
Tuan Thompson mendatangi kediaman Alejandro. Kedatangan ayah dari Catalina bermaksud untuk menanyakan keadaan putrinya yang tengah berbadan dua. Meski tuan Thompson sudah mendengar dari mulut Catalina jika bukan Alejandro, pria yang telah menodainya.
"Aku minta maaf karena belum sempat berkunjung ke rumah anda." kata Alejandro menyambut kedatangan pria yang nyaris menjadi ayah mertuanya. Alejandro berfikir jika dirinya telah mengabaikan Catalina dengan tidak memberikan kabar apapun.
"Sebenarnya ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan anda." lanjutnya. Alejandro akan memberitahu tentang pernikahannya dengan Isabella. Yang secara tidak langsung membatalkan rencana pernikahannya dengan Catalina.
"Aku juga ada yang ingin di bicarakan." tuan Thompson tidak sabar mengatakan maksud tujuannya datang ke sini.
Alejandro mengangguk. "Aku siap mendengarkan."
"Sebulan yang lalu, apa kau melakukan sesuatu pada putri ku?" tanyanya. Tatapannya begitu menusuk.
"Oh.. itu. Aku minta maaf karena tidak mengantar Catalina ke rumah." jawabnya. Ia pikir tuan Thompson mempermasalahkan putrinya yang pulang sendirian tanpa di antar, setelah Alejandro mengajaknya berpergian. "Itu karena aku memang tidak bisa. Aku sudah..." ucapnya terhenti karena tuan Thompson bersuara kembali.
"Putri ku hamil, apa kau telah menidurinya?" seru tuan Thompson.
Alejandro terkejut mendengarnya. "Tidak! aku tidak pernah menyentuh Catalina!" ia menjawab cepat.
Dari kesungguhan Alejandro, tuan Thompson menjadi yakin jika bukan Alejandro pelakunya seperti apa yang Catalina katakan.
__ADS_1
Pria tua itu menghela, tapi kemarahannya masih tetap terlihat. "Seharusnya kau menjaga Putri ku dengan baik! aku sudah mempercayakan putri ku saat kau bawa pergi. Tapi kenapa semua ini bisa terjadi!" serunya. Tuan Thompson marah karena keteledoran Alejandro menjaga Catalina. Jika saja Alejandro menjaganya dengan baik, mungkin putrinya tidak akan dilecehkan oleh lelaki tidak dikenal.
"Maaf, aku menyesal." salahnya juga yang mengabaikan Catalina. Gadis itu tidak penting di matanya, jadi Alejandro tidak terlalu memperhatikan Catalina. "Aku akan mencari tahu pelakunya." janjinya.
Tuan Thompson tidak akan memperpanjang masalah dengan Alejandro. Pria itu tidak salah, jadi ia memakluminya. Ia akan mencari solusi mengenai masalah yang menimpa Catalina. Jalan satu-satunya ia akan mencari seorang pria yang mau menikahi Catalina. Walau bukan dari kalangan bangsawan, tuan Thompson harus rela menikahkan putrinya, sekalipun dengan pria biasa. Demi menutupi aib keluarga.
"Tuan..." saat tuan Thompson hendak pergi. Isabella menyapa. Wanita itu sudah lama sekali tidak bertemu dengan majikannya yang dulu memperlakukannya dengan baik.
Tuan Thompson cukup terkejut melihat keberadaan Isabella di kediaman Alejandro. "Isabella.."
Isabella berjalan mendekat. Ia ingin bertemu sapa dan berbincang walau sebentar untuk melepas rindu.
"Dia istri ku, Isabella Smith." jawab Alejandro.
Tuan Thompson terkesiap, bukan karena mendapati kenyataan jika Isabella seorang keturunan Smith, karena sebelumnya pun ia sudah tahu jika Anne dan Isabella adalah keturunan Smith. Tetapi ia terkejut dengan pengakuan Alejandro yang menyebut Isabella adalah istrinya. "Sejak kapan?" tanyanya, ia menatap lekat Alejandro.
"Kurang lebih sebulan yang lalu.." jawab Alejandro.
"Kau mengkhianati putri ku?!" sergahnya. Bagaimana bisa Alejandro menikahi wanita lain sedangkan statusnya dengan Catalina masih sebagai tunangan. "Apa semua yang terjadi pada putri ku sebuah konspirasi yang kau buat?" kemarahan merayapi hati tuan Thompson. Ia merasa dikhianati! Curiga atas semua yang terjadi putrinya hanya akal-akalan Alejandro agar bisa leluasa lepas dari ikatan. Lalu bisa menikahi Isabella.
__ADS_1
"Kau menjebak putri ku!" tuduhnya. Tatapannya menggelap. Siapa yang tidak mengenal Alejandro, pria yang sangat ambisius. Pria yang akan melakukan segala cara untuk mendapatkan sesuatu. "Kau membuang putri ku setelah menemukan wanita yang lebih berpengaruh?"
"Bajingann!!" tuan Thompson mengumpat. Tapi ia masih bisa mengendalikan diri, tidak melukai Alejandro dengan tangannya.
"Bukan! tuduhan anda tidak benar. Aku sama sekali tidak tahu menahu musibah yang menimpa Catalina." Ia membela diri.
Ucapan Alejandro bagai angin lalu. Tuan Thompson pergi dari rumahnya dengan amarah yang meletup-letup.
"Ada apa ini? apa yang terjadi dengan Catalina?" Isabella menatap suaminya dengan curiga.
"Bukan apa-apa." ia malas menjelaskan permasalahan Catalina. Pasalnya masalah dengan istrinya pun tak kunjung berkesudahan. Benteng pertahanan Isabella masih terlalu kuat untuk ia tembus. Semenjak malam panas itu, Isabella kembali memblokir sangkarnya. Istrinya itu mengancam akan pergi ke rumah nenek Elizabeth jika Alejandro memaksanya.
"Apa kau masih terikat dengan Catalina? lalu tuan Thompson meminta mu untuk segera menikahi Catalina?" terka Isabella.
"Bicara apa! pertunangan ku sudah resmi batal. Jadi tuduhan mu tidak benar."
Isabella hanya membulatkan mulutnya. Lalu pergi meninggalkan Alejandro.
"Sayang! kau belum juga rindu pada ku?" serunya. Rasanya lama sekali menanti Isabella mengatakan rindu akan sentuhannya. Isabella berjanji akan melayaninya jika wanita itu sudah rindu berat pada Alejandro. Tapi sampai sekarang Isabella belum juga rindu. Apa Alejandro kembali dikelabui?
__ADS_1