Casino School

Casino School
Episode 5


__ADS_3

Kemenangan pertandingan terakhir Yuuji menarik perhatian murid-murid lain, yang paling menyita atensi adalah gelar baru yang didapat Yuuji. Memang bukan tahta tinggi, tetapi Yuuji yang masih duduk di kelas 1 sudah bisa menyamai Aoyama yang terkenal licik. Dan ini rekor baru untuk Aoyama, pertama kali menantang dan kalah.


Gelar pion Aoyama membuat dia tidak percaya diri. Beberapa hari memilih tidak masuk sekolah dan berdiam di kamar asrama. Sementara Yuuji menikmati kemenangan bersama kedua sahabatnya. Meskipun begitu, Yuuji tidak berhenti bertanding.


Berkat keberhasilan sebelumnya, banyak murid yang mengajaknya bertanding dan berharap Yuuji tergulingkan. Tapi Yuuji sudah belajar dari yang lalu-lalu sehingga bisa menghalau beberapa trik kotor sekaligus mempertajam insting judinya.


Keberuntungan tak berhenti di situ, setiap murid yang menantangnya pasti punya chip yang terbilang banyak—mengingat biaya tahta yang didudukinya. Otomatis ketika Yuuji menang, chipnya semakin menumpuk lebih banyak. Mayoritas penantangnya berasal dari kelas 2 yang sejak dulu ingin menduduki Benteng II dan kelas 3 yang ingin mempunyai tahta sebelum kelulusan—setidaknya tidak dianggap gagal karena 3 tahun tidak punya gelar tinggi.


Setelah menjadi Benteng II, murid-murid Kelas Diamond yang semula mengejeknya mulai berkurang—bahkan tidak ada. Yuuji baru mengerti kalau seluruh pejabat catur mendapat hak istimewa. Salah satunya dilindungi dari cemooh orang lain. Seburuk apapun pejabat itu, dia akan kebal dari ejekan. Justru yang menghinanya sering mendapat hukuman berupa denda chip atau paling parah diskors dan tidak mendapat chip lagi meski memenangkan pertandingan.


Yuuji cukup lega dengan hal itu. Tapi di sisi lain, dirinya harus bisa memasang 2 muka. Karena bagaimanapun, dirinya ini sudah menjadi bagian dari jejeran Jaken dan teman-temannya.


Semenjak menjadi Benteng II, Yuuji sering bertemu dengan Jaken di ruang tahta. Di mana mereka sering makan siang bersama dan rapat mingguan—biasanya tidak ada bahasan penting, hanya kumpul dan mengobrol biasa, lalu bubar. Meski sebenarnya dari sisi Jaken dan teman-temannya masih enggan untuk menerima posisi Yuuji sekarang, tapi mereka tetap berusaha untuk berbicara dengan Yuuji dan membawanya ke beberapa pertemuan.


"Muka 2 bikin capek," keluh Yuuji kepada Hiro dan Kenji ketika makan siang. Kali ini Yuuji tidak ikut makan siang lagi, sudah seminggu ia kabur dari pertemuan pejabat. Tidak ada yang mencarinya—entah mungkin karena Yuuji tidak diinginkan atau memang tidak ada hal penting untuk dibahas bersama.


"Gimana kehidupan barumu, Tuan Benteng II?" ledek Kenji sambil mengunyah sandwichnya. Yuuji melengos dengan wajah bete, ia memilih melihat sekitar yang hari-hari masih tetap sama,—banyak yang berjudi.


"Ga mau coba ngelawan mereka-mereka lagi?" tanya Hiro mengikuti pandangan Yuuji. "Aku mau aja, tapi banyak yang nolak. Padahal kalo aku nantang, mereka ga perlu kasih bid gede," jawab Yuuji agak kecewa.


Memang benar, semenjak dia menjadi Benteng II, banyak yang menolak tantangannya. Entah karena takut atau tidak mau memasang taruhan lebih banyak. Sebenarnya selama melawan dengan pion, harga chip bebas ditentukan berapa. Sama halnya saat para pion saling melawan, mereka menaruh jumlah taruhan sesukanya.


Rasanya kehidupan Yuuji perlahan mulai hambar. Tidak ada tantangan dan dirinya hanya duduk manis sambil menunggu penantang lain. Sebenarnya Yuuji ingin menantang para pejabat lain, tetapi ia tahu tak akan semudah itu. Jam terbang mereka lebih banyak dari Yuuji.


