Casino School

Casino School
Episode 7


__ADS_3

Untuk pertama kali Rosalina menerima tantangan dari seorang pejabat. Dengan 'mahar' 300 dollar untuk 'menimang' Rosalina agar berdiri di depan Yuuji dan bertanding. Bukan harga yang murah. Dengan jumlah itu, Rosalina bisa hedon lebih banyak.


Keempat orang itu berjalan ke sebuah ruangan. Di mana ruangan itu milik Rosalina yang diberikan Jaken untuk mengeksekusi pejabat baru. Namun kabar yang beredar, Rosalina menyewa ruangan pribadi untuk menumbangkan siapa saja.


Ruang berpintu merah jambu dengan ukiran huruf R latin, di sanalah tempat pertandingan Rosalina dan Yuuji akan dilaksanakan.


"Di sini. Tapi aku siapin semuanya dulu. Siapa suruh mendadak," gerutu Rosalina lalu masuk ke dalam ruangannya. Meninggalkan Yuuji, Kenji, dan Hiro di depan pintu.


Sementara di sekitar banyak murid lain yang menatap Yuuji, seolah memberikan ucapan selamat jalan di balik sorot mata mereka.


Yuuji tersenyum masam. Kenji dan Hiro hanya melihat sekitar dan sesekali saling pandang karena canggung. Tampak banyak orang antusias dan mulai duduk di sekitar sana agar seusai pertandingan bisa mendengar kabar pemenang lebih cepat.


Di sisi lain, seorang pemuda sudah koar-koar untuk taruhan pertandingan Rosalina dan Yuuji. Sama seperti saat dirinya melawan Aoyama. Yuuji jadi makin sadar jika Rosalina sudah seterkenal ini. Apabila bisa mengalahkan banyak pejabat, berarti taktik permainannya hebat, dong?


Seketika badannya mendadak dingin saat mengingat jabatan bentengnya menjadi taruhan selain 300 dollar. Meski Rosalina tidak mengiyakan, tapi Jaken sudah jelas akan menendang Yuuji dari kursi tahta. Pikiran pesimis mulai menyerang dari berbagai sisi, hingga tak sadar Kenji dan Hiro memanggilnya untuk masuk ke ruangan.


Di dalam ruangan seluas ruang kelas, namun banyak pernak-pernik perempuan dan frame foto terpajang rapi di dinding. Rosalina seperti gadis narsis. Setiap selfienya dicetak dan ditempel. Bahkan ada standee Rosalina di dekat pintu untuk menyambut tamu.


"Narsis banget," ucap Hiro disambung anggukan dari kedua temannya.


Telinga Rosalina cukup jelas mendengarnya dan hanya berdehem untuk memberi peringatan agar lebih sopan. Kemudian Rosalina mengajak mereka ke meja persegi di tengah ruangan.


Tidak ada semacam kartu remi, kertas, permainan bola, atau semacamnya untuk bermain judi. Tapi ada 2 benda yang tidak asing di mata tapi sungkan untuk dilihat langsung.


Revolver dan kaliber.


"Kita main Russian Roulette."


...***...


Dua tahun lalu, di mana Rosalina masuk ke Casino School. Latar belakang Rosalina memenuhi standar sebagai penjudi karena suka bermain di kasino kecil pinggir kota. Tidak ada alasan selain suka berjudi untuk masuk ke sekolah ini. Namun setelah tahu sistem di dalamnya, Rosalina makin menjadi ambisius untuk menambah uangnya.


Berbekal ilmu judi selama 3 tahun di SMP mendorong Rosalina untuk terjun bebas. Yang dia pikirkan saat itu hanyalah uang dan uang. Banyak chip yang ia konversikan menjadi uang, lalu mulai membelanjakannya.


Saat itu dirinya masih belum ada hubungan dengan Jaken. Masih menjadi murid biasa yang terobsesi dengan judi dan kekayaan instan seperti yang lain. Bahkan saat kompetisi untuk penyambutan murid baru, Rosalina berhasil menduduki urutan ke-5 dan menerima chip melimpah.


Kehidupannya masih sama saja. Bahkan ia tidak peduli dengan kabar Jaken yang dalam sebulan setelah kompetensi sudah menduduki tahta mentri. Di mana Jaken sendiri sudah menumbangkan sebagian pejabat dalam waktu singkat, mengosongkan 1 kursi untuk setiap posisinya.


Kabar Jaken menjadi heboh dan hot saat teman-teman segengnya ikut menduduki tahta dan menghabisi pejabat sisa. Hingga setiap posisi tetap ada kursi kosong untuk orang di luar geng. Di mana Jaken akan memasukkan orang-orang pilihannya untuk menduduki tempat itu saat kompetisi besar sekolahan diadakan. Hal itu Jaken rencanakan agar kekuasaan benar-benar Jaken pegang sepenuhnya.


