
Yuuji, bergeming di sofa. Menatap nanar kartu ayahnya yang tergeletak di atas meja kaca, dikelilingi makanan dan minuman pesanan. Sudah sekitar seperempat jam Yuuji diam terduduk dengan sorot yang terus terpaku di identitas VVIP Kuga Yuuma. Kenji dan Hiro sudah lebih dulu keluar untuk menikmati kasino elit yang mereka kunjungi. Tidak baik menyia-nyiakan waktu berharga ini hanya untuk merenungi bagaimana acara akhir tahun nanti. Keduanya sudah meninggalkan Yuuji sejak lima menit lalu.
Kuro sendiri justru lebih dulu keluar mencari Fuji yang awalnya pamit untuk ke toilet. Bagaimana ke toilet selama ini, apa Fuji sedang melakukan rutinitas malamnya?
Pemuda itu akhirnya kembali dengan menggandeng Fuji yang berwajah lemas, lesu. Terlihat mimik kurang bahagia. Tidak beda jauh dengan anak Kuga. Ia didudukkan di sebelah Yuuji, kemudian Kuro segera memotret keduanya, lalu mengirim ke grup chat mereka dengan keterangan, ‘lihat peserta yang gugur sebelum pertandingan dimulai.’
Tentunya keterangan itu memicu balasan Kenji dan Hiro yang asik bermain slot. Mereka mengejek Yuuji dan Fuji, lantas mengajak Yuuji untuk ikut ke bagian slot.
“Sana belajar slot. Siapa tahu jackpot sepertiku dulu,” ucap Kuro santai sambil meminum moktail pesanannya. Yuuji melirik, lalu melengos ke arah pintu. Helaan napas berat menjadi jawabannya sebelum Yuuji memutuskan untuk beranjak dari sofa dan meninggalkan ruang VVIP tersebut.
Kini tinggallah Fuji dan Kuro. Masih sama seperti pertama dibawa ke ruangan, Fuji enggan menyentuh makanan di atas meja. Dengan respon yang nihil begitu, ini adalah kesempatan besar Kuro untuk meraup seluruh sajian dan mungkin akan menuduh Fuji yang menghabiskan jika anak-anak menanyakan tentang makanan.
...* * *...
Area slot.
Banyak ember yang sudah tersedia di samping kaki para pemain, di mana berisi banyak chip atau lembaran uang kertas sebagai sarana untuk memutar buah-buahan di mesin. Kasino milik Hebihime ini menyiapkan dua jenis slot, yang mana ini menjadi poin tambahan untuk para penggemar mesin slot klasik yang sebenarnya mulai jarang disediakan tempat-tempat kasino lain.
Tentunya di bagian slot klasik lebih dominan orang-orang tua berusia empat puluh tahun ke atas. Dengan senyum sumringah dan percaya diri tinggi, mereka berbincang dengan pemain di mesin sebelah dan menebak siapa yang akan mendapatkan jackpot. Biasanya para penggemar slot akan suka memutar tuasnya ketika malam hari atau saat kondisi sepi untuk mengincar jackpot. Tapi pria-pria berjas rapi dengan aroma woody, black pepper, dan citrus itu terlihat asik menggerakkan tangan untuk menekan dan memasukkan uang ke dalam mesin.
Mereka, para pria kaum elit yang tidak peduli untung atau boncos, yang terpenting adalah kesenangan dan rasa nostalgia slot lawas.
“Aku lihat di sebelah sana sudah menghabiskan satu ember berisi uang tunai,” bisik Hiro pada Yuuji yang baru saja datang dengan muka lesu. Tak ada respon apapun, Yuuji hanya diam memandang sekitar. Seolah tak terlalu tertarik, pemuda itu lebih suka mengekor di belakang Hiro dan sesekali celingukan untuk memperhatikan layar-layar mesin slot.
