Casino School

Casino School
Episode 14


__ADS_3

Kita tidak bisa memprediksi siapa yang akan menjadi teman. Sosok dengan bayangan lawan bisa berbalik menjadi kawan yang selalu mendukung kita. Seseorang yang dianggap teman terbaik justru lebih kejam dan berbahaya, tahu tentang kita dan bisa menusuk dengan leluasa.


Terlalu percaya bukan hal yang baik, tapi selalu curiga juga tidak tepat. Mengimbangi adalah jalan tengah. Entah dengan orang yang baru dikenal maupun sudah lama dekat.


Yuuji kini menyadari satu hal yang seharusnya tidak dia lakukan. Menaruh kepercayaan yang tinggi dan berharap lebih kepada arah jalan palsu yang dipandu sosok 'teman'.


Tangannya menggenggam kedua chip hitam tersebut dan meletakkannya di atas meja tengah. Pengumpul chip terakhir sebagai tanda permainan disetujui oleh seluruh peserta dan akan segera dimulai.


Sebuah meja berbentuk setengah lingkaran didorong masuk ke ruang tahta. Chip bernilai 200 dollar itu dipecah menjadi beberapa chip untuk memudahkan menaruh taruhan.


Ketujuh pejabat duduk di kursi masing-masing. Suzuki membagikan chip kepada para peserta, termasuk dealernya yaitu Yuuji. Kemudian Suzuki berdiri di samping Yuuji untuk menyampaikan beberapa peraturan dasar dalam blackjack.


"Peraturan untuk dealer yaitu harus hit saat kartu berjumlah kurang dari 16 dan stay di jumlah lebih dari 17. Setiap blackjack dibayar 3:2. Dan taruhan minimal permainan ini adalah 5,5 dollar."


"Selain peraturan normal blackjack umum, untuk permainan kali ini, hanya dollar Yuuji dan Fuji yang dihitung. Siapapun yang mendapat 200 dollar lebih sampai 2 putaran selain mereka tidak akan dihitung. Dan Yuuji juga harus menaruh taruhan di samping kanan. Uang yang ditarik dealer akan masuk ke meja blackjack, bukan ke kantong Yuuji. Uang Yuuji sendiri tetap 200 dollar."


"Hee.. bukannya 1 vs 7?" tanya Paulo meremehkan sambil mengetuk-ketuk meja blackjack.


Suzuki melirik dan menghela napas. Jaken yang sejak tadi duduk di kursinya langsung berdiri dan mendekat, tepatnya di samping dealing shoe.


"Kalau mau 1 vs 7, itu artinya jika Yuuji menang, kalian bertujuh secara serempak turun ke pion. Mau?"


Beberapa yang semula tidak terima dengan aturannya langsung diam. Tidak ada yang berani menjawab. Kebanyakan dari mereka hanya ingin membuat permainan ini lebih panas.


Bukankah seru melawan mantan anggota sendiri? Keroyokan pula. Memang tipikal kelompok pengecut, kan?


Setelah menyelesaikan pengumuman kecil, Suzuki sebagai pengawas berdiri di belakang Yuuji. Dan bukan hal biasa Jaken ikut turun tangan untuk mengawasi.


4 deck kartu telah dimasukkan ke dalam dealing shoe. Mesin itu langsung mengacak otomatis seluruh kartu. Selagi itu Yuuki menaruh sebuah balok kayu kecil berbentuk persegi di depan pemain ujung kanan, sebagai tanda pemain pertama dalam ronde.


"Yuuji, pakai metode pengocok kartu berlanjut," ucap Jaken yang dijawab anggukan oleh Yuuji.


Beberapa pemain mengeluh. "Jangan harap kalian bisa card counting, ya~" ledek Suzuki sambil memeriksa dealing shoe.


Card counting sendiri adalah cara untuk menghitung kartu apa saja yang sudah keluar di antara 4 deck. Biasanya kartu blackjack yang sudah digunakan akan disingkirkan. Jadi seluruh pemain dan dealer bisa membuat strategi dan menghitung kartu apa yang tersisa di dalam dealing shoe. Jika menggunakan sistem kocok kartu berlanjut, kartu yang sudah dipakai akan dimasukkan lagi ke dalam mesin dan tidak akan bisa melakukan card counting.


