Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 73


__ADS_3

Beberapa saat Domanick mencoba mencerna maksud dan tujuan Gilbert untuk dirinya membawa barang-barang itu!


"Memangnya kalau orang berpacaran perlu membawa barang-barang seperti ini?"


"Tentu saja Tuan, wanita itu akan luluh bila diberikan perlakuan-perlakuan manis! Tapi aku rasa ada yang kurang dan tidak sempat aku belikan,"


"Apa itu?"


Gilbert tersenyum lalu memberikan instruksi pada empat wanita itu agar segera memasukkan bucket bunga, coklat, papan dan balon kedalam mobil milik Domanick.


"Hei katakan apa yang kurang?"


"Obat kuat mungkin," Gilbert tertawa ringan.


"Kau pikir aku memerlukan hal seperti itu, memangnya aku ini kau yang tidak bisa lepas dari obat kuat!"


"Bercanda Tuan, maksudku bisa kau berikan kalung berlian atau apapun itu yang berkilau! Aku jamin nona pasti tidak akan marah padamu!"


"Benar juga ya! Oke terimakasih atas sarannya, kau memang asisten pribadi ku yang terbaik!" Domanick masuk kedalam mobil.


Malam ini Domanick akan menemui Lindsey dan akan mengajaknya berkencan, setelah menempuh perjalanan 3 jam lamanya Domanick tiba di kediaman Lindsey.


Waktu menunjukkan pukul 22.00 malam dan Lindsey sudah tertidur pulas, seharian ini di kantor Lindsey sangat sibuk akhir-akhir ini Lindsey bahkan sering lembur dan pulang malam ke rumah karena pekerjaannya yang tidak bisa ditunda-tunda.


Malam ini Lindsey terlelap dengan pulas tanpa tau laki-laki yang dia rindukan sudah berada didepan gerbang halaman rumahnya. Sengaja Domanick tidak menelpon Lindsey karena ingin langsung menemuinya saja.


Kedua security yang mengetahui itu mobil Domanick bergegas membukakan gerbang lalu mobil pun terparkir di halaman rumah Lindsey.


"Malam Tuan!" sapa kedua security itu.


"Nona ada?"


"Ada Tuan,"


"Kalau Nyonya dan Tuan Tan apa mereka ada di rumah?"


"Mereka sedang berlibur Tuan ke pulau Charlize sejak dua hari lalu!"


"Semesta mendukung ku ternyata," gumam Domanick.


"Apa Tuan?"


"Tidak, ya sudah aku akan masuk menemui Nona!'


"Baik silahkan Tuan!"


Domanick mengeluarkan bucket bunga dan lain sebagainya meskipun kewalahan tapi Domanick tidak mengizinkan security yang ingin membantunya membawakan barang-barang itu! Domanick memilih membawanya sendiri, lalu menuju ke lantai atas tepatnya kamar Lindsey berada.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Domanick membuka gagang pintu kamar Lindsey.


Klek..

__ADS_1


Suasana gelap karena Lindsey tidak suka bila tidur masih ada lampu yang menyala, Domanick pun berjalan menuju ranjang! Diletakkannya bucket bunga disamping Lindsey yang tengah tertidur pulas, begitu juga coklat, papan, dan balon.


Domanick masuk kedalam selimut lalu melingkarkan tangannya diperut Lindsey.


"Baru seperti ini saja lobak import ku sudah berdiri keras! Wangi sekali tubuhmu Sey," Domanick menciumi pundak Lindsey.


Malam ini Lindsey hanya memakai lingerie berwarna hitam dengan tali tipis yang berada dipundak kiri dan kanannya, sehingga dengan leluasa Domanick bisa menciumi pundak mulus nan harum itu.


Berada dialam tidurnya tak lantas membuat Lindsey tidak peka dengan keadaan sekitar! Tubuhnya mulai merasakan sentuhan-sentuhan magic yang membuat seluruh bulu kuduknya merinding.


Lindsey mengulet dan karena ngantuk dia tidak terlalu mengindahkan akan sesuatu yang terjadi pada tubuhnya! Tapi lagi-lagi Domanick yang iseng menggigit daun telinga Lindsey hingga Lindsey pun terbangun dari tidurnya.


Dilihatnya tangan besar tengah merangkul tubuhnya!


"Siapa kau?" Lindsey berbalik.


"Menurut mu siapa memang?" Domanick tersenyum manis.


"Kak Nick?" Lindsey menepak pipinya sendiri karena merasa ini mimpi.


Domanick pun menyalakan lampu kamar itu.


