Budak Tuan Alejandro

Budak Tuan Alejandro
Rencana pertunangan


__ADS_3

Isabella menerima perjodohan itu. Ia merasa tidak ada laki-laki yang setulus Jordan, mau menerima masalalunya yang kelam. Terlebih ia tidak mau mengecewakan harapan Elizabeth.


Tentu hal itu membuat Jordan senang bukan main. Isabella menerima lamarannya. Dan acara pertunangan mereka akan segera di langsungkan. Sebenarnya Jordan ingin segera menikahi Isabella, tidak perlu tunangan lebih dulu. Tetapi para tetua menyarankan untuk bertunangan dulu.


Makan malam yang sukses menghasilkan kabar bahagia keluarga Smith dan Felipe.


"Nona yakin dengan keputusan itu, menerima perjodohan dengan tuan Jordan?" Hulsa menanyakan kabar tersebut. Ia tidak percaya jika Isabella menerima Jordan untuk menjadi calon suaminya. Hulsa yakin, Isabella hanya mencintai tuan Alejandro.


Isabella mengangguk. "Jordan laki-laki yang baik." jawabnya.


"Tapi, apa nona mencintainya?" tanyanya. Hulsa takut Isabella terpaksa menerima perjodohan tersebut.


"Seiring berjalannya waktu, aku pasti mencintainya. Apalagi Jordan sangat baik, akan mudah bagi ku untuk jatuh cinta padanya." jelasnya.


"Aku senang mendengarnya. Tapi jangan sampai nona menyesalinya."


"Aku ingin melanjutkan hidup ku, Hulsa. Menikah dan mempunyai suami yang mencintai ku, lalu mempunyai anak. Itu akan sangat menyenangkan." tidak mungkin Isabella terus menerus terpuruk dengan masalalu. Wanita itu ingin hidup sesuai impiannya. "Jordan menerima masalalu ku, Hulsa."


"Tuan Jordan memang pria yang baik. Semoga nona bahagia bersamanya." Hulsa tidak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Isabella.


"Oh iya, bagaimana dengan mu. Aku dengar, kau mendekati tuan Jack melalui Luke?"


Hulsa menghela, "Sepertinya tuan Jack tidak mau memandangku." setiap kali Hulsa mencari perhatian pada Jack, pria itu selalu mengabaikannya. "His, Luke itu masih kecil tapi mulutnya seperti orang dewasa. Dia selalu menghina ku!"

__ADS_1


Isabella tertawa mendengarnya. "Siapa suruh memanfaatkan anak kecil. Luke tidak sebodoh itu, Hulsa."


"Aku hanya mengikutinya saat belajar dengan tuan Jack." ucapnya. Saat menemani Luke belajar memanah dengan tuan Jack, Hulsa selalu mengekori Luke agar bisa leluasa memandangi wajah tampan Jack. Tentu mengatasnamakan Isabella agar diijinkan. "Jika bukan anak kecil, sudah aku remas mulutnya."


"Memangnya apa yang Luke katakan pada mu?" Isabella penasaran, hal apa yang membuat Luke sampai menghina Hulsa.


"Dia mengataiku gendut dan genit."


Isabella kembali tertawa. "Itu memang benar kan?"


"Ish kau ini, sama saja! berat badan ku sudah mulai turun. Dan aku yakin beberapa bulan lagi tubuh ku akan mengurus. Setiap malam aku berusaha tidak memakan apapun."


"Oh begitu, jadi demi tuan Jack kau rela menahan lapar?"


"Jangan meledek ku!"


***


"Aku tidak bisa, Catalina!" saat ini Alejandro tengah berada di kediaman keluarga Thompson. Pria itu meminta maaf serta mengatakan alasannya untuk menunda pernikahannya dengan Catalina. Untungnya tuan Thompson memakluminya.


"Bukannya tadi kau sudah berjanji pada ayah ku? jika kau mau menggantikannya datang ke acara pertunangan anak dari sahabat ayah ku?" seru Catalina. Gadis itu kesal lantaran Alejandro mengingkari janjinya. Di depan ayahnya, pria itu mengatakan bersedia. Tetapi saat bersamanya, pria itu menolak untuk datang.


"CK!" Alejandro berdecak. Ia hanya mengiyakan saja permintaan tuan Thompson agar tidak menimbulkan masalah. "Kau bisa datang sendiri."

__ADS_1


"Tidak bisa begitu. Aku tidak bisa datang sendiri, apalagi tempatnya sangat jauh dari kota ini."


"Akan ku suruh Markus untuk menemani mu." Alejandro memberikan solusi.


"Tidak! kalau kau menolak, aku akan katakan pada ayah."


"Baiklah.. baiklah.. aku akan datang."


Catalina tersenyum senang. "Kita akan datang bersama. Lalu menginap beberapa hari di sana." Catalina sudah merencanakan untuk mendekati Alejandro. Perjalanan mereka lumayan jauh. Waktu bersama untuk berduaan semakin luang.


"Aku tidak punya banyak waktu. Setelah acara selesai, kita harus segera pulang." tentu saja Alejandro menolak untuk berlama-lama, apalagi bersama Catalina. Alejandro tidak mau!


"Tapi aku pasti kelelahan jika tidak beristirahat beberapa hari." katanya.


"Yasudah kalau kau mau menginap lama. Aku bisa pulang sendiri."


"Kau itu tega sekali! aku ini calon istri mu, apa kau tidak khawatir jika terjadi sesuatu saat kau tinggalkan?"


"Kau sendiri yang ingin di tinggal." balasnya acuh.


Catalina menghela. "Baiklah, kita tidak akan lama di sana."


Alejandro melanjutkan langkahnya yang sempat di cegah oleh Catalina. Urusannya sudah selesai dengan tuan Thompson, ia segera kembali ke rumah.

__ADS_1


"Kau tidak mau tinggal sebentar, Ale?" Catalina sangat berharap Alejandro berlama-lama di rumahnya. Namun sepertinya harapannya kembali sia-sia. Alejandro tetap ingin segera pulang.


"Ish! pasti dia masih mengingat Isabella!" gerutunya kesal. Lagi-lagi Isabella menjadi penghalang baginya. Padahal wanita itu sudah jauh dan tak terlihat disekitarnya.


__ADS_2