Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 113


__ADS_3

Emilia sangat bahagia ketika Gilbert menyodorkan sebuah cincin cantik kehadapannya, tentu saja Emilia pun sangat menyukai Gilbert dia tampan dan pekerja keras.


"Tolong dipakaikan ke jariku Bert!"


"Kau menerimaku?"


Emilia mengangguk dan tersenyum sambil memberikan tangannya kehadapan Gilbert, tanpa buang-buang waktu Gilbert segera menyematkan cincin itu kejari tangan Emilia.


Keduanya pun melewati makan malam romantis setelah memutuskan untuk menjalin hubungan kejenjang yang lebih serius.


Setelah selesai menghabiskan makanan, keduanya memutuskan untuk pulang karena hari sudah sangat malam! Masih sama-sama dalam mode kasmaran, Gilbert dan Emilia tiba di kediaman Domanick, keduanya turun dari mobil.


Gilbert memutuskan mengantar Emilia hingga kedepan kamarnya.


"Aku masuk dulu ya, terimakasih untuk malam ini!"


"Mil aku masih ingin bersama mu," ujar Gilbert.


Emilia pun tersenyum lalu membuka pintu kamarnya, dan melangkah masuk tanpa menutup pintu kamarnya itu artinya Emilia mengizinkan Gilbert untuk masuk kedalam kamarnya.


Pintu kamar itupun ditutup oleh Gilbert, dari belakang Gilbert memeluk tubuh Emilia melayangkan ke cu pan di leher Emilia membuat Emilia berdesis.


"Sttthh,"


Gilbert memutar tubuh Emilia hingga keduanya berhadapan dan Gilbert segera me lu mat bibir Emilia, menciumnya dengan ganas hingga mendorong tubuh Emilia ke ranjang miliknya.


Tubuh Emilia pun jatuh diatas ranjang dengan Gilbert berada diatas tubuhnya! Lama tidak bermain dengan wanita bayaran lagi membuat Gilbert menjadi tidak sabaran, dia terus melu mat bibir Emilia tidak peduli Emilia kesulitan untuk bernafas.


Satu tangannya bahkan sudah menyingkap gaun yang dikenakan oleh Emilia, hingga gaun itu pun tersingkap hingga atas, satu tangan Gilbert langsung merogoh cela na da lam yang dikenakan oleh Emilia.


Dengan tidak sabarannya Gilbert memasukkan jarinya kedalam bagian inti Emilia,.sontak saja Emilia langsung mendorong tubuh Gilbert karena merasakan sakit diarea bawahnya.


"Awww sakit Bert!"


Melihat Emilia kesakitan Gilbert segera menarik jarinya dari dalam sana.


"Maaf Mil sakit ya?"


"Iya,"


"Kau belum pernah melakukannya?"


"Belum,"


Gilbert pun tersenyum dan memilih tidak melanjutkan aksinya pada Emilia.


"Setelah menikahi mu, aku akan melakukannya tanpa ampun!" ujar Gilbert.


"Nakal sekali kau Bert,"


Keduanya memutuskan untuk menunda agar melakukannya setelah resmi menikah.

__ADS_1


Rencana pernikahan Gilbert sudah tersebar ke seluruh anggota group Limson, dan juga di perusahaan-perusahaan yang merupakan milik group Limson.


Domanick serta Lindsey pun membantu keduanya untuk mempersiapkan persiapan pernikahan keduanya! Hingga saat satu bulan mempersiapkan hari pernikahan, di sebuah gedung yang dulunya dijadikan tempat pernikahan Lindsey dengan Domanick, Gilbert dan Emilia bertemu diatas pelaminan.


Keduanya melangsungkan pernikahan walaupun tidak terlalu meriah tapi banyak dihadiri oleh orang-orang terdekat Domanick, dan Lindsey. Padahal pesta pernikahan Emilia dan Gilbert masih berlangsung hingga malam nanti, tapi Lindsey yang merasa akhir-akhir ini kesehatannya terganggu memilih untuk pulang ke rumah lebih dulu.


"Kak, kita pulang sekarang yuk!"


"Loh sayang kau sakit lagi?"


"Iya,"


Sementara Naura yang sedang berada dipangkuan momy Larisha dan disampingnya ada Dady Lan anteng mengikuti pesta pernikahan Gilbert.


