
Happy reading")
Guanlin tertawa mengejek. Maaf saja, dia tak peduli apa itu etika dan kesopanan.
"Kok papa jadi sensi, sih? Aku hanya mengatakan apa yang menjadi pendapatku,"
Masih tak ada yang berbicara hingga Guanlin selesai minum, "Atau jangan-jangan, yang bunuh mama itu adalah...papa sendiri."
Tepat sasaran!
"Guanlin, tante mohon jaga omongan kamu!" Sakura Mashiho, ibu Airish mulai menegur Guanlin karena tidak sopan.
"Papa nyekolahin kamu bukan untuk tidak sopan seperti ini, asal kamu tahu!" Hyun Bin meraih gelas kaca dan menjatuhkannya ke lantai karena emosi. Suasana ruang makan yang tadinya damai kini berubah jadi sebaliknya.
Guanlin tersenyum sarkas, "Aku tak yakin kalian masih dapat membela pembunuh ini setelah kalian tahu faktanya!" Nadanya berubah dingin menakutkan.
"Guanlin, paman mohon hentikan! Kenapa kau jadi tak beretika seperti ini?!" Jung Ho Seok menimpali.
Guanlin tak mengindahkannya. Ia malah menatap Kim Taeyeon yang kini bergetar ketakutan. Terlebih saat Guanlin menatapnya.
"Kenapa mama Taeyeon, ingin mengatakan sesuatu?"
"Ayo, ma. Katakan yang mama tahu." Daniel kini angkat bicara membuat wanita itu tersudut. Daniel sebenarnya tak tega melihat ibunya seperti itu. Tapi tak ada cara lain lagi.
Semua pasang mata kini menatap Taeyeon seakan dia adalah orang yang bersalah di ruangan ini. Wanita itu menunduk. Ia tak dapat mengelak lagi. Selama kurang lebih 4 tahun ia menutupi fakta itu karena diancam oleh pembunuh yang sebenarnya. Tak lama kemudian ia mulai mengaku diringi tangisan.
"Maafin mama, Guanlin. Maaf," Cicit wanita itu.
"Apa maksudmu Taeyeon?" Sakura bersuara. Ia jadi semakin tak mengerti jalan pembicaraan mereka mengarah kemana.
Taeyeon mulai menenangkan dirinya, "Aku tak tahu harus menjelaskan darimana. Tapi, pembunuhnya adalah Hyun Bin sendiri. Maafkan aku, aku diancam olehnya agar tak membeberkan kasus ini. Maafkan aku." Taeyeon terus-terusan mengucapkan kata maaf. Hal itu membuat semua yang ada disana terkejut tak menyangka.
"Ap, apa apaan ini?! Apa kalian akan memercayai wanita pembohong ini?!" Hyun Bin masih mencoba mengelak.
"Kenapa kau masih berbohong? Kau membunuhnya siang itu setelah kau membiusku dengan obat tidur!"
Sakura dan Ho Seok menatap Hyun Bin tak menyangka.
"Katakan yang sebenarnya Hyun Bin!" Ho Seok mulai tak terima. Bagaimana bisa pembunuh adiknya adalah adik iparnya sendiri. Ini sangat diluar nalar.
Hyun Bin tetap mengatakan kalau dia tidak melakukan itu. Taeyeon kembali bersuara. Ia mengumpulkan keberaniannya.
"Hyun Bin dan aku memiliki hubungan di belakang Eun Tak, bahkan sebelum mereka menikah. Setelah Eun Tak tahu, ia tak terima. Saat itu aku merasa sangat bersalah. Aku tahu rasanya bagaimana menjadi dia saat itu. Aku bahkan tak menyangka siang itu Hyun Bin membiusku di kamar itu ketika mengantar makan siangnya, agar dia bisa membunuh Eun Tak. Itu diluar ekspetasiku. Aku tak tahu dia akan melakukan itu. Sungguh."
__ADS_1
"Dasar wanita pembohong! Sialan kau!" Hyun Bin melemparkan gelas di dekatnya pada Taeyeon, dan mengenai tangannya. Daniel marah, dia bangkit dan memberi pukulan yang membuat ayah tirinya itu terjatuh dari kursi.
"Berani-beraninya kau pembunuh!" Desisnya kemudian menanyai apakah Taeyeon baik-baik saja.
"Hyun Bin, jangan katakan kalau kau juga yang membuat Eun Tak kecelakaan?!" Ho Seok menduga.
"Iya! Dia yang melakukan itu pada Eun Tak. Dia yang menyuruh seseorang untuk menabrak Eun Tak. Tapi gagal walau akhirnya Eun Tak tak bisa berjalan." Taeyeon membenarkan.
"SIALAN KAU!"
Ho Seok tak dapat menahan amarahnya. Ia teringat bagaimana penderitaan adiknya itu di masa lalu. Kalau bukan karena dihalangi Airish dan Guanlin, mungkin saja dia sudah menghabisi Hyun Bin.
