
...Siska baru selesai mandi, berniat membangunkan Ayu, karena hari ini mereka ada kelas pagi....
...'Aneh! Tidak biasanya Ayu terlambat bangun begini' pikir Siska....
...Siska yang kepalanya masih terbungkus handuk mandi mendatangi tempat tidur Ayu, melihat temannya itu masih tertidur dengan penutup selimut....
..."Ayu! Yu! Bangun. Kita akan ada kelas pagi. Kau tidak mau bersiap?" kata Siska, sembari menggoyangkan badan dari temannya itu....
..."..hmmm.." ...
...Gumaman samar Ayu terdengar dari balik selimut....
...Sebetulnya Ayu sudah bangun sedari tadi, akan tetapi kepalanya terasa sakit dan juga pusing. Berat sekali rasanya sekedar ingin bangun....
..."Yu, kamu kenapa?" tanya Siska begitu mendengar suara lemah dari temannya. Langsung disibaknya selimut yang menutupi kepala Ayu....
...Ayu segera menyipitkan mata dikarenakan cahaya yang masuk....
..."Kepalaku pusing sekali, Sis," jawab Ayu, kembali memejamkan mata seraya memegang pelipisnya....
...Siska tahu pasti ada yang salah begitu dia mendengar suara Ayu barusan....
...Ternyata benar, Ayu memang sakit....
...Wajahnya nampak memerah dan juga berkeringat. Dan begitu Siska menyentuh dahi Ayu, terasa jelas sekali panas yang ia rasakan....
...Pantas saja temannya itu merasakan pusing, ternyata demam. Pasti kejadian tadi malam yang membuat Ayu syok....
..."Seharusnya kau minum obat tadi malam, Yu. Lihat! Sekarang sakitmu bertambah parah dan menyebabkan demam." Siska berkata dengan kesusahan. Khawatir dengan keadaan temannya itu....
..."Ayo! Aku akan membawamu ke klinik kampus," kata Siska....
..."Tidak, Sis." Ayu menggeleng lemah....
... "Aku hanya butuh minum obat. Lagipula, penyakitku juga tidak seberapa parahnya."...
...Siska sedikit mengernyit, nampak tidak setuju....
..."Tapi, Yu! Kau tetap harus dibawa ke klinik. Bagaimana jika nanti sakitnya makin parah." Siska terlihat bersikeras....
...Ayu tidak tahu harus bagaimana melihat Siska yang begitu kekeh. Dia sendiri tidak merasa perlu untuk pergi ke klinik. ...
..."Tolonglah, Sis. Aku minum obat saja sudah cukup, tidak perlu dibawa ke klinik. Aku tidak ingin selalu menyusahkan orang lain," pinta Ayu dengan tampang memelas, ditambah wajahnya kini yang terlihat pucat, membuat Siska tidak tega jika harus terus memaksa....
..."Baiklah, Yu. Jika itu yang kau inginkan." Siska hanya bisa menghela nafas, sembari berkata, "tapi kau tetap harus minum obat. Tunggu, akan aku ambilkan."...
..."Hm.. Terima kasih." Ayu menjawab dengan lemah....
...Siska kemudian kembali dengan membawakannya obat. ...
..."Kau cepatlah minum obat. Aku akan turun ke bawah untuk membelikan mu bubur."...
..."Tidak usah, Sis. Aku…,"...
...Siska cepat memotong penolakan Ayu. ...
..."Hussh! Kali ini kau tidak boleh menolaknya. Dengarkan saja aku. Minum obat, lalu makan. Kau bisa beristirahat setelahnya."...
...Siska kemudian bersiap, lalu pergi ke luar membelikan bubur untuk Ayu....
__ADS_1
...Sepeninggal Siska, Ayu bangun dengan sedikit kesulitan, kemudian meminum obatnya....
...Menunggu kedatangan Siska, Ayu bersandar di bantalnya, merasa sedikit lebih baik. ...
...Selang beberapa menit, Siska kembali membawakan bubur....
