Casino School

Casino School
Episode 4


__ADS_3

"Oh, jadi nantangin, nih?" Aoyama kembali mengulang ejekannya. Ia tahu Yuuji anak baru dan beberapa kali mengalahkan murid lain demi mendapatkan cuan. Sama seperti dirinya yang terus menggali uang untuk mendaftarkan kekayaan di sekolah.


Yuuji beranjak dari kursi dan mendekati Aoyama. Semula ia tak ingin melawan Aoyama karena tahu sifatnya yang melakukan segala cara untuk mendapatkan uang, tapi dikarenakan pemuda itu bergelar Benteng II, Yuuji tidak ada pilihan lain.


Senyum Yuuji melebar, seolah memberi tanda jika dirinya mengiyakan. Aoyama tertawa, lalu berbalik dan angkat kaki dari meja Yuuji.


"Ayo! Kita mulai hari ini juga!"


Seruan Aoyama melenggang di antara para murid yang tengah berkerumun untuk makan atau ngobrol. Banyak pasang mata merayap untuk mengamati Yuuji dan kawan-kawan, begitupun ke arah Aoyama. Bergegas beberapa orang pergi mengikuti Aoyama.


"Pertandingan terbaru Aoyama segera dimulai!"


"Yang mau taruhan, ke sini!!"


Ramai dan sorak meriah para murid membuat mental Yuuji tergoncang. Tak luput dari perhatian Kenji dan Hiro, keduanya terlihat cemas. Bukan karena Aoyama—meski kenyataannya mereka belum sepenuhnya —, melainkan dari jumlahnya massa yang antusias dengan pertandingan Yuuji kali ini.


Aoyama, bintang kelas 2 yang sejak awal masuk sudah digandrungi banyak siswi. Dikarenakan ketampanan Aoyama sehingga sifat tukang satir dan sarkasnya terbuatakan oleh paras. Meski siswi-siswi itu sering mendapat perkataan kasar, mereka masih tetap mengejar Aoyama. Di sisi lain, Aoyama terkenal karena kecerdasannya yang hampir menggulingkan beberapa penduduk tahta.


Hiro dan Kenji bergidik mengingat latar belakang Aoyama selama di sekolahan. Sangat berbeda jauh dari Yuuji yang justru hari pertama sudah sangat sial.


"Yuuj-"


"Hmng! Ayo!"


Tak dapat berkutik atau menahan, kedua sahabat Yuuji tersebut mengekor. Mereka enggan melihat orang-orang yang kini melempar tatapan cemooh dan remeh. Sudah jelas jika Yuuji gagal, kesempatan untuk menjadi korban bullying semakin besar.


Ketiganya terus mengikuti Aoyama, hingga sampai di sebuah ruang kelas kosong. Di mana sudah tertata rapi kartu-kartu milik Aoyama di atas meja. Koleksi kartu Aoyama yang membawa pemuda itu sampai sekaya ini.


"Mau main yang mana?" tanya Aoyama, santai sekali. Seolah sedang menunggu emas di depan menghampiri dompetnya.


Yuuji mengamati beberapa kartu di atas meja. Kenji yang sebagai mentor ikut membimbing Yuuji, menjelaskan beberapa permainan yang bisa dipakai dalam 1 kartu itu. Aoyama sendiri tidak mempermasalahkan bagaimana Kenji mengajari Yuuji. Justru senyumnya semakin merekah ketika otaknya mulai mencerna jika Yuuji bisa dibabat dengan mudah.


Pandangan Yuuji lantas jatuh ke salah satu kartu warna putih dengan lambang serigala di bagian belakang. Ia mengambil kartu aneh yang baru ia temui, begitupun Kenji yang tidak tahu tentang kartu ini. Tampak aneh. Apa mungkin desain baru?


Kedua alis Aoyama terangkat, senyumnya melebar. Ia berseru. "Ha! Itu kartu yang baru aku dapat! Kamu mau main itu?"