"Bagaimana, paman? Apa kau masih tidak mau mengaku?" Ujar Airish.
Hyun Bin bungkam. Dan yang selanjutnya terdengar adalah teriakan tangis putus asa pria itu.
"Iya! Aku yang membunuhnya! Asal kalian semua tahu, aku tak pernah mencintai wanita itu! Itu salah ayah dan ibu, kenapa mereka menjodohkanku dengan wanita yang tak ku cintai! Aku tak rela kalau harus menghabiskan hidupku dengan orang yang tak kucintai!" Pada akhirnya ia mengaku. Ho Seok malah semakin emosi.
"Kurang apa adikku, sialan! Kalau bukan karena adikku, apa kau pikir kau bisa hidup dengan kekayaan dimana-mana?! Dasar brengsek! Mati saja kau!"
"Sudah, Ho Seok." Sakura menahan suaminya agar tak berbuat apa-apa lagi.
Guanlin mendekati papanya yang kini terlihat menyedihkan. Ia mungkin akan sangat membenci papanya setelah ini. Sangat.
"Kupikir papa itu adalah sosok yang harus ditiru! Panutan. Tapi ternyata aku salah. Papa yang bilang padaku kalau papa sangat menyayangi mama. Aku tidak menyangka kalau papa tega melakukan ini! Aku harap setelah ini aku tak lagi melihatmu! Aku membencimu! Sangat!"
"Guanlin maafkan papa, nak." Teriak pria itu penuh penyesalan.
Tak lama kemudian, akhirnya polisi benar-benar membawanya menuju kantor polisi. Guanlin tak peduli ketika papanya berteriak frustasi mengucapkan agar ia memaafkan dirinya. Guanlin tak akan pernah bisa memaafkan papanya. Tidak akan pernah bisa.
"Kim Taeyeon, katakan apakah Daniel adalah anakmu dengan Hyun Bin?" Tanya Ho Seok ketika hanya tersisa mereka bertiga di ruang makan.
Taeyeon yang terisak dan tengah ditenangkan oleh Sakura itu mengangguk. Ho Seok menghela nafas frustasi.
"Lantas, kenapa kau terlihat tak pernah menyukainya?"
Taeyeon menangis kembali, "Karena gara-gara aku mengandung dia, Hyun Bin jadi berpikir aku selingkuh. Oleh karena itu, dia menerima perjodohan itu." Terangnya.
Ho Seok dan Sakura saling bertatapan, "Tak sepantasnya kau memperlakukan anak itu demikian. Ibu macam apa kau ini?!"
"Aku menyesal. Sungguh."
"Sudahlah. Aku harap semuanya lekas membaik setelah ini."
__ADS_1
◐◐◐
"Gue masih bener-bener ga nyangka kalau papa tega lakuin ini." Ujar Guanlin ketika mereka bertiga berada di balkon kamarnya.
"Udah. Yang penting sekarang semuanya udah jelas." Airish mengelus lembut lengan sepupunya itu berusaha menyalurkan ketenangan. Daniel hanya diam saja. Hingga Guanlin melihat ke arahnya.
"Apa?" Laki-laki itu bertanya.
Guanlin menepis gengsinya. Ia memeluk tubuh bongsor laki-laki di depannya itu sambil menangis.
"Gue berterimakasih banget sama lo." Ujar Guanlin parau. Airish tak bisa untuk tidak menitikkan air mata melihat dua laki-laki yang adalah rival itu saling berpelukan.
Daniel balas memeluknya, "It's okay."
"Gue yakin kalian pasti sadar akan sesuatu." Ucapan Airish membuat mereka saling melepaskan pelukan.
"Apa?"
"Gue sama Guanlin saudara beda ibu maksud lo?" Daniel menebak santai membuat Airish mengangguk ragu-ragu.
"Kenapa coba gue harus saudaraan sama lo!" Guanlin pura-pura tidak terima.
"Lah, lo kira gue seneng?"
"Mulai deh kalian! Mau gue pukul?" Airish memperingati.
Daniel dan Guanlin tertawa kemudian memeluk Airish gemas.
"Jangan dong, nuna."
"Hey, Guanlin. Biasakanlah memanggilku hyung!"
Demikianlah kasus pembunuhan 4 tahun lalu itu terungkap. Semuanya berakhir damai walau Guanlin tetap tak menyangka pembunuhnya adalah papa kandungnya sendiri. Mereka juga tak menyangka, kalau obsesi mereka pada detektif akan berbuah sebesar ini. Tak apa, setidaknya masih ada beberapa kisah manis dari sini. Mulai dari Guanlin dan Daniel yang sudah berbaikan. Guanlin yang sudah terima kalau kini Taeyeon adalah ibunya, dan Taeyeon yang menyayangi Daniel sama seperti ia menyayangi Guanlin.
TBC")
.
.
.
.
__ADS_1
.
.