Selang 2 minggu setelah posisi pejabat jor-joran, Jaken menggulingkan raja terakhir dan akhirnya duduk di tahta paling tinggi. Disusul Suzuki dan lainnya. Belum ada setengah tahun, Jaken sudah merobohkan kehormatan para seniornya.


Tanpa memberi napas untuk sekolahan, Jaken mendesak pihak sekolah untuk menyelenggarakan kompetisi besar untuk pengisian tahta kosong. Setelah 3 hari dia duduk di kursi raja, Jaken merilis kompetisi itu.

__ADS_1


Hal ini memicu kericuhan di sekolah. Bahkan Jaken menambah peraturan untuk kompetisi kali ini. Peringkat tertinggi akan mendapat tambahan chip dari Jaken yang cukup besar—200 dollar setiap posisi kosong.


Untuk kali ini Rosalina tertarik. Ia juga ikut berpartisipasi dalam kompetisi. Banyak orang yang ia tumbangkan demi 200 dollar dan jabatan. Dalam pikirannya saat ini, 'jika Jaken bisa mengeluarkan uang sebanyak itu, pasti menjadi pejabat membuatnya semakin kaya.'


Berlangsung selama sebulan, Rosalina berhasil menduduki peringkat pertama dalam posisi benteng. Bahkan ia mengalahkan orang bawaan Jaken. Sementara posisi lain diisi anak buah Jaken. Hal ini menggoncang Jaken dan membuatnya sulit menerima.


Rosalina resmi menjadi Benteng II dan bergabung dengan Jaken dan kawan-kawan. Tetapi aturan setiap bulan untuk mengumpulkan uang membuat Rosalina keberatan. Tak sampai 3 hari Rosalina mencabut jabatannya.


Gadis pelit sepertinya tidak akan rela jika harus merelakan 100 dollar per bulan untuk membayar pajak. Kalau bisa hidup sendiri dan punya uang banyak, kenapa harus repot bayar pajak demi masuk circle?


Keputusan Rosalina melegakan Jaken. Tapi sesuai kebijakan sekolah, harus ada yang mengalahkan Rosalina agar ia turun tahta. Jaken mengutus orang bawaannya untuk melawan Rosalina.


Tapi tampaknya orang yang dibawa Jaken kurang cerdas. Rosalina bisa mengalahkannya dalam permainan blackjack saja.


"Gimana, sih? Buruan, aku pengen keluar dari sini. Aku ga mau bayar pajak! Gede banget!" seru Rosalina sambil melempar kertas pajaknya.


Sampai sebulan, Rosalina masih belum gugur. Padahal Rosalina sendiri juga sudah membuat sayembara untuk siapapun yang mau melawannya bisa membayar gratis—dan akhirnya pihak sekolah mencabut sayembara itu karena melanggar peraturan. Hal ini membuat Jaken memijat keningnya.


"Suruh temenmu ngelawan aku, kek! Kirain jadi pejabat dapet duit, ternyata engga! Cuma modal gengsi doang."


Mendengar Rosalina, Jaken diam untuk beberapa saat. Ia memandang gadis tukang nyerocos setiap makan siang bersama, sementara Suzuki mencoba menenangkan mulut Rosalina yang terus ngegas.


"Kamu cuma mau chip dan ga mau jabatan?" tanya Jaken memastikan. Ia beranjak dari kursinya, lalu mendekati meja Rosalina. Tatapan mata Rosalina sudah menjadi jawaban jelas untuk Jaken.


Rosalina tersenyum meremehkan. "Anak buahmu bodoh-bodoh, ya? Boleh aja, tapi kasih aku chip lebih banyak untuk pemecatan ini."


Kesepakatan itu disetujui kedua pihak. Jaken segera mengumumkan kabar Rosalina dan orang dalam miliknya yang duduk di kursi tahta. Tapi tak lama sejak Rosalina turun, orang bawaan Jaken dikalahkan. Hal ini membuat susunan kekuasaan Jaken menjadi goyah.


Bukan hanya sekali itu, sampai kenaikan kelas 2 hal itu terjadi dan mengikis sebagian anak buah Jaken di posisi terendah. Benteng dan kuda yang menjadi sasaran.


Rosalina tahu betul siapa saja anggota Jaken yang cerdas dan tidak. Dia juga sangat mengerti kesalnya Jaken jika ada orang luar yang masuk ke dalam kuasanya. Maka dari itu Rosalina mendatangi Jaken dan membuat kesepakatan yang berjalan hingga detik ini.


Permainan Rosalina sudah diprivasi setiap melawan para pejabat. Rosalina sendiri selalu menolak ajakan judi orang lain karena uang yang ia dapat dari Jaken sudah cukup.


Kembali di waktu sekarang, di mana Yuuji melawan Rosalina. Kedua teman Yuuji tidak terima dengan permainan Rosalina kali ini. Tapi Rosalina tak mau merubah permainan karena Yuuji sendiri yang melawannya.


