
Happy reading!!
"Iya, boleh. Asal dengan satu syarat."
Pesan yang membuat Karin mengerutkan keningnya. Guanlin menatap penasaran.
"Pesan dari siapa?"
"Dari bos gue, nih." Jawab gadis itu sambil mengetikkan balasan. Guanlin tersenyum smirk.
"Bos lo bilang apa?"
"Kepo deh lo." Gadis itu meletakkan ponselnya diatas meja sambil menunggu balasan selanjutnya dari bosnya. Ia harap, syarat yang bosnya.maksud bukanlah syarat yang memberatkan.
Ngomong-ngomong, ia mengajukan permintaan jadwal liburnya dipercepat mulai besok pada bosnya. Ya, karena mereka akan pergi liburan lusa. Jadi ia harus mempersiapkan banyak hal. Ia kembali ke dunia nyata ketika ponselnya kembali bergetar. Pesan dari bosnya tentu saja.
"Kamu harus nurutin 1 permintaan Guanlin."
What the!!!
Karin cengo melihat pesan dari bosnya. Ia mengecek kembali, barangkali itu bukan nomor bosnya, atau barangkali bosnya itu salah kirim. Apa hubungannya dengan Guanlin.
"Tak usah bingung. Kamu tanya saja apa permintaannya. Setelah itu mulai besok kamu bisa libur."
Satu pesan dari Eun Bi kembali menghiasi layar ponselnya. Karin menatap Guanlin penuh curiga. Guanlin menggidikkan bahunya.
"Lai Guanlin, lo ngejebak gue ya?"
"Ngga tuh."
"Ih ngeselin banget. Udah deh gausah pura pura gatau. Apa permintaan lo?" Tanya Karin malas-malasan. Ia berharap banyak agar Guanlin tak mengajukan permintaan yang aneh aneh.
Guanlin tertawa, "Lo tau aja kalo gue yang nyuruh." Karin memutar bola mata jengah. Ini terlalu gampang untuk ditebak menurutnya.
"Hm, permintaan gue ada 2."
"Hah? Gabisa gabisa. Bu Eun Bi kan nyuruhnya 1 doang."
"Kalo gue mau 2 gimana dong."
"Pokoknya gabisa."
"Yaudah deh, gue telfon dia dulu buat minta izin." Guanlin meraih ponselnya membuat gadis itu melarang panik. Guanlin ingin tertawa. Sungguh, Karinnya terlihat sangat menggemaskan saat panik.
"Iya deh. Terserah lo." Gadis itu berucap malas. Lagipula jika ia mengadu pada Eun Bi, tetap saja hasilnya sama.
Guanlin tersenyum puas, "Permintaan.pertama gue, lo harus..."
Karin menggigiti bibir dalamnya karena cemas.
"Eh tapi lo harus janji dulu sama gue kalo lo bakal nepatin permintaam gue." Guanlin mengulur waktu dengan dalih membuat perjanjian. Gadis itu menyetujui. Guanlin berucap kembali sesaat setelah mereka saling menautkan jari tanda perjanjian.
"Gue mau lo peluk gue sekarang. Harus kaya seorang ibu meluk anaknya selama 1 menit." Guanlin bersedekap dada sesaat setelah ia mengatakan permintaannya.
Gadis di hadapannya itu memandang kesal. Ia memandang ke sekitar. Suasana cukup ramai. Ada sekitar 9 atau lebih pengunjung disini.
__ADS_1
"Ga mau ah. Rame." Elaknya.
"Berarti gue laporin sama bos lo dong." Karin memasang wajah panik kembali. Ia bersungut kesal kemudian mendekati Guanlin dan memeluknya seolah tengah memeluk anak kecil.
Guanlin yang niat awalnya hanya ingin mengusili Karin tertegun. Hatinya terasa sakit ketika ia dipeluk Karin seperti sekarang ini. Ia ingat pada ibunya. Ibu yang meninggalkannya jauh ketika ia masih berumur 13 tahun. Mata laki laki itu berkaca-kaca samar. Ia rindu. Sangat rindu.
"Gue jadi ingat ibu." Cicitnya pelan membuat Karin berhenti menghitung. Ia memandangi sekitar. Tak ada yang sedang memerhatikan mereka berdua saat ini. Fokusnya kembali pada laki laki yang tengah ia peluk sekarang.
"Kok jadi ingat ibu?" Tanyanya ingin mencairkan suasana. Gadis itu malah mengusap rambut Guanlin lembut. Persis seperti seorang ibu pada anaknya.
"Pelukan lo kaya pelukan ibu."
"Udah, lo gausah sedih."
Karin melepaskan pelukannya.
"Udah lebih 1 menit loh, Loy."
Guanlin tertawa pelan melihat raut sebal gadis di depannya.
"Permintaan kedua gue, jangan pernah ninggalin gue dalam situasi apapun. Ingat lo udah janji!"
