
Namun Domanick yang selalu saja mudah terpancing hasrattnya saat berada didekat Lindsey, seolah tidak peduli akan hal itu! Dia segera menyingkap gaun yang dikenakan oleh Lindsey.
"Kak ah!" saat merasakan tangan besar Domanick berhasil meraba paha mulusnya.
Setiap kali bertatapan dengan Lindsey seperti ini, bira hi Domanick selalu saja muncul menggebu-gebu memandang wajah cantik nan imut seperti Lindsey membuat Domanick tersenyum sendiri tak percaya wanita secantik dan sebaik ini yang akan menemani hidupnya hingga akhir hayat.
"Cantik," sambil terus melayangkan sentuhan-sentuhan nakal pada paha mulus Lindsey.
"Oh ya? Bukankah wanita-wanita bayaran kakak jauh lebih cantik?" Lindsey menarik kerah kemeja Domanick hingga bibir keduanya nyaris bersentuhan.
"Kau mau membahas masalah itu lagi? Sengaja ingin buat aku kesal?"
"Hmm aku ingin lihat ketika kakak kesal padaku!" Lindsey meraba tengkuk leher Domanick.
"Liar!" bisik Domanick.
Lindsey pun mendekatkan bibirnya pada telinga Domanick.
"Ini belum liar, aku bisa sangat liar bila diatas ranjang," goda Lindsey.
Godaan Lindsey berhasil memancing lobak importnya bergerak-gerak dan terasa sesak didalam celaannya! Domanick pun menggendong tubuh Lindsey untuk dibawa keatas ranjang.
Dibaringkannya tubuh Lindsey yang selalu pasrah saat bersama dengan Domanick, lalu Domanick pun menaiki tubuh seksi itu, sambil tangannya menyingkap gaun yang dikenakan oleh Lindsey.
Keduanya hendak menyatukan bibir namun tiba-tiba.
Klek..
__ADS_1
Pintu terbuka, rupanya momy Larisha dan momy Laluna yang membukakan pintu.
"Astaga Nick, tuh kan apa yang kakak duga Lun lihat tuh mereka!"
Sontak saja Lindsey langsung mendorong tubuh Domanick hingga tubuh keduanya terpisah. Tak lama muncul Dady Lan dan Dady Tan yang juga geleng-geleng kepala.
"Hei Nick, lidah Dady ini belum kering kau sudah bermain gila saja!"
"Kalian benar-benar pengganggu!" kesal Domanick.
Sementara Lindsey harus menutupi wajahnya karena malu.
"Momy dan Dady mu ini sedang membicarakan banyak hal untuk persiapan pernikahan mu, bukannya ikut berdiskusi kau malah membawa Lindsey kedalam kamar!" kesal momy Larisha.
"Iya mom maaf, aku hanya rindu pada Lindsey," Domanick segera berdiri dari atas ranjang begitu juga dengan Lindsey.
Setelah selesai menentukan segala sesuatunya, keluarga Domanick pamit pulang pada keluarga Lindsey! Kebetulan hari juga sudah mulai gelap dan besok Domanick banyak sekali pekerjaan, sehingga mereka tidak bisa menginap di kediaman Lindsey.
Sepanjang jalan Domanick merasakan pusing dikepalanya, baik itu kepala atas maupun kepala bawah. Mungkin memang sudah takdirnya Domanick harus menahan hasratt selama satu bulan lebih.
Keesokan harinya! Seperti biasa Domanick dan Gilbert berangkat ke kantor pagi-pagi sekali karena ada meeting dengan beberapa klien penting.
"Bert, nanti malam aku akan pakai heli untuk menemui Lindsey! Kau pulang duluan saja nanti,"
"Maaf Tuan, tapi semua helikopter sudah diperintahkan oleh Tuan Lan dan ketua untuk tidak beroperasi selain untuk kebutuhan pekerjaan!"
Domanick langsung melotot kearah Gilbert.
__ADS_1
"Kau itu asisten pribadi ku atau asisten pribadi Dady Lan sebenarnya?"
"Maaf Tuan, tapi Tuan Lan memerintahkan aku untuk mengawasi mu juga agar tidak kemana-mana setelah pulang kerja!"
"Sit, kau penghianat Bert!" Domanick mengusap kasar wajahnya.
Sepertinya semua cara tidak mungkin lagi digunakan oleh Domanick untuk bisa menemui Lindsey, sampai-sampai asisten pribadinya sendiri ditugaskan langsung untuk mengawasinya agar tidak menemui Lindsey.
"Kau harus fokus bekerja Tuan, nantinya kau kan akan libur panjang setelah menikah untuk honeymoon bersama nona! Jadi bersabarlah!"
"Kau dibayar berapa hah?"
"100.000.000 Tuan!"
"Astaga, kau benar-benar dibayar oleh Dady ku?"
Gilbert mengangguk karena memang benar adanya dia dibayar untuk mengawasi Domanick agar tidak keluyuran menemui Lindsey.
"Dan kau menerima uang itu? Kau berkhianat padaku?"
"Iya Tuan, karena menguntungkan!"
"Kau matre sekali Bert,"
"Karena kau yang mengajari ku Tuan!"
"Fu ck men! Enyah sana!"
__ADS_1
Meskipun benar apa yang dikatakan Gilbert, Domanick saja selalu mengutamakan uang dan uang jadi tidak salah sekarang sifatnya itu menurun pada asisten pribadinya.