
Setelah satu Minggu dady Tan dan mom Luna pergi berlibur ke pulau, hari ini keduanya tiba di rumah! Rasa lelah dan kantuk yang melanda membawa keduanya segera merebahkan diri diatas ranjang.
Sore itu kebetulan pekerjaan Lindsey di kantor selesai lebih cepat! Dia bisa pulang sore hari ke rumah hari ini, selama hampir satu Minggu ini juga Domanick menunjukkan kesungguhannya pada Lindsey!
Setiap hari Domanick rutin mengirimkan pesan pada Lindsey, menelpon bahkan melakukan panggilan video call. Seperti sore ini, Lindsey sedang prepare hendak pulang ke rumah handphonenya berdering panggilan video call dari Domanick.
"Hai kak," Lindsey melambaikan tangan ke layar handphonenya.
"Seneng banget kelihatannya pacar kakak ini,"
"Iya dong, akhirnya pulang sore juga biasanya lembur sampai malam,"
"Oh ya, makin pinter berarti ya calon istri kakak,"
"Tentu saja! Kakak dimana sekarang?"
"Kakak sedang berada di markas group Limson, ada mata-mata group mafia lain yang menyelinap ke markas group Limson, dan ketua masih belum bisa menemukan siapa orang itu!"
"Jadi kakak pulang malam lagi hari ini?"
__ADS_1
"Kemungkinan, kenapa kau mau aku kesana? Kangen dengan belaian ku?"
"Hah, tidak begitu dasar me summ!"
"Kau tidak kangen memangnya?"
"Tidak," tersenyum malu.
"Kalau kakak kangen banget loh Sey, buka dikit dong kancing bajunya!" goda Domanick.
"Untuk apa?"
"Ayolah kakak ingin lihat setidaknya kakak bisa menikmatinya meskipun kita sedang jarak jauh begini,"
Lindsey mulai membuka satu persatu kancing kemeja berwarna biru muda itu, hingga sebanyak empat kancing dibuka olehnya, tersisa hanya satu kancing yang tida dibuka oleh Lindsey.
Kedua bola mata Domanick mulai melotot saat kedua semangka import itu sudah terlihat menyembul meskipun belum terlihat seluruhnya, Lindsey pun membuka lebar kemejanya dan kedua semangka import itu membusung besar bulat dihadapan layar video call itu.
"Sey punyamu semakin besar, kakak ingin sekali menggigitnya sayang,"
__ADS_1
"Aku buka br anya mau tidak?" Lindsey sengaja semakin memancing bi ra hi Domanick, terlihat lucu bila laki-laki itu gelisah gundah merana kala tidak bisa menuntaskan hasrattnya.
"Mau! Mau! Ayo sayang kakak ingin lihat polosnya," Domanick memegangi lobak importnya yang kini sudah berdiri menegang menyaksikan dua bongkahan yang sudah dia rindukan ingin merematnya, ingin menye sapnya, dan ingin mengigit bagian pucuknya.
Imajinasi Domanick mulai terbang melayang-layang ke udara, membayangkan kalau dua semangkanya import itu bisa dia gengam sekarang juga, Domanick terus mengelus-elus lobak importnya sambil tetap fokus melihat kamera handphone.
Dilihatnya Lindsey sedang berusaha membuka pengait br a agar kedua semangka import miliknya bisa dinikmati Domanick dalam keadaan polos, meskipun hanya lewat video call! Tapi setidaknya cukuplah untuk mengobati kerinduan Domanick terhadap semangka import milik Lindsey.
Br a itu sudah berhasil dilepaskannya oleh Lindsey, kedua pucuk yang terlihat berwarna merah jambu terlihat dikamera ponsel Domanick.
"Oh my God Sey kakak tidak tahan,"
Lindsey semakin suka membuat Domanick gelisah frustrasi seperti yang terlihat dilayar handphone sekarang! Domanick terlihat mengusap-usap lobak importnya, dan terkadang Domanick gelisah meremat rambutnya sendiri.
"Lihatlah kak," goda Lindsey menempelkan pucuk semangka importnya kelayar handphone.
♥️♥️♥️
Astaga Sey kamu berdosa banget anak orang sampai ngeces begitu 😄😄😄
__ADS_1
Yang satu nganuan yang satunya lagi demen mancing-mancing, ya udah lah yang nulis pusing sendirian ngeliat kelakuan orang dua itu😂