
Nafas keduanya sama-sama terengah-engah rasa lelah yang sudah menjalar keseluruh tubuh akibat gerakan-gerakan maximal yang keduanya lakukan, tapi hingga detik ini keduanya masih sama-sama saling menginginkan kepuasan yang lebih dari ini.
Dengan satu kaki Lindsey yang berada dipinggang Domanick, lobak import itu kembali lolos kedalam sana dan guncangan demi guncangan kembali didapatkan oleh Lindsey.
Tidak ada yang dapat menggangu semua rasa yang sedang tercipta! Hingga menit berganti menit Domanick masih menikmati sepupunya yang sudah lemas tak berdaya.
"Eunh,"
"Ah kak,"
Tangan Lindsey melingkar dileher Domanick, sementara bagian intinya terus mendapatkan serangan bertubi-tubi tanpa henti.
"Sey ahh,"
Hingga sudah satu jam lamanya keduanya menyelami bi r a hi yang menuntut menuju puncak kenikmatan! Dan Domanick merasakan adanya tanda-tanda menyerah dari lobak import yang sejak tadi tidak ada puasnya.
Terasa berkedut dan lobak import itu sudah mau muntah. Domanick mempercepat gerakannya hingga membuat Lindsey menjerit-jerit akibat liarnya permainan Domanick.
"Aaaaaaa, kakak oughttt stop kak eunght,"
"Sey kakak mau sampai sayang ah, oughttt Sey,"
"Sebentar lagi sayang,"
"Ah,,"
Domanick meracau tubuhnya menegang dan dia pun melepaskan benih-benih dirahim sepupunya itu!
Senyum puas terpancar dari wajah Domanick. Dinyalakannya kembali shower didalam kamar mandi itu untuk membersihkan tubuh keduanya.
Ritual mandi bersama sudah dilakukan! Domanick dan Lindsey pun kembali kedalam kamar! Hingga pagi menjelang sekiranya sudah 7 kali Domanick kembali menancapkan lobak import miliknya pada bagian inti Lindsey.
Lemas memang, tapi mau bagaimana lagi naf si Cassanova itu sangat tinggi dan Lindsey pun tidak keberatan untuk memuaskannya!
Pagi hari meskipun keduanya belum tidur semalaman, tapi mereka bersemangat untuk melihat sunrise dari teras glamping yang langsung didepannya itu private beach terbentang luas.
Lindsey yang sedang memandangi sunrise yang mulai muncul dengan sinarnya yang begitu indah, dihampiri oleh Domanick! Dipeluknya dari belakang tubuh gadis yang sedang dia culik itu.
"Kau senang hari ini?"
"Hmm, tapi kenapa kakak tidak ajak Naura?"
"Kan kita sedang pacaran, masa aku ajak Naura?"
"Ya memang kenapa?"
"Kau ini tidak tau, anak itu sering mengganggu jadi memang lebih baik dia bersama nenek dan kakeknya saja,"
"Dan dadynya sibuk pacaran?"
"Iya habis pacarnya bikin kecanduan terus," Domanick mengigit pundak Lindsey.
__ADS_1
"Aw stth kakak sakit,"
"Bukankah kau sudah terbiasa aku buat sakit?"
"Iya juga ya," tertawa kecil.
"Sey kau mau kan menikah dengan kakak? Menerima Naura, kakak janji akan membahagiakan mu!"
Lindsey melepaskan pelukan Domanick, tubuhnya menghadap Domanick lalu Lindsey meraih kedua tangan Domanick.
Laki-laki tampan itu selalu bisa membuat Lindsey mabuk kepayang saat menatap wajahnya.
"Kenapa memandangi kakak?"
"Tampan,"
"Cih dasar wanita gombal!" Cepat jawab pertanyaan kakak dulu,"
"Iya iya, aku mau menikah kembali degan kakak! Pulang dari sini aku janji akan langsung bicara pada Dady,"
"Ngomong-ngomong soal Dady mu, ini sudah pagi loh! Kakak yakin mereka sedang kelimpungan mencari mu!"
"Iya pokoknya semua tanggungjawab kakak ya!"
Lindsey dan Domanick tertawa ringan. Berbeda dengan dua sejoli yang sedang dibutakan oleh kata yang dinamakan cinta, di kediaman Dady Tan semua para pelayan geger saat tak mendapati Lindsey ada didalam kamarnya.
Dady Tan dan mom Luna yang baru saja bangun berjalan menuju meja makan!
"Ada apa? Kenapa kau kelihatan panik?"
"Itu Nyonya, nona menghilang!"
"Ah yang benar? Mungkin di kamar mandi!"
