
"Terkekang? Terkekang karena kau tidak lagi bisa bermain dengan wanita-wanita?"
"Bukan itu maksudku bahkan saat aku buang air besar dia kekeh mau ikut kedalam kamar mandi,"
Tuan Lan dan Gilbert hanya bisa menahan tawanya mendengar keluhan Domanick, Cassanova itu uring-uringan karena belum siap menjadi seorang ayah.
"Ya bagus dong itu artinya Naura sudah nurut padamu jadi nanti kalau Raline benar-benar pergi anak itu tidak akan terlalu merasakan kehilangan,"
Naura hanya tersenyum setiap kali melihat Dadynya uring-uringan layaknya anak kecil merengek meminta balon.
"Dady,"
"Stop aku sudah bilang aku belum siap menjadi ayahmu panggil aku Paman saja!"
"Heh dasar orang gila, anak mu sendiri kau ajari memanggil Paman!" Tuan Lan menepak punggung Domanick.
"Oh ya Nick apa kau sudah bertemu Lindsey?"
"Tidak mom semenjak kejadian hari itu sampai kami resmi bercerai pun aku tidak pernah melihat Lindsey lagi,"
"Tengoklah dia sesekali Nick apalagi Lindsey kan baru memegang sendiri perusahaan sebesar itu, bantu dia takutnya dia mengalami kesulitan!" kata Tuan Lan.
"Mom dad, bukannya aku tidak mau menemuinya tapi aku yakin Lindsey sangat membenci ku sampai dihari persidangan saja dia memutuskan untuk tidak hadir!"
Tuan Lan dan Larisha hanya bisa menghela nafas rasanya sedih sekali nasib pernikahan anaknya dengan menantu kesayangannya harus berakhir, bahkan Tuan Lan dan Larisha masih berharap keduanya bersatu kembali padahal mereka tau betapa sakitnya hati Lindsey dan mungkin Lindsey tidak akan pernah lagi mau kembali pada Domanick.
Setelah menjemput Naura, Domanick dan Gilbert kembali ke kediaman Domanick. Tanpa Gilbert mungkin Domanick bisa stres sendirian mengurus Naura, untunglah Gilbert mau berbagi tugas dengannya.
Dua orang laki-laki tanpa pengalaman mengurus anak perempuan, bisa dibayangkan betapa pusingnya mereka berdua. Malam itu setelah makan malam bersama Naura nampak tertidur pulas, Naura memang tidur di kamar Domanick.
Tidak terasa sudah satu bulan sejak perpisahannya dengan Lindsey dan sejak menikah dengan Lindsey sampai sekarang menjadi duda Domanick tak pernah lagi menuntaskan hasrattnya pada wanita manapun.
Saat sedang membuka media sosial, Domanick yang memang masih selalu ingin tau kegiatan Lindsey selalu membuka akun media sosial Lindsey walaupun hanya sekedar melihat foto-foto gadis cantik itu.
__ADS_1
Sebuah postingan baru Lindsey menampakkan dia sedang memakai biki ni saat berlibur di pantai tapi entah dengan siapa dia pergi. Tubuh seksi yang sangat diinginkan oleh Domanick terlihat jelas dilayar handphonenya, tanpa terasa lagi-lagi setiap kali melihat foto Lindsey hasratt Domanick bangkit tak terkendali.
"Ah sitt tubuhnya benar-benar indah tapi kenapa aku selalu tidak mengendalikan lobak import ku setiap kali aku melihat foto-foto Lindsey!" Gumam Domanick.
Semakin dilihat Domanick semakin tidak tahan, hampir satu bulan ini memang foto-foto Lindsey lah yang selalu dia jadikan sebagai bahan untuk bersolo karier, Domanick memutuskan untuk menonton video ranjangan sambil membayangkan wajah dan tubuh Lindsey.
Sebelum memutar video ranjangan tersebut, Domanick melirik kearah Naura untuk memastikan anak itu sudah benar-benar tidur, Domanick tersenyum lega karena ternyata anaknya sudah tertidur pulas waktunya dia untuk menuntaskan hasratt yang selalu dia tahan.
