
"Emma, cepatlah.. kau lama sekali." kata Isabella ketika mendengar pintu ruangan terbuka. Wanita itu sangat menikmati air hangat yang menenggelamkan tubuhnya, hingga memejamkan mata.
Alejandro melangkah perlahan, pria itu tersenyum bisa melihat tubuh mulus Isabella walau hanya sebagian.
"Ini harum sekali, Emma. Aku semakin betah berlama-lama disini." ucapnya, matanya masih terpejam sehingga tidak tahu jika yang ada di ruangan itu bukanlah Emma, melainkan Alejandro.
Setelah menuang wewangian di pemandian, Alejandro mendekat, ia mengelus punggung polos sang istri. Memijatnya pelan. Susah payah Alejandro menahan hasrattnya. Ingin sekali langsung menerjang Isabella dan mengajaknya menggapai nirwana.
"Emma, tangan mu terasa lebih kasar." jelas saja, tangan seorang pria akan lebih kasar dari wanita.
Alejandro menghentikan pergerakannya, ia diam, tidak mungkin menjawab pertanyaan Isabella.
"Emma??"
Alejandro mendekat, lalu berbisik di telinga Istrinya. "Ini aku sayang..." percuma saja pura-pura menjadi Emma, toh ini akan cepat ketahuan.
Isabella mendelik, lalu berbalik menatap Alejandro. "Kau!" sentaknya. "Pergi kau! siapa yang mengijinkan mu masuk!"
Alejandro terlena dengan pemandangan didepannya. Isabella tanpa sadar berdiri, ia lupa tubuhnya yang tidak memakai kain apapun untuk menutupinya.
"Kau menggoda ku Isabella.." lirihnya.
Isabella tersentak, ia bergegas kembali menenggelamkan tubuhnya. "Pergi!"
"Bagaimana bisa, kau sudah menggoda ku lalu mengusir ku?" Alejandro mulai membuka pakaiannya. Isabella panik, ia ingin lekas pergi, namun sayang kain penutup sudah dilempar menjauh oleh Alejandro.
Perlahan, Alejandro masuk ke dalam air pemandian setelah menanggalkan pakaiannya.
"Jangan mendekat!" seru Isabella.
"Sayang, apa kau tidak merindukan ku?" dengan mudah, pria itu merengkuh tubuh mungil sang istri. Menghirup aroma tubuh yang sangat ia rindukan. "Isabel, aku merindukan mu." lirihnya.
Isabella memejamkan matanya, menikmati sentuhan yang sudah lama sekali tidak ia dapatkan. Tidak dipungkiri Isabella sangat merindukan kehangatan seperti ini.
Alejandro menyeringai tatkala sentuhannya tidak ditolak oleh Isabella. Justru istrinya itu begitu menikmatinya.
Jari telunjuk Alejandro menyelusuri garis wajah sang istri. "Aku mencintaimu.. sangat sangat mencintai mu." perasaannya tidaklah bohong. Alejandro benar-benar mencintai wanita yang mampu menjungkirbalikkan hatinya.
Bibir Isabella menjadi pusat perhatiannya, ingin sekali merasakannya kembali. Perlahan Alejandro mendekat, mengecup bibir semanis Cherry. Kecupan berubah menjadi lumatann. Hanya begitu saja sudah mampu membangkitkan pusakanya.
Ciuman semakin menggebu. Lagi-lagi Isabella tidak menolaknya. Alejandro semakin berani menjelajahi tubuh istrinya. Oh sungguh, Alejandro senang bukan main. Akhirnya saat saat ini akan tiba juga. Kembali menikmati surga dunia bersama wanita tercintanya.
__ADS_1
Permulaan yang sangat panas, awalan yang sangat menggairahkann. Alejandro menggebu-gebu saat menyentuh istrinya. Ia tidak mau kehilangan kesempatan. Berdoa jika istrinya itu melupakan kemarahannya sejenak, setidaknya sampai ia mendapatkan pelepasan pertamanya.
Nafas Alejandro terengah-engah, "Aku akan mulai.." ucapnya, bersiap ke permainan inti.
"Kau tidak sabaran..." Isabella tersenyum tipis, tangannya dengan nakal mengelus di bawah sana yang sudah menegak sempurna.
"Kau nakal!" Alejandro mengeram, sentuhan lembut di area pribadinya begitu nikmat. Secepatnya ia mendorong Isabella, ingin segera memasukinya.
"Tunggu dulu."
"Apa lagi? aku sudah tidak tahan. Kau merasakannya sendiri kan, dia sudah sangat siap."
Isabella menggiring Alejandro untuk duduk di tepian pemandian. "Tutup mata mu.."
"Kau mau apa?" tanya Alejandro.