"Heh! Bentar, dong. Aku ga ngerti ini kartu apaan," tolak Yuuji langsung mengembalikan kartu itu di atas meja. Aoyama lalu memungut kartu itu menunjukkan gambar di baliknya.


"Werewolf Card. Pernah tahu permainan werewolf di game online?" tanya Aoyama. Ia lalu menyuruh temannya untuk membereskan kartu-kartu lain dan menyiapkan sekotak kartu werewolf.


"Oh! Aku tahu. Di mana salah satu orang bakal jadi serigala dan lainnya dapet job lain buat tahu siapa serigalanya," jawab Kenji cepat. Aoyama mengangguk mantap.


"Di kartu ini ada 4 peran. Werewolf, villager, villager & drunk, dan seer. Dan kita pas 4 orang. Aku, kamu, dia, dan dia," Aoyama berkata sambil menunjuk Yuuji, Kenji, dan Hiro bergantian. Dalam artian, ketiga sahabat itu harus melawan Aoyama. Yang artian lain, jika tim Yuuji kalah, maka uang yang akan didapat Aoyama semakin banyak.


Yuuji langsung menolak dengan keras. Ia menggelengkan kepala, tak ingin membawa kedua sahabatnya kembali ke dalam masalah. Namun Aoyama terus meyakinkan Yuuji, membuat kedua pemuda itu bersikeras satu sama lain.


"Yaudah, gini. Kan aku Benteng II nantang pion, di mana ga ada bid minimal buat bayar jabatan. Jadi kalo aku kalah, aku bakal turun ke pion. Kalo aku menang, kasih chipmu ke aku. Temenmu ga usah ikutan kasih chip, cukup ikut permainan. Gimana?"


Ketiga sahabat itu berunding kembali. Banyak perdebatan dan perkiraan di antara mereka, membuat Aoyama harus menunggu lebih lama. Sementara di luar ruangan sudah banyak bandar judi taruhan untuk pertandingan ini, di mana harga taruhan dinaikkan setelah tahu Aoyama melawan 3 orang lagi.


Cukup lama ketiganya beradu argumen, hingga akhirnya Yuuji menyerah. Kemudian Yuuji mengeluarkan chip seharga 50 dollarnya di meja sebagai bid permainan werewolf ini. Aoyama menghela napas, ia hampir kehilangan kesadaran karena kantuk menyerang. Lantas ia menunjuk seseorang yang sudah dipanggil sebelumnya untuk menjadi moderator.


Di sini cukup banyak murid yang bekerja menjadi moderator. Jadi tidak sembarang orang bisa menjadi moderator. Salah satunya orang yang sudah tiba beberapa menit lalu. Salah satu anak Kelas Diamond yang terkenal akan keluwesan dalam setiap permainan.


"Aku Ichiro sebagai moderator. Silakan para pemain menempati tempat masing-masing."


Keempat pemuda itu duduk di kursi yang mengelilingi meja persegi tersebut. Ichiro berdiri di antara Yuuji dan Aoyama. Sebelum menyebar kartu, Ichiro terlebih dahulu menjelaskan permainan dan peran.


"Aku akan menyiapkan NPC Villager untuk menjadi korban werewolf di malam hari, dan ketika siang hari kalian berdiskusi. Werewolf menjadi orang yang harus ditangkap, tentunya jahat dan harus bisa berbaur dengan yang lain agar menang dari pertandingan. Villager adalah penduduk yang harus menangkap werewolf. Villager & drunk penduduk yang mabuk, tapi dia tidak bisa berbicara atau bicaranya ngelantur. Seer adalah penyihir yang bisa melihat peran pemain lain, aku akan membisikkan peran yang ingin diketahui seer sebelum permainan dimulai. Apa kalian sudah paham?"


Seluruh pemain mengangguk, paham. Ichiro melanjutkan, "poin permainan ditentukan siapa yang berhasil menebak dengan benar. Jika Yuuji berada di poin paling atas, maka dia menang. Begitupun sebaliknya. Poin Kenji dan Hiro tidak dihitung untuk penilaian, tapi poinnya tetap ditunjukkan di akhir permainan. Kita akan bermain 5 ronde Werewolf Card."