"Mom, aku dan Lindsey pulang duluan ya!"


"Kok pulang si Nick, Sey?"


"Lindsey sakit mom!"


"Jangan-jangan Lindsey hamil Nick," kata Dady Lan.


"Iya benar kata Dady mu, kau sudah telat belum Sey?"


"Baru telat dua hari mom,"


"Ya sudah di cek saja, kita pulang sekarang saja langsung ke dokter ya!" Mi y Larisha terlihat antusias.


Setibanya di rumah sakit, dilakukan beberapa pemeriksaan terhadap Lindsey termasuk USG, dan hasilnya sudah terdapat dua kantung kehamilan meskipun itu masih terlihat sangat kecil.


"Apa itu artinya istri ku hamil Dok?"


"Nanti dua Minggu lagi silahkan kembali ya Tuan, kita akan lakukan pemeriksaan berikutnya! Tapi biasanya sudah ada kantung kehamilan seperti ini, nyonya memang sudah mengandung!"


Lindsey dan Domanick pun jingkrak-jingkrak karena kesenangan.


"Loh loh loh jangan jingkrak-jingkrak nyonya, nanti kehamilan mu kenapa-kenapa," ujar Dokter.


"Eh iya Dok lupa,"


Keduanya keluar dari ruang pemeriksaan, dan terlihat momy Larisha dan Dady Lan sudah sangat penasaran dengan hasil pemeriksaan itu.


"Bagaimana?" tanya Momy Larisha.


"Hamil mom!"


"Oh my God, momy bahagia sekali mendengarnya nak!"


"Nola, kau akan punya adik sayang!" ujar Domanick.


"Acikk!"

__ADS_1


Dady Lan pun bisa tersenyum lebar setelah apa yang dia inginkan akhirnya menjadi kenyataan.


Malam ini Momy Larisha dan Dady Lan pun memutuskan untuk menginap di kediaman Domanick dengan Lindsey! Kebetulan momy Laluna dan Dady Tan pun sudah dikabari agar mereka datang kesini.


Sementara sepasang pengantin baru itu memutuskan untuk tidak pulang ke rumah Domanick, melainkan pulang ke rumah milik Gilbert yang telah lama dia tinggalkan karena Domanick selalu marah jika Gilbert tidak tidur di rumahnya.


Mobil pengantin pulang ke rumah Gilbert, ternyata rumah itu sangat mewah dan Emilia menatap wajah Gilbert dengan penuh tanya.


"Kau kaya ternyata Tuan,"


"Memang selama ini kau anggap aku laki-laki yang tidak kaya begitu?"


"Ya, aku pikir begitu!"


Belum selesai Emilia berbicara Gilbert sudah menggendong tubuh Emilia masuk kedalam rumahnya yang terbilang mewah dan besar.


"Tuan, mau makan malam sekarang?" tanya seorang pelayan.


"Tidak, nanti saja!"


Sambil terus menggendong Emilia, Gilbert menuju kamarnya yang terletak dilantai atas. Diturunkannya tubuh Emilia diatas ranjang.


"Bert pelan-pelan ya!"


"Iya bawel, kau meragukan kemampuan ku?"


"Aku hanya takut sakit,"


"Sakit juga enak Mil, kau pasti akan ketagihan,"


"Ih," Emilia mencubit perut Gilbert.


Gilbert meraih tengkuk Emilia lalu mendaratkan ciuman dibibir Emilia, dengan terus me lu mat bibir Emilia, Gilbert meraih resleting gaun pengantin yang masih dipakai oleh Emilia.


"Bert, aku mandi dulu!"


"Nanti saja sehabis ini,"


"Tidak mau, aku mau mandi dulu!"


"Mil, aku ga tahan nih,"


"Sabar dong, kan lebih nyaman kalau kita sama-sama sudah mandi,"


"Baiklah, kau duluan yang mandi,"


Terpaksa Gilbert pun harus bersabar karena memang keduanya belum membersihkan diri.


Emilia yang sudah selesai mandi, buru-buru meminta Gilbert untuk mandi terlebih dahulu. Padahal Gilbert sudah tidak sabar sejak tadi! Tapi apa boleh buat, karena badanya juga sudah lengket seharian pesta di gedung, Gilbert pun masuk kedalam kamar mandi.


__ADS_1


__ADS_2