
Permainan tantangan sudah diputuskan dan Tama sebagai moderatornya. Dengan sudoku yang menjadi penentu kemenangan dua orangโyang dianggap bodoh Tama ini. Walau mereka orang seperti itu, tapi Tama tetap mengiyakan persetujuan mereka.
Tetapi untuk menantang kuda, Yuuji harus mengumpulkan chip lebih banyak dari sebelumnya. Ditambah lagi dia sekarang duduk di benteng, di mana setiap bulannya harus membayar sebagai uang pajak bulanan. Yang mana otomatis Yuuji harus mendapatkan setidaknya 600 dollar dalam sebulan ini.
"INII PEMERASAN! Aku butuh waktu setidaknya 6 bulan lagi!" keluh Yuuji di atas meja. Sudah berjalan hampir 2 minggu semenjak Yuuji dan Kuro mengajukan pertandingan. Tetapi sampai saat ini uang yang dikumpulkan Yuuji masih belum cukup.
"Benar! Uang pajak menyiksaku!" Kuro ikut mengeluh di seberang Yuuji.
Keduanya saling berpandang, lalu meraung dan menangis bersama. Meratapi betapa miskinnya dompet mereka setelah apa yang terjadi bulan-bulan lalu. Terlebih lagi Yuuji yang sudah kere.
Tama hanya menghela napas, ia sudah sangat putus asa karena harus berdampingan dengan junior bodoh dan sahabat idiotnya.
"Kenapa kalian tidak coba main slot aja? Kayaknya kemarin ada kabar soal slot, deh," celetuk Tama, mencoba memberi saran. Padahal jika diingat, mereka bisa mendapatkan uang selain berjudi, lho.
"Bener! Kemarin anak Spade dapat jackpot! Dapat ribuan dollar!" Fuji yang sejak tadi membaca komik ikut nimbrung.
Mendengar nominal yang fantastis, atensi Yuuji dan Kuro teralih. Mereka memandang Fuji penuh harap. Apakah mereka bisa seperti itu juga?! Harus bermodal berapa dollar untuk mendapat jackpot sebesar itu?!
"Ribuan dollar?! Keren! Kira-kira bisa buat apa aja, ya? Beli PS5.. laptop ROG..," gumam Yuuji sambil membayangkan beberapa gadget yang ia impikan selama ini berada di sekelilingnya. Sementara Kuro sudah tenggelam dalam imajinasi bersama ciwik-ciwik bohay.
Fuji berdehem dan tersenyum. "Setengah ribu dollar, sih. Tapi lumayan, kok," lanjut Fuji yang langsung meruntuhkan bayangan indah kedua temannya.
Yuuji dan Kuro langsung mendekat Fuji dan memukulinya. Baku hantam tak dapat terelakkan, ketiga teman yang lain hanya bisa melihat sambil mendoakan yang terbaik untuk Fuji.
"Semasa hidupnya.. dia orang yang sangat baik. Mari panjatkan doa untuknya dan semoga diterima di sisi-Nya," ucap Tama dijawab anggukan pelan Hiro dan Kenji. Mereka menyatukan kedua tangan dan mulai berdoa.
Dari belakang sana, Fuji berteriak meminta tolong karena Yuuji dan Kuro mulai menyeretnya keluar dari kantin untuk melanjutkan pukulan di luar. Beberapa murid mengikuti untuk merekam.
__ADS_1
Setelah kepergian Fuji dan duo bodoh itu, Tama kembali membaca buku paduan sudoku yang ia pinjam di perpustakaan.
Hiro, si informan, memeriksa ponselnya dan mencari informasi tentang jackpot yang didapat anak spade. Benar yang dikatakan Fuji. Ia kembali mengulik dan mendapati video wawancara murid tersebut.
Kenji yang tadinya menonton pertandingan raja judi akhirnya ikut bergabung dengan Hiro. Di layar ponselnya terlihat seorang seniornya tengah memegang papan jackpot slot yang diberikan dari pihak sekolahan.
Seorang gadis berdiri di sampingnya sambil membawa sebuah mic dan mengarahkannya pada si senior.
"๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ข๐ค๐ฌ๐ฑ๐ฐ๐ต๐ฎ๐ถ! ๐๐ข๐ฉ, ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต 500 ๐ฅ๐ฐ๐ญ๐ญ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ญ๐ฐ๐ต, ๐บ๐ข. ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ?" tanya gadis itu ala wartawan. Senyumnya melebar sambil menunggu jawaban dari senior itu.
Si senior tertawa. "๐๐ข๐ฉ๐ข๐ฉ๐ข. ๐ ๐ข, ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช."
"๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ ๐ด๐ญ๐ฐ๐ต?" tanya wartawan kelas 2 diamond itu.
Entah kenapa wajah bahagia senior mulai memudar dan menjadi murung. Tetapi terlihat ia masih mencoba untuk tetap mempertahankan senyumannya meski terlihat kaku. "๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด 1," jawabnya dengan nada sedikit melirih.