Setelah itu Ichiro menatap pemain di depannya.

__ADS_1


"Jawab pertanyaan sebelum permainan babak pertama dimulai. Jika kalian menjadi seer, peran siapa yang ingin kalian lihat?"


Aoyama menunjuk Kenji, Yuuji menujuk Hiro, Hiro dan Kenji menunjuk Aoyama. Lalu Ichiro menaruh kartu di Aoyama, lalu membisikkan sesuatu di telinga. Begitupun seterusnya Ichiro membisikkan sesuatu sambil menaruh kartu hingga keempat pemain mendapatkan kartu peran.


"Ingat. Berperan sesuai dengan peran masing-masing, jangan bekerja sama, dan jangan tunjukkan kartu peran ke pemain lain sampai permainan selesai."


Mereka mulai membuka kartu masing-masing, melihat peran yang didapat. Tak ada reaksi yang lebih, semua tampak tenang. Hingga Ichiro memulai skenario villager yang diserang werewolf. "Keesokan harinya, seluruh penduduk berkumpul di balai," ucap Ichiro melanjutkan skenario. Ia lalu dia mempersilakan para pemain berperan.


Aoyama terkekeh, ia kemudian menunjuk Kenji dan menudingnya. "Kamu werewolf! Aku tahu karena aku seer!"


Kenji langsung menyangkal. "Asal tuduh!" Kenji langsung menunjuk kedua sahabatnya.


"Mereka! Mereka pasti werewolfnya!"


Mendengar hal itu, Aoyama tersenyum. Ia lalu memandang Yuuji dan Hiro. Di mana Yuuji hanya diam, sementara Hiro menyangkal. Dan dengan cepat Aoyama langsung berseru.


"Hiro werewolf!" Di mana seruan itu langsung disangkal Hiro dengan cepat. Sementara Hiro sendiri tidak percaya dengan kedua orang yang beradu argumen dengannya.


Kemudian Yuuji menambahi jika dirinyalah werewolf, di mana Hiro langsung menunjuk Yuuji sebagai werewolf. Tetapi kemudian Yuuji membelot dari pengakuan sebelumnya sehingga membuat Hiro maupun Kenji bingung. Aoyama sendiri masih memegang pilihannya.


"Yuuji yang bener dong kalo ngomong! Tuh, Aoyama diem aja, pasti dia werewolf!" Hiro menuduh Aoyama, diikuti Yuuji. Tapi Kenji dengan cepat menuduh Hiro dan Yuuji sebagai werewolf.


Perbacotan duniawi sebelumnya dihentikan Ichiro. Di mana waktu berdiskusi sudah habis dan mereka harus menentukan pilihan. Keempat pemain langsung menunjuk orang yang mereka anggap sebagai werewolf, kemudian menunjukkan kartu perannya.


Aoyama sebagai villager. Kenji sebagai seer. Yuuji sebagai villager & drunk. Hiro sebagai werewolf.


Dan jawaban yang benar milik Aoyama dan Kenji. Yuuji memilih Kenji, dan Hiro memilih Aoyama.


Ichiro menoleh ke arah Aoyama dan Kenji. "Kenapa bisa berkesimpulan gitu?"


Aoyama menunjuk Kenji dan tersenyum lebar. "Awal permainan dia pengen tahu peranku apa. Dia dapet seer. Waktu aku nuduh dia, dia ga berani nuduh aku balik karena dia tahu aku villager. Pas dia nuduh dua temennya, Hiro lupa kalau ada peran villager & drunk dan ga coba nutupin diri."


Penjelasan Aoyama sudah cukup menjadi penutup permainan pertama. Ichiro kembali memutar permainan kedua dengan langkah yang sama. Sebagai pilihan untuk peran seer, Kenji dan Yuuji memilih Aoyama. Aoyama memilih Yuuji, dan Hiro memilih Kenji.