Yuuji menunjuk satu per satu pemain di depannya untuk menaruh taruhan. Pada ronde pertama semua menjadikan 5 dollar sebagai langkah awal. Begitu juga Yuuji yang bertaruh 5 dollar di sampingnya.


Lalu dimulai dari bagian ujung sisi kiri Yuuji, yaitu Kuro, Yuuji membagikan 1 kartu di setiap pemain dan menaruh 1 di depannya. Lalu melanjutkan kartu kedua dan menyimpan kartu back di bawah kartu pertamanya.


Kartu back adalah kartu menghadap ke bawah dan akan dibuka saat seluruh peserta menyelesaikan permainan di ronde itu.


Kartu terbuka Yuuji adalah 6, sementara para pemain banyak yang lebih dari 10. Ada beberapa yang akhirnya split card dan menaruh 5 dollar karena percaya diri dengan keberuntungan. Tapi split card bisa membuat mereka boncos karena mengeluarkan 10 dollar tanpa kembalian.


Trik pertama dalam bermain blackjack adalah ketika kartu terbuka dealer kecil, maka besar kemungkinan dealer akan mendapat kartu dengan jumlah banyak. Selain itu, kartu yang didapat juga harus diperhatikan. Maka dari itu pemain harus pintar dalam mengatur kartunya, apalagi jika kartunya memiliki nilai tinggi. Jangan sampai blunder dan akhirnya busted yang mana menguntungkan dealer.


"Stay," ucap Fuji yang berada di meja sisi terakhir. Kartu yang dimilikinya adalah 18. Akan sangat rawan apabila dirinya melakukan hit. Memalukan harus busted di ronde pertama.


Paulo yang ada di sampingnya sudah busted akibat terlalu gegabah. Uang 11 dollarnya melayang.


Untuk kartu Yuuji sendiri berada di angka 19, di mana dia lebih unggul dari Fuji. Chip milik Fuji dan para pemain yang kalah langsung ditarik, sementara Yuuji mendapat 11 dollar dengan taruhan 5,5 dollarnya.

__ADS_1


Balok kayu digeser ke samping Kuro, yaitu Tama. Tama menaruh taruhan lebih besar, yaitu 11 dollar. Entah apa yang dilakukan Tama kali ini. Padahal ronde pertama Tama tidak mendapat apapun. Apa ini strategi?


Dilanjut ke pemain seterusnya dan Yuuji membagikan kartu setelah semua taruhan siap.


"Split card," ucap Tama saat mendapat kartu spade king dan diamond jack. Yuuji segera membagi kedua kartu setelah Tama menaruh 11 dollar lagi.


Tangan Tama membuat gestur hit, menambah kartu. Sebuah kartu as keriting berada di taruhan pertama. Yang mana Tama langsung mendapat blackjack.


"Waahhh. Menang gede, nih," sidir Kuro. Yuuji langsung memberikan chip dollar dari meja ke Tama dan mengambil kartu. Sementara di kartu split selanjutnya, Tama mendapat jumlah kartu 17 dan memilih stay.


Kartu Yuuji sendiri berjumlah 20, keduanya adalah queen dan jack. Sehingga taruhan Tama yang kedua gugur dan pemain lain ikut kehilangan dollarnya.


Di permainan ketiga, beberapa pemain sudah menaruh taruhan lebih tinggi dibanding sebelumnya. Jika uang yang dikorbankan banyak, keuntungannya akan berlipat. Tapi itu tidak berlaku jika mengalami kekalahan atau salah perkiraan.


Walau begitu mereka tidak tanggung-tanggung. Yang semula mencoba bermain aman, pada akhirnya ikut memberi taruhan dengan nominal gila.


Seolah lupa jika ini perjudian untuk merebut posisi, Fuji ikut menaruh lebih dari 11 dollar di atas meja. Paulo si tukang provokator semakin memanasi Fuji dan Yuuji. Mereka tidak peduli rugi atau untung. Bisa dibilang mereka lupa diri.


Irama permainan yang menyenangkan sekaligus membuat tegang, hingga mereka tak sadar jika putaran pertama telah usai. Suzuki segera mencatat jumlah chip yang tersisa di setiap pemain. Kali ini Tama duduk di posisi pertama dengan jumlah 172 dollar.


