Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 68


__ADS_3

Setelah menegur Domanick, kedua polisi itupun melanjutkan perjalanan mereka..


"Sial dua polisi itu seperti tidak punya lobak saja,"


Berbeda dengan Domanick yang merasa kesal, Lindsey justru tengah menertawakan wajah kesal dan kecewa Domanick saat ini.


"Emang enak, kan aku sudah bilang jangan kak maksa si!"


"Sey ayo coba lagi!"


"Tidak, sudah cepat jalan nanti kita tidak sampai-sampai,"


Lindsey geleng-geleng kepala karena bibir Domanick masih mengerucut dia masih tidak terima kalau tadi gagal untuk memborbardir milik Lindsey, padahal hari-hari biasa nantinya Domanick akan sama-sama disibukkan oleh pekerjaan masing-masing! Tentu saja Domanick akan sangat jarang mengunjungi Lindsey, begitu juga sebaliknya, sayangnya malam ini tidak dapat dimaksimalkan oleh Domanick.


Tapi ya sudahlah bisa bersama-sama dengan Lindsey saja hati Domanick sudah merasa bahagia, tusuk menusuk hanya bonus! Sudah 3 jam lamanya Domanick dan Lindsey menempuh perjalanan.


Keduanya akhirnya sampai pada pukul 23.00 malam, Lindsey dan Domanick pun turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah.


Rupanya Momy Luna dan Dady Tan belum tidur dan sedang menikmati secangkir kopi sambil menonton televisi di ruangan televisi, Dady Tan sambil mengerjakan pekerjaan kantor yang seharusnya tadi dia kerjakan di kantor namun karena tadi sangat sibuk terpaksa pekerjaan itu dibawa pulang.


"Aku pulang!"


"Sey akhirnya kau pulang juga," kata Laluna.


"Hai mom, dad, pasangan yang sangat serasi padahal sudah tua tapi masih romantis,"


"Nick kau yang antar Lindsey sendiri kesini?" tanya Laluna.


"Tentu saja! Aku harus memastikan sendiri wanitaku sampai dengan selamat!"


"Modus buaya itu!" ledek Tan.


"Apa si dad seperti tidak pernah muda saja," Domanick duduk disofa.


"Heh kapan kalian akan menikah lagi?" tanya Tan.


"Tuh dad tanya sama anaknya kapan mau dinikahi,"


Mendengar jawaban Domanick, sontak saja Tan dan Laluna melirik Lindsey yang baru saja ikut duduk disamping Domanick.


"Sabar mom, dad, jangan terburu-buru!" Lindsey meletakkan tasnya.


"Ya yang penting komitmen saja kalau memang tidak mau buru-buru!" kata Tan.

__ADS_1


"Oh ya Sey, tadi David itu telepon momy loh!"


"Telpon? Untuk apa?"


"Ya katanya besok sore mau datang kesini!"


"Nanti lama-lama aku bom kediaman di David itu, masih saja berusaha mendekati mu!" kesal Domanick.


"Kakak,.rumah orang masa maen dibom-bom aja! Nanti aku kirim pesan deg pada Dev agar dia tidak kesini!"


"Bagus itu baru wanita ku!" Domanick mencolek dagu Lindsey.


"Nick menginap lah disini kau pasti cape kan?"


"Ya aku juga maunya menginap Dad, tapi dini hari nanti ada pengiriman barang yang harus aku sendiri yang kawal!"


"Hadeuh masih saja kau terlibat! Biarkan ketua yang handle,"


"Laki-laki tua itu sudah tidak ada tenaganya dad, biarkan aku saja yang mengurus semua bisnis group Limson! Aku sanggup!"


"Kau dengar itu Sey? Kau harus siap sering ditinggalkan oleh laki-laki ini!" kata Tan.


"Kakak,"


"Please sayang jangan larang aku, kelangsungan group Limson bergantung padaku!" Domanick memelas.


Setelah mengobrol sebentar Domanick kemudian berpamitan untuk pulang pada keluarga Lindsey! Rasanya berat sekali melepaskan pacar untuk pertama kalinya pulang, dan harus merasakan apa itu LDR seperti pasangan lainya.


Lindsey mengantarkan Domanick sampai didepan rumahnya. Keduanya masih saling berpegangan tangan.


"Kerja yang benar jangan respon David katakan padanya ini peringatan pertama dariku!"