Kenji dan Hiro saling berpandangan. Sepertinya ada yang salah. Tama di belakang lalu ikut menimbrung setelah menutup buku sudokunya.
"๐๐ฆ๐ฉ๐ฆ. ๐๐ข๐ณ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ด๐ช๐ฉ," jawab anak spade yang mulai menghilangkan senyum di wajahnya. Bersamaan dengan itu, Yuuji dan Kuro kembali sambil membawa Fuji yang lemas. Wajahnya babak belur.
Si wartawan mulai menyadari perubahan dari narasumbernya. Dia mulai bingung dan khawatir. Mungkin berpikir jika ini menyakiti hatinya. Pasalnya slot sama saja seperti judi. Mungkin ini mengingatkan narasumbernya tentang pahitnya bermain slot.
"๐๐ข๐ฉ.. ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ ๐ด๐ญ๐ฐ๐ต, ๐ฌ๐ข๐ฏ?" tanya wartawan muda itu sambil mencoba mengalihkan perhatian sang juara jackpot tersebut.
Yuuji dan Kuro ikut menonton tayangan tersebut sambil terus menggenggam Fuji. "Tuh, lihat, tuh," perintah Fuji dengan suara lemas, berharap kedua temannya berhenti kesal padanya dan melihat kesuksesan orang bermain slot.
"๐๐ฅ๐ข, ๐ข๐ฅ๐ข," jawab narasumber dengan senyum yang perlahan kembali. Seolah ada harapan untuk wawancara ini, wartawan tersebut meninggikan nada bicaranya dan kembali riang seperti awal.
__ADS_1
"๐๐ฆ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ช๐ถ๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ช๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ-๐ฎ๐ถ๐ณ๐ช๐ฅ ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ ๐ด๐ญ๐ฐ๐ต?" tanya wartawan dengan penuh harapan sekaligus ini sebagai penutup wawancara yang cukup menegangkan.
"๐๐ฉ, ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ," jawab senior itu sambil mengangguk-angguk mantap. Gadis wartawan itu segera minggir dari tempat tangkapan kamera. Kamera mulai zoom-in ke wajah si senior yang sedang merangkai kata-katanya.
"๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐! ๐๐๐๐๐๐! ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐! ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ 500 ๐๐๐โ"
Dengan cepat Hiro mematikan layar ponsel dan menyembunyikannya. Ia menoleh ke Kenji yang ada di sebelahnya, lalu melirik Tama. Tama hanya diam memandang Yuuji dan Kuro yang kembali emosi.
Fuji yang sudah lemas hanya bisa pasrah ketika Kuro menggoncang-gocangkan tubuhnya. "Bisa-bisanya kamu bilang '๐๐ถ๐ฉ, ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต, ๐ต๐ถ๐ฉ'?!" teriak Kuro.
"Itu modalnya lebih dari 500 dollar! Kamu mau ngejebak kita, ya?!" seru Yuuji di samping Fuji.
"Dahlah, males. Kalian ga ngerti konsep slot. Mau mukul lagi?" tanya Fuji yang langsung dijawab dengan pukulan Kuro dan Yuuji. Ketiganya kembali gelut di sana, mengabaikan ketiga teman lainnya.
Tama hanya menghela napas pasrah. Kenji mengelus dadanya, sementara Hiro memanggil pihak UKS untuk segera datang dan membawa tubuh teraniaya Fuji. Dua orang bodoh itu tampak emosi karena terlalu tergiur dengan nominal besar.
Jika dipikir, ini memang strategi marketing untuk permainan slot. Bahkan dalam slot sendiri, hasil yang keluar bisa dimanipulasi. Biasanya di kasino, pihak kasino bisa mengatur apa yang muncul dan siapa saja yang menang. Mereka memegang kendali penuh dalam mesin-mesin slot itu. Makanya banyak yang kecanduan dan menghabiskan jutaan dollar demi bermain slot.
Permainan slot sendiri bahkan lebih mengerikan daripada blackjack yang digandrungi para penikmat permainan kasino. Dengan modal kecil dan kasino akan memberikan lebih banyak kemenangan. Orang-orang akan semakin tergiur dan akhirnya menaruh uang lebih banyak lagi, lalu kasino menghancurkan uang-uangnya.
Sungguh licik, tapi percayalah memang seperti itu cara kerja slot.
Mari pindah ke Fuji yang sudah terkapar lemas di ranjang UKS. Kelima temannya mengelilingi. Yuuji dan Kuro membawa bunga setaman dan ditaruh di meja samping ranjang.
"Maafkan aku, Fuji. Aku salah paham padamu," ucap Yuuji pelan sambil mengelap air mata yang mengalir. Kuro mengangguk dan menggenggam tangan Fuji.
"Aku ikhlas, kok. Aku pesenin peti paling gede. Aku kasih dakimakura Kurumi punyaku, tenang aja. Gratis," lanjut Kuro lalu berpaling karena tidak kuasa menahan air matanya.
__ADS_1
Fuji yang masih sadar hanya menatap ketol*lan mereka. Geram, ia memejamkan matanya. "Bajing*n kalian."
...* * * * *...