Secara dalam permainan ini, hanya Tama yang menahan diri untuk tidak gegabah. Sesekali kalah, rugi, atau seri sehingga mengumpulkan uang sebanyak itu.


Di peringkat kedua ada Xu Yi, pemegang posisi mentri yang ikut bermain. Sama halnya dengan Tamaโ€”dan kebetulan sama-sama duduk di mentriโ€”, keduanya melangkah tenang dan penuh kehati-hatian.


Diikuti di peringkat selanjutnya ada Mu Yan, Yuuji, Fuji, Emma, dan Kuro. Untuk peringkat terakhir, tidak lain dan tidak bukan adalah Paulo yang langsung menghabiskan 200 dollar di putaran pertama dan membuatnya harus mundur.


Setelah seluruh nilai dikumpulkan, putaran terakhir dari sisi Kuro lagi. Namun sebelum dimulai, Suzuki menahan Yuuji yang hendak memasukkan kartu sebelumnya ke mesin. Ia lalu menambah 4 deck kartu ke dalam dealing shoe.


Kecuali Paulo yang langsung protes karena sudah gugur. "Yaa.. salahmu split dan double seenaknya," cibir Suzuki lalu kembali berdiri di belakang Yuuji.


Kali ini aura permainan sedikit berbeda. Yuuji dapat merasakan tatapan serius dan tajam di balik wajah-wajah kalem. Dalam setiap kepala menghitung kartu apa saja yang sudah keluar. Ada banyak kemungkinan kartu yang tertinggal apa saja.


Yang jelas 8 deck kartu remi bukan hal sulit bagi orang yang sudah terbiasa dengan card counting. Teknik ini sangat mempermudah untuk bermain blackjack dengan minim kesempatan busted.


Tapi untuk di awal-awal memang cukup sulit. Apalagi hanya diberi 1 putaran. Jika peraturan seperti ini sejak putaran pertama, di putaran kedua mereka akan berlomba untuk menebak dan semakin mudah.


Para mata elang mengamati gerak-gerik Yuuji yang membagi kartu dan menarik taruhan. Beberapa pemain sudah mulai memupuk chip berkat card counting.


Pemain pertama yang berhasil balik modal adalah Tama, disusul Xu Yi. Keduanya memilih berhenti bermain dan mundur dari kursi. Walau begitu, uang mereka tidak akan dihitung penilaian.


Sengit, setiap pemain yang berhasil memenangkan permainan langsung merasa gagah dan sombong. Dengan naluri penguasa, mereka menaruh banyak chip dan akhirnya rugi karena perkiraan dan sikap terlalu percaya diri menghancurkan rencana.


Kini tersisa 4 pemain dan dealer Yuuji. Ketika balok kayu berada di depan Fuji, dengan cepat Fuji menaruh setengah dari total chipnya saat ini.


"Aku bertaruh 135 dollar."


Di babak terakhir, Fuji memilih untuk bertaruh dengan jumlah yang banyak. Perhitungannya selama 1 putaran ini sudah matang. Kartu kerajaan dan as sebagian besar sudah keluar, sementara kartu-kartu lain keluar satu per satu. Jika mereka sudah memangkas kartu bernilai besar, maka kesempatan untuk busted akan semakin kecil. Tetapi hal ini berarti mengurangi persenan untuk mendapat blackjack.


"Fuji? Kamu yakin?" tanya Yuuji dengan tenang, meski di dalam hatinya sedikit was-was. Dirinya tidak begitu paham dengan card counting dan bukan seorang expert seperti Fuji.


"Sangat yakin, aku sudah menghitungnya. Kamu tidak ingat siapa yang mengajarimu blackjack?"

__ADS_1


Yuuji tak menjawab dan langsung membagikan kartu. Kartu pertama sudah ditaruh di setiap pemain. Fuji sendiri memiliki kartu kerajaan yang di mana dalam perhitungannya, sisa kartu kerjaaan saat ini sudah lumayan sedikit.


Kemudian di kartu terbuka Yuuji. Sebuah kartu as hati berada di depan Yuuji, hal ini bisa dijadikan kesempatan para pemain untuk menaruh asuransi.


