
...Saat Ayu selesai bersiap-siap, kemudian menuruni tangga untuk pergi bekerja. Dia melihat Ratna yang berada di bawah tangga bersama teman prianya. ...
...Ayu berlalu seolah tidak melihat mereka. Dia tidak sadar ada sepasang mata yang memperhatikannya, yaitu Roni, kekasih Ratna....
...Ratna baru sadar kalau kekasihnya dari tadi memperhatikan Ayu. Matanya seketika menajam, raut kebencian terpancar di wajahnya yang penuh riasan....
...'Wanita ini lagi!' geramnya....
...Selalu saja muncul di hadapannya dan merebut pusat perhatian darinya. Saking marahnya Ratna hingga giginya bergemeretak....
...Mengingat kesulitannya dulu untuk mendapatkan pria di depannya ini yang adalah anak orang kaya, sedangkan Ayu begitu mudahnya menarik perhatian kekasihnya. Ingin sekali Ratna merobek wajah munafik wanita itu. Namun, dia harus menahan diri. Dia tidak ingin kekasihnya melihat kebencian yang terpancar di wajahnya....
...Ratna menyesuaikan ekspresinya sebelum memegangi lengan kekasihnya, tersenyum manis. ...
..."Apa yang sedang kau lihat, Sayang?!"...
...Ratna pura-pura tidak tahu apa yang baru saja pacarnya lihat....
..."Hah?! Tidak ada. Hanya berpikir untuk mengajakmu berbelanja, bukankah kamu menginginkan tas yang kita lihat tempo hari," kata Roni terlihat seperti biasa....
..."Benarkah?!" ...
...Ratna melonjak bahagia, memeluk lengan kekasihnya. Melupakan ketidakbahagiaan yang tadi ia rasakan....
...Pria ini selalu tahu apa yang ia inginkan. ...
..."Kalau begitu tunggu apa lagi?! Ayo kita pergi sekarang!" Ratna sudah tidak sabar....
...Mulut Roni melengkung, membawa Ratna menuju mobil sportnya. Tetapi matanya dipenuhi ejekan saat Ratna tidak memperhatikan....
...***...
...Sesampainya di pom bensin, Ayu menuju ruang ganti, berganti pakaian mengenakan seragam petugas SPBU. Setelah dia keluar, Ayu melihat antrian kendaraan yang panjang. Dia bergegas membantu petugas lainnya mengisi bahan bakar ke setiap kendaraan....
..."Kau datang lebih awal?" kata salah seorang petugas yang mengenal Ayu....
...Ayu mengangguk ramah, kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya....
...Memang, dia datang satu jam lebih awal. Setelah pulang dari rumah sakit Ayu tidak memiliki rencana lain, jadi dia pergi bekerja lebih awal agar mendapat tambahan upah, karena gaji disini dihitung per jam....
...Beberapa kendaraan yang selesai terisi pun lewat. Melihat antrian tidak terlalu banyak lagi, Ayu pamit ke toilet sebelum antrian kembali bertambah....
...Ayu membasuh wajahnya yang penuh keringat di wastafel. Dia sedikit lelah. Kendaraan yang datang hari ini lebih banyak dari semalam. Mungkin karena malam ini malam minggu, sehingga banyak kendaraan yang berlalu-lalang di kota....
__ADS_1
...Kebetulan ada toko di dalam SPBU, Ayu sekalian membeli air minum sehabis dia dari toilet. Karena saat malam tiba kendaraan akan semakin bertambah banyak, dia tidak mungkin bisa pergi kemanapun lagi saat itu, apalagi membeli air minum....
...Ayu berlari kembali membawa sebotol air mineral, kemudian kembali meneruskan pekerjaannya....
..."Lihat di sana! Bukankah itu teman satu asramamu?!"...
...Mobil sport berwarna kuning menepi di pinggir jalan. Roni yang berada di kursi pengemudi bertanya untuk kepada Ratna yang duduk di sampingnya....
...Ratna awalnya sibuk mengagumi jam tangan bermerek yang dibelikan pacarnya, lalu tiba-tiba mobil berhenti, hanya untuk menanyakan apakah dia kenal seseorang, hal itu membuat Ratna sangat kesal. Namun, melihat siapa orang yang dimaksud Roni, rasa kesal di hati Ratna berubah menjadi amarah....
...'Dia lagi!'...
...'Kenapa wanita ini selalu muncul disaat dia sedang bersama kekasihnya!'...
..."Tidak tahu!" jawab Ratna ketus, kemudian memalingkan muka. ...
...Ratna tidak peduli lagi dengan citranya di depan Roni sekarang, hatinya diliputi oleh amarah....
..."Kenapa kau jadi cemberut seperti itu, aku hanya asal bertanya." ...
...Roni mencoba mengelus dagu Ratna, namun dia dihindari. Roni tidak merasa tersinggung, dia malah berkata dengan menarik. "Sepertinya hubungan kalian tidak begitu baik." ...
...Ratna menatapnya kesal. ...
