Budak Tuan Alejandro

Budak Tuan Alejandro
Menikahi Jordan


__ADS_3

Isabella tidak bermain-main dengan ucapannya. Wanita itu dengan semangat melesatkan busur panahnya ke arah Alejandro yang sedang berlari menghindar.


"Aku tidak akan menyerah, Isabel!" seru Alejandro." pria itu rela jika harus mendapatkan semua balasan perbuatan buruknya pada Isabella. Hanya berlari lalu menghindar, itu sangat mudah bagi Alejandro. Terlebih bidikan Isabella selalu meleset.


Alejandro menyeringai, ia berlari menjauh dari arena latihan berkuda. Pria arogan itu memiliki segudang cara untuk membalikkan keadaan.


Namun naas kakinya tersandung batu, Alejandro jatuh tersungkur. "Aku terjatuh, Isabel." ia memandang wanitanya, berharap Isabella iba dan mau menolong.


Isabella tersenyum sinis. "Hanya tersandung tidak akan membuat mu mati." ketusnya.


"Isabella!" teriak Alejandro saat Isabella melesatkan busur panahnya, wanita itu benar-benar tidak memperdulikannya lagi.


Srettt! anak panah melesat tepat di celah kedua kaki Alejandro.


Alejandro mendelik. "Jangan melukainya, Isabella. Kau yang akan rugi sendiri." Untung saja sasarannya meleset, jika tidak, pusaka berharga milik Alejandro akan tertidur untuk selamanya. Dan itu akan merugikan Isabella dimasa depan, pikir Alejandro.


Lagi-lagi Isabella tidak mengindahkan ucapan Alejandro. Wanita itu kembali mengambil anak panah, bersiap untuk melesatkan kembali.


"****!!" umpat Alejandro. Ia lekas berdiri, lalu berlari kembali.


Isabella kembali mengejar Alejandro. Tetapi sosok pria itu tidak terlihat lagi. Isabella mengitari sekitar, ia sudah keluar dari arena latihan. "Kemana dia?" gumamnya.


Tiba-tiba saja tangannya di tarik oleh Alejandro. "Kena kau!"


"Arrggghhhh..." Isabella yang terkejut tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Ia pun jatuh menimpa Alejandro.


Alejandro tertawa. "Kau tidak akan bisa mengalahkan ku, Isabel." katanya. Pria itu puas sekali bisa memandangi wajah Isabella dengan jarak yang dekat.

__ADS_1


"Lepas!!" Isabella memberontak.


"Kau ingin membalas ku rupanya? kalau begitu, baiklah. Kita ulangi lagi seperti waktu itu. Tapi jangan ada yang terlewat sedikitpun. Semua harus sama." ucapnya. Isabella mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti apa yang dibicarakan Alejandro. "Termasuk kejadian di sungai." bisiknya.


Isabella mendelik, ia baru teringat. "Dasar pria mesum!" sentaknya.


Alejandro terkekeh. Tangannya masih kuat menahan Isabella agar tidak kabur darinya. Tempat ini sepi, tidak ada orang yang akan melihat mereka.


"Isabella, maafkan aku." Alejandro kembali meminta maaf, ia tidak akan pernah bosan mengatakannya sebelum mendapatkan maaf dari Isabella.


"Pergi dari rumah ku!" ucapnya dengan lantang. Isabella ingin kehidupannya kembali tentang tanpa bayang-bayang Alejandro. Pria ini adalah bagian dari masalalunya, Isabella ingin memulai hidup baru dengan Jordan, laki-laki baik yang mau menerima kekurangannya.


"Aku akan pergi, jika kau ikut bersama ku." Alejandro berjanji pad dirinya sendiri. Ia akan membawa kembali Isabella ke rumahnya. Ia harus bisa menggagalkan pertunangan Isabella dengan Jordan.


"Kau ini lancang sekali! aku putri bangsawan, kau tidak bisa lagi menjadikan ku budak mu!" kedua matanya melotot tajam.


"Tapi aku tidak tertarik menjadi istri mu." serunya, seraya melepaskan diri dari Alejandro.


Sial! Alejandro sedikit lengah.


Pria itu segera mengejar Isabella. "Tunggu." ia menarik lengan wanitanya. "Aku yakin, kau masih mencintai ku." ucapnya. Tidak mungkin perasaan Isabella padanya pudar begitu saja. Alejandro sangat percaya diri jika Isabella masih mencintainya. "Kembalilah padaku, tinggalkan pria itu. Aku yang akan menikahi mu."


Isabella menggeleng. "Jordan lebih baik dari mu." tunangannya itu begitu tulus mencintainya, Isabella tidak akan menyia-nyiakan pria sebaik Jordan meski perasaan yang ia miliki pada Jordan belum sepenuhnya tumbuh.


Mendengar itu, Alejandro meradang. Ia tidak suka Isabella memuji pria lain selain dirinya. "Aku lebih segalanya dari pria itu."


"Itu menurut mu, Jordan pria yan----" belum sempat Isabella menyelesaikan ucapannya, Alejandro lebih dulu membungkam mulutnya. "Kau hanya boleh memuji ku." kata Alejandro setelah melepaskan pagutannya.

__ADS_1


"Ish.." Isabella menatap sinis. "Jangan sembarang mencium ku!"


Alejandro mengusap bibir Isabella. "Rasanya masih sama, manis." Mendapatkan sebuah ciuman, rupanya laki-laki itu ingin lebih. Ia merengkuh pinggang Isabella untuk mendekat. "Aku sangat merindukanmu."


"Arrggghh... Isabella!" Alejandro mengerangg, mengaduh kesakitan.


"Rasakan itu!" puas sekali rasanya memberi pelajaran pada pria tak tahu malu itu.


"Astaga, Isabel! ini benda berharga ku." Alejandro masih meringis sembari memegangi miliknya. Isabella begitu liar menendang pusakanya dengan lutut. Sangat bar bar!


"Aku membencinya! untung saja hanya aku tendang. Kalau kau berbuat macam-macam lagi pada ku, ku pastikan benda sialan itu akan ku penggal!" seru Isabella.


"Jahat sekali.." lirih Alejandro. "Kau membencinya, tapi milik ku ini sering membuat mu mendesahh nikmat." gerutunya. Bisa-bisanya Isabella ingin mengenyahkan benda kesayangannya. Padahal gadis itu sendiri yang akan rugi bila terjadi apa apa pada pusakanya. "Kau akan serasa menjadi janda seumur hidup jika dia terluka."


"Cih! aku akan mencari yang lain. Sepertinya milik Jordan lebih memuaskan." seringainya.


"Isabella!" seru Alejandro, ia tidak suka mendengarnya. "Tidak! aku tidak akan membiarkan mu merasakan milik pria lain."


"Apa hak mu mengatur ku? ingat, kau bukan siapa siapa ku." ucapnya sembari melengos pergi. Isabella kembali menaiki kudanya.


"Aku akan mendapatkan mu kembali." katanya.


"Sebelum itu terjadi, aku akan menikahi Jordan."


"Isabel!!"


Tidak peduli, Isabella memacu kudanya untuk kembali, menghampiri Jordan yang sedang menunggunya dengan cemas.

__ADS_1


__ADS_2