"Ya karena aku seer, lah!" jawab Yuuji sewot. Aoyama kembali terkekeh. "Padahal kamu sendiri yang werewolf, bisa-bisanya nuduh aku?" tanya Aoyama langsung disangkal Yuuji keras, dan Yuuji terus menuduh Aoyama sebagai werewolf.


Kenji dan Hiro saling berpandangan. Melihat Yuuji yang terus menuduh Aoyama dan respon Aoyama yang santai membuat mereka bingung. Pasalnya Yuuji tipikal orang seperti itu dan Aoyama santai seperti biasa. Tapi bisa saja ini trik di antara mereka.


"Yuuji, bisa ga kita bahas bareng? Kok kamu ngotot banget?" tanya Hiro. Aoyama langsung menghalangi Yuuji yang hendak menjawab. "Karena dia werewolf."


Potongan Aoyama itu membuat Hiro semakin heran "Kok bisa? Kenapa kamu sendiri malah nuduh Yuuji?"


Aoyama tertawa. "Simple. Dia pengen kalian percaya dan nuduh aku karena kalian temennya. Ga inget pertanyaan soal pilihan seer tadi? Aku nunjuk Yuuji, lho~" jawab Aoyama santai. Ia mengetuk-ngetuk meja pelan, seolah sedang menjadi detik jam untuk mengingatkan waktu yang tersisa.


Hiro menoleh ke Kenji, sementara Kenji hanya diam. Melihat tingkahnya membuat Hiro meyakini Kenji sebagai pemabuk. Namun dengan cepat Kenji menunjuk Aoyama. "Tapi! Tapi bisa aja, lho~ bisa aja Aoyama werewolf karena Yuuji nunjuk dia juga!"


Yuuji langsung menimpal, "nahkan! Dia emang werewolf!"


"Waktu habis."


Aoyama dan Hiro memilih Yuuji sebagai werewolf. Yuuji dan Kenji memilih Aoyama sebagai werewolf.


Kemudian peran dibukakan. Aoyama adalah werewolf, Yuuji sebagai seer, Kenji sebagai villager & drunk, dan Hiro sebagai villager. Yuuji dan Aoyama sama-sama mengantongi poin. Kini tinggal 3 permainan lagi, setidaknya Yuuji harus melebihi poin Aoyama.


Permainan ketiga dilanjut. Kini ketiga sahabat itu menunjuk Aoyama dan Aoyama menunjuk Yuuji lagi sebagai target seernya nanti. Ichiro kembali memutar kartu dan membacakan skenario seperti sebelumnya.


"Aha! Aoyama werewolf lagi!" seru Hiro sambil menunjuk Aoyama dengan girang. Aoyama menggeleng dan tersenyum. "Aneh banget, aneh. Sok jadi seer?"


Hiro langsung menyangkal. "Emang seer, kok! Ga inget apa aku nunjuk kamu tadi?" Pertanyaan Hiro menjadi trigger untuk Aoyama. Pemuda itu langsung menoleh ke Yuuji.


"Dia werewolf. Aku juga nunjuk Yuuji tadi~" seolah menirukan Hiro bak mengejek, Aoyama tertawa remeh. Hiro tampak kesal, kemudian menoleh ke Yuuji yang hanya diam saja.


Yuuji lantas menggeleng dan menatap Kenji yang diam saja. Hiro menghela napas dan menggoyang-goyangkan meja. "Jangan pada bisu, dooong!"

__ADS_1


Melihat itu, Aoyama menghela napas. Ia mengamati ketiga sahabat yang justru beradu mulut. Sambil mengamati, Aoyama sesekali melihat ke kartunya yang tampak membosankan untuk diperankan.


"Pada bisu, ya? Pasti salah satu di antara kalian ini werewolf!" seru Hiro sambil menunjuk-nunjuk kedua temannya. Yuuji langsung menyangkal, sesekali mengiyakan. Begitupun dengan Kenji yang berperilaku sama dan menuduh Yuuji sebagai werewolf karena menuduhnya.