Bermacam buah-buah dan angka, mulai dari 666, 777, dan sebagainya berputar seiring tombol ditekan dan tuas ditarik turun. Bunyi mesin slot kuno tahun 1800-an itu menambah nuansa kasino lama yang digandrungi bapak-bapak.
“Mesin slot klasik itu bukannya merugikan? Aku lihat mereka tidak banyak mendapat bonus dan hanya menghabiskan uang,” celetok Kenji ketika berhenti di belakang salah satu pria tua. Seseorang di depannya segera menoleh dengan tatapan datar, kemudian senyumnya mengembang setelah menangkap rupa remaja Kenji yang tersenyum kikuk ke arahnya.
__ADS_1
Tawanya membuat Kenji dan lainnya terkejut. Sedikit mundur karena takut jika pria tua itu tersinggung dengan ucapannya. Tetapi tak disangka pria itu menunjuk ke bagian slot klasik di sisi lain ruangan itu. “Di sana ada slot multi payline,” ucap pria itu sambil terus menarik tuas ketika baris di layar mesinnya berhenti.
“Slot multi payline?” tanya Kenji, bingung. Apa bedanya dengan mesin klasik di depan mereka saat ini.
“Memang benar mesin klasik ini lebih banyak rugi karena tidak mendapat bonus. Tapi penggemar slot sepertiku tidak peduli dengan kemenangan, yang penting kesenangan. Jackpot hanyalah bonus untukku,” jelas pria itu disusul tawa penuh percaya dirinya.
Dahi Yuuji mengernyit, Hiro menoleh padanya dan berbisik, “jelas dia tidak peduli berapa uang yang dihamburkan. Dia kan’ orang kaya. Mana kerasa berapa banyak uang yang habis.”
Bisikan itu dijawab anggukan mantap Yuuji, tetapi kemudian dia kembali menatap pria tersebut yang sedang memutar baris slot lagi. Lagi-lagi zonk. Pria itu tertawa lalu menoleh ke teman di sebelahnya yang mendapat kemenangan di barisnya, memujinya, dan temannya mengejek. Keduanya terlihat bahagia walau salah satu tidak memenangkan bonus slot.
“Memangnya apa bedanya multi payline dengan klasik ini?” tanya Kenji lagi.
Pria itu berhenti menggerakkan tuasnya dan menoleh ke Kenji. Ia tersenyum, lalu memberikan gerakan tangan menyuruh Kenji lebih mendekat, yang kemudian Kenji menuruti.
“Kalau kamu tipe pemain judi yang lebih mementingkan kemenangan, maka slot multi payline cocok untukmu dibanding slot klasik. Banyak orang yang bilang slot klasik itu slot yang monoton. Kenapa begitu? Karena mesin ini..,” pria itu memukul-mukul pelan mesin slotnya sebelum melanjutkan kalimatnya, “Dia tidak memberikan bonus yang banyak seperti slot lain. Maka dari itu banyak yang merasa rugi karena uangnya habis di sini.”
“Beberapa simbol yang ada di mesin slot multi payline bisa mengganti simbol yang lain. Dengan begini, prosentase kemenangan jadi semakin meningkat,” jelas pria itu lalu berjalan ke arah mesin multi payline yang semula ditunjuk. Kenji, Hiro, dan Yuuji membuntuti.
Ternyata di bagian sana tak kalah banyak dari pemain slot klasik, bahkan mesin-mesinnya terbilang hampir semuanya penuh. Pria tua itu mendekat ke salah satu pemain yang dikenalnya, di mana saat itu layar slot tersebut menampilkan beberapa simbol berbeda dan kemenangan yang didapat.
“Contohnya seperti ini. Simbol Wilds bisa menggantikan semua simbol lainnya. Begitu juga dengan simbol Scatter Pays atau Scatters yang bisa pemain gunakan untuk mendapatkan semua bonus.”
Pria itu menoleh ke Kenji dan tersenyum. “Tapi ada syaratnya. Syaratnya harus mendapatkan minimal 3 simbol Scatter Pays atau Scatters.”
