Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 74


__ADS_3

Perhatian bagi yang tidak terlalu suka dengan bab terlalu nganu mohon diskip ya😅


Kaborr...


Sebenarnya belum senganu nganunya tapii cukup lah buat pening kepala apalagi ga ada lawan😃


Lindsey merajuk dan wajahnya ditekuk membuat Domanick semakin gemas dibuatnya jika sang kekasih tengah merajuk seperti sekarang ini! Didekatinya Lindsey oleh Domanick, lalu diraihnya kedua tangan Lindsey oleh Domanick.


Keduanya saling berhadapan namun Lindsey menundukkan wajahnya, ada banyak sekali pertanyaan yang ingin Lindsey utarakan pada Domanick, tentang kemana dia selama ini!


"Kenapa wajah cantikmu malah kau tekuk seperti ini?" Domanick mengangkat dagu Lindsey hingga keduanya beradu pandang.


"Kakak tidak mau menjelaskan apa-apa? Setelah menghilang tanpa kabar?"


"Kakak tida menghilang Sey, kakak kan kerja kau tau itu!"


"Lalu kenapa kakak tidak telpon?"


"Untuk apa? Kau tau sendiri kakak jarang telpon untuk sekedar basa basi,"


"Memang ya kakak tidak pernah merindukan aku!" Lindsey melepaskan tangannya.


"Rindu Sey, makanya kakak datang menemui mu! Kalau seseorang rindu itu ya didatangi bukan ditelpon!"


"Tapi aku tidak suka!" Lindsey kekeh dengan prinsipnya bahwa Domanick harus seperti pasangan lain ya g selalu memberikan kabar setiap harinya, minimal menanyakan apakah sudah makan atau belum.


Tak ingin mengecewakan Lindsey akhirnya Domanick pun membuat kesepakatan dengan Lindsey.


"Oke kakak akan menghubungi mu setiap hari mulai sekarang! Apapun yang kau mau akan kakak turuti, bagaimana masih mau marah?"


"Janji?"


"Janji sayang," Domanick memeluk tubuh Lindsey.


"Kakak tidak bertemu wanita lain kan? Atau selama kita LDR kakak tidak macam-macam kan dengan wanita lain!" Lindsey membalas pelukan Domanick.


"Astaga pikiran mu picik sekali, kau pikir lobak import kakak bisa berdiri bila tidak denganmu?"


"Maksudnyam? Apa kakak impoten bila dengan wanita lain?" Lindsey melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Hmm, hanya bisa berdiri dan mengeras saat bersama mu! Jadi berhentilah berpikir macam-macam, dan katakan kau siap kapan untuk aku menikahi mu lagi?"


"Aku akan bicarakan pada momy dan Dady dulu!"


"Jangan lama-lama, memangnya kau mau keduluan dengan benih yang aku tanam?"


"Hah apa aku bisa hamil sebelum kita menikah?"


"Tentu saja, kita tidak pernah memakai pengaman!"


Dipikir-pikir benar juga ya kata Domanick, bisa-bisa keduluan perut membuncit daripada resepsi pernikahan.


"Ya sudah nanti aku bicarakan secepatnya! Sekarang ayo aku antar ke kamar, kakak pasti lelah dan butuh istirahat," Lindsey meraih tangan Domanick.


"Tunggu! Antar ke kamar?"


"Hmm,"


"Kamar mu kamar ku juga!" Domanick mengarahkan tangan Lindsey untuk menyentuh lobak import yang sudah sangat keras dibawah sana.


"Kakak ini keras,"


"Hi sap punya kakak ya, kau mau kan?" bisik Domanick.


Bisikan nakal yang tentu saja isinya membuat Lindsey bergidik ngeri, permintaan Domanick itu sangat asing ditelinga Lindsey dia belum pernah melakukannya dan bagaimana rasanya? Entahlah yang jelas Domanick kini sudah berhasil mengarahkan Lindsey agar berjongkok dihadapannya.


Anehnya lagi Lindsey seolah terhipnotis dengan langsung menurunkan resleting celana bahan yang dikenakan oleh Domanick. Terlihat lobak importnya menjendol sempurna dan masih tertutupi kain penutup akhir.


Diturunkannya celana yang dikenakan Domanick oleh Lindsey, begitu juga dengan kain penutup lobak importnya! Domanick tersenyum dan terus menunjukkan wajahnya melihat Lindsey begitu cekatan menuruti apapun permintaannya.