Bahkan hingga akhir, tidak ada clue yang bisa memperkuat tuduhan siapapun. Ichiro menyelesaikan ronde ketiga dan segera mengumpulkan pilihan setiap pemain.


Peran telah ditunjukkan. Aoyama sebagai villager, Hiro sebagai seer, Yuuji sebagai werewolf, dan Kenji sebagai villager & drunk.


Jawaban yang benar berasal dari Kenji. Kenji memilih Yuuji karena curiga. Hiro dan Aoyama memilih Kenji karena menganggap Yuuji pemabuk—berkat peran Yuuji sebelumnya sebagai pemabuk. Yuuji memilih Kenji sebagai pengelabuan saja.


Ichiro membuka permainan keempat, hampir mendekati babak terakhir. Yuuji terus menunjuk Aoyama, Kenji dan Aoyama menunjuk Yuuji, Hiro menunjuk Kenji sebagai syarat untuk peran seer nantinya.


"Pagi hari dimulai, seluruh penduduk berkumpul di balai."


Tidak ada yang berulah dari awal permainan. Kenji menunjuk Aoyama dan Hiro sebagai werewolf. Tetapi keduanya menyangkal. Aoyama dan Hiro berlagat seperti pemabuk. Sementara Yuuji menuduh Hiro. Kini keempat pemain tidak membawa peran seer untuk menguatkan tuduhan karena belajar dari babak sebelumnya, di mana siapapun bisa berbohong dan sulit dipercaya.


"Yuuji kenapa nuduh aku terus, sih?" Hiro menyangkal dan membuat Yuuji semakin yakin. "Ya karena aku seer, bisa lihat Aoyama pemabuk!"


Hal itu diikuti Aoyama yang terus berpihak pada Yuuji. Hal ini membuat Hiro tersudut dan Hiro mulai menuduh Yuuji dan Aoyama sebagai werewolf. Hingga waktu berakhir.


Seluruh suara menuju Hiro. Dan ketika peran dibuka, Hiro memanglah werewolf. Aoyama pemabuk, Yuuji seer, dan Kenji villager. Hiro tipikal orang yang sulit untuk berbohong apalagi menyangkal tuduhan yang sebenarnya benar padanya.


Yuuji dan Aoyama sama-sama memegang 2 poin. Di mana keduanya harus mendapat 1 poin di babak terakhir.


Ichiro telah memulai babak penentuan. Pemilihan untuk target seer semakin dipikirkan matang. Aoyama dan Yuuji memilih Kenji, Hiro memilih Aoyama, Kenji memilih Hiro. Dan putaran terakhir dimulai sekaligus skenario pagi hari.


"Babak terakhir..," Kenji bergumam. Kenji mengamati sekitar. Ia tak dapat berpikir jernih. Selain untuk mencari siapa werewolf, ia juga harus membantu Yuuji untuk mendapatkan poin terakhir.


Di sisi lain, Aoyama mengamati ketiga orang di depannya. Mereka hanya diam. Baru kali ini poin seri membuat Aoyama kesal dan ingin segera menyelesaikan. Permainan yang sangat panjang, Aoyama tak tahan dan langsung menuduh ketiganya.


"Ayo kalian pasti werewolf!" seru Aoyama.


"Kenji werewolf," ucap Yuuji menuduh. Sementara Kenji mengernyitkan dahi, ia menoleh ke Aoyama yang masih mengamati dirinya dan Yuuji. Hal itu membuat Kenji semakin mencarikan otaknya. Aoyama yang mendapati tatapan itu mulai curiga.


Hiro yang sejak tadi tidak digubris langsung nimbrung dan menuduh Kenji juga. "Karena daritadi kamu belum jadi werewolf."


Mendengar itu, Aoyama langsung menoleh ke Ichiro. Ia baru menyadari jika Kenji memang belum mendapatkan peran werewolf sekalipun. Dan Aoyama sangat yakin jika seluruh pemain pasti mendapat peran werewolf untuk melihat siapa yang pintar berkamuflase.