"Kalo makin naik, nanti makin bosen," gumam Yuuji sambil mengetuk-ngetuk meja.


Kenji memandang Yuuji, dia diam sejenak. "Kenapa ga nyoba ngalahin Benteng I dulu?"


Yuuji menoleh, ia mengernyit bingung. "Emang bisa? Kan aku udah jadi benteng."


"Bisa, kok. Kalo menang, nanti posisi Benteng II kosong dan sekolah bakal nyari penggantinya," jelas Hiro. Benar-benar informan andal.


"Daripada makin tinggi kamu makin bosen, coba di posisi paling bawah. Babat yang paling rendah, sekalian ngelatih diri dan cari informasi lebih. Pasti ada ciri khas setiap pejabat di posisinya."


Kenji mencoba memberi arahan selagi Yuuji masih memproses dengan sistem judi antar posisi. Selama Yuuji berjalan ini, Kenjilah yang menjadi sopir dan menyetir di mana dan bagaimana Yuuji harus melangkah. Toh, itu memang diperlukan Yuuji yang biasa asal jalan tanpa tahu risiko lebih ke depan.

__ADS_1


"Hmm, aku pernah lihat Benteng I beberapa kali di ruang tahta sih. Tapi dia jarang ngomong, bahkan yang lain juga engga ajak dia ngomong," ucap Yuuji.


Hiro menghela napas. "Aku juga ga ada informasi lebih soal dia. Karena katanya terakhir dia main judi itu sebelum kenaikan kelas."


"Hoo, dia sekarang kelas 3, kan?" tanya Yuuji sembari mengingat sosok Benteng I yang selalu duduk di sebelahnya saat makan siang bersama.


"Iya. Kelas 3, Heart Class," jawab Hiro mantap. Yuuji mengangguk-angguk. Ia lalu menoleh ke Kenji, seolah meminta pencerahan untuk langkah selanjutnya.


Kenji sendiripun tidak ada jalan keluar. "Sama sekali ga ada pertandingan terakhir dia ngelawan siapa gitu?"


Hiro menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan Kenji. "Ga tahu. Nanti aku coba cari info lagi, deh."


Pertemuan di makan siang mereka berakhir dengan rencana yang belum matang. Tapi setidaknya Yuuji sudah ada gambaran harus melangkah ke mana. Saat ini Yuuji hanya bisa mencari informasi sambil mencoba berjudi dengan pion-pion lagi.


...* * *...


Yuuji telah mengumpulkan chip yang cukup untuk melawan Benteng I. Ia baru tahu jika duduk di tahta-tahta itu, setiap bulan para pejabat harus membayar setengah dari harga tahtanya. Untuk Yuuji sendiri membayar 100 dollar. Jadi mau tidak mau, mereka harus berjudi untuk bertahan.


Dan ketika seluruh pejabat membayar pajaknya, di sini mereka mulai berjudi. Ada yang saling berjudi antar posisi demi membantu satu sama lain, ada juga yang turun melawan pion atau posisi di bawahnya—tapi kebanyakan mereka melawan para pion-pion yang terobsesi dengan tahta.


Memanfaatkan para pion yang napsu dengan gelar menjadi jalan mudah mereka untuk mendapat pundi-pundi chip.


Di sini juga Yuuji mendapat informasi baru tentang Benteng I, di mana Benteng I mulai terjun untuk mencari chip untuk pajak bulan depan. Tidak banyak yang Yuuji tahu, tapi selama mengawasi, Benteng I bukanlah orang yang suka berbaur.


Gadis itu, Benteng I, sering berada di perpustakaan. Ia sering berjudi dan mengumpulkan banyak chip, lalu berhenti ketika chipnya cukup. Untuk makanan, gadis itu lebih sering makan di ruang tahta atau dari tugas praktik di Kelas Heart—kelasnya para tukang masak.


Pantas saja jika tidak banyak yang ia tahu. Hiro sendiri juga cukup sulit menggali informasi tentangnya. Mungkin dia memang tipikal gadis yang sederhana?