Asuransi blackjack adalah jaminan jika total kartu dealer adalah 21, maka jaminan mereka dibayar 2:1 dan permainan kembali dilanjutkan. Asuransi dibayar setengah total taruhan.


Setelah pembagian kartu kedua, Yuuji menawarkan asuransi. Mu Yan memberikan 25 dollar sebagai asuransi karena taruhannya kali ini besar. Emma dan Kuro tidak mengiyakan karena mereka pikir akan kalah.


"Bagaimana, Fuji?"


Fuji terdiam sejenak. Ia menatap kartu lain, lalu menghitung perkiraan.


"๐˜‰๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ?"


Benar, ia kira kartu besar yang tersisa tidak akan sesering tadi, tapi siapa sangka kartu nilai 1/11 di depan sana menjadi momok bagi Fuji. Dengan berat hati, Fuji menaruh setengah taruhannya di depan kartunya untuk berasuransi.


Setelah itu Yuuji mengintip kartu miliknya. Ia tersenyum tipis.


"Bukan blackjack."


Fuji menarik napas lega, ia kembali mengambil chipnya. Permainan kembali berlanjut. Kini di depan Fuji ada sebuah kartu kerajaan dan kartu 7 hati. Total kartu adalah 17, ini cukup menguntungkan Fuji karena kartu kecil yang tersisa cukup banyak.


"Split card."


Fuji menaruh 135 dollar lagi untuk kartu selanjutnya. Yang berarti uangnya saat ini sudah habis. Ia cukup percaya diri dengan kemenangan di depannya.


Yuuji membagi kartu dan memberikan kartu lagi. Kartu 7, 3, dan 6. Tentunya dengan nilai-nilai kecil ini, Fuji punya kesempatan untuk mengalahkan Yuuji dengan kartu bernilai kecil.


"Hit," ucap Fuji pede. Tama yang berdiri tidak jauh darinya hanya mengernyitkan dahi, heran. Sementara pejabat lain terlihat bersemangat melihat Fuji.


Tangan Yuuji menaruh sebuah kartu lagi di atas kartu Fuji. Ada angka 3. Yang mana totalnya jadi 19. Ini sudah cukup daripada busted. Meski begitu, Fuji sedikit was-was karena angka 19 tidak begitu aman. "Stay."


Kemudian Yuuji beralih ke kartu kedua milik Fuji yang mendapat kartu kerajaan. Yuuji memberikan kartu 4 keriting. "Hit." Sebuah kartu bernilai 2 berada di atas Fuji. Fuji diam beberapa saat untuk berpikir.


"Hit."


Di belakang sana, Tama mulai gusar. "๐˜๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜›๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ 8 ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฌ!"


"Busted," ucap Yuuji ketika kartu 8 berada di depannya. Kini Fuji hanya punya 135 dollar sebagai taruhan dan harapan.


Dengan santai Yuuji melanjutkan permainan ke sisi Kuro. Pemain lain memilih langkah aman yaitu stay di kartu kurang dari 17, mereka takut jika busted.


Di kartu Yuuji sendiri ada sebuah as, dilanjut kartu 2. Kini total kartunya 3/13. Jika ada kartu kurang dari 9, maka Yuuji akan menang telak.


Kartu Yuuji selanjutnya adalah 7 wajik. Angka 20 sudah didapat, di mana artinya pemenang sudah didapatkan.


"Selisih 1 poin, dealer kitalah yang menang!" seru Suzuki dengan gembira. Para pemain lain banyak yang berseru, menghela napas lega, dan ada juga yang hanya diam.


Pada akhirnya permainan blackjack ribet ini usai. Di babak terakhir tidak ada yang bisa mengalahkan nilai dealer. Meski Yuuji menang bukan karena uangnya lebih dari 200 dollar, tapi di akhir uangnya lebih banyak daripada Fuji yang 0 dollar.


Di saat ruangan begitu riuh atas kemenangan pejabat baru, Jaken berbalik badan dan kembali duduk di kursinya dengan santai. Ia menarik kertas berisi nama-nama para pejabat. Lalu mencoret nama Fujiyama.

__ADS_1


...* * * * *...


__ADS_2