Mendengar penjelasan itu, Kenji mengangguk-angguk paham. Pria itu segera pamitan dengan temannya dan kembali duduk di kursi mesin slotnya tadi, diikuti Kenji dan lainnya dari belakang.
Yuuji terdiam sejenak. Pandangannya menyebar ke sekitar, melihat para orang-orang tua yang menghabiskan waktu di slot klasik ini. Raut mereka yang begitu senang dan seolah menikmati hasil apapun yang didapat. Ditambah sebuah suara kencang terdengar dari ujung mesin, di mana seorang pria yang lebih muda memenangkan jackpot. Kemenangannya disambut meriah pemain lain. Mereka baik-baik saja walau jackpot tidak didapat dan kembali bermain.
__ADS_1
Perlahan hal ini membuat Yuuji mulai tersadar dalam kebimbangannya. Rasa iri menampar hatinya. Kesenangan yang ia lihat di depannya saat ini membangunkannya dari rasa takut untuk menghadapi Jaken.
Mereka, para pemain slot klasik ini tahu presentase kemenangan yang didapat sangat sedikit. Tetapi mereka tetap menghabiskan waktunya di sini hanya untuk bersenang-senang, enjoy dengan permainan, dan tidak peduli kalah-menangnya. Mereka menikmati apa yang terjadi dan tidak diambil pusing.
“Seharusnya aku juga begitu, kan?” gumam Yuuji pelan. Ia masih sibuk memperhatikan pemain lain, benar-benar tidak ada raut tertekan. Kalaupun mereka menghentikan permainannya, mereka tidak pergi dengan kata-kata kasar dan umpatan lainnya, hanya melenggang dengan wajah puas dan masuk ke ruang VVIP.
“Hei, Yuuji,” panggil Hiro ketika menyadari temannya hanya diam memandang sosok yang baru saja pergi dari ruang slot klasik tersebut. Yuuji berdehem dan menoleh pada Hiro, senyumnya mengembang tipis. “Kenapa?” lanjut Hiro penasaran.
Yuuji hanya menggelengkan kepala lalu menoleh ke arah lain. “Aku ingin melihat permainan lain di sini,” balas Yuuji lalu berbalik dan meninggalkan Hiro.
Hiro diam di tempat. Lalu seutas senyuman terukir di bibirnya. “Sepertinya anak itu sudah mulai semangat,” ucap Hiro sambil memandang punggung Yuuji yang menjauh.
“Hah? Siapa?” celetuk Kenji yang baru saja mendapat ilmu baru dari pria tua tadi. Hiro menoleh, lalu menggeleng. “Ayo ikut Yuuji,” ajak Hiro melanjutkan.
“Ga mau! Aku mau main slot klasik,” tolak Kenji yang membuat Hiro cukup kaget. Ia menatap Kenji lekat, melempar pertanyaan di balik sorot mata membulatnya.
“Serius!” Kenji mengulangi. Pria tua tadi tertawa puas mendengar tekad Kenji untuk menjajal slot klasik yang sering dihindari para pemain slot pemula.
“Memangnya kamu tahu-”
“Ssshh! Cukup, Hiro! Sana kalau mau ikut Yuuji!” usir Kenji. Pemuda itu bergegas mencari kursi kosong dan mulai memasukkan uangnya. Hiro hanya diam menatapnya dari tempat dengan perasaan kaget luar biasa.
“Hahaha! Anak muda, mau coba juga?” tanya pria tua tadi sambil berdiri dari kursinya, bermaksud memberikan kursinya untuk Hiro. Dengan cepat Hiro menggelengkan kepala. “Maaf, saya tidak bisa bermain slot. Saya ikuti teman saya saja di sana. Permisi.”
Hiro berlalu sebelum pria itu sempat memberikan tawaran-tawaran lain bermain slot klasik.
...* * * * *...
__ADS_1