Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 86


__ADS_3

Akhirnya karena mereka semua sedang berkumpul bersama, Lindsey memutuskan untuk memberitahukan niat keduanya untuk kembali melangsungkan pernikahan! Tentunya Lindsey tidak mau ini dilakukan secara mendadak dan harus dengan persiapan yang matang dan maximal.


Dady Tan dan mom Luna pun setuju dengan niat baik keduanya! Mereka juga menyarankan agar pernikahan keduanya kali ini dilakukan di negara ini dan dengan persiapan waktu yang cukup.


Setelah Dady Tan dan mom Luna setuju, nantinya tinggal Domanick yang membicarakan niat ini pada kedua orangtuanya.


"Sey, momy mau tanya! Apa kau benar bisa menjadi ibu sambung bagi Naura? Kau siap dengan tulus akan memberikan kasih sayang yang tulus untuk Naura?"


"Iya benar mumpung ada Nick disini, agar kami tau kau siap atau tidak menjadi istri sekaligus menjadi seorang ibu untuk Naura?" tanya Dady Tan.


"Aku sangat siap mom, dad, kalian jangan khawatir! Ada atau tidak adanya Naura di hidup kak Nick aku bisa menerima apapun itu termasuk masa lalu kak Nick!"


Perasaan lega dirasakan oleh Domanick ketika mendengar jawaban Lindsey sesuai dengan harapannya!


Setelah pembicaraan seputar pernikahan itu selesai, Domanick berpamitan untuk pulang nanti nya Domanick akan menyampaikan pada Dady Lan dan Mom Risha untuk datang menemui orangtua Lindsey dan menentukan tanggal pernikahan keduanya.


Sedih memang Lindsey dan Domanick harus kembali menjalani hubungan jarak jauh yang tidak bisa terlalu sering bertemu.


"Kakak pulang ya, kau baik-baik jangan nakal dan jangan pernah bertemu dengan pria bernama David lagi!"


"Siap bos! Tapi ngomong-ngomong soal David, aku sudah cukup lama tidak melihatnya kak, entahlah dia seperti hilang ditelan bumi!"


Domanick pun memicingkan senyum dibibirnya, bagaimana David tidak menghilang dari hidup Lindsey terakhir bertemu dengan Domanick laki-laki itu dipuk uli habis-habisan oleh Domanick, apalagi lengan satunya patah mana mungkin David masih berani mengganggu Lindsey.


Cup..


Tiba-tiba Domanick mencium bibir Lindsey dengan lemah lembut.


"Emtthh,"


Dilepaskannya kembali lalu keduanya berpandangan saling berat untuk melepaskan.


"Masih kangen kak,"


"Sama kakak juga, sabar ya sayang sebentar lagi kau dan aku akan selalu bersama-sama!" Domanick mencubit pipi Lindsey.


Domanick pergi meninggalkan kediaman Lindsey, pekerjaannya di kota pun sudah sangat menumpuk karena 2 hari dia tinggalkan akibat memanjakan si lobak import.


Tiga jam lamanya Domanick melakukan perjalanan hingga akhirnya tiba di perusahaannya! Tanpa pulang dulu ke rumah, Domanick langsung datang ke kantornya.


Para karyawan wanita yang melihat Domanick semakin hari semakin mempesona, mulai menebar senyuman genit pada Domanick! Jika dulu Domanick akan bangga dan senang ketika para wanita tergila-gila tersenyum padanya, tapi semenjak ada Lindsey dihatinya sang Cassanova justru merasa tidak suka ada wanita lain memandangi wajahnya selain Lindsey.

__ADS_1


"Pagi!" sapa Domanick pada resepsionis yang baru saja selesai menerima telepon.


"Pagi Tuan, ada yang bisa aku bantu?"


"Tolong kau peringatkan pada semua karyawan wanita di kantor ini agar jangan pernah memandangi wajah ku lagi! Jika mereka tetap begitu, katakan bonus akhir tahun ini tidak akan aku berikan!"


"Ba-baik Tuan!"


"Kalau perlu pakai mic agar semuanya dengar!"


"Baik Tuan akan aku lakukan!" resepsionis tadi gelagapan mendengar perintah dari Domanick, pasalnya dia juga salah satu karyawan wanita yang gemar tebar pesona pada Domanick.


