami permisi. Terima kasih karena sudah menunjukan jalannya. Maaf, sudah mengganggumu."...
...Mereka pun berbalik, berjalan pergi ke arah yang tadi ditunjukan Ayu. ...
__ADS_1
...Sampai Ayu tidak bisa melihat bayangan mereka lagi karena lampu jalan yang redup, barulah dia menghela nafas lega. Ayu pikir awalnya ketiga orang itu tidak bermaksud baik. Tapi mereka sepertinya hanya ingin menanyakan jalan. ...
...Ayu berbalik, menggeleng-gelengkan kepalanya karena sudah berpikiran buruk tentang orang lain. Ayu kemudian meneruskan berjalan pulang....
...Tepat ketika dia baru berjalan beberapa langkah, Ayu tiba-tiba didekap dari belakang, begitu kuatnya sehingga Ayu tidak bisa berontak. Bersamaan dengan itu, mulutnya juga ditutup, membuatnya tidak dapat mengeluarkan satu suku kata pun....
...Ayu menjadi panik. Dia tidak bisa melihat siapa orang yang membekapnya dan apa tujuan dari orang ini....
...Ketika dia diseret semakin menjauh dari asrama kampusnya, Ayu menjadi putus asa. Tidak akan ada satu orangpun yang akan lewat untuk membantunya di jam segini....
...Sebuah mobil terlihat terparkir tidak jauh dari tempat kejadian. Dua orang pria yang duduk di dalam mobil seperti sedang melihat pertunjukan yang bagus....
...Salah seorang pria yang duduk di kursi penumpang terlihat berpenampilan trendi, dia berkata kepada temannya yang masih terlihat duduk santai di posisi pengemudi....
..."Kau mengajakku ke sini di tengah malam, apakah hanya untuk menyaksikan adegan penculikan." Andi berkata pada Roni yang masih dengan serius melihat ke arah mana gadis itu dibawa pergi....
..."Aku tidak menyangka wanita itu akan bertindak sejauh ini," bisik Roni....
..."Hah! Apa yang tadi kau katakan tadi?" Andi tidak mendengarnya dengan jelas....
..."Tidak ada." Roni menjawab singkat. Lalu menjelaskan tujuan membawa Andi kesini....
..."Alasanku membawamu kemari adalah agar bisa membantuku menyelamatkan wanita itu."...
..."Apakah aku tidak salah dengar?!" ...
...Andi tidak menyangka akan mendengar hal yang paling tidak mungkin akan dikatakan oleh orang di depannya ini. ...
..."Sejak kapan seorang Roni Raharja berpikir untuk menyelamatkan seorang wanita," katanya, dengan raut muka yang menarik. "Katakan! Apa istimewanya wanita itu?"...
...Roni menoleh kepada Andi, berkata, "Wanita yang menolakku berulang kali. Menurutmu, seberapa istimewanya dia?"...
...Mata Andi langsung berbinar. ...
..."Sungguh wanita yang istimewa! Jarang ada wanita yang mau menolak Casanova kita, itu pun berkali-kali. Ayo! Kita cepat menyelamatkan wanita itu. Jangan sampai dikotori oleh para bajingan."...
...Andi sudah bersiap untuk turun dari mobil, tetapi lengannya tiba-tiba dicekal oleh Roni, membuat pria itu menatap kesal. "Ada apa?" tanya nya....
... "Tunggu!" ...
...Roni menatap ke arah seberang. ...
..."Ada yang datang."...
__ADS_1