..."Ini, makanlah," kata Siska, meletakan bubur di atas meja di samping tempat tidur Ayu. Lalu mulai bertanya, "Bagaimana dengan obatnya, apa sudah kau minum?"...
..."Sudah."...
...Ayu langsung memakan buburnya, ingin segera cepat sembuh, agar bisa kembali bekerja dan melanjutkan kuliahnya....
...Ngomong-ngomong soal bekerja. Ayu masih belum bisa memutuskan, apakah dia akan tetap bekerja di pom bensin hingga larut malam, atau haruskah ia berhenti....
...Kejadian tadi malam memberi pengaruh besar bagi Ayu, sehingga tidak mungkin bisa dia lupakan....
...Tapi jika dia berhenti, dimana lagi Ayu bisa mendapatkan uang untuk membayar biaya pengobatan ibunya....
...Atau, haruskah dia berganti shift siang. Lalu. Bagaimana dengan pekerjaannya di minimarket....
...Huft…...
...Memikirkan semua permasalahan itu membuat kepala Ayu bertambah menjadi pusing....
...Syukurlah minimarketnya belum selesai direnovasi, jadi dia tidak perlu memaksakan diri untuk pergi bekerja hari ini....
..."Yu, aku pergi ke kampus dulu. Kau istirahatlah dengan baik. Jangan memikirkan apapun dulu." Siska berkata setelah selesai membereskan buku-bukunya....
..."Oh, iya! Tentang absensimu, tidak perlu khawatir, aku akan mengisikannya untukmu," kata Siska lagi....
..."Terima kasih ya, Sis," ucap Ayu tersenyum. "Kau memang sahabat terbaik."...
...Siska cepat melambai-lambaikan tangannya dengan tidak nyaman....
...Ayu hanya tersenyum....
...Siska kemudian pamit, lalu pergi menuju kampus....
...Tinggal Ayu sendirian di kamar asramanya....
...Setelah menghabiskan makanan, Ayu kemudian memeriksa ponselnya. Melihat tidak pesan atau panggilan yang penting. Ayu memutuskan untuk kembali tidur karena tiba-tiba dia merasa mengantuk. Mungkin karena efek dari obatnya....
...***...
...Ayu terbangun begitu hari menjelang siang....
...Tidak ada siapapun di ruangan ini, sama seperti sebelumnya....
...Mungkin Siska masih ada kelas, sedangkan penghuni lain yaitu Ratna, dia jarang berada di kamar, sering datang dan pergi sesuka hati. ...
...Ayu menggerakan anggota badannya yang terasa sedikit kaku. Mengusap kepalanya yang sudah tidak pusing lagi. Merasakan demamnya sudah mereda. Hanya ada ketidaknyamanan yang lengket pada tubuhnya dikarenakan keringat....
...Ayu ingin segera pergi ke kamar mandi. Mencuci muka dan membilas tubuh....
...Dia bangun perlahan, menuju kamar mandi....
...Ayu merasakan tubuhnya segar kembali begitu selesai membersihkan. Dia cepat-cepat mengganti bajunya, takut masuk angin dan kembali menjadi demam....
...Begitu Ayu mematikan keran dan berniat untuk keluar, dia mendengar bunyi seseorang datang. Suara Siska berdering, memecah kesunyian....
__ADS_1
..."Yu..yu! Kau dimana. Aku mendapat kabar penting!" ...
...Ayu menghembuskan nafas, lalu tersenyum. Membuka pintu kamar mandi, berhadapan dengan wajah bersemangatnya Siska....
..."Ada apa, Sis. Kau kelihatan sangat senang sekali?" tanyanya....
...Siska sempat terkejut melihat Ayu yang keluar dari kamar mandi, melihat wajah temannya itu tidak sepucat terakhir kali dia tinggalkan, menebak kalau Ayu mungkin sudah sembuh....
...Siska bertanya dengan gembira, "Kau sudah tidak demam lagi, Yu?"...
...Angguk Ayu, menyentuh dahinya yang sudah tidak panas lagi. "Lumayan lah. Sudah agak mendingan."...
..."Syukurlah!" Siska tersenyum senang, lalu tiba-tiba dia ingat sesuatu. "Oh iya! Aku ada kabar baik untuk dibagikan padamu."...