"Tapi aku denger, sekalinya dia judi, dia bakal nyari chip banyak banget dan langsung hiatus beberapa bulan. Mungkin dia nyari chip buat bayar pajak bulanan, ya? Pas udah habis, baru nyari lagi."


Informasi dan opini Hiro cukup masuk akal. Ketika diingat kembali, gadis itu memang makan lebih banyak saat makan siang bersama tempo lalu.


Ketika ketiganya sedang bergulat dengan opini masing-masing, seseorang mendatanginya dengan santai. Yang saat itu Yuuji duduk di taman Kelas Spade cukup terkejut ketika sosok berbalut seragam Kelas Diamond mendatanginya.


Biasanya murid Kelas Diamond yang mendatangunya adalah penantang dari berandal kelasnya dulu. Tapi akan menjadi bukan berandal jika Yuuji sampai melongo melihatnya.

__ADS_1


"...?"


"Aku punya informasi banyak soal Benteng I," ucap anak Kelas Diamond yang berdiri di depan bangku mereka.


"Siapa?" tanya Yuuji sambil terus mengamati pemuda di depannya.


"Benteng I."


"Ga gitu. Kamu siapa?"


"Oh-" Pemuda itu diam sejenak, lalu berdehem dan membenarkan posisi dasi yang sebenarnya sudah rapi. "Aku Fujiyama, panggil aja Fuji. Aku kelas 2."


"Ohhhh."


Yuuji hanya ber-oh lalu kembali diam dan menatap Fuji, seolah meminta Fuji untuk melanjutkan pembicaraan. Tampak dari raut wajahnya, Fuji sedikit kesal dengan respon Yuuji. Tetapi entah kenapa pemuda itu masih mencoba untuk berbaik hati.


Hal itu disadari oleh kedua sahabat Yuuji dan membuat mereka was-was. Karena bisa saja Fuji orang yang tidak baik dan ingin memanfaatkan Yuuji.


"Makasih bantuannya, tapi kita kayaknya nyari informasi sendiri aja, heheh," tolak Kenji.


Fuji menoleh ke arah Kenji, menatapnya remeh. Seakan mengatakan gak-usah-ikut-campur.


Tapi dengan cepat Kenji dan Hiro membawa Yuuji pergi. Fuji tak mencegah atau memanggilnya untuk kembali, pemuda itu hanya berdiri sambil menatap ketiga serangkai itu dengan senyum tipis di bibir.


Di tempat Yuuji, Yuuji sedikit marah dengan ulah kedua sahabatnya. Tapi Kenji berusaha untuk memberi pengertian yang cukup sulit dipaham Yuuji. Meski begitu, Yuuji demi sedikit mengerti.


"Kamu ini Benteng II. Dia kelas 2, pasti udah tahu alur bulanan setiap pejabat di sini! Jangan sampe ketipu, Yuuji! Bisa aja kamu dimanfaatin," jelas Kenji lagi, mencoba untuk memastikan Yuuji sudah paham atau masih dongo.


"Anehnya lagi dia tiba-tiba dateng dan nawarin informasi soal Benteng I. Padahal kita ga pernah woro-woro soal itu, lho," timpal Hiro kemudian.


Yuuji hanya mengangguk-angguk ketika kedua sahabatnya mulai berceramah. Ia tak bisa melakukan apa-apa.


Untuk sekarang, Yuuji hanya kembali ke rutinitasnya sambil terus mengawasi Benteng I. Tak disangka ternyata Benteng I tipikal orang yang bermain cepat. Ia tidak mau dalam 1 pertandingan harus berjudi lama, kurang efisien.


Selain itu, permainan yang dimainkan cukup mudah—macam permainan remi saja dan beberapa kali ikut lotre. Melihat itu Yuuji semakin bingung dengan cara bermain Benteng I. Apa ini memang skill aslinya atau tipuan agar tidak ada yang tahu trik permainan sungguhannya?

__ADS_1


Hal ini cukup mengganggu Yuuji yang ingin mengambil tahta Benteng I. Tetapi tanpa mengerti lawan mainnya, Yuuji bisa saja kehilangan tahtanya dan kembali dipermalukan. Ia tak mau menjadi bulan-bulanan anak Kelas Diamond. Dan jika kekalahannya karena anak Kelas Heart, maka bully-an yang ia dapat akan lebih parah dari sebelumnya.


...* * * * *...


__ADS_2