Setelah mengatakan hal itu, Domanick segera lanjut naik ke lantai atas untuk menuju ruangan kerjanya.


Klek..


Domanick membuka pintu ruangan kerjanya, betapa terkejutnya Domanick saat mendapati ruangan kerjanya sudah seperti kapal pecah! Dan disofa Gilbert sedang tertidur dengan berkas-berkas disamping kiri kanan bahkan dipelukannya.


"Astaga, apa dia segitu jomblonya sampai-sampai berkas saja dia jadikan teman tidur dipeluk-peluk pula!"


Tapi bukannya marah melihat keadaan kantornya berantakan seperti ini, ditambah melihat Gilbert tertidur di ruangan kerjanya! Domanick justru menyelimuti Gilbert dengan mantel hangat yang dia kenakan.


Pastilah laki-laki itu kecapean dan sampai tidur di kantor! Justru akan aneh bila ruangan kerjanya tidak berantakan itu artinya Gilbert tidak bekerja.


Sadar tubuhnya merasa lebih hangat akibat mantel yang diselimutkan ketubuhnya, Gilbert pun terbangun!


"Tuan, kau sudah datang!" buru-buru merubah posisi menjadi duduk.


"Sudah tidur saja! Aku tau kau kecapean!"


"Tidak Tuan!"


"Sudahlah Bert kau itu bukan robot, kalau kau cape bicaralah jangan hanya menurut saja apa yang aku perintahkan,"


"Karena aku dibayar memang untuk menuruti semua perintah mu Tuan,"


"Kalau aku suruh kau terjun ke dalam jurang, berarti kau juga akan melakukannya?"


"Tentu saja Tuan!"


"Hah, dasar tidak waras kau! Kenapa begitu?"

__ADS_1


"Karena dulu disaat semua orang tidak memperlakukan aku selayaknya manusia, hanya kau yang bersikap memanusiakan aku Tuan!"


"Karena itu aku menyuruhmu cari perempuan bernama Leya dan hancurkan bisnis orangtuanya! Dulu bagaimana orangtuanya menghina mu, aku saja yang hanya mendengar darimu sangat kesal apa lagi kau yang mengalaminya!"


"Aku tidak mau lagi ada urusan dengan mereka Tuan! Aku sudah bahagia dengan hidupku sekarang bersama mu,"


"Enak saja bersama ku, kalau kau bicara begitu orang-orang akan salah paham bahwa kau menyukai ku,"


"Memangnya kenapa Tuan kalau aku menyukai mu!" Gilbert meraba paha Domanick sengaja memberikan candaan pada laki-laki itu.


"Hei aku patahkan ya tangan mu!" Domanick menepis tangan Gilbert.


Ckckck..


"Ampun Tuan, aku paham kau sudah banyak mendapatkan rabaan dari nona selama dua hari kemarin!"


Domanick pun tersenyum setiap mengingat Lindsey, rasanya baru 3 jam lalu bertemu sekarang sudah rindu lagi.


"Aku akan menikah lagi dengan Lindsey Bert,"


"Benarkah Tuan? Kau sudah berbicara dengan orangtua nona?"


"Sudah, mereka setuju dan Lindsey juga sudah siap menerima Naura! Ngomong-ngomong dimana anak itu?"


Sementara di kediaman Tuan Lan dan Larisha, Naura sedang naik ke punggung Tuan Lan untuk bermain k uda-kud aan.


"Ayo opa, tudanya sudah leot oma lihat Nola jadi tidak dibawa bellali kencang!"


Secara tidak langsung Naura mengatakan bahwa Tuan Lan sudah tua dan tidak ada tenaganya.


Ckkckckck...


"Memang Nola, kau tidak tau kudanya sudah sangat reot!" ledek momy Larisha.


"Mom, kau ini! Dengar Naura, kau kan sudah naik ke punggung opa sejak satu jam lalu tentu saja kuda ini sudah kecapean, istirahat dulu!"


Naura pun menurut lalu turun dari punggung Tuan Lan.


Aduh maak pusing nyari visual yang cocok buat Gilbert, ini ada nemu tapi engga tau kalian sreg engga😄


__ADS_1


__ADS_2