Isabella mengerlingkan sebelah matanya. "Aku ingin memanjakannya lebih dulu, kau tidak keberatan kan?" ucapnya sembari mengelus milik Alejandro.
Senyum sumringah terlihat jelas di wajah pria itu. Mendapatkan hal yang mengenakan, tentu saja ia m tidak akan menolaknya! "Kau yakin?"
Isabella mengangguk. "Tapi, tutup mata mu dulu.."
"Baiklah.." ia menurut, menutup mata dan menunggu Isabella memanjakan miliknya. Jarang sekali Isabella mau melakukannya. Dulu, Isabella sangat tidak menyukai hal seperti ini.
"Kau harus bersabar." balasnya.
Satu menit, dua menit hingga lima menit, Isabella tak kunjung memberikan sentuhan yang melenakan. "Sayang! aku tidak sabar, cepat lakukan!" tidak terdengar suara yang menyautinya. Bahkan ruangan terdengar sangat hening.
Alejandro membuka matanya. "Isabella!!!!" teriaknya kesal. Rupanya ia di tipu oleh istrinya. Isabella menghilang entah kemana. Di ruangan itu hanya ada dirinya seorang diri.
"Astaga! di membodohi ku!" Alejandro menatap miliknya yang sudah siap, namun sudah bisa dipastikan akan tersiksa. Mau tidak mau ia menuntaskan seorang diri. Alejandro menyesal, kenapa tadi tidak langsung memasuki Isabella saja! dia malah terayu bualan Isabella!
***
Isabella tak hentinya tertawa terbahak-bahak. Ia membayangkan wajah Alejandro yang kesal karena ditinggal saat gairahnyaa sudah di ubun-ubun.
"Kau puas sekali menertawakan ku." suara Alejandro tiba-tiba terdengar. Sontak Isabella menghentikan tawanya.
"Lain kali jangan begitu, aku bisa sekarat kalau hasratt ku tidak tersalurkan." kesal memang, tapi Alejandro bisa apa? mana mungkin ia memarahi Isabella.
"Kau sendiri yang mulai, aku bilang jangan mendekat! kau malah mengabaikan permintaan ku." ucapnya.
__ADS_1
"Tapi kau tadi menikmatinya, bahkan sampai mendesahh. Kau sungguh tidak merindukan ku?"
Isabella memalingkan wajahnya. "Tidak! aku tidak begitu.." elaknya.
"Jelas-jelas kau tadi menikmatinya. Itu tandanya kau juga merindukan ku.."
"Aku mengantuk!" Isabella menarik selimut, lalu berbalik memunggungi Alejandro.
"Aku boleh tidur di sini?"
"Tidak!"
"Oh ayolah, Isabel! badan ku pegal jika harus tidur di kursi itu."
"Yasudah, tidur di kamar lainnya."
Alejandro menghela. "Aku sudah lembut padamu. Jangan sampai aku nekad memaksamu. Kau menolak ku terus menerus."
"Apa maksud mu?" Isabella gugup.
"Aku suami mu, Isabel. Kau tidak mau kan aku berkeliaran di luar sana? lalu ada wanita yang merayu ku? bisa jadi aku terayu karena terlalu lama kau abaikan."
Isabella lekas bangun. "Yasudah sana! cari wanita lain! aku tidak peduli. Dasar mesum!" matanya melotot. Ia kesal karena Alejandro berfikiran untuk mencari kehangatan di luar.
Alejandro terkekeh. "Kau cemburu kan?"
"Tidak!"
"Benar, kau mengijinkan ku bersama wanita lain?"
"Aku tidak peduli!"
"Lain di mulut, lain di hati." Alejandro mencibir. "Aku ingin, yang tadi itu belum selesai." katanya. Menuntaskan sendiri sudah pasti tidak nikmat hanya melegakan saja.
"Aku tidak mau!"
Alejandro naik ke atas ranjang. Ia mengungkung tubuh istrinya. "Tapi aku mau, kau tidak bisa menolak ku lagi."
"Jangan memaksa ku!"
"Aku tidak memaksa, hanya meminta yang seharusnya memang aku dapatkan." setelah itu, Alejandro menyambar bibir istrinya. Dengan lincah ia melucuti pakaian Isabella.
__ADS_1
"Ale!! aku tidak mau!" Isabella berontak.
"Belum enak rupanya. Kalau begini, pasti kau tidak akan menolak ku lagi.." Alejandro membentangkan kedua kaki Isabella. Lalu menenggelamkan kepalanya di sana. Benar saja dugaannya, pergerakan Isabella yang memberontak perlahan melemah. Wanita itu malah menggeliat tak karuan. Alejandro menyeringai. Usahanya berhasil, yah.. walaupun sedikit memaksa. Tidak sia-sia Alejandro menahan sakit dari cakaran dan jambakan Isabella saat meronta.