Gadis itu bahkan sudah menurunkan kain penutup milik Domanick, sehingga lobak import yang sudah mengeras dan memanjang sempurna itu mulai menampakkan otot-otot kejantanannya.


Lindsey meneguk salivanya sendiri menyaksikan lobak import milik Domanick sebesar ini ternyata, bahkan terdapat urat-urat dan otot-otot di sekitarnya.


Wajah Lindsey saat ini hanya berjarak beberapa inci saja dari lobak import besar dan panjang itu! Domanick pun mengarahkan dengan mendorong pelan kepala Lindsey agar wajah Lindsey segera menyentuh lobak importnya.


Bibir Lindsey pun kini menempel dilapisan kulit lobak import milik Domanick, dan hal itu membuat Domanick merinding geli.


"Ah Sey, hi sap sayang!"

__ADS_1


Tak terburu-buru Lindsey memilih menghirup terlebih dahulu aroma dari lobak importnya, ternyata wangi! Domanick rajin sekali memelihara dan membersihkan lobak importnya jadi aromanya membuat Lindsey lebih bersemangat lagi.


Mulut Lindsey mulai menganga lebar kemudian dia berusaha untuk meng u lu m lobak import milik Domanick, tapi sepertinya Lindsey kurang lebar membuka mulutnya lobak import itu tidak muat untuk masuk kedalam rongga mulutnya.


"Sayang buka mulutmu selebar mungkin punya kakak kan sangat besar!" Domanick mengusap lembut rambut Lindsey dibawah sana.


"Kakak tidak muat!"


"Muat sayang ayo buka lebih lebar lagi!"


Akhirnya Lindsey membuka selebar mungkin mulutnya dan happp lobak import berukuran jumbo itu berhasil masuk kedalam rongga mulut Lindsey, seisi rongga mulut Lindsey dipenuhi oleh lobak import Domanick.


Meskipun sempat tersedak namun Lindsey berusaha untuk lebih rileks! Lobak import itu tidak bisa masuk seluruhnya kedalam rongga mulut Lindsey hanya seperempatnya saja tapi begini saja sudah memberikan sensasi-sensasi dingin, geli dan merinding keseluruh tubuh Domanick.


Wajah Domanick mendongak keatas sementara kedua kakinya yang saat ini masih berdiri tegak merasa lemas karena rasa yang telah menjalar kesekujur tubuhnya. Tidak dapat diutarakan dengan kata-kata saat lidah Lindsey melingkar dan meliuk-liuk dilobak import miliknya.


"Oughttt ssthhh sayang kau pintar sekali! Terus Sey kakak menyukainya," Domanick frustasi dan meremat kepalanya sendiri merasakan luar biasanya kenikmatan yang dia rasakan akibat hi sa pan Lindsey terhadap lobak importnya.


Perlahan tapi pasti Lindsey mulai busa beradaptasi dan bisa melakukan permainan tersebut! Lobak import Domanick sukses keluar masuk didalam rongga mulut Lindsey, pelajaran seperti ini rupanya bisa secara otodidak karena Lindsey mulai jahil dengan memainkan ujung kepala si lobak import.


Tentu saja hal itu semakin membuat Domanick meracau tak karuan.


"Ah oh my God Lindsey kau nakal sekali sayang!"


Tanpa sadar Domanick menekan wajah Lindsey agar tenggelam lebih dalam lagi menelan lobak import miliknya. Bahkan Lindsey sempat tersedak saat Domanick memaju mundurkan pinggulnya ikut memainkan permainannya karena gemas dengan ulah Lindsey.


Tentulah Lindsey kewalahan dan merasa rongga mulutnya semakin sesak akibat dipenuhi lobak import yang masuk hingga kedalam-dalam.


"Ah sit oughtt,"


Domanick terus meng e r ang keenakan hingga akhirnya Domanick merasakan sesuatu akan meledak dibawah sana.


"Sayang kakak mau sampai, ah Sey jangan dilepas sayang!"


Dan benih itupun tumpah-tumpah disekitar mulut dan wajah Lindsey, terasa terbuang sia-sia karena seharusnya benih-benih itu ditanam saja kedalam rahim Lindsey.


Jangan lupa like disetiap babnya ya oke🙏🙏🙏 dukungan dari kalian sangat berarti untuk maak🥺


__ADS_1


__ADS_2