
"Hai nona, apa kau kekasih tuan Ale?" Jordan menyapa Catalina, ia ingin memastikan jika gadis ini adalah kekasih pria yang sangat memuji pasangannya.
Catalina tersenyum, lalu mengangguk. "Iya, kami sudah bertunangan."
"Wow! kau beruntung sekali mendapatkannya nona, dia sangat mencintai mu." serunya.
Meski bingung, Catalina mengiyakan saja. Menampilkan senyum tipisnya. Bagaimana mungkin Alejandro mencintainya? sedangkan menatapnya saja begitu enggan.
"Kau berlebihan tuan Jordan." dalam hati kesal sekali. Pujian itu tertuju pada wanita lainnya, Isabella.
"Kalian lanjutkan berbincang, aku harus menemui tamu lainnya." Edgar pamit undur diri.
Tidak sengaja tatapan Jordan mendapatkan Isabella yang tengah berdiri bersama Elizabeth, mungkin neneknya itu sedang memperkenalkan Isabella dengan rekannya. "Tunggu, aku panggil tunangan ku dulu." pria itu berniat memperkenalkan Isabella kepada kenalan barunya. Yang mengaku-ngaku jika sang wanita lebih cantik dari Isabella.
Jordan meminta ijin pada Elizabeth untuk menggandeng Isabella, untuk diperkenankan pada seseorang.
"Tuan, aku ini dia wanita ku yang paling cantik." suara Jordan terdengar, sontak Alejandro dan Catalina segera berbalik untuk melihat siapa gerangan wanita itu.
Ketiga orang yang saling mengenal itu sama-sama terkejut. Untung saja Isabella berada di dalam rangkulan Jordan, hingga wanita itu tidak jatuh limbung. "Tuan..."
"Isabel.." lirih Alejandro. Kedua matanya membeliak, tak percaya wanitanya yang ia cari cari sekarang ada di hadapannya.
Oh Isabella... ingin sekali memeluk tubuh itu. Wanitanya kini terlihat semakin cantik saja. Ia rindu, sangat amat rindu.
Alejandro melangkah maju, tatapannya hanya tertuju pada wanitanya.
Begitu juga dengan Isabella, ia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Alejandro.
"Tuan, kecantikan tunangan ku tak terkalahkan kan?" suara Jordan terdengar, membuat Alejandro tersadar.
Apa katanya? tunangan? Alejandro belum bisa mencerna kalimat itu dengan baik. Pikirannya masih terpenuhi oleh Isabella. Hingga ia melihat tangan Jordan melingkar di pinggang Isabella. Tatapannya seketika berubah menjadi tajam. Ia tidak suka wanitanya di sentuh oleh pria lain.
"Isabella? kau kah itu? kenapa bisa?" celetuk Catalina yang sedari tadi juga terlihat bingung. Kenapa bisa Isabella bertunangan dengan Jordan? apa putri yang sedang hangat diperbincangkan itu adalah Isabella? Putri yang baru saja kembali.
__ADS_1
Jordan mengerutkan keningnya. "Kalian saling kenal?" belum juga memperkenalkan Isabella dengan baik, tetapi kedua orang itu rupanya telah mengenal Isabella.
"Hanya teman lama." jawab Isabella. Catalina memang temannya, teman lama yang jahat padanya.
"Kau juga mengenal tuan Ale?" tanya Jordan.
Isabella mengangguk. "Hanya kenalan tidak penting!" jawabnya sembari memalingkan wajah. Isabella mencoba menguasai diri agar tidak terlihat lemah di mata Alejandro. Ia bisa menghadapi pria arogan itu.
Alejandro tersentak mendengarnya. Kenalkan tidak penting katanya? bagaimana bisa Isabella mengatakan itu, bukankah dulu mereka selalu menghabiskan malam panas bersama? Alejandro gelisah di buatnya.
"Jordan, lebih baik kita pergi. Jangan berteman dengan pecundang." Isabella menarik lengan Jordan untuk menjauhi Catalina dan Alejandro.