..."Jangan begitu. Kalian kan teman sekamar, harusnya berteman baik. Ayo! Kita sapa dia. Dari seragam yang dipakainya, sepertinya temanmu itu bekerja di sana." ...
...Roni menunjuk pom bensin, menyeringai kepada Ratna. "Kebetulan mobilku perlu diisi bensin."...
...Ratna seketika marah mendengar perkataan Roni. ...
..."Apa maksudmu ingin mendatangi wanita itu! Roni! Jika kau berani pergi ke sana, aku akan segera turun dari mobil ini sekarang!" ancam Ratna, berniat membuka pintu mobil....
...Wajah Roni tetap tidak berubah, bersandar di sandaran kursi mobil dengan santainya, perlahan berkata, "Tidak masalah jika kau ingin turun sekarang, tapi ingat untuk meninggalkan semua belanjaan yang tadi kubelikan di bagasi mobil."...
...Ratna menoleh dengan tidak percaya....
..."Bagaimana kau bisa mengatakan hal itu! Bukankah semua belanjaan ini dibelikan untukku! Kenapa aku tidak diperbolehkan membawanya!" Ratna tidak bisa menahan untuk tidak berteriak marah....
...Roni mengerutkan kening, nampak muram. ...
..."Jangan berani meninggikan suaramu di depanku. Ingat! aku bisa saja mengakhiri hubungan kita ini kapan saja."...
...Ratna tidak dapat berkutik....
__ADS_1
...Memang, dari awal Ratna lah yang sangat menginginkan hubungan ini, untuk menjadi pacarnya Roni. Dia pikir setelah satu setengah tahun berpacaran, Roni akan luluh dan memiliki perasaan untuknya, dia tidak akan dengan mudah membuangnya seperti mantan-mantannya yang lain. Namun, ternyata dia salah. Hanya karena ingin mendatangi Ayu, Roni bahkan mengancam untuk mengakhiri hubungan mereka. ...
...Semuanya karena wanita itu, Ayu! ...
...Ratna akan memastikan kalau wanita itu akan diberi pelajaran, supaya dia tidak pernah lagi berani muncul di hadapannya dan kekasihnya....
...Sebelum itu dia harus bersabar. Mengikuti apa maunya Roni. ...
...Ratna tidak ingin hubungan mereka berakhir begitu saja, karena dia belum mendapatkan cukup dari anak orang kaya ini. Dia bahkan berharap untuk menjadi istrinya Roni....
...Jadi Ratna kembali duduk dengan tenang, menoleh dan memberikan senyum yang lembut kepada Roni. ...
..."Terserah kamu, Sayang! Kau bisa melakukan apapun yang kau mau." Ratna berkata dengan manja, namun tangannya mengepal di sudut tersembunyi....
..."Bagus!" Roni kembali tersenyum, membelai puncak kepala Ratna. ...
...Dia suka wanita yang patuh....
..."Ayo! Sekarang kita kunjungi temanmu dan melihat bagaimana dia bekerja." ...
...Roni tancap gas menuju pom bensin bersama Ratna yang masih terlihat enggan....
...Tidak berselang lama, mobil sport berwarna kuning memasuki kawasan SPBU, melaju di arah antrian terpanjang, meski arah sisi lain jauh lebih sedikit. Jelas memiliki tujuannya tersendiri....
...Pria di dalam mobil tentu saja Roni yang masih tersenyum seperti angin musim semi dan juga Ratna yang duduk diam di sebelahnya dengan wajah tanpa ekspresi....
..."Tersenyumlah, Sayang! Aku berjanji setelah ini kita akan makan malam di restoran mewah favoritmu," pinta Roni seraya mengusap pipi Ratna, kemudian menemukan bedak yang menempel di jarinya. Kilas jijik melesat di mata Roni....
...'Berapa banyak bedak yang dibubuhkan wanita ini di wajahnya!' Roni mengumpat....
...Setelah beberapa lama menunggu, tiba giliran mobil sport Roni yang akan di isi. ...
...Ungkapan Ayu seperti biasa ketika melihat mobil sport dengan warna mencolok. Meskipun Ayu baru bekerja disini selama dua hari, sudah berbagai jenis mobil yang pernah dilihatnya. Mobil sport di depannya tidak serta merta membuat matanya kagum....
...Roni mengangkat sebelah alis melihat Ayu yang tidak mengubah ekspresi ketika melihat mobil sport miliknya. Tepat saat Ayu ingin bertanya perlu isi berapa, kaca samping mobil diturunkan, menampakkan wajah tampan Roni dengan tampilan yang keren....
..."Hai! Kita bertemu lagi!" sapa Roni dengan senyumnya yang mempesona. ...
..."Aku Roni, teman pria Ratna."...
...Ratna menoleh tepat saat melihat senyuman Roni. Dia mengalihkan pandangannya pada Ayu dengan tatapan tajam dan menusuk....
...'Beraninya wanita ini menarik perhatian kekasihnya!'...
__ADS_1
...Jika Ayu sekarang boneka kain, maka sudah lama ia tercabik-cabik akibat tatapan tidak terselubung dari Ratna....