
...— Aku adalah Jaken —...
Sejak usia 4 tahun, Jaken, telah menggeluti dunia orang dewasa. Diajarkan cara bermain judi dan memutar otak, melakukan segala cara untuk menggapai keinginannya. Menanamkan sifat ambisius, Jaken tumbuh menjadi sosok pemuda yang haus akan pencapaian. Semua yang dilakukan mulai melewati jalan lurus hingga jalan tikus ia lalui demi mimpinya.
Keluarga yang terbilang gila harta dan hobi memupuk tanaman uang ini mendorong Jaken untuk ikut terjun ke dunia perjudian. Dengan berbekal arahan sejak masih belia dan otak encer, langkah Jaken menumbangkan lawannya terbilang mudah.
Walau dia masih muda, Jaken adalah calon penerus keluarganya. Keluarga apa? Mafia. Wait, wait. Kok mafia? Ya dipikir aja dulu, ya. Mafia ga akan jauh-jauh dari perjudian dan dunia malam. Di situlah Jaken lahir dan tinggal.
Sebagai anak tunggal yang menuruti keputusan orang tua, Jaken hanyalah sebuah boneka. Tetapi ketika menyicip dunia judi yang asli, Jaken menyadari di situlah keahlian dan kecocokannya. Di mana Jaken akhirnya berubah menjadi lebih bringas untuk mencapai tujuan, yang kemudian meninggalkan Tama demi memanjakan sifat ambisnya.
"Jaken. Kamu sudah besar, kan? Mama pertemukan kamu dengan seorang perempuan, anak rekan kerja mama," ucap mamanya, Nyonya Rumah Bordil yang terkenal di seantero Jepang.
Gadis itu mendekati Jaken. Di mana itu adalah Suzuki di usia 16 tahunnya. Ketika saat itu Jaken baru memasuki Casino School. Walau Suzuki terlihat polos nan lugu, tapi sifat aslinya tidak beda jauh dengan Jaken. Berkat itu juga mereka akhirnya menjadi pasangan dan membangun tatanan jabatan di sekolah.
Nyonya Hebihime sendiri adalah sahabat dari mamanya Jaken. Tak heran Nyonya Hebihime memberi akses lebih padanya. Tentu ini sebuah privilege. Semua berjalan mulus dan sesuai rencana, yang nantinya Jaken akan menunjukkan kualifikasi dirinya sebagai ketua geng mafia keluarganya.
Tetapi kelancaran itu tak berselang lama saat Tama, sahabat lamanya datang dan menghancurkan anak buahnya. Tama dengan kedua rekannya menggoyahkan kursi tahtanya. Yang akhirnya Jaken menurunkan Rosalina untuk membantai 3 serangkai tersebut.
Tak bisa dipungkiri betapa kuatnya Jaken di Sekolah Kasino. Langkahnya semakin dekat dengan kelulusan dan akan mendapat jabatan resmi mafianya. Sedikit lagi! Dengan begitu dia akan berkuasa.
Namun namanya ujian, semakin dekat dengan tujuan akan semakin sulit. Seorang pemuda Keluarga Kuga tiba-tiba datang! Benar, itu adalah Kuga Yuuji kita. Di mana Yuuji dengan pede-nya mengobrak-abrik tatanan yang sudah ia buat rapi. Lagi-lagi biang kerok seperti Tama dan kawan-kawan. Di mata Jaken, Yuuji bersama Hiro dan Kenji adalah generasi kedua dari FujiTamaKuro.
__ADS_1
"Siapa anak-anak itu? Keren, bisa menumbangkan Aoyama dengan permainan Werewolf!" puji Paulo ketika di jam rapat para pejabat.
Kabar Aoyama telah menyebar dan itu adalah aib bagi Jaken. Dengan cepat nama Aoyama dicoret dan mengosongkan kursi.
"Namanya.. Kuga Yuuji, ya," Xia Zhu menimpali, dijawab anggukan dari Emma.
Suzuki tampak tertarik dengan nama yang disebut Xia Zhu, namun ia segera diam saat tatapan tajam Jaken menyapa pandangannya. Gadis cantik itu bergegas mendekat Jaken dan merajuk.
Xia Zhu menatap kursi milik Aoyama, meraih nama di atasnya dan meremas hingga menjadi bulatan kecil. "Aoyama tolol!" teriak Xia Zhu disambut gelak tawa anak-anak lain. Tidak biasanya Xia Zhu akan marah seperti ini. Jelas, janji setia mereka menjadi benteng dihancurkan orang lain karena kebodohan Aoyama.
"Kalau putus sama Aoyama, kamu pacaran ma aku aja, Xia Zhu," goda Paulo yang langsung dijawab dengan lemparan buku dari Emma.
"Jijik!" balas Xia Zhu di tempatnya.
Aoyama memang bukan satu-satunya yang hebat, tetapi pemuda itu sudah melewati banyak seleksi dan terbilang cerdik. Kenapa 3 anak kelas 1 itu bisa mengalahkannya? Bagaimana caranya? Jika diingat, dalam permainan werewolf ini, Aoyama selalu menduduki peringkat atas karena kemampuan aktingnya yang hebat.