"Surprise,"


Lindsey melihat sekelilingnya ada bucket bunga, coklat yang begitu banyak, balon, dan papan bertuliskan maaf.


"Maaf ya kakak sibuk terus dan sangat jarang menemui mu!"


"Oh masih ingat untuk menemui aku rupanya? Aku kira sudah lupa!"


Domanick pun mengeluarkan senjata berikutnya, yaitu sebuah kalung berlian yang tadi sempat dia beli sambil perjalanan menuju kota ini.


"Taraaa lihat berlian ini sampai minder karena melihat wajahmu yang lebih cantik dari tampilannya!"


Lindsey semakin dibuat berbunga-bunga oleh perlakuan manis Domanick.


"Menyebalkan!" menimpuk Domanick dengan bantal lalu tersenyum manis.


"Aduh kok ditimpuknya pakai bantal si? Yang lain yang lebih empuk juga kan ada Sey!"


"Apa?"


"Tuh,"


Domanick menunjuk pada dua semangka import yang nyaris tumpah-tumpah karena lingerie Lindsey memang sangat minim.


"Kakak pakaikan ya kalungnya?"


"Boleh," Lindsey membelakangi Domanick.


"Momy dan Dady mu pergi berlibur kenapa tidak beritahu aku?" Domanick mulai memakaikan kalung berlian dileher Lindsey.

__ADS_1


"Untuk apa aku beritahu kakak, toh kakak juga tidak peduli padaku!"


Kalung berlian itu kini menjuntai indah dileher Lindsey, berkilau dan terlihat makin indah jika Lindsey yang memakainya.


"Siapa bilang kakak tidak peduli, kau tidak tau saja bagaimana kakak berusaha keras agar pekerjaan-pekerjaan itu cepat selesai, sini berbalik!"


Lindsey memutar tubuhnya sehingga kini keduanya berhadap-hadapan.


"Cantik sekali,"


"Terimakasih kak, ngomong-ngomong Naura tidak ikut?"


"Naura menginap di rumah Dady Lan!"


"Bagaimana apa dia sudah tidak sakit-sakit lagi?"


"Aman, sekarang anak itu sudah terbiasa tanpa ibunya dia tidak pernah lagi bertanya!"


"Hmm, mudah-mudahan Naura kelak tidak bersedih jika taunya ditinggalkan ibunya sejak masih kecil!"


"Kau sendiri bagaimana? Apa trauma itu masih sering kambuh?"


"Tidak kok, asal tidak diajak ugal-ugalan saja!"


Domanick memutuskan untuk tidak memberitahu Lindsey tentang fotonya dipakai fantasi oleh David demi memuaskan hasrattnya! Domanick tidak mau Lindsey sampai sedih dan marah, yang terpenting David sudah mendapatkan peringatan keras dari Domanick, dan yakinlah bahwa satu tangannya pasti tidak akan bisa berfungsi lagi akibat dipatahkan oleh Domanick.


"Kakak aku tidak menyangka kau romantis, aku pikir kakak tidak bisa romantis,"


"Romantis seperti apa?"


"Ya ini, menyiapkan bucket bunga, coklat dan semuanya!" Lindsey tersenyum bahagia lalu menimang-nimang bucket bunga yang wangi itu.


"Tapi ini Gilbert yang menyiapkan, aku sendiri hanya tinggal membawanya!"


Deg..


Domanick benar-benar polos dan tidak mengerti caranya menjaga perasaan wanita, harusnya bilang saja kalau ini semua inisiatifnya kenapa malah merusak mood Lindsey.


Dilihatnya kedua mata Lindsey sudah melotot, lalu tak lama kemudian mengembalikan bucket bunga ketangan Domanick.


"Nih, aku tidak jadi memuji mu! Sudah aku duga kakak tidak mungkin menyiapkan ini untuk ku!" Lindsey turun dari ranjang.


"Apa aku salah bicara?" Domanick bertanya pada dirinya sendiri karena tidak mengerti kenapa Lindsey harus marah jika Gilbert yang menyiapkannya dan bukan dirinya! Karena menurut Domanick ya sama saja, yang penting kan bawa bunga.



♥️♥️♥️


Coklat udah, bunga udah, papan udah, balon udah, berlian udah dan Lindsey masih ngambek coba Nick keluarkan jurus terakhir mu!! Jurus andalan yang terletak dibalik celana!!


Yang mana Thor??

__ADS_1


Itu tuh yang gelawer coba jurus itu pasti nanti Lindsey ga bakalan ngambek lagi tapi bakalan nganu jadinya 😅


__ADS_2