..."Kabar apa?" tanya Ayu penasaran, apa yang bisa membuat temannya itu begitu bahagia....
...Siska berkata, "Begini, tadi setelah selesai kelas, beberapa siswa berkerumun di sekitar mading, saat aku kesana, coba tebak apa yang aku lihat."...
...Siska menggenggam tangan Ayu dengan penuh bersemangat, berkata dengan kegembiraan, "Disana, terpasang pamflet recruitment dari sebuah perusahaan besar. Mereka mencari beberapa karyawan magang untuk ditempatkan di posisi yang masih kosong." ...
...Ayu terkejut pertama, kemudian dia juga menjadi senang mendengar kabar gembira itu. Dia bertanya dengan mata yang berbinar. ...
..."Benarkah, Sis. Apa yang kau katakan itu. Perusahan yang mana?...
...Siska mengangguk penuh bersemangat, lalu menyebutkan nama perusahaannya....
..."PT. FURNIJAYA, Yu!" kata Siska bersemangat....
...Ayu kembali dibuat terkejut begitu mendengar nama perusahaan yang di sebutkan Siska....
..."PT. Furnijaya! Perusahaan milik Wijaya Group yang terkenal itu!"...
...Tidak ada yang tidak tahu perusahaan besar seperti Wijaya Group dengan asetnya yang bernilai miliaran rupiah. Gaji cleaning service disana saja, sama besarnya dengan upah Ayu kerja part time selama tiga bulan....
...Setelah pulih dari rasa terkejut dan juga kegembiraan, Ayu merasa sedikit aneh. Lalu, bertanya kepada Siska, "Tapi kenapa perusahaan besar seperti Wijaya Group membuka perekrutan di perkuliahan kita?"...
...Siska tahu Ayu akan menanyakan hal ini, jadi dia mulai menjelaskan, "Dari yang aku dengar, penanggung jawab perekrutan perusahaan itu adalah alumni kampus kita, jadi dia memilih sekolah kita sebagai pilihan pertama." ...
...Siska berkata kemudian memandang Ayu. ...
..."Ini kesempatan bagimu, Yu. Jika kau mendapat pekerjaan ini, kau tidak perlu lagi bekerja di tempat lain hingga tengah malam. Gaji di perusahaan itu cukup bagimu membayar biaya perawatan untuk tante Sari."...
...Ayu mengangguk setuju. Apa yang dikatakan Siska memang benar. Jika dia dapat diterima di sana, dia tidak perlu khawatir lagi mencari pekerjaan lain karena gaji disana pasti cukup untuknya membayar biaya pengobatan bagi ibunya....
...Namun, Ayu memiliki kekhawatiran lain....
..."Sis, apa menurutmu aku akan diterima. Aku sekarang hanya mahasiswa tahun kedua. Senior-senior lain pasti juga sudah mendaftar. Perusahaan besar seperti Wijaya Group pasti menginginkan karyawan magang yang memiliki kualifikasi tinggi."...
...Siska mendengarkannya dengan tenang. Memahami kekhawatiran dari temannya itu. Tetapi dia merasa kualifikasi Ayu juga tidak buruk. Temannya itu pintar dan juga pekerja keras, dia pasti akan diterima di PT. Furnijaya....
...Siska berkata, "Coba saja dulu, Yu. Siapa tahu keterima. Aku juga akan mendaftar."...
..."Kau juga?" tanya Ayu terkejut....
... "Tentu saja. Siapa yang tidak mau bekerja di perusahaan besar. Selain gajihnya yang tinggi juga dapat mencari pengalaman. Jika kita berdua dapat diterima, akan menjadi lebih baik. Kita dapat pergi ke kantor bersama-sama," kata Siska terkikik....
...Ayu hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya....
...Mana mungkin bisa semudah itu....
__ADS_1
...Tapi perkataan Siska memang ada benarnya, tidak ada salahnya mencoba....
...Jadi mereka berdua langsung mengirimkan resume mereka lewat email, dan menunggu adanya panggilan wawancara....