Bosku Ternyata Ayah Kandungku

Bosku Ternyata Ayah Kandungku
Chapter 22


__ADS_3

...Bunyi alarm membangunkan Ayu dari tidur nyenyaknya. Dengan mata yang setengah terpejam, Ayu meraba-raba atas mejanya yang berada di samping tempat tidur. Menemukan ponsel yang menjadi sumber gangguan....


...Dia ingat, tidak menyetel alarm ponsel tadi malam. Mengapa malah berbunyi pagi ini....


...Ayu membuka celah matanya, melihat jam yang menunjukan pukul 07.30. Masih ada satu setengah jam lagi dari waktunya berangkat kerja....


...Siapa yang menyetel alarm handphonenya....


...Ayu beranjak dari tempat tidurnya setelah melakukan peregangan. Berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka. ...


...Melewati tempat tidur Siska yang tertutup tirai. Ayu tiba-tiba berhenti....


...Dia ingat kalau tadi malam menunggu Siska untuk pulang. Kapan dia ketiduran. Ayu tidak bisa mengingatnya sama sekali....


...Tepat saat itu, alarm lain berbunyi dari arah tempat tidurnya Siska....


...Ayu menepuk dahinya dengan tak berdaya. ...


...Dia akhirnya tahu, siapa yang sudah menyetel alarm di ponselnya. ...


...Ayu menyibak tirai, lalu berjalan masuk....


...Terlihat Siska yang tengah tertidur dengan penutup selimut. ...


...Alarm yang terus berdering di samping telinga temannya itu, tidak serta merta membuatnya bangun. Siska masih tertidur dengan pulasnya....


...Ayu yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala. ...


...Siska kelihatannya sangat lelah. ...


...Atau… ...


...Biarkan saja dia tidur sebentar lagi. ...


...Ayu menonaktifkan alarm di ponselnya Siska. Kemudian, pergi mandi lebih dulu....


...Setelah mandi, Ayu pergi membangunkan Siska yang masih tertidur....


..."Sis, bangun. Waktunya untuk mandi. Kau tidak ingin kan terlambat di hari pertama masuk kerja." Ayu terus memanggil dan menggoyang-goyangkan tubuh Siska....


..."Sis! Bangun," panggil Ayu lagi....


..."Hoaamm…  Iya, iya. Aku dengar," jawab Siska sambil menguap. Dia menyingkap selimutnya kemudian bangun untuk mandi....

__ADS_1


...Setelah mereka selesai bersiap-siap, Ayu baru ingat kalau tadi malam dia belum sempat berkata apapun kepada Siska mengenai apa yang Roni katakan padanya tentang Ratna....


...Ayu memperhatikan Siska yang tengah asyik berkaca, bermaksud untuk bicara....


..."Sis, sebenarnya tadi malam..-"...


..."Aa!" pekik Siska, membuat Ayu menghentikan ucapannya. ...


..."Tadi malam aku lupa memberikanmu kudapan pemberian dari ibuku."...


...Siska pun segera mengambil kantong kresek di atas mejanya, mengeluarkan besek bambu yang berisi kue tradisional, menyerahkannya kepada Ayu....


..."Dia menitipkan ini untuk diberikan padamu,"...


...Ayu langsung menerimanya, dan mengungkapkan terima kasih....


...Siska lantas berkata, "Tadi malam, saat aku datang, kau sudah tidur. Jadi aku simpan dulu kue nya. Cobalah, apa masih enak."...


...Ayu mengangguk dan membuka penutup bambu. ...


...Melihat berbagai macam kue berwarna-warni yang ada di dalamnya, terlihat menggugah selera. ...


...Dia mencoba yang berbahan tape singkong. Mengangguk setelah dirasakan cukup enak. ...


...Siska mengangguk setuju, juga ikut memakannya. Dengan ini, mereka tidak perlu mencari sarapan lain lagi....


...Sembari makan, Ayu melirik Siska beberapa kali. Ragu untuk mengatakan isi pikirannya....


..."Kenapa, Yu? Ada yang ingin kau katakan." tanya Siska, melihat temannya itu kelihatannya resah. "atau, kau juga gugup sepertiku, karena ini hari pertama kita bekerja di perusahaan."...


...Ayu langsung nampak heran. "Kau gugup?"...


...Siska mengangguk nampak canggung. ...


..."Memang tidak kelihatan, tapi sebenarnya aku sangatlah gugup. Di otakku sekarang muncul pikiran-pikiran paranoid. Bagaimana jika aku melakukan kesalahan, bagaimana jika nanti aku dipecat. Pemikiran itu membuatku gugup sampai sulit untuk tenang. Aku bahkan hampir tersandung di kamar mandi tadi." Siska berkata dengan mulut yang cemberut. "Jadi, bukan hanya kau yang sekarang merasakan gugup, tapi aku juga. Namun, seberapa gugupnya pun kita, jangan pernah menyerah melakukan yang terbaik. Perusahaan itu memberikan kita kesempatan, kita tidak boleh mengecewakan mereka."...