"Iya nanti aku akan sampaikan kalau kita sudah kembali menjalin hubungan, kakak jangan khawatir,"


"Aku percaya padamu! I love you!"


"Sudah sana! Hati-hati dijalan dan ingat kata pak polisi jangan berhenti sembarangan!" goda Lindsey.


"Emm gitu ya? Ngomong-ngomong belum tuntas nih Sey! Nanti kakak akan sangat merindukan mu,"


"Terus?"


"Disini yuk sebentar saja satu celupan," Domanick menarik tubuh Lindsey kedalam dekapannya.

__ADS_1


"Kakak ih ada security! Nanti kalau momy dan Dady kesini bagaimana?"


"Tidak akan, toh mereka sedang asik mengobrol! Ayolah, kau tega memang membiarkan lobak import yang malang ini pulang dengan kegelisahan?"


"Astaga?"


Domanick membawa Lindsey kesamping mobil sebelah kiri sehingga security yang berjaga tidak akan bisa melihat apa yang dilakukan keduanya.


"Kakak,"


"Sebentar saja sayang,"


Domanick menciumi leher jenjang Lindsey sambil tangannya menaikkan kaos yang dikenakan oleh Lindsey, membuat kedua semangka import itu menjembul dihadapan Domanick.


Ciuman Domanick turun kebawah hingga sampai dikedua semangka import, tidak tunggu lama langsung dilahapnya semangka import milik Lindsey!


Tak ingin de sahnya nyaring terdengar security yang berjarak tak jauh dari lokasi mobil Domanick, Lindsey menutup rapat mulutnya dengan tangannya sendiri. Jadi apapun yang dilakukan Domanick pada tubuhnya, Lindsey tidak bisa menjerit atau mend e sah.


Sungguh aksi Domanick benar-benar nekat, di halaman rumah Lindsey sempat-sempatnya melakukan hal ini! Dan anehnya Lindsey tidak dapat menolak keinginan Domanick.


Dia justru terus menikmatinya dan membiarkan Domanick berbuat sesuka hati terhadap bagian-bagian tubuhnya yang menjadi favorit Domanick.


Posisi berdiri menjadi pilihan yang bisa diambil oleh Domanick saat ini, karena di halaman terbuka begini bisa masuk saja sudah merupakan keberuntungan.


Diturunkannya resleting celana yang dikenakan oleh Domanick, hingga akhirnya lobak import itu bisa menghirup udara malam yang dingin dan tentu saja membuat lobak import itu semakin membesar akibat kedinginan.


Domanick memeluk tubuh Lindsey kemudian menaikkan satu kaki Lindsey kepinggang Domanick, sementara satu tangannya lagi membantu si lobak import masuk kedalam sana!


Karena sudah tidak sabar lagi Domanick menekan lobak besar itu sekencang-kencangnya hingga Lindsey pun nyaris menjerit! Beruntungnya tangannya sendiri bisa membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan suara-suara surgawinya.


Wajah Lindsey menengadah keatas begitu juga Domanick! Di alam terbuka seperti ini menjadi sensasi penyatuan keduanya dengan rasa yang sangat berbeda.


Angin malam yang menyapa kulit tubuh Lindsey dan Domanick, sementara kegiatan keduanya yang mengeluarkan banyak tenaga membuat dinginnya angin malah yang berhembus kalah dengan suasana panas yang dihasilkan dari penyatuan keduanya yang begitu dahsyat.


Keringat mulai bermunculan diwajah Domanick saat pinggulnya bergerak maju mundur kedalam inti miliki Lindsey. Mendapatkan hentakan demi hentakan didalam inti miliknya membuat kedua kaki Lindsey melemah.


Domanick mengeluarkan terlebih dahulu lobak import miliknya, lalu memutar tubuh Lindsey menjadi membelakanginya! Diloloskannya kembali lobak import miliknya kedalam inti milik Lindsey, membuat kedua tangan Lindsey menopang tubuhnya sendiri agar tidak terjatuh dengan berpegangan pada pintu mobil.


"Sayang sekali aku tidak bisa mendengar jeritan-jeritan seksi mu Sey, ahh Fu ck kau luar biasa sayang!" Domanick menciumi punggung dan leher belakang Lindsey.


♥️♥️♥️


Ga sekalian Nick ajakin Lindsey keatas genteng sekali-kali nyoba diatas genteng😃

__ADS_1




__ADS_2