Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 115


__ADS_3

Domanick baru saja keluar dari kamarnya, wajahnya terlihat ditekuk karena stres melihat Lindsey mengalami mual muntah dan pusing terus menerus. Domanick merasa kasihan dan tidak bisa berbuat banyak untuk sang istri.


"Tuan, bagaimana nona?"


"Masih seperti itu, aku sendiri tidak tau harus bagaimana agar Lindsey bisa makan,"


Emilia pun datang membawakan segelas air yang merupakan rempah-rempah asli China, niscaya dengan meminum ramuan ini akan mengurangi mual dan pusing bagi wanita hamil.


"Tuan, biar aku berikan nona Lindsey minuman ini saja! Dulu saat kakak angkat ku hamil dia juga mengalami mual muntah yang parah tapi setelah meminum ramuan rempah-rempah dari China ini mual muntahnya berkurang!"


"Ih begitu, ya sudah kau masuk saja tadi Lindsey marah-marah padaku soalnya, aku terus memaksanya untuk makan!"


"Kalau begitu aku masuk dulu!"


Emilia masuk kedalam kamar Lindsey untuk memberikan minuman itu pada Lindsey, sementara Gilbert dan Domanick mengobrol berdua di ruang tamu.


"Kau yakin jazz sudah kapok mencari gara-gara dengan kita?"


"Yakin Tuan, kemarin anggota kita sudah membakar pabrik pembuatan narkotika milik Jazz, dia tidak akan lagi mau bersaing dengan kita!"


"Ya, laki-laki itu terlalu tengil mencari gara-gara dengan kita! Kalau perlu kita habisi saja Jazz,"


"Baik Tuan! Aku akan menyusun rencana untuk itu!"


"Oke, besok kita bicarakan dengan ketua apakah dia setuju untuk menghabisi Jazz dan anggota mafianya!"


"Baik Tuan! Ngomong-ngomong, apa Naura sudah tidur?"


"Sudah, tadi dia mengamuk karena dia tidak suka dengan pengasuh barunya jadi aku memutuskan memecat pengasuh barunya lagi,"


"Astaga sudah beberapa kali ganti pengasuh tidak ada yang cocok dengan Naura?"


"Iya, makanya Lindsey dan aku memutuskan untuk tidak lagi menyewa pengasuh,"


"Lebih baik begitu Tuan, lagipula ada Emilia disini, dia sangat menyayangi Naura begitu pun aku! Kami akan membantu mu menjaga Naura!"

__ADS_1


"Terimakasih Bert, kau selalu ada untuk ku!"


Berkat ramuan China yang diberikan oleh Emilia setiap hari, kini Lindsey sudah bisa makan dengan enak, dia sudah tidak terlalu merasakan mual dan pusing lagi.


Lindsey dan Emilia pun mulai sekarang bergantian mengantar dan menjemput Naura di sekolah maupun mengantar less balet dan piano! Terkadang Lindsey yang mengantar Naura sekolah, lalu less Naura akan diantar oleh Emilia, begitu sebaliknya.


Hari ini Sepulang sekolah bersama dengan Emilia, kebetulan Domanick sudah berada di rumah dia sedang menemani Lindsey jalan-jalan di halaman depan rumah.


"Dady, momy, besok sekolah Nola mau jalan-jalan ke kebun binatang jadi tidak belajal di kelas dulu!"


"Benarkah? Berarti besok momy yang antar Nola ya, kan momy juga mau melihat temanya Dady di kebun binatang," ledek Lindsey.


"Sayang, kau mulai iseng ya nanti malam aku akan memakan mu tanpa ampun,"


Ckckckck..


Emilia dan Lindsey pun tertawa kecil melihat Domanick marah.


"Tapi kan, Nola sudah janjian dengan onty Emilia kami akan pelgi belsama momy!"


"Iya Sey, aku juga ingin jalan-jalan bosan di rumah terus!"


"Lalu kapan Nola ajak momy jalan-jalan?"


"Sedang Nola pikilkan," ujar anak kecil itu.


Domanick pun tersenyum melihat anak gadisnya yang semakin pintar berbicara.


Keesokan harinya pagi-pagi sekali Lindsey membuatkan bekal sendiri untuk bekal Naura dan juga Emilia karena seharian ini mereka akan berada di kebun binatang, Lindsey tidak mau Naura sampai jajan sembarangan ketika berada di kebun binatang.


Naura dan Emilia pun sudah rapi berpakaian, keduanya menghampiri Lindsey untuk berpamitan.


"Sudah siap princess?"


"Sudah momy, itu apa momy?"

__ADS_1


"Ini bekal buat Nola, awas ya jangan jajan sembarangan nanti makan aja bekal yang momy buat ini!"


"Iya momy,"


"Mil, aku titip Nola ya,"


"Iya Sey, kau jaga kesehatan jangan capek-capek ingat ada dua jagoan didalam perut mu!"


"Ih, tau darimana kalau ini dua jagoan?"


"Feeling saja si!"


Ckckck...


Setelah memasukkan bekal kedalam tas Naura, Emilia dan Naura pun pergi meninggalkan rumah menuju sekolah! Nanti barulah pukul setengah 8 para murid di sekolah Naura akan pergi bersama-sama dengan bis berukuran sedang untuk pergi ke kebun binatang.


Pukul set delapan pagi bis yang mengangkut para murid beserta para wali murid pun meninggalkan halaman sekolah untuk menuju kebun binatang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah.


Suasana didalam bis itu pun penuh sukacita, miss yang mengatur para murid mengajak para murid untuk bernyanyi sepanjang perjalanan! Naura pun tampak bahagia karena Emilia yang mengantarnya.


Hingga sudah setengah perjalanan, supir dari bis itu pun dikejutkan dengan mobil berwarna hit yang berhenti mendadak didepan bis yang berisi anak-anak itu.


"Ada apa ini?" supir bis mulai panik.


Tanpa basa-basi dua orang bersenjata pistol turun dari mob dan langsung menembak pintu bis hingga bis pun bisa mereka buka.


Mendengar suara tembakan membuat miss beserta anak-anak sekolah pun panik bukan kepalang! Mereka semua berteriak, dan Emilia segera memeluk Naura dengan erat meskipun dia tidak tau apa yang sedang terjadi.


Dua orang berbadan besar itu menodongkan pistol pada supir, Miss dan anak-anak kecil didalam bis hingga keduanya berjalan mencari target yang mereka incar. Dialah Naura dan juga Emilia.


Mulanya mereka hanya diminta membawa Naura oleh bos mereka, tapi karena Emilia memeluk erat Naura mereka berpikir bahwa Emilia itu mungkin adalah istri Domanick ibu dari Naura.


Ditodongkannya pistol kekepala Emilia.


"Ayo jalan, dan gendong anak itu!"

__ADS_1


__ADS_2