Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 108


__ADS_3

Akan diantar oleh laki-laki setampan Gilbert tentu saja membuat Emilia tidak akan menolak! Keduanya berpamitan pada Domanick dan Lindsey untuk berbelanja barang-barang bulanan.


Didalam mobil Emilia salah fokus dengan wajah Gilbert yang tampan tapi masih kinyis-kinyis cute sekali, berbeda dengan Emilia yang terus memperhatikan wajah Gilbert, saat ini Gilbert fokus pada kaca spion mobilnya!


Dari belakang jelas sekali terlihat satu buah mobil yang seperti mengikuti mobil yang dikendarai oleh Gilbert, tak disangka mobil itu menambah kecepatan hingga sejajar dengan mobil Gilbert.


Orang didalam mobil yang duduk dikursi penumpang itu sudah membuka kaca jendela mobilnya, dan Gilbert masih mencoba tidak gegabah dalam mengambil tindakan, Gilbert memilih mengamati terlebih dahulu apa yang akan dilakukan oleh orang tersebut.


Dan Gilbert bisa membaca gerakan tangan dari orang yang duduk dikursi penumpang mobil yang memepet mobilnya.


"Berpegangan lah, pastikan sabuk pengaman mu terpasang dengan baik!" tanpa menoleh kearah Emilia.


"Hah? Memang kenapa?"


Belum tuntas Emilia bertanya, Gilbert sudah menambah laju mobi yang dikendarainya dengan kecepatan tinggi, sehingga ketika musuh mengangkat pistol untuk ditembakkan kearah mobilnya, Gilbert sudah berhasil menghindar.


"Fu ck, kemudikan lagi mobilnya susul kaki tangan Domanick, dia harus mati ditangan ku kalau tidak bos Jazz yang akan akan menghabisi nyawa ku!" ujar laki-laki tersebut.


Emilia baru pertama kali diajak kebut-kebutan seperti ini, biasanya dia hanya pernah melihat adegan pembalap yang mengemudikan mobilnya secepat kilat, dan kini bersama dengan Gilbert mobil ini melaju super cepat layaknya seorang pembalap ketika berada disircuit.


"Ya Tuhan, Tuan pelankan mobilnya aku takut!" hanya berteriak yang bisa dilakukan oleh Emilia saat ini selebihnya Emilia hanya bisa pasrah didalam mobil yang ngebut parah.


Kepala Emilia sudah merasakan pusing, perutnya pun sudah mual-mual. Tapi Gilbert justru melajukan mobilnya semakin kencang lagi, mobil yang dikendarai Gilbert kejar-kejaran dengan mobil musuhnya hingga berada didepan mobil musuh seperti ini tentu saja tidak cukup aman karena musuh bisa saja menembakkan pistol ke ban belakang mobil Gilbert.


Gilbert pun segera memutar arah mobilnya dan berada berhadapan-hadapan dengan mobil musuh.

__ADS_1


"Oh my God Tuan aku belum menikah please jangan lakukan ini!" Emilia sudah memejamkan kedua matanya saat kedua mobil sebentar lagi akan bertabrakan.


Seolah kematian berada tepat 1 inci didepan kedua mata Emilia. Gilbert merogoh pistol dari dalam dashboard dan bersiap untuk melakukan perlawanan terhadap musuh.


Sementara musuh dihadapannya dibuat frustasi ketika sudah siap menembak malah mobilnya dengan mobil Gilbert akan bertabrakan, tentu saja mobil musuh pun terpaksa membuang kemudi kesebalah kiri dan Gilbert buru-buru mengerem mobilnya.


Disaat itulah Gilbert membuka kaca mobilnya lalu menembakkan pistol kearah ban belakang mobil musuh yang sedang oleh berusaha untuk stabil.


Dor..


Mobil itu semakin oleng karena ban mobilnya pecah satu! Hal itu langsung dimanfaatkan oleh Gilbert, mobil yang dikendarai Gilbert kembali berbelok untuk menyusul mobil musuh.


"Kedua tangan mu itu berguna kan?"


"Hah? Apa maksudmu Tuan?" Emilia masih dalam posisi shock berat.


"Apa?" Emilia gelagapan karena dia memang tidak bisa menyetir mobil, tapi belum sempat protes, Gilbert sudah melepaskan kedua tangannya dari stir mobil.


Tentu saja Emilia langsung buru-buru memegang kendali agar mobil tetap lurus kedepan! Gilbert langsung kembali menembaki mobil musuh sehingga terjadi balas membalas tembakan, tapi kembali lagi Gilbert berhasil memecahkan ban mobil musuhnya hingga mobil itu semakin oleng dan akhirnya menabrak pembatas jalan.


Setelah memastikan mobil musuh ringsek! Gilbert mengerem mobilnya, lalu dengan hati-hati dan fokus melihat kearah mobil musuh, Gilbert mendekati mobil musuhnya! Dilihatnya kedua penumpang didalam mobil itu sudah tidak sadarkan diri,


Dor..


Dor..

__ADS_1


Tanpa ampun Gilbert menembak kedua orang yang berada didalam mobil itu dibagian kepala, sudah dipastikan kedua orang tersebut pastilah tewas ditempat. Emilia langsung menutup mulutnya dengan tangan saat melihat Gilbert menembak kedua orang didalam mobil itu.


Usai menembak dengan santainya Gilbert memasukkan kembali pistol kedalam saku belakang celananya, lalu dia pun merogoh permen karet dan membuat gelembung dari permen karet tersebut.


Tentu saja aksi santai Gilbert setelah berhasil menembak orang membuat Emilia melongo shock sekaligus tidak percaya ada orang seperti Gilbert, dia bisa sesantai itu setelah menghabisi dua orang sekaligus.


Sambil mengunyah permen karet, Gilbert kembali masuk kedalam mobilnya sementara wajah Tiffany masih terlihat sangat shock.


"Kau mau permen?" disodorkannya permen karet oleh Gilbert.


Lalu Emilia menepis permen karet itu lalu memegangi dahi Gilbert.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Gilbert.


"Apa kau waras Tuan? Kenapa kau memb unuh orang-orang itu? Dan bisa-bisanya kau makan permen karet sekarang?"


"Memang kenapa? Jika aku tidak membunuh mereka, maka mereka yang memb unuh kita, kau mau?"


"Tentu saja tidak! Tapi tetap saja kau sudah mem bu nuh dua orang sekaligus Tuan!"


"Aku bahkan pernah mem nu nuh sepuluh orang sekaligus!" kata Gilbert lalu mulai melajukan kembali mobilnya dengan tersenyum atas kemenangannya.



Visual Emilia nih guys.

__ADS_1



__ADS_2