Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 101


__ADS_3

Melihat wajah Gilbert membuat kedua pipi Emilia merah merona! Bagaimana tidak pemuda setampan Gilbert berada dihadapannya apalagi terasa sekali dada Gilbert yang sangat kekar dipegang oleh kedua tangan Emilia.


"Lihat apa kau?"


"Em tidak lihat apa-apa Tuan,"


"Dengar, aku akan kembalikan kau pada agent penyedia jasa dan aku akan meminta dikirim orang baru!"


Emilia pun langsung memukul dada Gilbert.


"Memangnya kenapa dengan ku Tuan? Disini aku hanya mencoba untuk mencari uang, aku ini hanyalah wanita lemah yang miskin tapi ketika aku bersusah payah untuk mendapatkan pekerjaan ini kau malah ingin langsung memecat ku, kau sungguh laki-laki yang tidak memiliki hati nurani!"


Hiks..


Hiks..


Emilia mengeluarkan jurus andalan, yakni berlaga seperti korban! Membuat beberapa pelayan menatap kearah Gilbert.


"Dimana hati nurani mu itu Tuan,"


Lagi-lagi disini Gilbert merasa dirinya kembali diposisi sebagai pelaku, padahal selama ini Emilia lah yang sudah banyak menipunya.


"Hei, kenapa kau berlagak tersakiti? Kau tidak waras ya?"


Hiks.


Hiks.


Melihat para pelayan merasa iba pada Emilia dan menatap Gilbert dengan tatapan seolah-olah Gilbert adalah laki-laki yang kejam. Gilbert pun akhirnya mengalah.


"Sudah-sudah jangan menangis, kau diterima bekerja disini!"


Seketika tangisan Emilia pun terhenti, wajahnya pun langsung sumringah.


"Benarkah Tuan?"


"Hmm,"


"Asik, terimakasih Tuan kau baik sekali!" dipelukannya tubuh kekar Gilbert oleh Emilia.


Membuat bagian bawah Gilbert langsung bereaksi memancarkan sinyalnya.


"Hei sudah jangan memelukku begini," Gilbert melepaskan pelukan Emilia.

__ADS_1


"Baiklah Tuan, aku berjanji akan bekerja dengan sangat baik! Mana anak manis yang akan aku asuh?"


Naura pun mengangkat tangannya dengan menatap penuh keanehan pada pengasuhnya itu.


"Ya ampun gadis manis, cantik kau persis seperti ku saat kecil! Cantik dan menggemaskan!" Emilia menghampiri Naura lalu mencubit pipi kiri dan kanannya.


Kedua pipi Naura itu gemas seperti kue mochi yang baru matang.


"Jangan cubit pipinya!"


"Memangnya kenapa Tuan?"


"Pokoknya lakukan saja tugasmu sesuai yang sudah aku jelaskan tadi!"


Emilia pun melepaskan pipi Naura.


"Nola, Dady pergi dulu ya kau baik-baik disini!"


"Iya dad, cepat kembali ya!"


Gilbert pergi setelah berpamitan pada Naura, dan Emilia memberikan senyum ketika Gilbert pergi meninggalkan rumah.


"Naura itu ayahmu?"


"Dady kedua?"


"Iya Nola punya dua Dady, Dady Nola sedang pergi dengan momy!"


"Oh jadi dia itu bukan ayah kandung mu?"


Naura pun hanya menggelengkan kepalanya.


Malam harinya! Gilbert buru-buru pulang ke rumah, dia tidak tenang meninggalkan Naura bersama wanita penipu seperti Emilia.


Setibanya di rumah, Gilbert langsung menuju kamarnya! Alangkah terkejutnya Gilbert saat membuka pintu kamarnya, Emilia tengah tidur bersama dengan Naura diatas ranjangnya.


"Apa-apaan dia ini, kenapa malah ikut tidur di ranjang ku?" Gilbert bergegas menghampiri Emilia.


Tapi ketika semakin mendekati ranjang, terlihat Emilia yang mengenakan pakaian pengasuh berupa pakaian terusan berwarna hitam diatas lutut, pakaiannya itu tersingkap hingga jauh diatas lutut menampilkan paha mulus dan kaki jenjang Emilia yang terlihat nyata dihadapan kedua mata Gilbert.


Seketika Gilbert langsung menelan salivanya menyaksikan paha mulus dan seksi dihadapannya.


"Astaga otakku!" Gilbert memukul-mukul kepalanya sendiri agar pikiran me sumnya segera hilang.

__ADS_1


"Emilia, bangun!"


Tapi Emilia terlalu nyenyak untuk dibangunkan! Gilbert pun menepuk lengan Emilia agar wanita itu bangun! Merasa lengannya ditepuk, Emilia pun membuka kedua matanya dan melihat Gilbert sudah berdiri disamping ranjang.


Emilia langsung beringsut turun dari ranjang.


"Siapa yang mengizinkan mu untuk tidur di ranjang ku?"


"Maat Tuan tadi aku menidurkan Naura dan tidak sadar ketiduran,"


"Jangan diulangi lagi, atau kau aku pecat!"


"Baik Tuan,"


"Besok pagi, pakaikan Naura pakaian yang resmi karena besok kita akan mendaftarkan dia sekolah!"


"Naura sudah busa sekolah Tuan?"


"Sudah, usianya sudah 4 tahun! Besok jangan sampai kau telat bangun!"


"Siap Tuan!"


"Pergilah!"


Setelah itu Emilia keluar dari dalam kamar Gilbert! Melihat Naura tertidur nyenyak, sebenarnya menyedihkan sekali menjadi dirinya, sudah usia segini masih tidur dengan anak kecil.


Berbeda dengan Gilbert yang mengeluh karena setiap hari hanya tidur dengan Naura! Domanick dan Lindsey sudah tiba di Maldives.


Keduanya bertandang ke sebuah resort tujuan tempat mereka akan menginap seminggu kedepan. Conrad Maldives Rangali Island, sebuah resort pulau bintang lima, kelas suite menjadi pilihan Domanick dan Lindsey untuk menghabiskan masa honeymoon keduanya dengan indah.


Kamar hotel ini dipilih Lindsey karena penasaran berada dibawah laut, memiliki struktur dua tingkat serta beberapa fasilitas yang mengambang di atas air, antara lain fasilitas ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi kaca dengan bak berbentuk telur yang menghadap ke laut, dapur, bar, gym, tempat butler serta kolam renang dan dek menghadap matahari terbenam.


Bukan hanya itu saja alasan keduanya memilih hotel ini, terdapat juga sebuah tangga spiral turun ke bawah suite hingga menyentuh dasar laut (16,4 kaki di bawah permukaan laut), dilengkapi dengan kamar tidur berukuran besar, ruang tamu dan kamar mandi.


Dengan langit-langit berbentuk kubah akrilik yang jernih dan melengkung, dan dinding serba kaca, suite ini memungkinkan tamu melihat 180 derajat pemandangan yang mencakup semua kehidupan laut.


Akan membuat Domanick dan Lindsey merasa tidur dikelilingi oleh aquarium raksasa.



Gilbert galak banget sama Emilia, kalau cewek cantik jangan digalakin Bert tapi dimiliki biar nanti kamu engga cuma tidur sama Naura aja, lama loh Bert nunggu Naura gede😄 mending usahain yang ada dulu udah ketauan matengnya.


__ADS_1


__ADS_2