Jordan menurut saja. Ia heran kenapa Isabella berbicara tidak sopan? apa telah terjadi sesuatu?
"Isabella.." Alejandro ingin mengejar wanitanya, namun Catalina dengan cepat mencegah.
"Ale, jangan bertindak konyol! Isabella bagian dari keluarga Smith!"
Alejandro menyentak tangan Catalina. "Aku tidak peduli!" siapapun Isabella, Alejandro harus mendapatkannya kembali. Ia tidak rela Isabella jatuh ke tangan pria lain.
"Tuan." Markus datang menghentikan langkah tuannya.
"Ada apa?"
"Semua sudah siap. Apa tuan masih lama di pesta?" tanyanya. Sebelumnya Alejandro telah memerintahkan Markus untuk bersiap kembali ke penginapan. Alejandro berniat menghadiri pesta ini hanya sebentar.
"Aku tidak mau pulang ke penginapan! aku mau tinggal di sini." katanya.
"Maksudnya, tuan?" Markus dibuat bingung.
"Bodoh!" Alejandro mengumpat. "Kau tuli, aku akan tetap tinggal! minggir! jangan halangi aku!" serunya sembari mendorong Markus untuk menyingkir.
"Kemana si keparat itu membawa Isabella pergi." gumamnya. Alejandro kehilangan jejak Jordan dan Isabella.
__ADS_1
"Siapa tuan?" suara Markus terdengar kembali.
"Astaga!" Alejandro terkejut. "Kenapa kau masih di sini!"
Markus menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudahlah.. bantu aku mencari Isabella." perintahnya.
"Nona Isabella ada di sini?"
"Banyak tanya! aku bilang cari ya cari saja!" Alejandro bersungut-sungut. Pria itu berjalan menuju taman, tempat itu sepi dari para tamu undangan.
"Tuan, di sana ada orang." ucap Markus.
"Kau masih mengikuti ku!" sentak Alejandro. Ia menoleh ke arah yang di tunjuk Markus. Benar saja ia melihat Jordan dan Isabella ada di sana. "Dasar laki-laki mesum! bisa-bisanya dia membawa Isabella ke tempat sepi." sesama lelaki, Alejandro bisa mengetahui apa yang ada di pikiran Jordan ketika membawa Isabella ketempat sepi. Apa lagi! kalau bukan bermesraan!
"Isabel, kau mengenal tuan Ale? ada apa, kenapa kau terlihat tidak menyukainya?" tanya Jordan.
"Bukan apa-apa. Aku hanya tidak suka saja." Isabella belum bisa mengatakan jika Alejandro adalah pria yang sempat memiliki dirinya. Ini adalah hari bahagia, Isabella tidak ingin merusak suasana. "Jangan membahasnya."
Jordan tersenyum lalu memeluk Isabella begitu erat. "Kita bertunangan juga, aku bahagia.."
"Setelah ini aku tidak mau berlama-lama menunggu untuk menikahi mu. Tidak apa kan, sebulan atau dua bulan lagi kita menikah?" lanjutnya.
Isabella mengangguk. "Iya, aku mau." ia sudah memikirkan dengan matang, menikahi Jordan adalah pilihan yang tepat. Hidupnya akan di penuhi oleh cinta pria itu. Dan dirinya pasti akan bahagia.
Jordan bahagia sekali mendengarnya. "Terimakasih sayang ku.." kecupan ia daratkan di pipi mulus tunangannya. Isabella sudah terbiasa dengan kecupan Jordan, ia mulai menerimanya.
"Isabella, boleh aku meminta satu kecupan di bibir?" belum mendapat jawaban dari Isabella. Jordan sudah mendekatkan wajahnya.
"Argghhhh!!" Jordan mengaduh kesakitan.
"Kau kenapa?" tanya Isabella.
__ADS_1
"Siapa yang melempari ku kerikil." sungutnya kesal.