"Ini legal, kok," jelas Rosalina sambil mengambil revolver kosong.


"Yuuji. Mending ga usah macem-macem. Ini nyangkut nyawa!" seru Kenji lalu menarik pundak Yuuji, mengajaknya untuk mundur dan melupakan 300 dollar yang sudah dikeluarkan.


Tapi Yuuji bergeming di tempat. Menatap revolver di tangan Rosalina, mengamatinya dengan saksama.


"Mana bisa. 300 dollarmu hangus dan kamu kalah~"

__ADS_1


Yuuji menaikkan tatapan matanya, menatap Rosalina yang asik senyam-senyum penuh kemenangan.


"Boleh. Tapi permainan harus dipublik," jawab Yuuji. Rosalina diam sejenak. Dahinya mengernyit. Ia hendak menolak, tapi Yuuji langsung memotongnya.


"Masih kurang 300 dollar? Apa susahnya? Toh, cuma sama aku, kok. Biar semua tahu, biar Jaken tahu siapa yang aslinya menang," lanjut Yuuji penuh amarah di bawah setiap katanya.


Beberapa saat Rosalina diam untuk mengolah kalimat Yuuji. Rautnya cemas, tapi melihat sikap Yuuji, akhirnya ia setuju dan memanggil beberapa orang yang andal untuk menyiarkan pertandingan langsung. Biasanya mereka menyiarkan pertandingan raja dan ratu melawan penantang saja.


Seluruh layar yang ada di sekolahan menampilkan ruangan Rosalina. Hal ini mengejutkan Jaken dan lainnya di ruang tahta. Karena Rosalina menayangkan ini tanpa persetujuan Jaken. Mau tidak mau, Rosalina akan menerima semprotan dari Jaken.


Setelah semua siap, Ichiro dari Kelas Diamond datang untuk menjadi moderator. Ichiro, moderator yang sudah mengawasi banyaknya pertandingan para pejabat. Tidak diragukan lagi jika Rosalina menyeretnya.


Yuuji, Kenji, Hiro, dan Rosalina mengelilingi meja tersebut.


"Peraturannya seperti permainan Russian Roulette. Menggunakan Revolver Nagant M1895, di mana ada 7 slot kaliber di dalamnya," jelas Ichiro di tengah mereka.


"Untuk permainan ini, Hiro dan Kenji tidak perlu mengarahkan revolver ke kepala—"


"HAH- KITA IKUT LAGI?!" seru Hiro dan Kenji, bersamaan. Yuuji pun kaget mendengarnya. Karena sejak tadi tidak ada kesepakatan kedua temannya ikut bertanding.


Ichiro menghela napas berat, ia melirik Rosalina, menuntut penjelasan dari balik netranya. Rosalina tersenyum masam, lalu berdehem. "Ehm, iya. Tapi kayak yang dijelasin Ichiro. Kenji dan Hiro ga perlu ngarahin revolver ke kepala. Cukup aku dan Yuuji."


Penjelasan yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Mau protespun ketiganya tidak bisa karena Ichiro langsung memotong suara mereka. Tidak mau bertele-tele karena Ichiro sendiri ada panggilan moderator di tempat lain. Cuan bosqu.


"Peraturannya, siapa yang mendapat 3 peluru lebih cepat, dia yang menang. Hanya peluru Yuuji dan Rosalina yang dihitung menjadi penentu kemenangan," lanjut Ichiro kemudian memasukkan kaliber ke dalam revolver.


Tanpa banyak bicara, keempat peserta itu berdiri di setiap sisi meja persegi. Ichiro berjalan ke papan tulis panjang yang tidak jauh dari meja pertandingan, lalu menulis nama setiap peserta di sana.


Sambil menunggu Ichiro, ketiga sahabat itu saling berpandangan. Lalu mereka menatap Rosalina. "Gimana bisa dapet revolver?" tanya Kenji heran. Mana boleh remaja punya senjata api seperti itu?


"Apaan, sih. Kepo," jawab Rosalina seadanya, enggan merespon lebih karena otaknya sekarang pusing membayangkan amarah Jaken nanti.


Tidak selang lama, Ichiro datang dan meletakkan revolver di tengah meja.


"Permainan akan dimulai dari Rosalina, Kenji, Rosalina, dan seterusnya."


Ichiro lalu meninggalkan mereka dan berdiri di belakang meja dekat papan tulis untuk mengamati jalannya permainan.


"Russian Roulette, dimulai!"


...* * * * *...


Mohon untuk tidak plagiat dan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) karena saya menulis, mencari ide, riset, dan mengembangkannya sendiri.

__ADS_1


Mohon untuk menulis karya sendiri jika ingin menjadi penulis yang baik dan beretika!! Terima kasih💕


__ADS_2