Diraihnya airphone agar suara-suara surgawi yang dimunculkan dari video tersebut tidak terdengar atau tidak mengganggu tidur Naura. Airphone sudah terpasang dikedua telinganya, Domanick pun mulai memutar video ranjangan tersebut.
Kedua bola matanya terbelalak saat menyaksikan adegan divideo itu sudah dimulai dengan para pemainnya dari negeri Jepang, teriakan-teriakan ero tis dari pemain wanita membuat Domanick semakin tidak bisa mengendalikan hasrattnya.
Dikeluarkannya lobak import dari dalam celananya, dan mulai Domanick bayangkan wajah dan tubuh Lindsey adalah pemain wanitanya dan dia pria yang juga pemainnya.
"Ah Lindsey oughttt kau cantik sekali Lindsey,"
Domanick terus memainkan lobak importnya yang sudah mengeras dan menuntut untuk sebuah penyelesaian. Terus fokus pada layar sambil bersolo karier hanya inilah yang bisa dilakukan Domanick karena percuma saja berkencan dengan wanita pun dia sudah kehilangan hasratt untuk bermain-main lagi.
Yang ada dikepala dan pikiran Domanick hanyalah tubuh Lindsey yang sama sekali belum pernah dia cicipi tapi sangat dia kagumi selama ini.
"Ah, ah, ah Lindsey aku sangat menginginkan mu!"
Saking fokusnya bersolo karier sampai-sampai Domanick tidak sadar kalau ternyata Naura terbangun dan gadis kecil itu menonton apa yang ditampilkan dilayar handphone dadynya.
Wajah Domanick sedang mendongak keatas jadi dia belum melihat kalau Naura sudah bangun dan ikut menonton, barulah saat hampir sampai Domanick melihat kesamping dan betapa terkejutnya saat ini Naura sedang menatap layar handphone.
"Astaga!" Domanick kaget dan langsung beringsut memasukkan kembali lobak import miliknya dan buru-buru melemparkan handphone miliknya.
Ckckck...
Naura hanya tertawa kegirangan karena anak kecil itu berpikir Domanick melemparkan handphone untuk bermain-main dengannya.
"Empar lagi Dady,"
__ADS_1
"Hei Naura kenapa kau bangun hah? Naura tolong mengertilah aku mohon, aku bisa gila!"
Aaaaaaa...
Domanick teriak geregetan sendiri padahal tadi itu dia hampir sampai pada puncaknya tapi Naura gadis kecil itu malah mengacaukan solo kariernya.
"Astaga aku bisa gila kalau seperti ini! Sebenarnya gaya apa yang dulu aku lakukan sampai-sampai kau lahir dengan menyebalkan seperti ini!" Domanick menunjuk wajah Naura.
Bocah itu hanya cengengesan dan kegirangan melihat ekspresi marah ayahnya.
"Dady atu mau minum cucu,"
"Oke aku akan buat kau tunggu disini!"
Sambil mengacak-acak rambutnya Domanick pergi ke dapur untuk membuatkan susuu untuk Naura dengan perasaan jengkel karena hasrattnya belum tersalurkan.
Di sana rupanya ada Gilbert yang sedang membuat kopi melihat wajah cemberut Domanick, Gilbert pun penasaran apa yang menimpa Tuannya itu.
"Tuan apa nona Naura membuat mu kesal?"
"Bert aku hampir gila mengurus anak kecil itu, kau bayangkan aku sedang bersolo karier sambil menonton bocah itu malah terbangun dan ikut menonton, sit sial!"
Hahaha..
Kali ini Gilbert benar-benar tidak dapat menahan tawanya mendengar cerita Domanick yang terus diganggu oleh Naura.
"Lalu apa sempat keluar?"
"Boro-boro, menetes saja belum padahal tinggal satu tarikan lagi! Anak kecil itu sangat menyusahkan!"
"Sabarlah Tuan nanti nona Naura akan cepat tumbuh besar, kau pasti akan merindukan saat-saat dia masih sekecil sekarang!"
"Apa benar begitu?"
__ADS_1
"Tentu saja dia sedang lucu-lucunya, oh ya Tuan tadi ada perubahan jadwal audit tahunan untuk perusahaan cabang yang dipegang oleh nona Lindsey dilakukan mulai besok!"