◐◐◐
Rombongan Karin dan teman-temannya telah siap. Mereka akan berangkat menuju tempat liburan yang sudah disetujui bersama beberapa hari lalu. Wajah wajah itu terlihat sangat bahagia. Dan satu point lagi, Ong memang selalu menjabat sebagai happy virus dimanapun ia berada. Jangan lupakan partnernya dari gank Kang Daniel, si dancing machine, Woojin-ah. Seperti sekarang ini, duo lawak itu bertingkah aneh hingga membuat yang lain tertawa.
Setelah memasukkan semua barang ke mobil, mobil tipe van itu melaju meninggalkan Seoul. Jihoon nampak kurang semangat karena ia bertugas menyetir selama 1 jam ke depan. Come on, perjalanan hanya 2 jam. Bukankah itu berarti dia kehilangan 1 jam untuk menikmati perjalanan? Terasa sangat menyebalkan ketika melihat teman temannya bermain dan tertawa di belakang sana. Tak hanya itu, terlihat sangat miris karena hanya ia yang duduk di kursi bagian depan. Semua lebih memilih di belakang. Nampak amat jonesablemu, Jiun!
"Nempel terus deh, kaya perangko." Daehwi mengomel melihat Guanlin bertingkah sok manis di depan Karin. Guanlin mencebik kesal.
Baik, dua orang lagi yang terlihat sedang berduaan, Daniel dan Jihyo. Banyak mulut yang ingin kepo menanyai, bahkan menyoraki tapi mereka sedikit tak berani. Err Daniel itu sedikit galak kalau ditanyai tentang Jihyo. Jihyo banyak senyum kalau sedang bersama Daniel. Ia seakan tak memiliki beban ketika menceritakan bermacam-macam hal. Tapi, Daniel sebaliknya. Laki laki bongsor itu hanya cuek memperhatikan Jihyo berbicara. Kadang ia tersenyum sebagai balasan.
◐◐◐
Mereka tiba ketika waktu menunjukkan pukul 10 pagi di Hongcheon. Jinyoung meliukkan badan kanan-kiri begitu turun dari mobil. Menjadi supir memang benar benar membuat badan pegal. Lain halnya dengan teman-temannya yang terlihat sangat menikmati perjalanan. Ong dan Woojin melangkah terlebih dulu ke villa.
"Duhh, pengen tidurr woii." Airish berucap lesu. Selama perjalanan, gadis itu memang ingin tidur, namun tak ada yang aman selagi kau masih berada disekitar Woojin dan Ong. Segera setelah menemukan kamar untuknya, Airish langsung berbaring tanpa mengganti baju terlebih dulu. Karin geleng-geleng kepala melihatnya.
Gadis itu segera menata pakaian dan barang-barangnya setelah Airish tidur. Ia juga menata barang-barang sahabatnya itu karena mereka berada di satu kamar. Ia tak lupa menelfon sang mama hanya untuk memberi kabar kalau mereka telah sampai dengan selamat.
Suasana dapur villa terlihat sangat berisik. Jihoon dan Ong terlihat sibuk dengan sesuatu yang mereka masak. Woojin asyik membongkar koper cemilan yang dibawa Daehwi bersama Jinyoung. Sebenarnya mereka disuruh menyusunnya ke lemari makanan, tapi bukan Woojin namanya kalau meloloskan satu makanan pun. Sementara Guanlin dan Daniel kedapatan tugas bersih bersih villa. Dua laki laki itu membersihkan villa dengan berat hati dan muka masam.
Di sisi lain Jennie, Jihyo, dan Seon yoo asyik mencoba baju baju yang mereka beli dalam perjalanan sebelum sampai ke villa. Tak lupa dengan beberapa sheet mask, parfum, dan perawatan kecantikan lainnya.
Rencana liburan mereka berjalan seperti yang mereka rancang. Mereka merayakan natal dengan hangat sambil menyantap sop dan sosis masakan Jihoon dan beberapa lainnya sebagai asisten Jihoon. Tak lupa bermain ski meski suhu disana mencapai -10 derajat celsius. Para remaja itu nampak bahagia menjalani liburan kali ini.
"Gue hidup dengan baik." Senyum 12 jari masih tak hilang dari wajah Airish ketika ia melihat-lihat hasil jepretan kamera ponselnya. Pasalnya, saat mengunjungi beberapa toko untuk membeli makanan, mereka bertemu dengan idol yang saat ini grupnya sedang naik daun, Huang Zi Tao. Meski ultimate biasnya bukan Tao, tapi, SIAPA YANG TAK BAHAGIA BERTEMU DENGAN PERSONIL BOYBAND YANG KITA SUKAI?!!!! SIAPA?!!!