"Tidak ada Nyonya, bahkan security sudah mengecek cctv nona keluar malam-malam lewat gerbang samping!"
"Untuk apa Lindsey keluar rumah lewat gerbang samping dad?"
"Coba kita lihat cctv dulu!"
Dady Tan pun penasaran apa yang membuat anaknya keluar malam-malam sampai lewat gerbang samping! Sayangnya cctv hanya menangkap sampai gerbang samping saja sedangkan jalanan didekatnya tidak!
"Dad ini pasti anak kita diculik!" Mom Luna mulai panik.
"Tidak mungkin Lindsey diculik mom,"
"Kenapa tidak mungkin?"
"Mana ada orang diculik tapi nyamperin sendiri penculiknya!"
"Iya juga ya dad, harusnya kan Lindsey diam didalam rumah lalu si penculik masuk! Tapi ini Lindsey yang menghampiri penculiknya!" Mom Luna tengah berpikir.
__ADS_1
Memikirkan hal itu mom Luna berpikir keras, sementara Dady Tan sudah tau jawabannya! Lindsey memang diculik, dan Dady Tan tau siapa pelakunya.
"Ini si memang anak kita yang kesenangan diculik oleh laki-laki itu!"
"Maksud Dady?"
"Siapa lagi kalau bukan Nick,"
"Astaga, kau benar dad! Anak dua itu aneh-aneh saja, kenapa mesti mengendap-endap keluar rumah dan pergi tanpa memberikan kabar?"
"Namanya juga anak muda mom, mungkin sekarang cara berpacaran sudah semakin modern dengan culik-culikan begitu!"
Dua hari Lindsey dan Domanick menghabiskan waktu di glamping! Dan selama dua hari itu juga Domanick tak henti-hentinya memanjakan lobak import miliknya.
Seolah memberikan stok kepuasan sebelum akhirnya nanti berhubungan jarak jauh lagi. Tak terhitung selama dua hari itu mereka melakukannya berapa kali, bisa dikalkulasikan saja! 12 jam bisa 11 kali, bila 2 hari berarti 48 jam : 12 \= 4 di kalikan 11 \= 44 kali.
Total 44 kali Domanick dan Lindsey selama 2 hari itu melakukannya. Kini waktunya untuk check-out dari glamping.
Keduanya menempuh perjalanan menuju kediaman Lindsey. Setelah dua jam lamanya, mobil Domanick sampai di rumah Lindsey, dua security langsung membukakan pintu gerbang karena berbeda dengan saat datang dengan niat menculik, sekarang Domanick mengembalikan dengan cara baik-baik.
"Nyonya!!! Nona pulang, nona sudah kembali diselamatkan oleh Tuan Nick!" teriak pelayan yang melihat Lindsey turun dari mobil Domanick.
Sontak saja Dady Tan dan mom Luna langsung memicingkan bibir mendengar pelayannya mengatakan Domanick menyelamatkan Lindsey.
"Iya iya aku harus memberikan penghargaan karena Nick sudah menyelamatkan Lindsey," ujar Tan sambil tertawa ringan.
Dan disambut oleh gelak tawa mom Luna, tapi pelayan tadi malah kebingungan dengan tingkah Tuan dan Nyonyanya.
"Morning!!" sapa Lindsey dan Domanick.
"Bagus ya kau Nick!" Mom Luna langsung menghampiri Domanick dan menjewer kuping sebelah kanannya.
"Aduh AW AW, mom sakit sakit!"
"Mom, lepaskan! Jangan sakiti pujaan hatiku!" protes Lindsey.
"Astaga!" Dady Tan garuk-garuk kepala melihat anaknya begitu tergila-gila pada Domanick.
"Awas ya sekali lagi kalian bikin geger dikalangan pelayan, bisa-bisanya pergi mengendap-endap," Mom Luna melepaskan Domanick.
"Tuh tanggungjawab kak Nick, kan sudah aku bilang nanti momy dan Dady pasti akan marah!"
Domanick pun mencium pipi mom Luna dengan sangat kencang.
Cup...
"Ih geli! Lepas! Lepas! Lepas!" Mom Luna berusaha melepaskan pipinya dari Domanick padahal saat Domanick masih kecil momy Luna sangat senang sekali ketika Domanick mencium pipinya.
Saat itu Domanick memang anak Tuan Lan dan Larisha yang paling lucu dan paling dekat dengan momy Luna.
Nick eling anaknya udah disosor dua hari dua malem, emaknya juga masih aja kenaš
__ADS_1
Gimana-gimana asik ya sambil ada mata pelajaran matematika, kurang gabut gimana coba maak sampai ngitungin berapa puluh kali Nick sama Lindsey nganuanš¤£