...Ayu mengangguk setelah mendengarkan apa yang dikatakannya Siska. Meskipun Siska salah memahami apa maksudnya. Namun, perkataan Siska memang ada benarnya. Walau apapun situasinya mereka tetap harus melakukan yang terbaik. ...


...Ayu tidak mungkin menceritakan tentang permasalahannya sekarang. Siska tidak bisa menambah beban pikiran lain di hari pertamanya masuk kerja. Lebih baik, dia membicarakan masalah itu nanti. Disaat waktunya sudah tepat....


...Ayu dan Siska menghabiskan setengah dari kudapannya, lalu pergi berangkat kerja....


...Hari ini keduanya khusus mengenakan atasan formal dan rok kerja. Menampilkan kesan serius dan juga rapi....

__ADS_1


...Saat keduanya sampai di lobi perusahaan. Ayu dan Siska kembali mendatangi resepsionis, menyebutkan tujuan mereka....


...Resepsionis mengangguk setelah tahu, mengeluarkan id card yang sudah dipersiapkan dan memberikannya kepada keduanya....


..."Selamat bergabung di perusahaan PT. Furnijaya," ucap Resepsionis itu menyambut. ...


...Dibalas anggukan senyum oleh mereka berdua....


...Resepsionis itu pun menyuruh Siska untuk tinggal karena penempatannya berada di meja resepsionis, bersama dengannya. Sedangkan Ayu diminta untuk pergi ke lantai atas bagian departemen pemasaran....


...Setelah keduanya mengucapkan selamat tinggal, Ayu memasuki lift menuju lantai atas....


...Di dalam hati, Ayu berharap apapun yang mereka lakukan hari ini dapat berjalan dengan lancar....


...Setibanya di lantai yang dituju, Ayu menghembuskan nafas perlahan kemudian berjalan keluar dari lift....


...Tampak dinding kaca di kedua sisi lorong mengarah ke ruangan staff. Beberapa sampel produk dapat terlihat di sepanjang jalan menyusuri lorong. Membuat Ayu melirik untuk beberapa kali sebelum sampai di ruangan staff. Kebetulan ada yang keluar dari dinding partisi, Ayu segera menghampiri karyawan itu, dengan sopan memperkenalkan diri....


..."Selamat pagi. Saya Ayu Pratiwi, pegawai magang yang baru diterima. Kalau boleh tahu, meja kerja saya ada di sebelah mana ya, dan apa yang harus saya kerjakan terlebih dulu?" tanya Ayu kepada karyawan itu, yang kelihatannya juga bingung....


..."Eeh.. Saya sebenarnya kurang tahu, karena saya juga baru disini. Mungkin…-" Karyawan itu menghentikan perkataannya, lalu melirik kesana-kemari, seperti sedang mencari seseorang. Kemudian, Ayu mendengarnya memanggil, "Pak! Pak Chandra! Kesini sebentar."...


...Tak sengaja Ayu pun juga menoleh. ...


...Seorang pria berusia sekitar 30-an tengah berjalan ke arah mereka. Begitu dia sampai, karyawan tadi pun langsung berkata kepada Ayu, "Ini Pak Chandra, beliau yang bertanggung jawab untuk memberi arahan kepada karyawan baru. Kamu bisa bertanya langsung padanya."...


...Selepas itu, dia juga memperkenalkan Ayu kepada Pak Chandra. "Ini Ayu, karyawan magang yang baru, Pak."...


...Tanpa karyawan itu berkata panjang lebar, Pak Chandra langsung mengerti, mengangguk melihat tanda pengenalnya Ayu....


..."Saya ingat. Kamu yang yang datang wawancara tempo hari itu, kan?" kata Pak Chandra....


..."Benar, Pak." Ayu menjawab....


...Pak Chandra kemudian mengulurkan tangan. "Selamat datang di departemen pemasaran. Kalau ada masalah yang kamu tidak mengerti, cari saja saya. Saya harap kamu dapat bekerja sebaik mungkin."...


..."Tentu saja, Pak. Saya akan berusaha bekerja sebaik mungkin," jawab Ayu, membalas salam....


..."Bagus." Pak Chandra berkata dengan anggukan. "Mari, saya akan tunjukan dimana meja tempat kerja kamu."...


...Ayu mengangguk, mengikuti Pak Chandra....


...Ada harapan samar dimatanya yang jernih....

__ADS_1


__ADS_2