"Gue nyesel ga bawa kamera. Tao, saranghae. Harusnya tadi gue titipin salam cinta gue buat Chanyeol sama lo, Tao. Astaga kok lo manis banget astaga, tolong!!" Airish masih berkomentar banyak tentang foto yang ia ambil secara sembunyi-sembunyi itu.
"Karin, gue nyesel ga minta tanda tangan sama fotbar!! Duh, Tao, kok lo manis banget astaga, makin cinta!!"
Karin menatap datar pada Airish yang tengah selonjoran dengan perasaan galau. Ia lebih memilih memakan kue yang mereka beli tadi daripada menyesali mengapa tak membawa kamera, atau mengapa tak meminta tanda tangan, atau mengapa tak meminta foto bersama. Astaga, lagian Tao bersama dengan bodyguardnya, bagaimana mereka bisa meminta tanda tangan dan foto bersama?
"Jung Airish the ulzzang Girl dari Seoul, tolong deh gausah galau-galau! Kita itu udah lebih dari beruntung bisa ketemu langsung sama dia. Kenapa harus nyesal sih?"
__ADS_1
"Karin, lo gatau perasaan gue itu gimana!"
"Lebay, lo ah!"
"Gimana kalau yang tadi kita lihat di toko tadi itu Xiumin? Gimana?!"
Karin terdiam, "Ya, bakal gue terobos lah. Bodo amat sama bodyguardnya. Suami gue itu!"
Airish memutar mata jengah, "Nah, kan! Lo juga sama, bambang! Pokoknya gue bakal nyuciin foto ini terus gue bakal pajang di kamar gue!" Airish berucap berapi-api.
Karin ingin berkomentar, tapi suara ketukan pintu menginterupsi kegiatan mereka, "Woi, keluar lo pada! Asyik molor aja! 2 jam lagi tahun baru nih!!" Itu Woojin yang memanggil dengan nada ngegas.
"Iya iya!! Berisik banget!"
Karin dan Airish segera keluar kamar. Bergabung dengan yang lain yang sudah tampak rusuh di halaman villa. Suasana sangat ramai karena banyak yang sudah bermain kembang api, bahkan di suasana yang sangat dingin begini.
Pemandangan yang begitu menyakiti mata adalah duo bobrok, Woojin dan Ong yang kini beradu uap dari mulut siapa yang paling banyak keluar ketika kau mengucapkan 'hah'.
"Woi, 1 menit lagi woiii!!!" Jihoon berteriak dengan riang ketika menyadari bahwa saat ini pukul 23.59. 1 menit sebelum 2015 tiba. Mereka pergi ke pusat kota Hongcheon untuk merayakam pesta kembang api bersama dengan masyarakat lain. Tak ada yang tak senang di malam ini. Termasuk Kang Daniel. Ia bahkan tertawa-tawa sambil memakan makanan yang ia beli.
"2015 tiba dalam 10 detik!! Mari kita hitung mundur bersama!!" Teriak pemandu acara dengan semangat.
10...
9...
8...
7...
6...
5...
4...
3...
2...
1...
HAPPY NEW YEAR!!!!!
Ratusan kembang api meluncur ke langit disusul dengan cahaya indah setelahnya. Semuanya senang. Suasana sangat meriah dan ramai. Banyak yang menangis terharu melihat pemandangan indah sekali setahun ini.
Guanlin menggenggam tangan Karin erat. Ia melirik gadis yang seukuran bahunya itu dengan senyum paling manis yang pernah Karin lihat.
"Happy new year, i love you." Ia berucap tanpa suara. Hanya dengan gerakan mulut, namun Karin mengetahuinya. Ia tersenyum sebagai balasan. Guanlin memeluk tubuh kecilnya diantara banyaknya manusia malam ini. Dibawah pesona kembang api yang menenangkan hati walau bersuara ribut. Ditengah tengah dinginnya malam di kota Hongcheon.
Ia berjanji pada dirinya sendiri. Ia akan selalu ingat malam ini. Malam paling memorial. Bersama dengan laki laki yang ia cintai dibawah guyuran kembang api di tengah salju. Bersama dengan teman teman paling ajaib yang pernah ia miliki. Ong dan Woojin yang selalu membuat suasana ceria dengan candaan mereka. Jinyoung yang pendiam tapi bijaksana. Airish sahabat fangirl yang selalu ada untuknya. Jihoon laki laki manis yang pandai memasak. Daehwi teman fanboy yang paling seru. Jihyo gadis polos yang selalu membuatnya gemas. Seon yoo dan Jennie, ia tak terlalu akrab tapi ia harap dirinya bisa akrab. Serta, Kang Daniel yang pendiam namun hanya pura pura pendiam. Karin tahu laki laki itu juga tukang ribut dan usil. Ia bahkan menunjukkan sifat aslinya itu malam ini.
Ia berdoa dalam hati, agar hingga kapanpun di masa depan, kebahagiaan ini selalu bersamanya....
TBC")
__ADS_1