Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 95


__ADS_3

Akhirnya Dady Lan dan yang lainya meninggalkan kediaman Domanick, kini tersisa Domanick dengan Lindsey didalam rumah besar dan mewah itu.


Begitu pintu utama tertutup Domanick langsung menggendong tubuh Lindsey yang masih memakai gaun pengantin itu menuju kamarnya dilantai atas!


"Kakak, kenapa aku digendong?"


"Kau adalah ratu di rumah ini, jadi aku tak akan mengizinkan mu cape berjalan! Bukankah lebih enak begini?"


Lindsey pun melingkarkan kedua tangannya dileher Domanick, keduanya saling menatap sementara kaki Domanick terus berjalan menyusuri anak tangga.


"Kakak merindukan aku?"


"Tentu saja aku bahkan hampir mati karena merindukan mu,"


"Dasar gombal,"


"Serius, kau seperti oksigen bagiku! Jika kau jauh dariku, aku akan kesulitan bernafas,"


"Apa gombalan seperti ini juga kakak lakukan pada orang lain?"


"Enak saja, mana pernah aku gombal terhadap orang lain selain dirimu!"


Domanick pun meng cup dahi Lindsey! Kini keduanya telah sampai didalam kamar yang ternyata sudah didekorasi oleh Britney dan juga momy Larisha.


Kamar itu disulap menjadi kamar pengantin yang banyak ditaburi kelopak-kelopak bunga mawar mewah yang bertebaran diatas ranjang berbentuk hati dan disekitar ranjang tersebut.


Domanick sendiri tidak mengetahui kalau kamarnya akan didekorasi secantik ini, diturunkannya tubuh Lindsey dan terlihat kedua mata Lindsey berbinar-binar mendapati kamar pengantinnya sebagus ini.


Tiba-tiba dipeluknya tubuh Domanick oleh Lindsey.

__ADS_1


"Kakak terimakasih banyak ini kamar pengantin yang sangat indah, aku menyukainya!" sambil menenggelamkan wajahnya didada bidang Domanick.


"Tunggu Sey, tapi kakak sendiri tidak tau kalau kamar ini didekorasi seperti ini! Ulah siapa ini?"


Mendengar hal itu tentu saja Lindsey kecewa, Lindsey berpikir bahwa kamar ini memang atas perintah Domanick untuk didekorasi agar membuat hatinya senang, ternyata Domanick sendiri tidak mengetahui siapa yang telah mendekorasi kamarnya.


Lindsey langsung melepaskan pelukannya, dari situ Domanick masih belum sadar bahwa Lindsey sedang marah akibat pengakuannya! Domanick mendekati ranjang dan mendapati sepucuk surat.


(Dear kak Nick semoga kau suka dengan dekorasi yang aku buat untuk ma lam pert ama mu dengan Lindsey, anggap ini kado pernikahan dariku! tertanda Britney Limson dan dibantu oleh momy).


"Oh ternyata ini kerjaan Britney dan momy, tumben mereka peka," Domanick berbalik melihat Lindsey.


Tanpa diduga wajah Lindsey sudah seperti udang rebus karena menahan kesal...


"Sey kau kenapa?"


Sementara Domanick hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya sambil bergumam.


"Kenapa wanita ribet sekali si, apa bedanya inisiatif ku atau pun inisiatif yang lain!"


"Sudahlah aku mau mandi setelah itu mau langsung tidur, aku lelah!" dengan wajah yang masih ditekuk.


Domanick pun mengekor istrinya karena tidak mau sampai Lindsey marah dan jatah malam pertamanya terpaksa harus cancel.


"Sey sayang, udah dong jangan marah!' bujuk Domanick.


Namun Lindsey tidak menjawab dan langsung masuk kedalam kamar mandi, bahkan ketika Domanick hendak ikut masuk kedalam kamar mandi! Lindsey bergegas menutup lalu mengunci pintu kamar mandi itu.


"Astaga, Nick! Nick! Lagi-lagi aku kesulitan memahami keinginan wanita! Bisa-bisa Lindsey akan memakai celana da lam yang dilengkapi gembok kalau begini ceritanya!"

__ADS_1


Setelah satu jam lamanya Lindsey berada didalam kamar mandi karena memilih untuk berendam terlebih dahulu didalam bathub,. akhirnya yang dinanti-nanti oleh Domanick muncul juga, Lindsey keluar dari dalam kamar mandi dan hanya mengenakan handuk sedada.


Membuat insting kebuasan Domanick langsung memanas. Tapi wajah cantik istrinya itu masih saja ditekuk dan langsung melengos begitu saja menuju lemari pakaian.


Domanick pun segera menghampiri istrinya yang sedang memilih pakaian tidurnya! Dipeluknya dari belakang tubuh Lindsey yang masih sedikit basah itu.


Menghirup aroma tubuh Lindsey yang baru saja selesai mandi, tentu saja membuat lobak import dibawah sana kian meronta-ronta tidak sabaran. Domanick menggigit pundak polos Lindsey.


"Ih lepas ah!"


"Udah dong ngambeknya sayang, kakak minta maaf ya!"


"Siapa juga yang ngambek,"


"Itu wajah cantiknya ditekuk gitu, bibir mengerucut begitu lama-lama kakak hi sap juga nih!"


"Ih apaan si, aku mau pakai baju kakak sana deh ganggu tau,"


"Kalau lagi ngambek gini bikin kakak pengen bertindak buas, makin gemes jadinya,"


"Dasar me sum,"


"Biar me sum tapi kau ketagihan kan?"


"Engga tuh,"


"Yakin???


Si Nick cari gara-gara aja emang ye, udah tau cewek sensitif masih aja ga peka-peka.😂

__ADS_1


__ADS_2