Budak Tuan Alejandro

Budak Tuan Alejandro
Wanita ku lebih cantik


__ADS_3

Acara yang dinantikan tiba juga. Malam ini Jordan akan mengikat Isabella dengan hubungan selangkah maju untuk menggapai sebuah pernikahan.


Isabella begitu cantik malam ini, gaun yang di pakai sangat pas melekat di tubuh rampingnya. Menambah kecantikan dan keanggunan seorang Isabella, salah satu putri dari keluarga Smith.


Sebelum pertunangan di mulai, Elizabeth lebih dulu mengumumkan sekaligus memperkenalkan, jika Isabella adalah cucu perempuannya yang dilahirkan oleh putri pertama keluarga ini, Anne Smith.


Sebelumnya banyak yang bertanya-tanya mengenai Isabella yang tiba-tiba hadir di tengah keluarga Smith. Padahal setau mereka, keluarga Smith tidak memiliki anggota keluarga yang bernama Isabella. Untuk itu, Elizabeth memperjelasnya.


Senyum yang sangat lebar menghiasi wajah Jordan. Pria itu terlihat sangat bahagia sekali malam ini. Terlebih saat dirinya menyempatkan sebuah cincin bertahtakan berlian di salah satu jemari Isabella.


"Aku mencintaimu, calon istri ku." bisik Jordan ketika Isabella menyematkan cincin di jarinya.


Isabella tersipu, ia membalas ucapan cinta Jordan dengan sebuah senyuman.


Setelah selesai pertukaran cincin dan hubungan keduanya pun telah resmi menjadi sepasang kekasih, Jordan tidak lupa mengecup kening Isabella. Suara riuh, sorak sorai meriahkan acara.


Jordan yang dikenal dengan pria periang anti wanita itu kini menjelma menjadi pria puitis yang memperlakukan calon istrinya bak ratu dihatinya. Mereka tidak menyangka, Jordan bisa bersikap seromantis itu terhadap wanita.


Keluarga kedua belah pihak bahagia melihat putra-putri mereka telah bersatu.


"Selamat cucu ku." Elizabeth memeluk erat Isabella. Dulu, ia berkeinginan menghadirkan pesta semeriah ini untuk Anne, namun tidak terwujud. Dan sekarang Isabella bisa mewujudkannya, menggantikan Anne.


"Jangan pernah sakiti cucu ku." nasihat Elizabeth pada Jordan.


"Tentu saja nek, aku tidak mungkin akan menyakiti wanita cantik seperti Isabella." Jordan meraih tangan Isabella untuk dikecup. Pria itu memandang Isabella dengan penuh cinta, jelas sekali terlihat di binar matanya.

__ADS_1


Isabella tertegun melihat sorot mata Jordan yang begitu mencintainya. Ia takut akan mengecewakan Jordan. "Aku akan mencoba membalas cintai mu, Jordan."


***


Catalina sudah berdandan cantik, ia telah siap menghadiri undangan pesta pertunangan keluarga Smith. Namun ia di buat kesal karena Alejandro belum juga bersiap. Bahkan pria itu baru saja pulang entah darimana.


"Cepatlah Ale, kita akan terlambat!" seru Catalina.


Alejandro tidak menghiraukan seruan Catalina. Ia bermalas-malasan bersiap. Tubuhnya lelah setelah seharian ini berkeliling untuk mencari Isabella.


"Tidak perlu cemas, kita masih bisa menghadiri pesta itu." katanya.


Catalina mendengus. "Kita sudah pasti terlambat, ini semua gara-gara kau yang keluyuran!" Alejandro diam saja, ia mengabaikan ocehan Catalina.


Perjalanan memakan waktu sekitar tiga puluh menit. Benar saja, mereka sampai ketika pesta sudah berjalan. Acara tukar cincin pun terlewati.


"Bagaimana keadaan ayah mu? kami sudah lama sekali tidak bertemu." tanya Elizabeth.


"Ayah ku baik Nyonya. Hanya saja, ayah sedang melakukan pengobatan rutin karena masalah lambungnya." balasnya.


"Oh begitu. Semoga tuan Thompson segera diberi kesembuhan." Elizabeth membelai pipi Catalina. "Bersenang-senanglah di pesta ini."


"Terimakasih nyonya."


Sedangkan Alejandro sudah bercengkerama dengan Edgar, pria itu cukup mengenal siapa itu Edgar. Pria yang sukses dalam bisnisnya.

__ADS_1


"Ini dia, Jordan." kata Edgar memperkenalkan pria yang baru saja bertunangan dengan keponakannya saat Jordan menghampiri mereka. "Dimana keponakan ku?"


"Sedang menyapa tamu lainnya." jawabnya.


"Jordan, ini Alejandro. Pria ini pemilik pabrik minuman anggur yang terkenal." katanya.


"Benarkah? senang berkenalan dengan mu." Jordan menyambut Alejandro. Kedua pria itu saling berjabat tangan.


"Jadi ini mempelai prianya? beruntung sekali gadis yang bisa mendapatkan mu. Kau terlihat pria yang baik dan mapan." ucapnya. Kalimat pujian yang keluar dari mulut Alejandro bukanlah bualan belaka, Alejandro memang memiliki insting baik terhadap seseorang melalui gesture tubuh. Jika saja ia tahu Jordan adalah tunangan wanitanya, mana mungkin mulutnya melontarkan kalimat pujian pada pesaing.


Jordan tertawa mendengarnya. "Bukan dia yang beruntung, tetapi aku yang beruntung memilikinya. Dia gadis yang sangat cantik dan baik hati."


"Tentu saja, dia keponakan ku." sela Edgar.


"Tidak begitu juga bung! wanita ku yang paling cantik. Kecantikannya tiada tandingannya." seru Alejandro. Wanita pasangan Jordan mungkin memang cantik, tetapi bagi Alejandro kecantikan Isabella tak terkalahkan.


Jordan menggeleng. "Tidak bung! kau juga pasti akan mengakui kecantikan tunangan ku." kedua pria itu saling pamer dengan wanitanya masing-masing, tanpa mereka ketahui wanita yang tengah dibicarakan adalah wanita yang sama.


"Kalian malah bertengkar! tentu saja wanita piling cantik itu ibu ku. Nyonya Smith." Edgar, pria yang tidak mempunyai tambatan hati ikut menimpali.


Jordan menghela, "Sepertinya paman ku ini harus segera mencari wanita."


"Sialan kau!" Edgar memukul bahu Jordan.


"Ale!" Catalina menghampiri, "Kau kemana saja, aku mencari mu dari tadi."

__ADS_1


Jordan tersenyum. "Kekasih mu memang cantik, tapi lebih cantik dan menarik tunangan ku." Jordan pikir wanita yang dipuji Alejandro adalah Catalina.


Alejandro mendengus. "Bukan dia, tapi Isabella ku."


__ADS_2