Kenji mengelak dan terkekeh. "Mana ada kayak gitu! Pemikiran macem apa, sih? Kayaknya malah kamu yang werewolf!" sangkal Kenji membuat yang lain semakin curiga. Dikarenakan sebelumnya Kenji memilih Hiro untuk menjadi target seer, tetapi Kenji sendiri tidak bisa menuduh Hiro dengan pasti.


"Sumpah ya kalian ini ga jelas nuduhin cuma karena kayak gitu?! Kalian ga lihat itu Aoyama diem aja? Bisa aja dia werewolf, kan?" tanya Kenji sambil menunjuk Aoyama. Tapi Aoyama langsung menyangkalnya.


"Aku werewolf lagi? Yang bener aja~ kamu daritadi belum jadi werewolf. Tapi, yaudah deh. Terserah kalian mau anggep gimana. Toh kalo kalian salah, yang menang aku," lanjut Aoyama. Terbesit ide liciknya dan berencana membuat yang lain mencurigainya, sehingga poin yang benar ada di tangannya.


Jawaban Aoyama semakin memperkuat tuduhan Kenji, diikuti Yuuji yang menuduhnya. Tetapi Hiro langsung menyangkal. "Bukan! Aoyama bukan werewolf! Aku seernya!"


Aoyama mengernyit, begitupun dengan Kenji dan Yuuji. "Yakin seer?" tanya Kenji curiga. Ia takut jika Hiro mengaku menjadi seer karena dirinya werewolf. Tapi entah kenapa tuduhan terus melayang ke Aoyama karena Aoyama bergelagat mencurigakan.


Hingga Ichiro menghentikan permainan. Seluruh pemain diminta untuk menunjuk werewolf bersamaan.


Aoyama dan Hiro menunjuk Kenji, Kenji menunjuk Aoyama, dan Yuuji menunjuk dirinya sendiri.


Melihat Yuuji, Aoyama membelakkan matanya. Ketika Ichiro menunjukkan peran masing-masing, tubuh Aoyama langsung lemas.


Aoyama sebagai pemabuk, Kenji sebagai villager, Hiro sebagai seer, dan terakhir Yuuji sebagai werewolf lagi.


Dalam otak Aoyama, kemungkinan Yuuji menjadi seer adalah 25%. Tetapi karena Yuuji menuduh Kenji yang menjadi target seernya, kemungkinan itu bisa menjadi 50% atau lebih. Ditambah tuduhan Hiro dan pola pikir Aoyama tentang Werewolf Card. Apalagi Kenji sebelumnya sempat menoleh padanya, di mana hal itu menjadi tanda gugup Kenji dan mencoba mencari mangsa untuk dituduh—dan itu dirinya yang paling pantas. Mengelabui yang lain adalah cara terbaik untuk mendapatkan poin benar sendiri.


Namun sayangnya Yuuji dan cara berperannya lebih bisa menipu. Bahkan Kenji sendiri berpikir Yuuji adalah seer sebelumnya, tapi karena Yuuji menunjuknya yang bukan werewolf membuat dirinya curiga. Bisa saja Yuuji menuduh tanpa alasan atau untuk membela diri. Aoyama memilihnya untuk jadi target seer, tapi bisa saja Aoyama werewolf. Ditambah tuduhan Aoyama kepadanya sangat kuat, ada kemungkinan besar untuk membela diri dan mengacaukan pikiran yang lain.


"Tidak ada larangan menunjuk diri sendiri," jelas Ichiro ketika melihat Aoyama yang sudah tak bergerak di kursinya.


"Selamat untuk Kuga Yuuji yang memenangkan pertandingan Werewolf Card melawan Benteng II, Aoyama. Dengan selesainya pertandingan ini, Kuga Yuuji resmi menjadi Benteng II dan Aoyama lengser ke pion."

__ADS_1


...* * * * *...


__ADS_2