Kemenangan pertama Rosalina membuat Jaken bisa bernapas lega. Namun lagi-lagi Yuuji tidak terima dan mengalahkan Rosalina dengan cara membongkar semua trik yang digunakan. Bahkan trio generasi pertama—FujiTamaKuro—ikut andil dalam masalah ini. Yang mana ini adalah ancaman besar untuk Jaken.
Tak lama setelah itu, FujiTamaKuro datang lagi ke tatanan pejabatnya dan menghancurkan sebagian besarnya. Menyingkirkan para anak buah cupunya, Jaken kembali frustrasi. Dengan hadirnya mereka, ini peringatan level maksimal yang harus segera ditekan.
Kedatangan lain dari Kuga Yuuji untuk melawan Fuji tak berefek apapun. Yang jelas mereka adalah komplotan dan dianggap musuh oleh Jaken. Maka dari itu Jaken mulai penasaran dengan Kuga Yuuji, si perusak.
"Suzuki, cari informasi tentang Yuuji dan teman-temannya," perintah Jaken yang langsung dilaksanakan Suzuki. Perempuan itu keluar meninggalkan ruang guru untuk menggali data pribadi tentang trio itu.
__ADS_1
Setelah menerima kertas-kertas informasi, Jaken membawanya ke rumah untuk mengakses lebih tentang mereka. Kenji dan Hiro lolos dan pemeriksaan. Tetapi saat Kuga Yuuji, Jaken harus menelan ludah. Kuga.. ingatkah kalian apa profesi Kuga Yuuma?
Seseorang yang menggeluti bidang politik dan pemerintah. Dengan latar belakang Jaken yang seorang mafia, tentu musuhnya adalah polisi dan pemerintah—walau kadang ada penjahat berkedok pemerintah, 𝘶𝘱𝘴.
Tetapi Kuga Yuuma adalah musuh, salah satu musuh yang perlu dibasmi di dunia mafia. Tuan Kuga memiliki sifat santai, tetapi saat dia bergerak, jangan harap bisa kabur. Koneksi Tuan Kuga sangat luas. Dia menjamah bagian dalam pemerintahan dan dunia mafia secara bersamaan. Didukung dengan media yang mendampingi dan anaknya—Yuichi—yang bekerja di salah satu agensi. Di mana agensi itu juga bermain di dunia gelap dan Yuichi memiliki akses ke sana untuk membantu ayahnya.
Terlebih Tuan Kuga adalah salah satu rekan dekat Nyonya Hebihime. Walau terlihat biasa saja, tetapi tangan Tuan Kuga bisa membuat Nyonya Kasino itu bertunduk lutut di hadapannya. Kuasanya bukan main-main. Seorang Hebihime masih bisa merasa ketakutan.
"Jangan berurusan dengan Kuga. Memangnya ada apa dengan dia?" tanya papanya Jaken saat melihat komputer Jaken yang mencari informasi tentang Kuga Yuuma.
Jaken hanya menggeleng. Sudah pasti papanya tidak akan membiarkan Jaken mengurusi Yuuji di sekolah. Papanya akan langsung melarang Jaken dan menyuruhnya membiarkan Yuuji untuk bergerak bebas. Seorang Papa Mafia sepertinya pun bisa ciut jika berurusan dengan Kuga Yuuma.
Tetapi bukan Jaken namanya jika langsung takut dan melepas Yuuji. Melihat tantangan besar di depannya tentu adalah uji adrenalin Jaken. Bagaikan harta karun, Jaken malah sangat kelaparan saat melihat Yuuji yang berambisi untuk menjatuhkannya.
"Jaken.. sepertinya dalang di balik ini bukan Yuuji," celetuk Suzuki. Jaken mengangguk mantap sambil membaca biografi milik Yuuji, di mana Yuuji sangat terbuka tentang dirinya. Berbeda dengan Kuga Yuuma maupun Kuga Yuichi yang menutup diri rapat-rapat demi keamanan keluarga.
"Aku tahu. Dia tidak sama seperti ayah dan kakaknya," balas Jaken sembari menaruh kertas berisi biodata seseorang dari kelas 2.
Senyum Jaken mengembang. Sepertinya benang kusut ini sudah bisa ia tebak alurnya ke mana tanpa meluruskannya.
"Dia hanyalah boneka. Dan dalangnya itu.. dia." Jaken menunjuk dokumen milik Tama. Mantan sahabatnya yang kini sedang bersiap untuk melempar molotov padanya.
"Dia sedang merencanakan sesuatu. Bagaimana kalau kita memberikan sedikit kejutan untuk mereka?"
__ADS_1
Dengan begitu, Jaken segera membuat undangan khusus yang kemudian diberikan Tama di lapangan saat itu. Di mana rencana yang dia rancang segera terlaksana saat pertandingan akhir tahun nanti.
...* * * * *...